Minggu, 13 Agustus 2017

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sudah menjadi kebiasaan mayoritas muslim di Indonesia pada momentum Lebaran tidak ketinggalan mengadakan tradisi yang dinamakan Halal bihalal. Acara yang rutin digelar oleh masyarakat di bulan Syawal sejak puluhan tahun silam ini diyakini sebagai tradisi yang selaras dengan ajaran Islam.

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Tradisi, Halal Bihalal Termasuk Syariat Agama

Masyarakat dari generasi ke generasi berupaya melestarikan tradisi Halal bihalal bukan tanpa sebab. Misal yang dijalani oleh keluarga besar keturunan Mbah Mastam dan Mbah Zonah. Pasangan yang wafat puluhan tahun silam itu pernah tinggal di desa Papringan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempunyai 7 anak, kemudian hingga kini beranak pinak sampai melahirkan anak, cucu dan cicit yang jumlahnya sudah ratusan.

Sementara itu, Halal bihalal keluarga besar yang menyebut keluarga mereka sebagai Bani Mastam-Zonah itu pada tahun ini terselenggara sudah berlangsung 17 kali, diselenggarakan setiap pekan pertama bulan Syawal.

Menariknya, Halal bihalal keluarga besar tersebut selalu diisi dengan pembacaan tahlil dan surat Yasin untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal, ceramah agama serta ditutup dengan bersalam-salaman.

Dalam kesempatan tersebut, KH Masykuri yang ditunjuk mengisi ceramah menyampaikan pada dasarnya silaturrahim merupakan inti dari Halal bihalal yang bertujuan untuk menyambung kasih sayang dan menghilangkan rasa dendam, sehingga antarkeluarga bisa saling mengasihi dan saling mencintai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kalau berkumpul seperti ini rasanya senang bukan? Rasanya kita ingin berlama-lama sebab setahun ada yang tidak bertemu," tutur kiai Masykuri di hadapan ratusan anggota keluarga Bani Mastam-Zonah, Jumat (8/7) siang, di salah satu kediaman keluarga di desa Daren, Jepara, Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa silaturrahim itu bukan budaya, tapi memang syariat Allah. Hal ini sudah diterangkan di berbagai hadis Nabi yang menerangkan keutamaan pentingnya silaturrahim.

Dalam bulan Ramadhan, lanjut Kiai Masykuri, apabila seseorang dalam keadaan beriman maka akan diampuni dosa-dosa yang hubungannya dengan Allah semata. Ia mengingatkan bahwa dosa-dosa yang hubungannya dengan manusia akan diampuni apabila saling memaafkan satu sama lain.

"Dosa-dosa yang kaitannya dengan sesama manusia tidak akan diproses Allah apabila tidak ada acara Halal bihalal," tegas guru di MTs NU TBS Kudus itu. “Dengan niat yang sama, mari kita dari rumah saling memaafkan,” ajaknya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Khutbah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Ansoruna di bawah naungan GP Ansor Karanganyar saat ini tengah gencar menyosialisasikan program tabungan kepada kader Ansor di daerah lereng gunung Lawu. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memperkuat peran koperasi dan kemandirian ekonomi keder.

Langkah konkret sosialisasi tabungan ialah membagikan kotak tabungan kepada semua kader Ansor, agar para kader dapat menabung di Ansoruna.

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader

“Ansoruna Karanganyar merupakan lembaga perekonomian kini memilki program kotak tabungan bagi setiap kader Ansor di Karanganyar,” ujar Direktur Ansoruna Arif Riyadi kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah pada pertemuan kader PAC GP Ansor Jenawi, Jumat (11/4) malam.

“Kotak tabungan tersebut diberikan kepada setiap kader Ansor di masing-masing pimpinan anak cabang, kotak tersebut diambil setiap bulan oleh petugas Ansoruna,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan program itu, ternyata minat kader Ansor sangat tinggi. Di PAC GP Ansor Mojogedang, setiap bulannya tabungan dari para kader berhasil terkumpul 7 juta. Setiap bulannya hasil tabungan itu terus bertambah. Ini baru satu kecamatan. Sedangkan Karanganyar memiliki 12 kecamatan, ujar Arif.

“Tabungan itu nanti akan diambil setiap bulannya, dan dari tabungan tersebut para kader diminta untuk menyisihkan hasil tabungannya untuk kas PAC secara sukarela,” terang Arif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, program itu sangat penting agar setiap PAC mandiri khususnya para kadernya. Arif berharap dengan program ini dapat tercapai maksimal. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Syaroni Ahmad dari Kudus merasa prihatin dengan munculnya berbagai kelompok Islam garis keras dan radikal. Ia meminta para ulama, kiai dan umaro untuk selalu waspada namun tetap arif dan bijaksana.

KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syaroni: Sebarkan Islam Seperti Sunan Kalijaga

Demikian disampaikan KH Syaroni Ahmad saat menyampaikan mauidhotul hasanah di hadapan ulama, kiai dan umaro sekabupaten Demak dalam rangka pertemuan rutin antara ulama umaro yang diselenggarakan oleh forum komunikasi ulama umaro se Kabupaten Demak di pendopo kabupaaten Demak, Ahad (18/11) lalu.

"Akhir akhir ini ada beberapa orang atau kelompok yang mengatasnamakan mubaligh maupun ulama yang dalam menyampaikan dawahnya selalu memaksakan pendapatnya agar dianut dan diterima dan ini sangat memprihatinkan bagi umat Islam itu sendiri," kantanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Sya;roni mengimbau agar para ulama meniru cara dakwah Wali Songo. Ia menyontohkan,Sunan Kalijaga yang selalu menggunakan cara budaya adat yang mudah dan bisa diterima oleh umat itu secara halus dan tidak adanya unsur kekerasan sesuai dengan cara yang dilakukan para Nabi.

"Sunan kali jaga itu punya gong sekaten (syahadatain), beliau berdakwah atau mulai pagelaran wayang kalau gong sudah berbunyi, la gong dipukul kalau semua yang hadir sudah bersahadad," tambah kiai Syaroni.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bupati Demak H Dachirin Said dalam sambutannya memaparkan program pemkab Demak dalam membangun sikap dan mental masyarakat Demak. Diantaranya menjalin kerjasama dan saling dukung antara pemerintah, ulama, kiai dan tokoh masyarakat Demak.

"Masyarakat Demak berniat membangun umat dan mental masyarakatnya dan itu butuh dukungan dan kerja sama para alim, tokoh, kiai dan umaro se kabupaten Demak," demikian pinta Dachirin dihadapan 600-an ulama dan umaro di pendopo kemaren

Dachirin juga menyampaikan bahwasannya dalam menindaklanjuti program semacam itu juga dilakukan di tingkat kecamatan yang melibatkan kiai desa.

"Silaturrahmi ini akan kami lanjutkan di tingkat kecamatan kalau tahun kemaren hanya sekali dalam setahun maka tahun depan kita lakukan dua kali dalam setahun," paparnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 12 Agustus 2017

Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga?

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

“Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna “berbeda-beda tapi tetap satu” menjadi semboyan bangsa Indonesia yang memiliki banyak ragam suku, ras, agama dan sebagainya, akan tetapi dapat dipersatukan dalam sebuah negara.

Dari literatur sejarah yang populer diajarkan di dunia pendidikan kita, kalimat ini merupakan kutipan yang diambil dari kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang hidup sekitar pada masa abad ke-14.

Namun, tidak demikian menurut sejarawan, Prof. Ahmad Manshur Surya Negara. Ia berpendapat filosofi “Bhinneka Tunggal Ika” ini, justru dicetuskan oleh Sunan Kalijaga sewaktu membangun masjid yang soko (tiang), dari potongan kertas dan kayu.

Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga? (Sumber Gambar : Nu Online)
Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga? (Sumber Gambar : Nu Online)

Filosofi Bhineka Tunggal Ika Dicetuskan Sunan Kalijaga?

“Hal tersebut bermakna bahwa meskipun beraneka ragam, kecil, dan banyak tetapi bila menjadi satu akan menjadi kuat dan kokoh, layaknya tiang ini,” terang guru besar sejarah Universitas Padjajaran tersebut, pada acara “Ceramah Ilmiah” yang diselenggarakan PCNU Klaten, di Kantor NU Klaten, Jawa Tengah, Jumat (18/11) malam.

Pada acara yang bertema “Peran Ulama Dalam Menghantarkan Indonesia Menuju Kemerdekaan” itu, Ahmad Manshur juga menyinggung soal simbol negara Indonesia, burung Garuda, yang di dalamnya terdapat simbol dan lambang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Simbol Garuda ini diciptakan oleh Sultan Hamid II Kesultanan Pontianak atas permohonan Bung Karno, yang beliau contoh dari Rajawalinya Sayyidina Ali,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, diungkapkan penulis buku "Api Sejarah" itu, bahwa teks Proklamasi yang ditulis oleh Bung Karno dan Bung Hatta, diproklamirkan setelah meminta restu dari Hadratussyaikh? KH Hasyim Asyari. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni "Dolly"

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya yang akan menutup lokalisasi atau tempat prostitusi Dolly dan akan membantu proses pemulihan di masyarakat para mantan penghuni lokalisasi tersebut.

PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni Dolly (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni Dolly (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Bantu Bina Mantan Penghuni "Dolly"

"Kami menyampaikan amanat para kiai yang mendukung penutupan lokalisasi di Surabaya," ujar Ketua PWNU Jatim KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah bersama enam pengurus saat menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Senin.

Mutawakkil mengatakan PWNU Jatim siap memberikan dukungan tertulis yang melibatkan seluruh pengurus NU mulai dari pengurus wilayah hingga level anak ranting.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, lanjutnya, bentuk dukung PWNU juga tertuang dalam tindakan pascapenutupan. PWNU sudah menyiapkan program pendampingan perubahan perilaku, sekaligus pengembangan "skill" dan sejumlah kegiatan lain sebagai bentuk tindak lanjut setelah penutupan lokalisasi. 

"Sebenarnya, penutupan ini merupakan keinginan lama yang baru terealisasi saat kepemimpinan Bu Risma, karenanya kami akan mendukung total langkah pemkot ini. NU juga siap bekerja sama dengan aparat keamanan bilamana dibutuhkan," tegasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan rencananya penutupan lokalisasi Dolly bakal dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan pada 2014.

Menurut Risma, menutup kawasan prostitusi sejatinya bukan perkara sulit. Namun, yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemkot yakni pengondisian pascapenutupan.

"Kalau sekadar menutup, sekarang pun bisa. Tapi masalahnya, kami harus menyiapkan tindakan pascapenutupan. Pengondisian itu jauh lebih berat karena sangat menentukan keberlanjutan kawasan tersebut," katanya.

Sebagai gambaran, lanjut dia, untuk kawasan eks lokalisasi Sememi dan Klakahrejo, pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar.

Dana tersebut digunakan membangun pasar, sentra PKL, dan sejumlah sarana fasilitas umum lainnya. Dengan demikian, warga penghuni eks lokalisasi mendapat peluang kerja untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

Ditanya apakah upaya revitalisasi Dolly memerlukan persetujuan warga sekitar, ia menegaskan bahwa proses penutupan lokalisasi terus berjalan kendati tanpa persetujuan karena berdasar Perda 7/1999 secara jelas menyebutkan bahwa kawasan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal, bukan tempat prostitusi.

"Dengan landasan perda tersebut pemkot berhak mengambil tindakan untuk kebaikan kota, sehingga untuk penutupan lokalisasi itu tidak diperlukan persetujuan apa pun," terang Risma.

Adapun salah satu alasan kuat wali kota ingin segera merombak kawasan Dolly dan menjadikannya sentra bisnis adalah keprihatinan akan kondisi sekolah.

Risma mengaku beberapa kali mengunjungi sekolah yang terletak di kawasan prostitusi yang hasilnya memprihatinkan. 

Anak-anak di lingkungan lokalisasi cenderung minder, malu, rendah diri, dan lebih parah lagi ada yang sampai frustasi. 

Belum lagi, geliat bisnis prostitusi akan mempengaruhi tumbuh kembang anak yang tinggal di sekitarnya. "Dan itu pasti menimbulkan dampak buruk bagi psikologis anak," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Jember H. Hobri Ali Wafa menyatakan mendukung dan siap melaksanakan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bahwa hari masuk sekolah tetap enam hari, mulai Senin hingga Sabtu.

“Kami siap mengikuti apa pun perintah PBNU. Kalau memang diinstruksikan tetap 6 hari sekolah, maka sekolah-sekolah di bawah LP Maarif di Jember, ya tetap 6 hari, dan mungkin juga Maarif di seluruh Indonesia sama,” jelasnya.

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Kamis (15/6), PBNU secara eksplisit menolak kebijakan baru Kemendikbud tentang pemangkasan hari sekolah yang berakibat penambahan durasi belajar pelajar menjadi delapan jam sehari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berpandangan, daripada membuat kebijakan baru yang merugikan, Kemendikbud sebaiknya fokus pada peningkatan kualitas sistem pendidikan yang sudah ada. PBNU bahkan mengancam melakukan boikot bila kebijakan baru tersebut dipaksakan berlaku secara nasional.

(Baca: Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari)



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy untuk memberlakukan 8 jam pelajaran perhari atau 40 jam dalam seminggu juga mendapat reaksi keras dari Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Akhmad Taufiq. Ahad (11/6), Dosen Universitas Jember itu mengeluarkan rilis menyikapi keputusan sang menteri yang? kontroversial tersebut.

Menurutunya, kebijakan tersebut terlalu dini untuk diterapkan di Indonesia, dan cenderung dipaksakan, karena belum mempertimbangkan secara seksama karakter? dan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas dan beragam. “Mestinya, aspek nasionalitas keindonesiaan menjadi pertimbangan utama dalam segala bentuk kebijakan pendidikan yang dilakukan (Muhadjir Effendy),” tuturnya.

Ia menambahkan, kalau penerapan 5 hari sekolah itu dilandaskan pada alasan untuk memenuhi minimal 40 jam pelajaran dalam seminggu, sungguh merupakan alasan yang tidak mendasar. Alasan tersebut baru pada tataran normatif dan prosedural semata. Sedangkan pada? tataran substantif tidak memenuhi derajat orientasi visional pendidikan nasional. “Karena itu kami menyerukan? agar keputusan 5 hari sekolah itu dibatalkan demi stabilitas dan kondusivitas pendidikan nasional yang sedang berjalan,” lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 11 Agustus 2017

Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menumpuknya sampah-sampah di perkotaan sangat erat kaitannya dengan pola pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan, yaitu yang berorientasi kepada ‘pembuangan’ bukan ‘pemanfaatan’ sampah. Bentuk peran aktif dalam pengelolaan sampah masih sangat kurang.

Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Orientasi Pengelolaan Sampah Masih Pembuangan, Bukan Pemanfaatan

Demikian disampaikan oleh M Sofwan Lutfie, SE dalam kegiatan Rakornas LPBINU di Hotel Parama Bogor Jawa Barat, Jum’at (22/5).

Aktivis di Sahabat Santri Siaga Bencana (SSB) Jakarta Barat ini mengatakan, untuk mewujudkan daerah yang bersih dan bebas sampah, perlu perubahan pola pikir terhadap sampah.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selama ini sampah dianggap sisa buangan yang tidak mempunyai nilai dan harus disingkirkan, anggapan yang selalu melekat pada setiap orang bahwa sampah selalu sebagai sumber pencemaran. Padahal sampah dapat dikelola dengan baik dan benar, sampah bisa ? menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi,” ujarnya di tengah-tengah peserta Rakornas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Eko Herry Waluyo dari Forum Masyarakat Peduli Lingkungan menjelaskan dan memperagakan cara membuat biogas dan kompos. Sebagian peserta rakornas LPBINU ikut langsung praktik membuat kompos sebagai bekal mereka setelah pulang nanti.?

Dalam kondisi negara yang secara ekonomi masih belum stabil ini, tambahnya, pola pikir untuk memandang sampah perlu dikembangkan lebih luas lagi untuk dapat memberikan manfaat yang lebih besar.?

“Sehingga paradigma yang harus dikembangkan adalah bahwa sampah bukan lagi merupakan sumber masalah akan tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis baik dalam konteks pemanfaatan sampah ataupun pengelolaan sampah,” tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah