Kamis, 21 September 2017

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Diakui atau tidak, pondok pesantren telah sejak lama mengajarkan serta membudayakan minat baca dan belajar. Tak hanya itu. Tradisi menulis pun seakan telah menjadi tradisi di lembaga pendidikan tradisional khas Indonesia itu.

Tak berlebihan jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar sistem pendidikan dan tradisi membaca serta menulis di pesantren patut dijadikan contoh. Karena, menurutnya, seminar-seminar bertema pengembangan minat membaca kerap diadakan, namun belum banyak menghasilkan minat belajar bagi para siswa.

"Kalau mau belajar soal bagaimana mengharuskan membaca, nggak perlu ke luar negeri, pergi saja ke pesantren," ujar Wapres Kalla saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Budaya Minat Baca dan Pembinaan Perpustakaan Nasional” di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/7).

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Di pesantren, tutur Wapres Kalla, para santri, tiap hari wajib membaca kitab-kitab kuning dengan penuh khusyuk, tentang materi-materi keagamaan ataupun sastra. Hal itulah yang merupakan dasar bagi pengembangan minat baca di pesantren.

"Bahkan sambil terkantuk-kantuk, santri tetap baca. Mereka nurut (patuh) pada ustad, ustad nurut pada kiai, kiai nurut pada kiai khos-nya. Pak Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional, red) harus jadi kiai khos-nya," ujar Wapres Kalla disambut tawa peserta seminar, termasuk Mendiknas Bambang Sudibyo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengungkapkan, sebaiknya Mendiknas membuat aturan mengenai keharusan untuk membaca. Para siswa diwajibkan untuk membaca dan mengetahui pelajaran-pelajaran yang harus dia ketahui dari buku, bukan sekadar menumbuhkan minat membaca.

"Kalau minat saja, kalau anaknya tidak mau, bagaimana. Yang penting itu harus membaca, karena dari keharusan akan menjadi kebiasaan," tandasnya.

Karena itu, Wapres berharap, seminar yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional itu tidak hanya membicarakan pentingnya membaca, tapi bagaimana membuat aturan soal keharusan membaca. (rif/dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Siswi SMA Maarif 1 Pamekasan Juarai Game Matematika Bela Negara

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Siswi SMA Maarif 1 Pamekasan Musyarrofah berhasil menyabet juara II pada ajang lomba Game Matematika Bela Negara, Rabu (2/8). Kompetisi ini diadakan oleh Kodim 0826 Pamekasan di Desa Bukek Tlanakan.

Lembaga di bawah naungan LP Maarif NU ini berhasil menyisihkan beberapa sekolah negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Pamekasan. Dalam penyerahan hadiah, Musyarrofah diapit oleh Pangdam V Brawijaya dan Bupati Pamekasan Achmad Syafii.

Siswi SMA Maarif 1 Pamekasan Juarai Game Matematika Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswi SMA Maarif 1 Pamekasan Juarai Game Matematika Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswi SMA Maarif 1 Pamekasan Juarai Game Matematika Bela Negara

Wakil Kepala SMA Maarif 1 Pamekasan Ainul Gurrih merasa bangga atas prestasi yang diraih Musyarrofah. Pihaknya mendoakan semoga prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi yang lain untuk semakin rajin belajar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dan semoga menjadi awal untuk bisa berpartisipasi di ajang perlombaan yang lain, baik lokal, regional, nasional, dan internasional. Dengan begitu, bisa membawa nama baik lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan LP Maarif NU Pamekasan," tukasnya.

Sementara itu, Musyarrofah menyatakan, dirinya merasa bangga dan bersyukur atas prestasi yang diperolehnya. Ia berjanji akan terus belajar guna meraih cita-cita yang diinginkannya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 20 September 2017

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alunan shalawat Nabi mengiringi peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan PBNU, Rabu (16/3) di lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta. Puluhan Habib Se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) turut hadir meramaikan kegiatan tersebut.?

Setelah pembacaan shalawat burdah, acara disusul dengan sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan perwakilan Habaib se-Jabodetabek Habib Husein bin Hamid Al-Attas.

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Agar Tak Salah Paham Islam Nusantara, Tabayun ke PBNU

Kiai Said mengatakan bahwa banyak orang yang salah paham terhadap konsep Islam Nusantara. “Banyak yang salah paham, tapi mereka tidak mau bertabayun (minta penjelasan atau konfirmasi, red) ke PBNU,” jelas Kang Said.

Kang Said menjelaskan bahwa Islam Nusantara adalah Islam yang menggabungkan Islam dengan budaya, Islam yang bersatu dengan nasionalis, dan Islam yang bersatu dengan kebangsaan. Ia menerangkan bahwa Wali Songo-lah yang menjadi panutan dalam mengembangkan Islam Nusantara yang melebur dengan budaya, toleran, dan ramah.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun puncak konsep Islam Nusantara, imbuh Kang Said, adalah dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari dengan konsep penggabungan Islam dan kebangsaan. ? ?

“Islam Nusantara bukan mazhab, bukan aliran, tapi tipologi, mumayyizaat, khashais,” terangnya.

Demikian, Kang Said menegaskan bahwa Islam Nusantara bukanlah Islam yang anti-Arab dan Islam yang benci Arab. “Islam yang santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak, dan berperadaban. Inilah Islam Nusantara,” tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Setuju dengan Islam Nusantara silakan, tak setuju tidak apa-apa,” pungkasnya.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqofah tersebut mengaku kalau istilah dan konsep Islam Nusantara adalah gagasan PBNU. Ia membeberkan bahwa konsep ini dibahas di rapat gabungan Tanfidziyah dan Syuriyah PBNU sebelum akhirnya menjadi tema Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu.

Sejauh ini, banyak pihak yang tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang konsep Islam Nusantara, diantaranya adalah Laurent Booth (adik ipar Tony Blair), Dubes Perancis, Dubes Austria, Dubes Australia, Dubes Inggris, Mufti Ankara, dan Rektor Dar Al-Quran Sudan. ?

Acara tersebut dihadiri juga oleh Habib Abdurrahman Al-Attas, Habib Mahdi, Habib Muhsin Al-Habsyi, Sayyid Abu Bakar Al-Hamid, Habib Zein bin ? Hamid Al-Attas. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Unusida Terapkan Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru Secara Online

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendaftaran mahasiswa baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) tahun ke-3 ini, menerapkan sistem PMB secara online. Strategi itu untuk menjangkau mahasiswa yang berada di luar Sidoarjo. Bagi calon mahasiswa dapat mengunjungi laman pmb.unusida.ac.id dan langsung melakukan registrasi.

Unusida Terapkan Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru Secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Unusida Terapkan Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru Secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Unusida Terapkan Sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru Secara Online

Kabag Promosi dan Humas (Promas) Unusida Achmad Wahyudi menjelaskan, waktu pendaftaran terbagi menjadi empat gelombang dengan batas penerimaan mahasiswa sampai tanggal 9 September 2016. Diantaranya jalur prestasi 4 Januari- 29 Februari, reguler I 1 Maret-29 April, reguler II 2 Mei-1 Juli, dan reguler III 4 Juli-9 September. Selama penerimaan tersebut juga diberikan potongan uang gedung sebesar 30 persen.

“Calon mahasiswa mulai sekarang seharusnya sudah aktif mencari informasi jurusan di perguruan tinggi. Sekaligus mereka harus tahu potensi dalam diri mereka masing-masing, agar tidak salah jurusan nantinya,” kata Achmad Wahyudi, Senin (11/1).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Wahyudi, di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, jurusan yang ada di Unusida sangat prospect untuk membantu mencari kesempatan berkarir. Selain itu, empat fakultas yang terdiri dari 10 program studi yang ada bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Wahyudi menambahkan, panjangnya masa pendaftaran diharapakan bisa dimanfaatkan calon mahasiswa untuk mencari informasi jurusan di Unusida. "Yang terpenting adalah prospect jurusan. Karena itu menentukan masa depan dan kualitas lulusan," tutup Wahyudi. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Ubudiyah, Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 September 2017

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

"Ya Nabi salam alaika

Ya Rasul salam alaika

Ya Habib salam alaika

Shalawatullah alaika"

Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

Bunyi rebana menggaung disetiap sudut ruang. Mulut yang mengalunkan sholawat berpacu dengan hati yang khusyuk. Mereka yang hadir merapal puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Ahad (26/1) menjadi hari istimewa bagi warga Nahdliyin di Turki. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara yang dilaksanakan di dalam gedung PASIAD, Istanbul, ini dihadiri Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul Abdullah Hariadi Kusumaningprang, perwakilan PASIAD Mucahit Bey, serta perwakilan organisasi kemitraan di Istanbul.

Dalam sambutannya, Abdullah Hariadi menyatakan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa Indonesia di Istanbul selama itu bernilai positif. Ke depan ia berjanji akan mengadakan perayaan-perayaan Islam lain. “Tolong diingatkan kalau saya lupa,” ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Datang pula memenuhi undangan “saudara jauh” dari PCINU Mesir. Dalam kesempatan ini, Ustadz Farid dari PCINU Mesir bersama Ustad Ulin Nuha dari PCINU Turki berkolaborasi membacakan barzanji. Kesyahduan bertambah ketika Ustadz Ulin membacakan arti lafal-lafal barzanji secara menggebu dari bait ke bait.

“Mereka yang anti dengan barzanji ini berarti belum memahami isi dari barzanji,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustad Ahmad Ginanjar Sya’ban, pengurus Syuriah PCINU Mesir, berkenan membagikan ilmunya tentang maulid. Menurut dia, momen maulid Nabi ini sungguh tepat dilaksanakan di bumi Turki, mengingat barzanji juga berasal dari Kurdi, salah satu etnis penyusun bangsa Turki.

Saat itu barzanji dibacakan untuk membakar semangat tentara Islam menghadapi pasukan salib. Barzanji yang berisikan sirah nabawi dan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW terbukti ampuh mengobarkan semangat jihad di dada tentara muslim. Setahun setelah pembacaan barzanji, tentara yang dipimpin oleh Salahuddin Al Ayyubi tersebut memenangi pertempuran.

Ustad Ginanjar juga menggambarkan keadaan di awal perkembangan Islam. Waktu itu bangsa arab dikenal sebagai bangsa tanpa peradaban. Bangsa yang jahil, amoral dan dipandang sebelah mata dibanding dengan dua kekuatan besar yang berkuasa, Romawi dan Persia. Kedatangan Nabi Muhammad benar-benar membalikkan keadaan. Hingga akhirnya dua negeri adi daya tersebut jatuh dalam kekuasaan islam.

Dia lalu mengibaratkan dengan keadaan sekarang. “Maaf, bukannya rasis. Misal saja di Papua terlahir seorang pembaharu.” Sontak hadirin tertawa. Pasalnya di sampingnya duduk wakil syuriah PCINU Turki yang lahir di Papua. “Kemudian Papua menjadi kuat hingga melahap kawasan-kawasan di sekitarnya. Australia, Filipina, hingga China menjadi propinsi di bawah Papua. Bahkan kemudian bahasa-bahasa mereka digantikan dengan bahasa Papua. Demikian lah keadaan Arab pada waktu itu.”

Acara maulid Nabi ini juga disiarkan melalui radio online PCINU Turki di www.pcinuturki.com/radio. (Ridho Ash-Shiddiqy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri Paciran mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tahap Pertama (Diklatama) di bumi perkemahan Ngebrak Tunggul, Lamongan, Kamis-Jumat (24-25/10). Sayap kepanduan IPNU-IPPNU ini melatih sedikitnya 70 kader baru utusan ranting dan komisariat sekecamatan Paciran.

Pelatihan dasar ini dipandu DKW CBP KPP Jatim. DKW CBP Jatim Komandan Jay mengatakan, diklatama ini adalah sebagai tahap pertama rekan dan rekanita untuk menjadi anggota CBP-KPP.

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

“Jumlah peserta kali ini terbilang besar untuk tingkatan anak cabang,” kata Jay, rekan IPNU asal Jember.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepakat dengan Jay, Ketua IPNU Paciran Ruri menegaskan bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan. Di luar ruangan juga bisa belajar.

“Pada Diklatama yang bertepatan dengan pergantian tahun Hijriyah, peserta membaca bersama doa akhir dan awal tahun. Kita menutup doa untuk Indonesia ke depan lebih baik,” kata Ruri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua IPNU Jatim Imam Fadli kader asal Paciran mengingatkan, pelajar NU dan anggota kepanduan IPNU-IPPNU ini memberikan sumbangsih besar dalam rangka kaderisasi.

“Pengurus IPNU-IPPNU Paciran perlu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kaderisasi,” tutup Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 September 2017

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peserta penerima beasiswa Arab Saudi akan menerima bimbingan hafalan Al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), organisasi penghafal dan pegiat Al-Qur’an NU.

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

“Kita akan kerja sama dengan JQH,” kata Ahmad Ridho, staf biro kerjasama beasiswa luar negeri saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di lantai lima Gedung PBNU saat menunggu kesiapan peserta ujian, Senin (8/10) siang.

Lima belas yang lolos ujian tidak dilepas begitu saja, tambah Ahmad Ridho yang juga penguji peserta calon besasiswa. Hafalan Al-Qur’an umumnya peserta, belum mantap benar. Padahal beasiswa Arab Saudi menghedaki hafalan yang kuat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ridho menambahkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Jawa. Peserta antara lain berasal dari pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah lima puluh orang akan menerima beasiswa Arab Saudi dari pelbagai jurusan. Jenjang S1 dan S2, masing-masing berjumlah lima belas kuota. Jenjang S3 menerima hanya sebanyak 20 kuota.

Peserta yang lolos, baru bisa berangkat ke Arab Saudi tahun depan. Selama setahun itu, Jamiyatul Qurra Wal Huffaz, JQH NU akan memperkuat hafalan mereka. Bimbingan JQH, akan member cukup bekal bagi mereka, tambah Ridho.

Dari sejumlah tes yang diujikan, hafalan Al-Quran ini menempati bobot yang tinggi. Wawasan ke-NU-an juga mendapat bobot penilaian yang cukup tinggi.

Selain hafalan, peserta juga wajib melewati uji kemampuan membaca kitab. Kitab yang diujikan adalah Kifayatul Akhyar dan Fathul Qarib. Menurut Ridho, bobot tes yang satu ini lebih lebih rendah dari hafalan Al-Qur’an dan wawasan ke-NU-an.

Sementara peserta S2 dan S3, mendapat tes tambahan. Mereka yang mengambil jurusan keagamaan, wajib berdialog dengan bahasa Arab. Bagi yang mengambil jurusan umum, penguji akan menguji kemampuan berbahasa Inggris.

Karenanya, mereka dari sekarang sudah menentukan jurusan. Ada yang ambil keagamaan, teknik lingkungan, ekonomi Islam, sains, dan kimia. Mereka yang gagal dalam uji hafalan, akan dikirim ke luar Arab Saudi. Maroko dan Tunisia, siap menampung mereka, tandas Ridho.

 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah