Kamis, 15 Juni 2017

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Lampung, menerjunkan 14 dai muda yang siap belajar mengisi acara safari Ramadhan. Kegiatan yang dimotori Rijalul Ansor ini menjadi bagian dari langkah kaderisasi sebagai pendakwah.

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

"Dengan menggelar safari Ramadhan kita berdayakan kader-kader muda Ansor yang memiliki kemampuan sebagai mubaligh untuk dapat belajar mengasah kemampuannya," ujar Ketua PAC Rijalul Ansor Kecamatan Bumiagung Hasyim Asyari selaku penanggung jawab kegiatan tersebut di Blambangan Umpu, Jumat (11/7).

GP Ansor Way Kanan, kata Hasyim, memiliki program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) yang dipimpin Gatot Arifianto. Program itu berorientasi pada tercapainya penyebaran pendidikan dan pengetahuan Ahlus Sunnah wal Jamaah bagi publik serta mendorong semangat wirausaha bagi kader dan masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Safari Ramadhan digelar di 14 masjid di empat kecamatan. Di Kecamatan Bumiagung dilakukan di Kampung Karangdadi, Wonoharjo, Srinumpi, Bumiagung, Sukamaju, Bumi say Agung, Pisang Indah dan Tanjung dalom.

Adapun di Kecamatan Buaybahuga berlangsung di Kampung Sukadana, Bumiharjo, Sukaagung, Sritunggal dan Lebunglawe. Lalu di Kecamatan Bahuga di Kampung Saptorenggo, Bumiagung Wates dan Serdangkuring. Lalu di Kecamatan Waytuba di Kampung Bukitgemuruh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan safari ini juga didukung oleh Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shuffah Blambangan Umpu dengan memberikan suvenir berupa jam dinding bagi masjid yang dituju sekaligus mengumumkan jika Yayasan Shuffah membuka diri jika ada anak yatim ingin diasah dan diasuh mereka," tambah Hasyim.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Supri Iswan menegaskan, kader adalah ruh organisasi, karena itu kaderisasi adalah sebuah keniscayaan sebagaimana diamanatkan sang proklamator, Muhammad Hatta, "Kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, maka pemimpin pada masanya harus menanam".

"Hal tersebut merupakan inti dari kelanjutan perjuangan Ansor ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan Ansor dapat bergerak dan melakukan tugas sosial kemasyarakatan dan keorganisasiannya dengan baik dan dinamis," kata Supri. (Heri Amanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Juni 2017

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad SAW di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Hasan dan Husain, menangis.

Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya.

Peristiwa lain tentang ”tingkah usil” kedua cucu mungilnya ini juga terjadi saat Rasulullah sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sujud berlangsung, tiba-tiba Hasan memanjat punggung Nabi. Hasan kecil memukuli tubuh kakeknya itu selayak menunggang kuda yang mesti berpacu cepat.

Sebetulnya Nabi sudah cukup lama menempelkan dahinya di atas lantai. Tapi tingkah Hasan membuat manusia mulia ini memperpanjang sujudnya lebih lama lagi. Hasan puas bermain kuda-kudaan.

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Hasan akhirnya turun. Nabi mulai berniat mengangkat tubuhnya. Sekali lagi punggungnya tertahan. Husain tiba-tiba melompat ke atas punggung dan menirukan aksi kakaknya, Hasan. Artinya, Nabi mesti menambah waktu lagi untuk menunda duduk tasyahud. Baru ketika kedua cucunya turun, Rasulullah melanjutkan gerakan sembahyangnya.

Rasulullah mencontohkan betapa kasih sayang terhadap keluarga dan anak kecil adalah sikap yang harus diutamakan. Sikap Nabi ini juga mencerminkan kepekaannya tentang menghargai keterbatasan seseorang, baik dalam hal kondisi fisik, daya tangkap, ataupun tingkat pengetahuan. Keluhuran akhlak Nabi terpancar justru saat segenap keputusannya tersebut menjadi prioritas, melebihi ritus keberagamaan. (Mahbib Khoiron)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedikitnya 5000 pengunjung memadati malam puncak peringatan haul al-marhumin pondok pesantren Buntet, Cirebon. Jamaah yang terdiri dari para alumni, wali santri, tamu undangan, dan masyarakat umum ini mulai tampak memadati komplek pesantren semenjak siang hari, Sabtu (6/4).

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buntet Pesantren Dipadati Ribuan Jamaah

Malam puncak peringatan haul ini diawali dengan pembacaan tahlil akbar, dilanjutkan sambutan-sambutan, dan ditutup dengan pengajian umum yang disampaikan oleh Al-Habib Umar Muthohar dari Semarang. 

Selain itu dalam peringatan haul tahun ini berkesempatan hadir Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faisal Zaeni, serta Rais Syuriah PBNU Bidang Fatwa, KH Ali Mushtofa Yaqub.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya, KH Nahduddin Royandi Abbas, sesepuh pesantren Buntet berpesan tentang pentingnya mempertahankan akhlakul karimah dan sikap tawadlu dalam kepribadian santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya berpesan, agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa hendaknya tetap mengutamakan akhlakul karimah dan sikap tawadlu”.

Hal tersebut dikuatkan dalam sambutan atas nama PBNU yang diwakili oleh KH Ali Musthofa Yaqub. Ia juga menambahkan tentang pentingnya pesantren untuk tetap mempertahankan tradisi kitab kuning, karena melalui tradisi kurikulum kitab kuning, pesantren akan tetap menjadi basis regenerasi dan pengkaderan kiai serta sosok yang benar-benar dibutuhkan bangsa dan negara.

Sebelumnya, telah digelar serangkaian acara yang merupakan bagian dari agenda pelaksanaan haul pesantren Buntet tahun ini, antara lain; halaqah pengembangan ekonomi komunitas, nikah masal, donor darah, serta ziarah akbar ke komplek makam para pendiri pesantren Buntet, Cirebon.

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Ulama, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Juni 2017

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dewasa ini paham radikalis sudah menjadi masalah nasional, bahkan mulai masuk ke pemikiran-pemikiran pelajar di Indonesia. Atas keprihatinan tersebut Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kota Bandung mendeklarasikan pembentukan Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) yang beranggotakan pengurus-pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Bandung, Jawa Barat.

"Ini bentuk nyata dari keprihatinan kami mengenai pemahaman-pemahaman radikal yang saat ini mulai masuk ke kalangan pelajar di Indonesia, khususnya Kota Bandung. Atas dasar itu kita bentuk Tim Pelajar Antiradikalisme ini," ucap Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana, Kota Bandung, Sabtu, (25/11).

Ia mengatakan, nantinya Tim PAR akan melakukan beberapa langkah strategis untuk menanggulangi paham-paham radikalisme yang ada di kalangan pelajar.

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Kota Bandung Deklarasikan Antiradikalisme

"Kita nanti akan melakukan langkah-langkah strategis mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah dan seminar mengenai bahaya radikalisme," ujarnya.

Ia memaparkan, Tim PAR akan melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak terkait, karena masalah radikalisme di kalangan pelajar ini menjadi tanggung jawab bersama dan tentunya membutuhkan penanganan yang serius.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita juga akan melakukan kerjasama dengan Dinas pendidikan, BNPT, dan pihak-pihak yang terkait dengan isu ini," paparnya.

Regi berharap dengan resminya dibentuk Tim PAR diharapkan dapat menekan angka radikalisme dikalangan pelajar di Indonesia, khususnya pelajar kota Bandung, dan Tim PAR membuka pintu bagi siapapun yang ingin bergabung dan memiliki tujuan yang sama yaitu menanggulangi radikalisme di kalangan pelajar saat ini.

"Harapan kita nantinya dengan dibentuknya Tim PAR ini dapat minimalnya mengikis sedikit demi sedikit paham radikalisme di kalangan pelajar, dan kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin membantu dan menjadi anggota Tim PAR," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kiai, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Menjelang Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur membentuk tim kecil untuk membahas materi. Dalam Muskerwil itu akan ada empat komisi yang akan dibahas beberapa isu lokal dan nasional.

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil PWNU Jatim Bahas Isu Lokal dan Nasional

"Muskerwil juga akan membahas isu isu kebangsaan yang sedang menerpa Indonesia," kata KH Mutawakkil Alallah saat ditemui setelah rapat terbatas (23/8).

Dalam Muskerwil yang akan dilakukan pada 24 sampai 25 Septmber itu, PWNU bersama tim inti akan membagai dalam empat komisi, di antaranya Komisi Progam Kerja, Komisi Organisasi, Komisi Rekomendasi dan Bahtsul Masail.

Kiai Mutawakkil Alallah mengatakan, Muskerwil ini sebagai ajang untuk mengevaluasi kinerja PWNU Jawa Timur dalam hal pelaksaan progam. Muskerwil juga sebagai bahan untuk mengoptimlisasi progam kerja yang sudah dirumuskan pada Konferwil dan sebagai bahan untuk Munas dan Konbes PBNU mendatang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini, juga menegaskan bahwa dalam Muskerwil akan membahas soal isu kebangsaan seperti upaya untuk menanggulangi gerakan radikalisme dengan mengadakan progam deradikalisasi.

"Problem dana haji juga direncanakan akan dibahas di komisi bahtsul masail," tegasnya. "Dari hasil Muskerwil ini akan menjadi bahan rekomendasi pada forum tertinggi setelah muktamar NU itu," pungkas Kiai Mutawakkil. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 08 Juni 2017

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Magelang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ? (BNPT) dan The Nusa Institute menunjukkan bahwa, persentase potensi perkembangan paham radikal-terorisme di Indonesia adalah 66 %, sedangkan 15 % diantaranya berpotensi terjadi di dunia pendidikan dan tempat ibadah.

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Untuk itu, BNPT melaksanakan sosialisasi pemahaman radikal-terorisme di Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Magelang dengan tema Dialog Pelibatan Dai dalam Pencegahan Paham Radikal-Terorisme yang berlangsung di Magelang ? (31/05). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari empat kebupaten/kota yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Temanggung.

Kasubdit Kewaspadaan BNPT Andi Intang Dulung menyatakan kelompok radikal-terorisme menggunakan agama sebagai tamengnya dalam menyebarkan ajarannya. Oleh karena itu, ulama dan dai sangat strategis dalam penanggulangan paham kekerasan ini.

"Dai dilawan dengan dai, dakwah dilawan dengan dakwah," jelasnya mantan Ketua Muslimat NU Sulsel ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Penaggulangan Terorisme (FKPT) Jateng Najahan Musyafak menjelaskan kegiatan ini tidak sampai di sini, melainkan akan dikembangkan ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terang.?

“Kita akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti walikota, bupati, kepolisian, dan TNI se-Provinsi Jawa Tengah, sambung Najahan.

"Dai radikal adalah salah satu sumber radikalisme yang memprovokasi lewat dakwah, mereka bukan memudahkan tapi malah mempersulit kita dalam beragama," papar Najahan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, Hal ini akan membahayakan NKRI karena di antara kelompok masyarakat akan saling membenci dan terpecah belah. Kelompok ini hanya memahami agama secara rigit dan tekstual, jelasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Juni 2017

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta

Daegu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan menghimpun dana kurang lebih 58 juta won atau sekitar Rp 650 juta untuk pembangunan masjid agung Daegu di Korea Selatan pada acara Tabligh Akbar dalam rangka Harlah ke-3 Mushola Al-Iman Yeongcheon bertema ‘Pererat Ukhuwah Islamiyah, Tebarkan Dakwah: Sukseskan Pembangunan Masjid Agung Daegu’.

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Masjid Agung Daegu, TKI di Korsel Himpun Dana Rp 650 Juta

"Jamaah yang hadir luar biasa antusias, mencakup semua lapisan masyakat di Korea Selatan. Adapun kotak amal berhasil dihimpun pada pengajian menghadirkan KH Anwar Zahid cukup fantastis, 58 juta won lebih atau sekitar Rp 650 juta," tegas Ketua PCINU Korsel Yusuf Muhammad didampingi Ketua PC GP Ansor Daegu Korea Selatan Sukaryadi, di Ansan, Korea Selatan, Senin (4/5) malam saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah dari Indonesia.

Pada kegiatan yang diselenggarakan ? di Musholla Al-Iman Yeongcheon Daegu Korea ? Selatan di ? dukung ? oleh masjid dan mushola se-Korea Selatan di bawah naungan Komunitas Muslim Indonesia (KMI), sekitar 6 ribu TKI menyimak tausyiah dari penceramah kondang dan kocak asal Bojonegoro KH Anwar Zahid pada Ahad (3/5) siang waktu setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"KH Anwar Zahid punya guyonan khas, di samping itu beliau ? juga berhasil menggugah hati jamaah untuk bersedekah dan sedekah itu kembali kepada diri kita," papar Yusuf yang berasal dari Pati, Jawa Tengah itu.

Pada pengajian yang juga terselenggara atas dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia Korea Selatan, ? Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia (FKMI) Daegu dan PCINU itu, KH Anwar Zahid yang merupakan pengasuh pondok pesantren Attarbiyah Islamiyah Assyafiiyah Bojonegoro Jawa Timur itu menyampaikan tiga pesan hidup sukses kepada jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pertama bekerja keras, kedua berpikir cerdas, dan ketiga beramal ikhlas," tutur Yusuf menyampaikan pesan KH Anwar Zahid. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah