Sabtu, 29 April 2017

Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS

Buku Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya (2014) merupakan kelanjutan dari buku “Ideologi-Ideologi Pasca Reformasi” yang diterbitkan tahun 2012. Menurut penulisnya, As’ad Said Ali, kedua buku itu berangkat dari ambisi pribadnya untuk melakukan kajian menyeluruh tentang gerakan-gerakan radikal.

Buku Al Qaeda terdiri dari 9 bab yang dimulai dengan cerita mengenai pengalaman pribadi penulis saat bertugas sebagai pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) di Timur Tengah pada 1982 sampai 1990. Selanjutnya penulis menyampaikan uraian panjang lebar mengenai ideologi kaum jihadi dan Al Qaeda secara khusus. Pertemuannya secara tidak sengaja dan perkenalannya dengan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden menjadi titik poin tersendiri. As’ad Ali mencatat bahwa Perang Afghanistan sebagai sebuah permulaan terbentuknya jaringan jihad internasional dan mengenai gagasan pembentukan Al Qaeda. Penulis juga mengungkap pola pengorganisasiannya, serta operasi-operasinya pada tahap awal.

Bab 5 penulis menyampaikan uraian tambahan mengenai Jamaah Islamiyah dan hubungannya dengan Al Qaeda mengingat banyak orang salah kaprah, termasuk opini di sejumlah media, dalam memahami hubungan kedua organisasi ini. Bagaimana jaringan operasi dan rentetan aksi teror bom yang dilakukan Al Qaeda, disajikan dalam Bab 6 dan 7. Uraian dalam dua bab ini meliputi wilayah yang relatif luas, yakni Indonesia dan sejumlah negara di Asia Tenggara. Bab ini menggambarkan cukup menyeluruh mengenai operasi Al Qaeda di Asia Tenggara, dan bagaimana Asia Tenggara dijadikan pangkalan untuk menyerang sejumlah negara di kawasan lain.

Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Qaeda: Dari Perang Afganistan sampai ISIS

Bab 8, merupakan bagian paling penting yang menyoroti generasi pasca Osama dan bagaimana dinamikanya. Osama tewas ditembak anggota pasukan elit Navy SEAL Amerika Serikat di Pakistan, pada Mei 2011. Pada bab ini penulis memulai pembahasan dengan menanyakan apakah setelah kematiannya itu, apakah Al Qaeda ikut hancur dan mati? Bagaimana dengan gerakan-gerakan jihad lainnya? Kenyataannya, kaum jihadi kini menemukan medan jihad baru di Syria, Iraq, dan kawasan Afrika. Bahkan telah lahir ISIS/ISIL (The Islamic State of Iraq and the Levant).

Bab terakhir, Bab 9 berisi uraian reflektif mengenai apa sesungguhnya penyebab Al Qaeda melakukan perlawanan global, dan mengapa akhirnya memilih cara kekerasan. Pada pagian epilog ini, penulis mengajukan rekomendasi, sebuah visi yang perlu dibangun untuk mengelola dan menciptakan perdamaian dunia. As’ad Said Ali yang juga Wakil Ketua Umum PBNU menilai bahwa masalah Al Qaeda sesungguhnya tidak bisa dipandang sekedar sebagai persoalan eksklusif negara semata. Atau lebih sempit lagi, urusan aparat keamanan. Al Qaeda adalah sebuah gerakan politik, dengan ideologi jihad yang kuat, mempunyai jaringan global dan skill militer. Visi politiknya terumuskan dalam sebuah kalimat yang sederhana: “menegakkan Islam dan melindungi kaum muslimin.”

Esensi ideologi Al Qaeda adalah jihad, dan pembentukan khilafah Islamiyah adalah suatu yang mutlak. Dengan ideologi seperti itu, kaum jihadi menyalahkan pemaknaan para ulama yang telah menjadi ijma’ selama berabad-abad, yang mengartikan jihad dalam arti qital (perang) hanyalah salah satu jenis saja dari jihad. Menurut As’ad, jihad yang lebih besar adalah mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Al Qaeda menganggap jihad qital (perang) adalah fardhu ‘ain, sebagai satu-satunya jihad yang berlaku mutlak sejak turunnya surat At Taubah. Sedangkan ayat-ayat lain, yang mengandung perintah jihad lainnya, telah terhapus. Ini berati, khususnya masalah jihad, Al Qaeda menganggap mayoritas umat Islam mengikuti ajaran yang salah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kaum jihadi juga beranggapan bahwa pembentukan khilafah islamiyah adalah mutlak. Mereka menilai agama Islam tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna jika tidak melalui Daulah Islamiyah (pemerintah Islam). Dengan demikian terbentuknya Daulah Islamiyah akan menjadi menara api yang akan mengumpulkan kaum muslimin dari semua tempat menjadi satu kesatuan di bawah pemimpin khalifah, meskipun ? memang tidak ada kesatuan pandangan di kalangan mereka sendiri mengenai apa yang dimaksud khilafah. Namun doktrin kekhalifahan tersebut telah menghasilkan doktrin lanjutan lainnya yang menyeramkan, yakni pengkafiran terhadap umat Islam yang tidak mendukung prinsip kekhalifahan tersebut. Padahal, umumnya para ulama berpendapat bahwa kata-kata khalifah atau khilafah yang terdapat dalam Al-Qur’an berarti “kepemimpinan umat” dalam arti yang luas, tidak berarti model pemerintahan.

Sementara itu fakta menunjukkan bahwa negara-negara muslim masih banyak yang belum berhasil membangun sistem politik yang? dapat menggabungkan secara harmonis antara gagasan negara-bangsa dengan ajaran Islam. Barangkali baru sebagian saja yang berhasil. Itupun masih dalam proses, di antaranya adalah Indonesia dan sejumlah kecil negara Arab. Indonesia? adalah contoh unik, bagaimana para ulama madzhab (madhzab maslahat) khususnya, NU, Muhammdiyah dan ormas lainnya, bersama tokoh-tokoh nasionalis, Muslim maupun Non Muslim, mampu merumuskan suatu dasar negara yang secara esensial sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Bahkan dapat dikatakan pada basis prinsip-prinsip itulah negara ini ditegakkan atas dasar pesan moral rahmatan lil-‘alamin. Itulah Pancasila, sebuah rumusan cerdas mengatasi problem dikotomis, sekuler versus? teokrasi, yang dihadapi dunia Islam saat itu. Meski demikian, negara-negara yang relatif berhasil itupun kini dihadapkan dengan tantangan-tantangan barunya.

Penting dicatat, bahwa gerakan jihadis dan gerakan-gerakan ideologis Islam radikal lainnya, kelahirannya juga dirangsang oleh, dan sebagai respon atas, kekecewaan yang mendalam terhadap negerinya, yang dinilai telah terseret ke dalam situasi amoral, sekuler, libertarianisme dan semakin jauh dari cita-cita masyarakat teokratis. Sementara, kaum pembaharu Islam yang mulai berkibar menjelang runtuhnya khalifah Usmaniyah Turki, dinilai telah gagal membangun sistem politik yang memadai dengan situasi baru pasca perang dunia I. Derita Palestina dan sejumlah kawasan Islam lainnya, juga ditunjuk sebagai bukti bahwa penguasa-penguasa negeri muslim secara politik makin lemah dan kehilangan sikap independen; kemudian dicap sebagai thoghut yang mesti diperanginya.

Dengan demikian, dilihat dari sisi ini, secara moral lahirnya gerakan-gerakan radikal tidak dapat dipersalahkan. Sama halnya kita tidak dapat mempersalahkan lahirnya gerakan-gerakan liberal-sekuler. Keduanya adalah produk sejarah, yakni modernisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut As’ad, tugas penyelenggara negara dan kaum intelektual adalah menumbuhkan sistem politik yang mampu memperbaharui dirinya secara terus-menerus, untuk merespons kritik dan tuntutan-tuntutan baru yang juga terus lahir. Dalam kasus Indonesia, reformasi jangan justru menimbulkan disorientasi pada bangsa ini. Ini bukan sekedar persoalan membangun hubungan antara inisiatif pemerintah dengan partisispasi rakyat, atau bagaimana membangun tingkat kemampuan sistem politik mendorong proses perkembangan di bidang lain, namun semacam proses nation and character building dengan kedalaman dan dimensi yang lebih kekinian.

Data Buku

Judul : Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya

Penulis : DR H As’ad Said Ali

Penerbit : LP3ES Jakarta

Tahun : Cetakan I, September 2014

Tebal : xxvi + 438 hlm

ISBN : 978-602-7984-11-0

Harga : Rp. 80.000,-

Peresensi : A.Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 28 April 2017

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru

Tangerang Selatan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) dilantik di gedung serbaguna Universitas Terbuka Jl Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (24/5). Pelantikan bertema “Memperkokoh Aswaja dan membumikan Islam Nusantara.”

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan PBNU yang dibacakan Katib Syuriah Banten KH Zainuddin Abdullah yang juga pengasuh Pesantren Jamiyyah al-Islamiyah. Usai dilantik, para pengurus baru dibaiat Wakil Rais Syuriah PWNU Banten KH Maimun Ali.

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Tangsel HM Thohir menyampaikan, pelantikan ini dilaksanakan bersamaan santunan yatim piatu, musyawarah kerja, dan orasi budaya oleh KH Maimun Ali.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Thohir, NU struktural yang biasanya dikenal dengan istilah Jam’iyyah seperti wujudnya hierarki kepengurusan mulai tingkat pusat hingga kepengurusan cabang di kabupaten/kota, majelis wakil cabang di kecamatan dan ranting di desa/kelurahan. Bahkan, pengurus yang sehari-hari bersentuhan dengan jama’ah yang berada di lapisan paling bawah yaitu anak ranting NU.

“Sementara, NU Kultural yang biasa kita sebut NU Jama’ah sebagaimana yang kita lihat, rasakan dan alami di perkampungan, di mushalla-mushalla juga rumah-rumah yang secara tradisional membiasakan amaliah berupa yasinan, tahlilan, selametan tiga hari, tujuh hari, semuanya adalah NU kultural,” ujar Thohir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Baik NU struktural maupun kultural, lanjut Thohir, sama-sama penting. Sebab, NU struktural tanpa NU kultural terasa kering lantaran minim sentuhan nuansa kebudayaan religiusitas. Demikian juga, NU kultural dengan segala jenis dan model amaliah tradisional tanpa NU struktural sungguh rawan.

“Sebab, berbagai serangan dari pihak luar dengan mudahnya menilai sesat amaliah yang lakukan oleh kelompok kultural ini. Oleh karena itu, terintegrasinya NU struktural dan kultural harus terus dipertahankan dan dijaga kesinambungannya,” tegas Thohir.

Jadi Pionir

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya mengharapkan NU Tangsel menjadi pionir dalam mempersempit gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang tidak sesuai dengan iklim dan budaya Islam Indonesia.Kepada pengurus NU demisioner, Airin menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya selama ini. Sementara kepada pengurus baru ia memberi selamat atas pelantikan tersebut.

“Secara khusus, kami juga mengucapkan selamat kepada Bapak KH Munhadi Mushlih selaku Rais Syuriyah dan Bapak HM Thohir sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan. Semoga sukses membawa PCNU menjadi lebih maju lima tahun mendatang,” ujar Airin disambut tepuk tangan hadirin.

Selain Walikota Tangsel beserta jajarannya, hadir pula dalam acara tersebut para alim ulama dan pengasuh pesantren se-Tangsel, Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel H Salman Alfarisi, Anggota DPRD Prov Banten Suryadi Hendarman, mantan Walikota yang juga mustasyar PCNU Tangsel HM Shaleh MT, Anggota FPKB DPR RI Siti Masrifah, dan para pengurus Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU Tangsel serta tokoh masyarakat lainnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ika Purwanti terpilih menjadi Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kab. Pemalang menggantikan Amizah Masis untuk periode 2009-2011. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU di Pondok Pesantren Salafiyah Kelurahan Kebondalem, Kec/Kab Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (29/12) sore ini.

?

Dalam Sidang Pleno yang dipimpin Laeli Kodariah dari PW IPPNU Jateng itu, mengantarkan Ika menang telak dengan 38 suara dari 66 suara yang diperebutkan.

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang

Sementara rivalnya Sitatun 13 suara, Eli Istiana (8), Lia Anggraeni (4) dan Khurotul Fauziyah (3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitia Konfercab IPNU-IPPNU Kabupaten Pemalang, Akhmad Syarifudun mengatakan, kegiatan ikuti 373 pelajar yang berasal dari 9 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 60 Ranting (PR) serta Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU se Kabupaten Pemalang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Pembukaan acara tersebut dilakukan pada Senin (28/12) kemarin oleh Ketua Tanfidziyah PC NU Pemalang? Mudasir. Dia berpesan kepada pelajar Pemalang agar citra diri remaja dipertahankan. Pasalnya, pelajar sekarang identik dengan berbagai kenakalannya. Namun Pelajar NU harus mampu menjaga citra dirinya dengan mengindahkan nilai-nilai Ahlus Sunah Wal jamaah.

?

”Sebelum acara pembukaan sudah diadakan perlombaan, yakni lomba membuat artikel, kaligrafi, festival rebana, MSQ dan pidato serta seminar pendidikan,” katanya.

?

Menurut dia, festival rebana yang menghadirkan seni musik simtutduror itu, diikuti 10 regu. Mereka menampilkan lagu wajib berupa sholawat badar dan satu lagu bebas.

Sementara, lomba MSQ yang menampilkan seni qiroah, saritilawah dan ceramah diikuti 15 peserta. Sedangkan, perlombaan lainnya diiukti sekitar 10-15 peserta.

?

”Selain itu, kami juga menyelenggarakan pawai ta’aruf, parade drumband dan panggung islam,” terangnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 27 April 2017

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari ini adalah terakhir penyelengaraan Perwimanas. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, peserta berpamitan dengan menggelar karnaval.

“Ini adalah diantara bentuk rasa terimakasih kami kepada masyarakat sekitar yang telah turut membantu mensukseskan acara kemah pertama tingkat nasional di lingkungan NU ini,” kata Ali Mustofa kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (29/6).

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Ketua Panitia tingkat wilayah Jawa Timur ini menandaskan bahwa ada sekitar 40 kontingan yang turut dalam kegiatan ini. “Mereka berjalan mengelilingi kampung Kalibening sejauh empat kilo meter,” kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejak jam 14.00 WIB, seluruh peserta karnaval berangkat dari bumi perkemahan PP Babussalam dengan pakaian dan penampilan khas mereka.?

“Ini sekaligus acara pamitan kami kepada masyarakat,” kata Ali Mustofa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Mustofa menandaskan bahwa peran masyarakat dusun Kalibening sangat fital dalam kegiatan ini. “Banyak peserta yang harus memanfaatkan rumah penduduk untuk sejumlah kebutuhan,” katanya.

Demikian juga tidak jarang, peserta juga meminta bantuan penduduk seperti kebutuhan lauk pauk dan sejenisnya. “Yang jelas kami sangat terbantu dengan penduduk di sini,” sergahnya.

Belum lagi kondusifnya keamanan selama Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) berlangsung yakni dari tanggal 24-29/6. Terbukti tidak adanya kejadian kehilangan, kekerasan atau tindakan kriminalitas lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan karnaval sebagai bentuk rasa terimakasih kepada sejumlah penduduk Kalibening yang dengan sangat terbuka turut mensukseskan kegiatan Perwimanas.?

"Tanpa peran penduduk, mustahil acara akan berjalan lancar," pungkasnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengesahkan 23 butir dalam Deklarasi Jakarta sebagai langkah konkret dari Resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) OKI ke-5 tentang Palestina dan Al Quds Al Sharif.

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret (Sumber Gambar : Nu Online)
OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret (Sumber Gambar : Nu Online)

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret

Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani menyampaikan kepuasannnya terhadap hasil yang dicapai dalam KTT-LB OKI di Jakarta Convention Center (JCC), Senin.

"OKI gembira bahwa Indonesia telah bersedia menjadi tuan rumah pertemuan yang menghasilkan langkah konkret bagi masalah Al Quds dan Palestina," kata Madani dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ruang Cenderawasih, JCC.

Pada bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Hikmah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 25 April 2017

Anjuran Menikah di Bulan Syawal

Bila ada sebagian orang yang menghindari bulan-bulan tertentu untuk menikah karena menilainya sebagai bulan sial, maka sejatinya fenomena yang sama juga pernah terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah meyakini bahwa bulan Syawal adalah pantangan untuk menikah.

Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam menampik keyakinan tersebut. Sebagai bentuk penolakan beliau justru menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal.

Anjuran Menikah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Menikah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Menikah di Bulan Syawal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayyidah ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih bentuntung ketimbang diriku di sisi beliau?” (HR Muslim)

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau lebih dikenal Imam Nawawi dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Sayyidah Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri di bulan Syawal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Imam Nawawi pula:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hadits tersebut mengandung anjuran untuk menikahkah, menikahi, dan berhubungan suami-istri pada bulan Syawal. Para ulama syafi’iyah menjadikan hadits ini sebagai dalil terkait anjuran tersebut.”

Penjelasan ini setidaknya memuat dua pesan. Pertama, anggapan bulan Syawal atau bulan lainnya sebagai bulan sial tidak mendapat legitimasi dari ajaran Islam. Kedua, para ulama, khususnya dari kalangan madzhab Syafi’i, menganggap sunnah menikah, menikahkan, atau berhubungan intim yang halal pada bulan Syawal. Wallâhu a‘lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Ratusan masyarakat desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Provinsi Gorontalo berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turut serta di tengah-tengah masyararkat Pone pada demonstrasi Rabu (29/3) itu.?

Masyarakat desa Pone menuntut agar kepala desa mereka, Halid Kau, segera dicopot dari jabatannya. Masyarakat menilai bahwa kepemimpinan Halid Kau tidak sesuai dengan peraturan Undang-Undang, serta terindikasi melakukan korupsi atas pembebasan lahan untuk pembangunan Bio Gas di dusun Lantungo.

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Koordinator lapangan, Melky Bangga, mengatakan, untuk terciptanya kembali masyarakat Pone yang tentram dan dapat memperlancar pembangunan di desa, masyarakat berharap DPRD kabupaten Gorontalo mengakomodir dan memproses pengaduan itu.

“Apabila tuntutan masyarakat desa Pone tidak direspon oleh pemerintahan terkait maka situasi yang kondusif di desa Pone tidak dapat dijamin," tegas kader PMII Kota Gorontalo itu.

Dalam aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Samid Hemu belum mengambil keputusan. Namun, ia akan mengundang perwakilan masyarakat Pone pada 30 maret 2017 untuk melakukan rapat khusus sebagai upaya pengawalan bersama terkait kasus itu. (Reza Fauzi/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah