Sabtu, 14 Oktober 2017

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ? (PC Pergunu) Kota Bandung, Jawa Barat masa khidmat 2016-2017 resmi dilantik di Aula Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut, Bandung, Sabtu (12/8).

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ? (PP Pergunu), H Saepuloh melantik kepengurusan PC Pergunu Kota Bandung masa khidmat 2016-2021. Dalam sambutannya, dia berharap kepada pengurus baru periode kedua ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, amanah dan penuh tanggung jawab.

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kota Bandung Dilantik dengan Komitmen Penguatan Aswaja kepada Guru

“Saya berharap kepada pengurus PC Pergunu Kota Bandung dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, amanah dan tanggung jawab,” ungkap Saepuloh.

Ia juga mengingatkan kepada Pengurus Pergunu Kota Bandung bahwa guru-guru yang tergabung dalam Pergunu harus memiliki kompetensi Aswaja An-Nahdliyah sehingga diharapkan guru-guru NU bisa menyampaikan pesan Islam rahmatan lil alamin kepada peserta didik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senada, Wakil Ketua PCNU Kota Bandung, H Daruri juga mengatakan, kepengurusan baru harus memberikan sesuatu yang berbeda dari periode sebelumnya.

“Kepengurusan Pergunu Kota Bandung 2016-2021 ini harus berbeda dari periode sebelumnya, baik kegiatan, maupun ide kreatifnya,” harap Daruri.

Pengurus yang dilantik adalah Ketua PC Pergunu masa khidmat 2016-2021 yaitu Enjang Sunandar (Guru SMA Lab Scholl UPI Bandung), Sekretaris Abdussani Ramdhani (guru SMPN 3 Bandung), dan Bendahara Jajang Nurzaman (guru MTs Nurul Iman).

Kegiatan pelantikan tersebut diisi dengan Pelatihan Penguatan Pembelajaran Karakter Melalui Peningkatan Profesionalisme Guru Mata Pelajaran IPS di Lingkungan Pergunu Kota Bandung hasil kerja sama Pergunu dengan UPI Bandung. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Pahlawan, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Miqat merupakan bentuk isim zaman makan dari "auqata-yuqitu" yang memiliki arti menetapkan waktu. Miqat secara istilah dalam ibadah haji adalah tempat-waktu yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah haji.

Miqat terbagi atas dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani adalah batasan waktu yang digunakan untuk haji dan umrah. Sementara miqat zamani bagi orang yang berhaji adalah Syawwal, Dzulqa’dah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Miqat dalam Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Miqat dalam Haji dan Umrah

Jika seorang yang ingin berhaji tetapi ihramnya tidak dilakukan pada bulan-bulan tersebut, maka ibadahnya hanya bisa disebut umrah, bukan haji.

Sedangkan miqat makani adalah tempat yang digunakan untuk pertama kali berihram.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan terkait miqat makani bagi siapa saja yang hendak melaksanakan haji atau umrah. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah SAW telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam, begitu juga termasuk orang-orang yang ingin berhaji dan umrah yang berasal dari tempat lain tetapi melewati daerah-daerah tersebut (maka miqatnya sama dengan daerah yang dilewati).”

Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua jamaah haji memiliki miqat yang sama. Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik menjelaskan beberapa ketentuan-ketentuan miqat.

Miqat bagi penduduk Madinah terletak di Dzulhulaifah. Sedangkan miqat bagi penduduk Syam (Palestina, Syiria, Yordan), Mesir serta Maroko adalah di Juhfah. Sementara miqat penduduk Yaman adalah Yalamlam sedangkan penduduk Nejd berada di Qarn.

Bagi penduduk Iraq dan Khurasan, miqatnya berada di Dzatu Irq, akan tetapi yang paling utama adalah di Aqiq. Bagi jamaah haji sedang berjalan menuju Mekah maka miqat hajinya berada di Mekah sedangkan miqat umrahnya adalah adnal hilli (daerah yang lebih dekat dengan Mekah), yaitu  Ji’ranah, Tan’im atau Hudaibiyah.

Bagi calon muhrim yang tempat tinggalnya di luar Mekah tetapi lebih dekat ke Mekah dari miqat yang telah disebutkan, maka miqatnya adalah tempatnya tersebut. Tetapi jika tempatnya lebih jauh dari pada miqat, maka yang lebih utama berihram di miqat.

Bagi penduduk Indonesia (sesuai buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag), miqatnya disesuaikan dengan gelombang. Bagi jamaah gelombang pertama, miqatnya dimulai dari Dzulhulaifah (Bir Ali).

Sedangkan bagi jamaah gelombang kedua, miqatnya ketika berada di atas pesawat udara pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil atau di Airport King Abdul Azis Jeddah (sesuai dengan Keputusan Komisi Fatwa MUI, tanggal 28 Maret 1980 dan dikukuhkan kembali pada tanggal 19 September 1981 tentang Miqat Haji dan Umrah) atau Asrama Haji Embarkasi di Tanah Air.

Bagi jamaah yang melanggar miqat, yakni ihram melewati batas miqat dan ia tetap ingin berhaji, maka ia diwajibkan membayar dam. Tetapi jika ia kembali ke miqat kemudian berihram sebelum memakainya untuk ibadah, maka gugurlah kewajibannya membayar dam.

Hal ini juga disebutkan oleh Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang melanggar miqat dan dia ingin berhaji kemudian berihram di selain miqat, maka dia diwajibkan membayar dam (sembelihan). Jika ia kembali lagi ke miqat dengan berihram sebelum terlanjur melakukan ibadah, maka gugurlah (kewajiban membayar) dam.” Wallahu a‘lam. (M Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 13 Oktober 2017

Doa Cinta Tanah Air ala Rasululah SAW

Rasulullah SAW adalah sosok pribadi yang tidak lepas dari cintanya kepada tanah air dan kampung halamannya. Hal ini terbukti dari ekspresinya ketika ia memasuki kota Madinah sepulang dari luar kota. Melihat perbukitan Madinah, beliau mempercepat untanya.

Sementara setiap kali melihat Ka’bah, Rasulullah SAW mengangkat tangan dan mendoakannya. Ini menunjukkan cinta Rasulullah SAW pada tanah airnya. Berikut ini doanya.

Doa Cinta Tanah Air ala Rasululah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Cinta Tanah Air ala Rasululah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Cinta Tanah Air ala Rasululah SAW

? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Allâhumma, zid hâdzal baita tasyrifan, wa ta‘zhîman, wa takrîman, wa mahâbatan.

Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kemegahan, dan kewibawaan untuk rumah (Kabah) ini.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Imam As-Syafi’i dalam Musnad-nya. Doa ini dibaca Rasulullah SAW ketika memasuki kota Mekah dan melihat Ka’bah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 12 Oktober 2017

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok”

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus IPMA Pesantren Al-Muayyad menerbitkan Majalah Serambi Al-Muayyad (MSA) edisi terbaru. Edisi kedelapan yang mengkampanyekan gerakan Ayo Mondok! tersebut akan dirilis pada Haul KH Umar Abdul Mannan, Selasa (7/7).

“Tema khusus MSA Edisi 08 adalah Ayo Mondok,” terang salah satu redaktur MSA, Miftahul Abrori, Sabtu (4/7) lalu.

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online)
Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online)

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok”

Menurut Miftah hal tersebut merupakan wujud dukungan para santri Al-Muayyad kepada RMI dalam menggalakkan Gerakan Nasional Ayo Mondok. “Wujud dukungan MSA terkait Ayo Mondok, sesuai dengan yang kami mampu adalah mewartakan melalui tulisan di majalah dengan harapan bisa dibaca masyarakat,” ujar dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada edisi ini, juga akan menyajikan tulisan “Menafsir Bait-bait Shalawat Wasiat Mbah Umar” yang ditulis Dosen UNU Surakarta, Drs. Muhammad Ishom, yang menafsirkan dan menjelaskan makna yang tersembunyi dari shalawat yang dikarang oleh Mbah Umar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Miftah menjelaskan, selama kegiatan Haul Mbah Umar, majalah yang memiliki slogan Melanggengkan Tradisi, Melanjutkan Silaturrahim ini akan dipajang pada stand bazar IPMA. “Para pengunjung yang berminat, bisa membeli langsung di sana dengan harga Rp. 15.000,” papar dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Cerita, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama, Kiai, dan Umara Bersatu, Negara Sejahtera

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Untuk menciptakan kondisi suatu negara atau daerah yang adil, makmur, dan sejahtera perlu adanya keselarasan pandangan, sumbangsih pemikiran maupun tenaga dari beberapa elemen masyarakat, termasuk keterlibatan para tokoh masyarakat tak terkecuali peran ulama dan peran kiai NU

Ulama, Kiai, dan Umara Bersatu, Negara Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama, Kiai, dan Umara Bersatu, Negara Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama, Kiai, dan Umara Bersatu, Negara Sejahtera

“Kami minta Bapak Bupati dan Pak Wakil untuk tidak mengesampingkan peran para ulama dan kiai dalam membangun Demak.” Demikian disampaikan Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif kepada Bupati Demak H Moh Natsir dan wakilnya Joko Sutanto di hadapan jamaah lailatul ijtima’ dan peringatan harlah ke-93 NU tahun di gedung PCNU Demak Jl Sultan Fattah No 611 Bintoro Demak Ahad malam (8/5).

Dalam memberikan masukan pada pemangku Demak, PCNU Demak telah meminta masukan dari para Pengurus Cabang, MWC serta ranting se-Kabupaten Demak dalam dua kategori yakni segi agama dan umum, namun Musadad minta kejelasan pada bupati dan wakilnya dalam hal teknis penyampaiannya.

“Pak Bupati, selama ini dari beberapa bupati yang lalu kami dalam menyampaikan masukan ada beberapa macam, ada yang formal berbentuk tulisan ada pula lewat lisan sambil nyantai dan ngopi bareng,” tegas Musadad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Bupati Demak H Moh Natsir yang baru saja dilantik oleh Gubernur Jateng 4 Mei lalu merasa berterima kasih kepada NU dikarenakan mau memberikan masukan kepada pemerintah untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan kabupaten Demak di masa mendatang

“Kami mohon do’a restu agar kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik, makanya kami juga minta poro kiai untuk saling mengisi, mengingatkan dan masukannya untuk Demak,” pintanya di hadapan jamaah. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 11 Oktober 2017

BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar pelatihan secara mendalam kepada 10 orang pelajar dari 10 sekolah terpilih dari sejumlah kota di Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan dalam pembuatan video pencegahan terorisme.?

BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT Latih Pelajar Buat Video Pencegahan Terorisme

"Sepuluh orang pelajar itu adalah finalis yang masuk sepuluh besar lomba video pendek siswa SMA sederajat yang dilaksanakan BNPT untuk kepentingan pencegahan terorisme di kalangan pemuda dan perempuan," kata Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Direktorat Pencegahan BNPT, Andi Intang Dulung di Jakarta, Rabu (23/11).?

Andi menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 22 hingga 25 November mendatang. Sejumlah praktisi perfilman dilibatkan untuk memberikan pelatihan, yaitu peneliti dari Kalbis Institute, Dyah Kusumawati, dokumentaris dari Watchdoc, Dhandy Dwi Laksono, sineas Samuan Film, Chandra Wibowo, penulis scenario dari Multivision, Swastika Nohara, dan sineas muda Miles Film, Ratrikala Bhre Aditya.?

"Pelatihan dilakukan di dalam dan luar ruangan, mulai dari teori hingga praktik. Seperti sore ini, peserta dibawa ke beberapa lokasi di Jakarta untuk praktik pengambilan gambar," jelas Andi Intang. ?

Dijelaskan oleh Andi Intang, tujuan dari kegiatan ini untuk mengakomodir aspirasi para generasi muda agar sadar dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi. "Sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda agar dapat memahami NKRI secara utuh," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait lomba video pendek yang sudah dilakukan, masih kata Andi Intang, dilaksanakan sejak bulan Maret hingga November 2016 di 32 provinsi se Indonesia. BNPT menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) untuk melaksanakannya. ?

"Dari masing-masing provinsi kami pilih 3 video terbaik dan dilombakan di tingkat nasional. Sepuluh video terbaik yang dipilih oleh juri akan masuk babak grand final, yang malam anugerahnya dilaksanakan Jumat malam besok," urai Andi Intang.?

Dalam penilaian terhadap video-video yang dilombakan, BNPT juga mewajibkan kepada peserta untuk mengunggahnya ke media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya cyber war untuk membendung maraknya peredaran video yang mengajarkan radikalisme terorisme di dunia maya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jadi ada banyak tujuan yang didapat dari lomba ini. Anak didik yang mengikuti bisa semakin meningkat nasionalismenya, sekaligus mereka juga memproduksi video untuk membendung radikalisme terorisme," pungkas Andi Intang. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren dan Keterlibatannya di Masyarakat

Oleh Anggi Afriansyah

Indonesia beruntung memiliki lembaga pendidikan yang menyejarah seperti pesantren. Apalagi rekam jejak pesantren mendidik masyarakat sudah teruji zaman. Dari rahim pesantren telah lahir beragam tokoh cerdik cendikia.

Pesantren dan Keterlibatannya di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Keterlibatannya di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Keterlibatannya di Masyarakat

Pesantren tak hanya berkutat pada kurikulum yang berbasis keagamaan (religion-based curriculum) tetapi juga kurikulum yang berbasis pada persoalan masyarakat (community-based curriculum) (Suyata dalam Zuhri, 2016). Hal tersebut memang menjadi salah satu kekhasan pesantren. Pendidikan yang diberikan di pesantren tak menjauhkan santri dari realitas keseharian. Jika merujuk pada konteks pembelajaran modern, apa yang dilakukan pesantren adalah bagian dari pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).

Studi yang dilakukan oleh Anin Nurhati (2010) misalnya mengungkap peran pesantren dalam memberikan materi kewirausahaan kepada para santrinya agar mereka memiliki kecakapan hidup seperti kemampuan beternak, budi daya perikanan, pengolahan obat-obatan, perdagangan, perbengkelan, otomotif dan permebelan (Zuhri, 2010). Beragam kurikulum tersebut tentu menjadi kekuatan bagi pesantren untuk menjawab tantangan zaman. Ada kesadaran bahwa pemahaman teks-teks keagamaan semata tanpa penguasaan keilmuan yang lain akan menyebabkan santri semakin tertinggal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren tak pernah terjebak pada perubahan kurikulum yang terjadi karena berubahnya menteri. Pesantren senantiasa konsisten, karena tujuan awalnya adalah mendidik santri menjadi individu-individu yang bermanfaat bagi sesama. Maka pesantren tak terjebak pada pola-pola pendidikan formal yang berbasis nilai-nilai kuantitatif. Tak ada sertifikasi untuk para kiai, karena gelar kiai, ulama, ajengan, ataupun ustadz/ustadzah merupakan rekognisi yang diberikan oleh masyarakat. Penyematan karena kebermanfaatan mereka untuk umat. Bukan karena kepemilikan ijazah tertentu.

Keragaman tipikal lulusan pesantren membuktikan bahwa pesantren sesungguhnya sudah memberikan kontribusi pada penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas. Pilihan profesi, pilihan politik, pilihan sudut pandang tafsir keagamaan dari lulusan pesantren menjadi warna tersendiri bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meskipun demikian, kemampuan pesantren mengkreasi intelektual-intelektual Muslim yang memiliki kapasitas mumpuni sehingga menjadi cahaya bagi umat harus tetap dijaga. Para intelektual itulah yang akan senantiasa memberikan pencerahan dan pencerdaskan bagi umat. Intelektual yang memberikan kedamaian dan menebarkan ajaran serta ujaran penuh kasih. Kita tentu merindukan almarhum Gus Dur dan Cak Nur, dua tokoh bangsa yang senantiasa berjuang untuk perdamaian, kesetaraan, dan demokrasi. Kita juga melihat kebesaran hati Gus Mus, yang meskipun dicaci oleh mereka yang membencinya, tetap memperlihatkan sifat welas asih dan pemaaf. Gus Mus telah memberikan teladan bagaimana implementasi akhlaqul karimah yang dicontontohkan Rasullah SAW.

Jika saat ini isu mengenai pentingnya pendidikan karakter kembali didengungkan. Sesungguhnya, proses pendidikan pesantren justru sejak awal telah memberikan ruang besar bagi penguatan karakter para santrinya. Pesantren memang memiliki fokus agar santri-santrinya menjadi uswatun hasanah, teladan kebaikan, yang mampu memberikan kebermanfaatan bagi umat.

Para santri mendapatkan tempaan setiap waktu ketika mengenyam pendidikan pesantren. Satu hari penuh para santri berada dalam situasi belajar. Maka sesungguhnya, tak perlu lagi ada kebijakan full day school. Pemerintah hanya perlu mengoptimalkan pesantren-pesantren yang ada di berbagai penjuru tanah air.

Proses pendidikan di pesantren memang menyiapkan para santri agar mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat di sekitarnya. Dalam konteks ini, kiai dan para ustadz/ustadzah di pesantren memegang peran penting dalam konstruksi karakter para santri. Mereka menjadi role model bagi para santri yang diasuhnya.

Keberhasilan pesantren membentuk karakter santri sangat bergantung pada keteladanan para alim di pesantren.? Keteladanan tersebut tak hanya diberikan melalui ceramah-ceramah semata, namun juga melalu tindakan nyata. Kelebihan pesantren mendidik santri terletak pada pembiasaan dan praktik keseharian. Sehingga, kepatuhan santri terhadap aturan tak sekedar karena takut dihukum. Rasa malu jika tak patuh dan disiplin terbentuk karena adanya keteladanan dari para kiai ataupun ustadz/ustadzah.

Di sisi lain pesantren juga memberikan pembelajaran kontekstual kepada para santrinya. materi-materi yang diberikan adalah hal-hal yang relevan yang akan para santri gunakan di masa depan. missal saja, banyak pesantren memberikan penguatan pelajaran bahasa asing kepada santri karena menyadari bahwa penguasaan bahasa yang mumpuni merupakan keniscayaan di era global.

Selain itu, pelatihan mubaligh yang diselenggarakan di pesantren ditujukan agar para santri memiliki public speaking yang baik. Karena para santri harus mampu menyampaikan gagasan-gagasannya kepada masyarakat secara runut dan terstruktur. Menyampaikan pengetahuan keagamaannya kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

Beberapa pesantren juga rutin menyelenggarakan program Bahtsul Masail. Kegiatan tersebut menjadi penting karena membiasakan para santri mendialogkan beragam permasalahan dengan merujuk beragam referensi. Kebiasaan berdiskusi sangatlah penting agar para santri tidak alergi terhadap perbedaan pandangan yang ada di masyarakat kelak. Memperkaya perspektif mereka memandang suatu persoalan. Dan pada akhirnya membuat mereka menyadari sepenuh hati bahwa perbedaan tafsir atas teks keagamaan merupakan hal biasa dan akan mereka hadapi di masyarakat.

Dan yang paling penting, pesantren memberikan para santri untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola dirinya, manajemen diri. Proses tersebut merupakan bagian dari pendewasaan diri. Pola pendidikan di pesantren menyediakan mekanisme panjang agar santri memiliki kemampuan manajemen diri tersebut.

Keberhasilan mengelola diri sendiri merupakan salah satu kunci penting keberhasilan mereka di masa mendatang. Akan tetapi, meskipun pesantren memberikan segala ruang dan mekanisme pengaderan yang luar biasa, jika santri tak mampu mengoptimalkan hal-hal tersebut, tidak akan memiliki pengaruh kepada diri mereka. Keinginan kuat dari diri sendiri tetap menjadi aspek yang paling penting.

Oleh sebab itu, menjadi harapan bersama agar santri lulusan pesantren memiliki kesadaran penuh untuk memberikan kinerja nyata bagi kemaslahatan Indonesia dan berkontribusi untuk penciptaan Islam yang rahmatan lil alamin. Memberikan kedamaian bagi bangsa dan negara.



Penulis adalah lulusan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, saat ini menjadi Peneliti di Puslit Kependudukan LIPI


Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah