Jumat, 16 Juni 2017

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak rencana Pemerintah meratifikasi Framework Convention of Tobacco Control (FCTC). Berbagai alasan dari kacamata kesehatan, ekonomi, agama, hingga hukum dijadikan dasar atas penolakan tersebut.

 

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Rencana Pemerintah Ratifikasi FCTC

Penolakan tersebut merupakan kesimpulan dari diskusi terbuka yang dilaksanakan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU dengan tema “Kampanye Kondom, Antirokok: Indah, tapi Manipulatif?”, Senin (15/12).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut adalah Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro, Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif, MPH., PhD., Anggota Dewan Tahqiq Badan Halal PBNU KH Arwani Faisal, dan Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU Andi Najmi Fuaidi sebagai moderator.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Rokok memiliki dampak negatif tentu tidak bisa dipungkiri, tapi itu tidak bisa dijadikan untuk pendekatan yang bersifat individual. Sama halnya dengan daging kambing, tidak boleh untuk orang yang memiliki riwayat berpenyakit hipertensi, yang tidak ya tidak apa-apa,” tegas Sutiman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Sutiman menambahkan, rokok dan produk turunan tembakau lainnya tidak selamanya mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan. “Ada sejumlah orang yang bermasalah dengan kesehatannya, tapi bisa disembuhkan justru dengan terapi asap rokok, terapi tembakau, dan lain sebagainya. Itu saya sendiri sudah membuktikan, di mana banyak pasien saya yang datang dari luar negeri,” tandasnya.

 

KH Arwani Faisal membenarkan apa yang disampaikan Sutiman. Keputusan Muktamar dan Munas NU menegaskan jika rokok bukanlah produk yang haram untuk dikonsumsi.

“Islam menegaskan, sebuah produk jika masih memiliki manfaat tidak boleh diharamkan. Demikian juga dengan rokok, seperti apa yang sudah disampaikan Pak Sutiman,” kata Arwani.

 

Penolakan atas rencana ratifikasi FCTC juga disampaikan Andi Najmi yang bertindak sebagai moderator dalam diskusi tersebut. Andi yang merupakan praktisi hukum berbicara berdasarkan keilmuan yang dikuasainya.

 

“Satu hal yang harus diperhatikan betul oleh Pemerintah, jika negara kita meratifikasi FCTC, potensi pendapatan dari cukai akan mengalami kemerosotan hingga lima puluh trilyun rupiah. Dan jika itu terjadi, maka potensi hutang negara akan meningkat. Pertanyaannya, apakah anak cucu kita akan terus dibebani hutang negaranya?” papar Andi.

 

Dari kacamata ekonomi, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang hadir sebagai peserta diskusi mengungkapkan, ratifikasi FCTC harus dicermati dari kemungkinan bermuatan kepentingan politik dagang yang curang.

“Politik dagang ini bukan lagi dugaan, tapi sekarang sudah terjadi. Di pedagang kelontong pinggir jalan sekarang sudah gampang didapatkan rokok impor. Artinya apa? Ratifikasi FCTC berpotensi mematikan industri rokok dalam negeri, dan jika itu terjadi, produk rokok asing akan semakin membanjiri pasar kita,” ujar pria bergelar Doktor lulusan T. H. Darmsatdh, Jerman, tersebut.

 

Sementara di permasalahan kondom, diskusi yang dihadiri oleh sekitar 100 orang tersebut menyimpulkan penegasan atas penolakan kampanye kondom yang sebelumnya sudah disuarakan NU. Kampanye kondom yang dilakukan dengan cara membagi-bagikannya secara gratis ke masyarakat, dinilai tak ubahnya mendorong terjadinya seks bebas.

 

“Hasil penelitian menunjukkan kondom memiliki manfaat jika penggunaannya dilakukan secara benar dan teratur. Artinya begini, jika Anda melakukan hubungan seks dengan penderita HIV & AIDS sebanyak sembilan puluh kali, sekali saja tanpa dilindungi kondom, Anda tidak dijamin terbebas dari kemungkinan tertular,” ungkap Syahrizal.

 

Penolakan atas kampanye kondom, lanjut Syahrizal, juga disampaikan karena selama ini Pemerintah tidak menyertainya dengan petunjuk penggunaan kondom itu sendiri secara benar. “Juga menjadi tugas Pemerintah menerbitkan aturan yang baku bagaimana tata cara menggunakan kondom secara benar,” pungkasnya. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Satu rombongan yang terdiri dari muslim dan biksu dari Myanmar melakukan kunjungan ke PBNU. Mereka meminta dukungan dalam mengatasi bencana Nargis yang baru melanda negeri tersebut dan upaya demokratisasi di negeri yang kini dipimpin oleh militer.

Anggota rombongan diantaranya Muhammad Taher, muslim dari Rangoon University yang sudah meninggalkan negera tersebut sejak tahun 1982 dengan alasan agama dan saat ini menjabat direktur eksekutif Kaladan News Agency di Bangladesh.

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim dan Biksu Myanmar Kunjungi PBNU

Selain itu adalah Soe Aung, juru bicara The National Council of the Union of Burma (NCUB) yang merupakan organisasi paying terbesar untuk kaum pro-demokrasi dan Roshan Johan, direktur eksekutif Asean Inter-Parliamentary Mymar Caucus (AIPMC)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muhammad Taher menjelaskan muslim di Myamar yang jumlahnya sekitar 4 persen atau 800 ribu jiwa dari total penduduk ini mengalami banyak hambatan dalam menjalani kehidupan dan beribadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa hambatan yang dialami pemeluk agama minoritas adalah pelarangan membangun masjid untuk tempat ibadah, pelarangan pendirian ormas agama sehingga tidak memungkinkan membeli asset bagi organisasi, pelarangan peringatan hari besar Islam, termasuk Idul Adha, pembatasan Qur’an, pembatasan haji dan hal lainnya yang mengurangi kebebasan untuk menjalankan ibadah.

Mengenai badai Nargis yang melanda negeri itu tiga pekan lalu, anggota rombongan memperkirakan sekitar 200 ribu jiwa tewas dan 2 juta lainnya merana. Saat ini para pengungsi mengalami kekurangan makan, air bersih, obat-obatan dan tempat yang layak. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah Burma masih membatasi bantuan yang datang dari luar negeri sehingga para korban semakin menderita.

Atas berbagai persoalan tersebut, KH Hasyim Muzadi menyatakan siap memberikan bantuan yang diperlukan. Dalam hal ini, PBNU akan memberikan dukungan, salah satunya dengan menyampaikan pada Sekjen Asean Surin Pitsuwan yang akan berkunjung ke PBNU dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, perjuangan untuk mencapai kebebasan memerlukan waktu dan tahapan yang panjang. “Indonesia sendiri membutuhkan waktu lebih dari 60 tahun untuk menjadi negera yang demokratis,” katanya.

Selain, itu beberapa ulama Mymar akan diundang untuk mengikuti International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-3 yang akan diselenggarakan pada akhir Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Quote, Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 15 Juni 2017

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Lampung, menerjunkan 14 dai muda yang siap belajar mengisi acara safari Ramadhan. Kegiatan yang dimotori Rijalul Ansor ini menjadi bagian dari langkah kaderisasi sebagai pendakwah.

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

"Dengan menggelar safari Ramadhan kita berdayakan kader-kader muda Ansor yang memiliki kemampuan sebagai mubaligh untuk dapat belajar mengasah kemampuannya," ujar Ketua PAC Rijalul Ansor Kecamatan Bumiagung Hasyim Asyari selaku penanggung jawab kegiatan tersebut di Blambangan Umpu, Jumat (11/7).

GP Ansor Way Kanan, kata Hasyim, memiliki program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) yang dipimpin Gatot Arifianto. Program itu berorientasi pada tercapainya penyebaran pendidikan dan pengetahuan Ahlus Sunnah wal Jamaah bagi publik serta mendorong semangat wirausaha bagi kader dan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Safari Ramadhan digelar di 14 masjid di empat kecamatan. Di Kecamatan Bumiagung dilakukan di Kampung Karangdadi, Wonoharjo, Srinumpi, Bumiagung, Sukamaju, Bumi say Agung, Pisang Indah dan Tanjung dalom.

Adapun di Kecamatan Buaybahuga berlangsung di Kampung Sukadana, Bumiharjo, Sukaagung, Sritunggal dan Lebunglawe. Lalu di Kecamatan Bahuga di Kampung Saptorenggo, Bumiagung Wates dan Serdangkuring. Lalu di Kecamatan Waytuba di Kampung Bukitgemuruh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan safari ini juga didukung oleh Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shuffah Blambangan Umpu dengan memberikan suvenir berupa jam dinding bagi masjid yang dituju sekaligus mengumumkan jika Yayasan Shuffah membuka diri jika ada anak yatim ingin diasah dan diasuh mereka," tambah Hasyim.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Supri Iswan menegaskan, kader adalah ruh organisasi, karena itu kaderisasi adalah sebuah keniscayaan sebagaimana diamanatkan sang proklamator, Muhammad Hatta, "Kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, maka pemimpin pada masanya harus menanam".

"Hal tersebut merupakan inti dari kelanjutan perjuangan Ansor ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan Ansor dapat bergerak dan melakukan tugas sosial kemasyarakatan dan keorganisasiannya dengan baik dan dinamis," kata Supri. (Heri Amanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Juni 2017

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad SAW di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Hasan dan Husain, menangis.

Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya.

Peristiwa lain tentang ”tingkah usil” kedua cucu mungilnya ini juga terjadi saat Rasulullah sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sujud berlangsung, tiba-tiba Hasan memanjat punggung Nabi. Hasan kecil memukuli tubuh kakeknya itu selayak menunggang kuda yang mesti berpacu cepat.

Sebetulnya Nabi sudah cukup lama menempelkan dahinya di atas lantai. Tapi tingkah Hasan membuat manusia mulia ini memperpanjang sujudnya lebih lama lagi. Hasan puas bermain kuda-kudaan.

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Hasan akhirnya turun. Nabi mulai berniat mengangkat tubuhnya. Sekali lagi punggungnya tertahan. Husain tiba-tiba melompat ke atas punggung dan menirukan aksi kakaknya, Hasan. Artinya, Nabi mesti menambah waktu lagi untuk menunda duduk tasyahud. Baru ketika kedua cucunya turun, Rasulullah melanjutkan gerakan sembahyangnya.

Rasulullah mencontohkan betapa kasih sayang terhadap keluarga dan anak kecil adalah sikap yang harus diutamakan. Sikap Nabi ini juga mencerminkan kepekaannya tentang menghargai keterbatasan seseorang, baik dalam hal kondisi fisik, daya tangkap, ataupun tingkat pengetahuan. Keluhuran akhlak Nabi terpancar justru saat segenap keputusannya tersebut menjadi prioritas, melebihi ritus keberagamaan. (Mahbib Khoiron)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedikitnya 5000 pengunjung memadati malam puncak peringatan haul al-marhumin pondok pesantren Buntet, Cirebon. Jamaah yang terdiri dari para alumni, wali santri, tamu undangan, dan masyarakat umum ini mulai tampak memadati komplek pesantren semenjak siang hari, Sabtu (6/4).

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah

Malam puncak peringatan haul ini diawali dengan pembacaan tahlil akbar, dilanjutkan sambutan-sambutan, dan ditutup dengan pengajian umum yang disampaikan oleh Al-Habib Umar Muthohar dari Semarang. 

Selain itu dalam peringatan haul tahun ini berkesempatan hadir Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faisal Zaeni, serta Rais Syuriah PBNU Bidang Fatwa, KH Ali Mushtofa Yaqub.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya, KH Nahduddin Royandi Abbas, sesepuh pesantren Buntet berpesan tentang pentingnya mempertahankan akhlakul karimah dan sikap tawadlu dalam kepribadian santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berpesan, agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa hendaknya tetap mengutamakan akhlakul karimah dan sikap tawadlu”.

Hal tersebut dikuatkan dalam sambutan atas nama PBNU yang diwakili oleh KH Ali Musthofa Yaqub. Ia juga menambahkan tentang pentingnya pesantren untuk tetap mempertahankan tradisi kitab kuning, karena melalui tradisi kurikulum kitab kuning, pesantren akan tetap menjadi basis regenerasi dan pengkaderan kiai serta sosok yang benar-benar dibutuhkan bangsa dan negara.

Sebelumnya, telah digelar serangkaian acara yang merupakan bagian dari agenda pelaksanaan haul pesantren Buntet tahun ini, antara lain; halaqah pengembangan ekonomi komunitas, nikah masal, donor darah, serta ziarah akbar ke komplek makam para pendiri pesantren Buntet, Cirebon.

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Ulama, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Juni 2017

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dewasa ini paham radikalis sudah menjadi masalah nasional, bahkan mulai masuk ke pemikiran-pemikiran pelajar di Indonesia. Atas keprihatinan tersebut Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kota Bandung mendeklarasikan pembentukan Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) yang beranggotakan pengurus-pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Bandung, Jawa Barat.

"Ini bentuk nyata dari keprihatinan kami mengenai pemahaman-pemahaman radikal yang saat ini mulai masuk ke kalangan pelajar di Indonesia, khususnya Kota Bandung. Atas dasar itu kita bentuk Tim Pelajar Antiradikalisme ini," ucap Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana, Kota Bandung, Sabtu, (25/11).

Ia mengatakan, nantinya Tim PAR akan melakukan beberapa langkah strategis untuk menanggulangi paham-paham radikalisme yang ada di kalangan pelajar.

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme

"Kita nanti akan melakukan langkah-langkah strategis mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah dan seminar mengenai bahaya radikalisme," ujarnya.

Ia memaparkan, Tim PAR akan melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak terkait, karena masalah radikalisme di kalangan pelajar ini menjadi tanggung jawab bersama dan tentunya membutuhkan penanganan yang serius.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita juga akan melakukan kerjasama dengan Dinas pendidikan, BNPT, dan pihak-pihak yang terkait dengan isu ini," paparnya.

Regi berharap dengan resminya dibentuk Tim PAR diharapkan dapat menekan angka radikalisme dikalangan pelajar di Indonesia, khususnya pelajar kota Bandung, dan Tim PAR membuka pintu bagi siapapun yang ingin bergabung dan memiliki tujuan yang sama yaitu menanggulangi radikalisme di kalangan pelajar saat ini.

"Harapan kita nantinya dengan dibentuknya Tim PAR ini dapat minimalnya mengikis sedikit demi sedikit paham radikalisme di kalangan pelajar, dan kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin membantu dan menjadi anggota Tim PAR," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kiai, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Menjelang Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur membentuk tim kecil untuk membahas materi. Dalam Muskerwil itu akan ada empat komisi yang akan dibahas beberapa isu lokal dan nasional.

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional

"Muskerwil juga akan membahas isu isu kebangsaan yang sedang menerpa Indonesia," kata KH Mutawakkil Alallah saat ditemui setelah rapat terbatas (23/8).

Dalam Muskerwil yang akan dilakukan pada 24 sampai 25 Septmber itu, PWNU bersama tim inti akan membagai dalam empat komisi, di antaranya Komisi Progam Kerja, Komisi Organisasi, Komisi Rekomendasi dan Bahtsul Masail.

Kiai Mutawakkil Alallah mengatakan, Muskerwil ini sebagai ajang untuk mengevaluasi kinerja PWNU Jawa Timur dalam hal pelaksaan progam. Muskerwil juga sebagai bahan untuk mengoptimlisasi progam kerja yang sudah dirumuskan pada Konferwil dan sebagai bahan untuk Munas dan Konbes PBNU mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini, juga menegaskan bahwa dalam Muskerwil akan membahas soal isu kebangsaan seperti upaya untuk menanggulangi gerakan radikalisme dengan mengadakan progam deradikalisasi.

"Problem dana haji juga direncanakan akan dibahas di komisi bahtsul masail," tegasnya. "Dari hasil Muskerwil ini akan menjadi bahan rekomendasi pada forum tertinggi setelah muktamar NU itu," pungkas Kiai Mutawakkil. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah