Selasa, 21 Februari 2017

Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Setiap pondok pesantren memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing, melalui sistem dan konsep yang dibangun. Begitu juga Pondok Pesantren Kalimasada Dusun Brumbung, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Jombang yang menerapkan konsep kaderisasi pesantren "Keberkahan Holistik".

Pengasuh Pondok Pesantren Kalimasada, Mohammad Fakhruddin Siswopranoto menjelaskan keberkahan holistik yang dimaksud adalah kesuksesan santri secara bersama-sama, baik antara kiai pada santrinya, masing-masing individu sesama santri ataupun santri secara keseluruhan.?

Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kalimasada Terapkan Konsep Keberkahan Holistik

"Jika satu sukses, maka semua harus sukses, atau biasa kita sebut sukses berantai," tuturnya saat ditemui di pesantren setempat, Kamis (17/11/2016).

Sementara upaya untuk menerapkan konsep tersebut, Kiai Fakhruddin mengatakan setidaknya harus tercipta model komunikasi yang sehat antara santri dan kiai begitu juga sebaliknya. Selama ini, pendekatan komunikasi yang dibangun di kebanyakan pesantren ? terkesan ada jarak yang terlalu jauh antara kiai dan santri dan sebaliknya.

Selain itu, ia juga menekankan pembentukan mindset positif santri. Secara teori, jika mindset positif itu sudah tertanam, maka energi atau usaha yang keluar juga positif. "Yang paling penting adalah doa, biarkan Allah yang membimbing kita. Kemudian usaha batin mendekatkan dzahir, ketika batin kuat maka dzahir otomatis akan mendekat, kemudian juga harus mengenal diri santri," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren Kalimasada hadir di tengah-tengah masyarakat dengan misi "pembebasan biaya mondok dan sekolah", sehingga seluruh santri dan siswa tidak dipungut biaya operasional. Sejak berdiri ? tahun 2012 lalu, kini sudah memiliki santri sebanyak 200an, dan kurang lebih dari 320 peserta didik yang berada di naungan lembaga Kalimasada, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) Diponegoro.

Sejumlah santri Kalimasada saat ini tak henti meningkatkan kapasitas kemampuan akademik juga kegiatan pesantren melalui kompetesi yang diikuti sebelumnya. Sederet prestasi santri Kalimasada pada tahun 2016 ini diantaranya juara I lomba pidato bahasa Indonesia se-Kabupaten Jombang, Juara 1 lomba Musyabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat kabupaten dan Juara I Tafsir Bahasa Inggris tingkat kabupaten.?

"Tahun lalu, mendapat juara 2 lomba MHQ tingkat provinsi," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Disinggung soal asal muasal nama Kalimasada, Kiai Fakhruddin menuturkan berasal dari kalimat syahadat (Asyhadu anla ilaaha illallah Waasyhadu anna muhammadan Rasulullullah) yang menjadi dasar atau pondasi tauhid masyarakat. "Yaa yang biasa dikenal dengan Jimat kalimad sada itu," tuturnya.

Hasiyah, salah satu pengurus pesantren, mengatakan jika kebiasaan pesantren yang melakukan Kajian Kitab Kuning klasik juga diterapkan di Pesantren Kalimasada ini, Santri juga dibekali kemampuan baca kitab gundul (istilah kitab tanpa harakat).

"Biasanya anak-anak mengkaji Talim Mutaalim, Fathul Qarib, Riyadus Sholihin, juga Tafsir Al Quran," jelasnya.

Selain berguru ilmu keagamaan, santri juga dibekali keterampilan seperti ilmu pertukangan, dan pertanian. Santri Kalimasada setiap hari juga mengamalkan wirid 1000 kali, yang langsung didapat dari kiainya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 20 Februari 2017

PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 



Komisi Organisasi pada Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU membahas soal akreditasi PWNU dan PCNU yang terdiri dari A, B, dan C. Salah satu konsekuensi dari akreditasi itu adalah jumlah hak suara di muktamar. 

Pembahasan itu berlangsung di Sub B Komisi Organisasi. Perlu diketahui, komisi itu dibagi ke dalam dua bagian, Sub Komisi A dan Sub Komisi B. Sub Komisi A membahas penerimaan dan pemberhentian anggota, pengesahan dan pembekuan kepengurusan, rangkap jabatan, dan perangkat organisasi.

PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan PCNU dengan Akreditasi A Dapat Suara Tambahan di Muktamar

Sementara Sub Komisi B membahas wewenang dan tugas pokok organisasi pengurus, peraturan tata cara rapat organisasi, peraturan tentang pengukuran kenerja organisasi, daan pedoman administrasi organisasi.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sub B Komisi Organisasi mengajukan, PWNU yang memiliki akreditasi A harus memiliki PCNU di seluruh kabupaten. Kedua, PWNU harus memiliki tiga amal usaha dalam bidang ekonomi, bidang pendidikan, kesehatan atas nama perkumpulan NU. Ketiga, harus melaksanakan kaderisasi sekurangnya tiga kali dalam setahun. 

“Itu kategori A. Rewardnya adalah di dalam suksesi Muktamar NU, PWNU atau cabang seperti itu, akan mendapatkan dua suara tambahan untuk memilih Ketua Umum dan memilih calon Ahwa,” jelas Ketua Komisi Organisasi Andi Najmi di lokasi sidang, di pondok pesantren Nurul Islam, kota Mataram, Jumat (24/11).  

PWNU yang berkareditasi B adalah PWNU yang memiliki cabang lengkap di setiap kabupaten. Kedua, memiliki dua amal usaha, kesehatan dan pendidikan. Ketiga, melakukan kaderisasi dua kali dalam setahun. PWNU dengan kategori akan mendapatkan satu tambahan hak suara di muktamar untuk memilih ketum dan calon Ahwa. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PWNU dan dengan akreditasi C, adalah yang apa adanya. Namun, PWNU dan bernilai C ini harus tetap memiliki cabang lengkap di setiap kabupaten. 

“Akreditasi itu berlaku tidak hanya untuk PWNU, tapi untuk PCNU,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.  

Untuk tujuan itu, nanti ada tim akreditasi dari tingkat yang mengeluarkan SK. Misalnya akreditasi untuk cabang dilakukan dari PWNU. Akreditasi PWNU dilakukan oleh PBNU. 

Hasil Komisi Organisasi itu akan dibawa ke Rapat Pleno si pondok pesantren Darul Qur’an, Bengkel. Di tempat itu pula akan dilakukan penutupan yang akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 19 Februari 2017

PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. NU dikenal dengan jumlah pesantrennya yang saat ini sudah mencapai sekitar 20 ribu, tetapi dalam pengembangan perguruan tinggi, NU masih perlu usaha lebih keras. Salah satu rekomendasi muktamar ke-32 NU adalah pengembangan pendidikan tinggi NU.

"Setiap PWNU minimal harus punya 1 universitas," kata sekjen PBNU H Marsudi Syuhud dalam acara lokakarya pembinaan perguruan tinggi NU di Jakarta, 2/8.

PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: PWNU Minimal harus Punya 1 Universitas

Untuk mencapai target tersebut, ia menegaskan perlunya kerjasama berbagai pihak mengingat banyaknya energi yang diperlukan dalam pendirian perguruan tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu kendala yang cukup besar adalah biaya yang diperlukan dalam pendirian sebuah program studi, yang diperkirakan mencapai sekitar 3 milyar rupiah. Sebuah universitas tentu minimal memerlukan biaya awal sampai 50 milyar.

? "Tentu ini bukan perkara yang mudah, karena itu diperlukan kerja bareng. PBNU siap memberikan dukungan jika memang diperlukan," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini yang sudah mendapat izin operasional adalah Universitas NU (UNU) Cirebon dan UNU Maluku Utara dan sedang dalam proses UNU Sidoarjo.?

"Kepada yang sudah berhasil, diharapkan memberikan pengalamannya kepada wilayah lain dalam pertemuan ini," paparnya.

Marsudi meminta agar persiapan-persiapan pendirian perguruan tinggi NU ini dilakukan secepatnya agar upaya pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan NU segera terwujud.

Ia menekankan, setiap Universitas NU dalam badan hukumnya harus menyertakan PBNU sebagai ex officio agar bisa terlibat dalam penentuan kebijakan dalam perguruan tinggi tersebut.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 18 Februari 2017

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru H Turmudzi merupakan salah satu Mustasyar PBNU periode 2010-2015. Ulama yang akrab dipanggil datuk ini merupakan mursyid tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, pengasuh pesantren Qomarul Huda, Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Lahir pada 1 April 1936 dari keluarga Perwangse (bangsawan) suku Sasak. Gelar “Lalu” di depan namanya menunjukkan kebangsawanannya. Ayahnya Tuan Guru Haji Lalu (TGHL) Badarudin, seorang ulama yang berpengaruh, telah merintis pengembangan pesantren dari mengajar di pesantren (langgar) di rumahnya. Dari langgar kecil itu kemudian jadi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi di NTB.

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru Turmudzi memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya. Kemudian Sekolah Rakyat pada tahun 1944. Melanjutkan ke Madrasah Mu’alimin Darul Qur’an di Bengkel, Lombok, yang diasuh oleh TGH SOleh Chambali dari 1948-1952. Ia kemudian berangkat di Makkah dan tinggal 10 tahun. Pada 1962 kembali ke tanah air dan mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah (Qomarul Huda) 1962. Mendirikan Pesantren Qomarul Huda (1963), Madrasah Tsanawiyah (1968), Madrasah aliyah (1984).

aPada 1999, PBNU menyelanggarakan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar di pesantren tersebut. Pada saat itu dikemukakan keinginan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Qomarul Huda. Atas inisiatif KH Abdurrahman Wahid (Ketum PBNU waktu itu), Pesantren Qomarul Huda bekerja sama dengan Sekolah TInggi Agama Islam Ibrahimy, Jawa TImur, dan pada 1999 berdirilah STAI Ibrahimy di pesantren tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain sebagai pengasuh pesantren, ia berkiprah di NU mulai dari pengurus Ranting Bagu, Syuriyah MWC Kecamatan Pringgarata, Wakil Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, Wakil Rais SYuriyah PWNU NTB, Rais Syuriyah PWNU NTB sekaligus Mustasyar PBNU sekarang.

Sebagai ulama Sasak ia mampu menunjuukan dirinya sebagai sosok ulama yang sangat berpengaruh, istiqomah, dalam tugas keulamaannya dan tetap berpenampilan bersahaja. TGH Turmudzi menulis Zadul Ma’ad yang berisi wirid dan doa-doa untuk diamalkan oleh para santri dan masyarakat luas (2009). (Ensiklopedi NU)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 Februari 2017

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

Lelaki? itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Yusuf Suharto

(Dikutip dengan beberapa penyesuaian dari "Hikmah dari Timur" karya Idries Shah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 Februari 2017

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kepercayaan umat yang putus asa dengan kondisi ekonomi dan sosial yang ada harus dikembalikan supaya tidak lebih jauh tergelincir pada kelompok yang cenderung menghalalkan segala cara untuk melakukan perubahan berlandaskan ajaran agama. Banyak hal lain perlu dilakukan guna menangkal radikalisme anti-Pancasila.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Way Kanan H Bunyamik Sidik, cara lain adalah dengan memperkenalkan pengetahuan agama sejak dini sesuai ajaran Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan hadits termasuk memberikan pemahaman tentang nasionalisme.

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme

"Lalu upaya menekan kesenjangan sosial harus pula dilakukan. Selain itu, bagaimana mengajak masyarakat untuk terus memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan kontinu," ujar Bunyamin di Blambangan Umpu, Sabtu (27/2).

Pencegahan gerakan radikal anti-Pancasila juga perlu melibatkan tokoh agama, ulama dan pengasuh pesantren sebagai pengawal masyarakat dari penyimpangan-penyimpangan pemahaman dan akidah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ada beberapa faktor penyebab radikalisme, antara lain pemikiran, ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Kemiskinan dan pengangguran dapat mengubah pola pikir seseorang dari sebelumnya baik menjadi orang sangat kejam dan dapat melakukan apa saja termasuk teror," ujar mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Waykanan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dampak pendidikan yang keliru juga sangat berbahaya. Berkaitan dengan itu, ia mengimbau pendidikan agama khususnya harus lebih diperhatikan. "Terutama ajaran agama tentang toleransi, kesantunan, keramahan, dan persatuan harus lebih banyak disampaikan. Umat putus asa harus kita rangkul," demikian Bunyamin Sidik. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Hadits, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 Februari 2017

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia meramaikan acara malam apresiasi seni yang diselenggarakan oleh Omah Aksoro dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pijar STAINU Jakarta, Rabu malam (23/12) di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Berbagai karya seni dipentaskan, seperti halnya puisi, cerpen, akustik, musikalisasi puisi, dan stand up comedy.

Ketua panitia, Ibnu Athoillah mengatakan, diselenggarakannya kegiatan kali ini dimaksudkan sebagai tempat ekspresi mahasiswa mengembangkan bakat yang dimilikinya. “Mahasiswa memang membutuhkan banyak tempat berekspresi, tidak hanya menyoal tentang hiruk-pikuk akademik dan perkuliahan saja,” katanya.

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’ Athok mengatakan kepada seluruh yang hadir untuk tidak melupakan dunia sastra dalam belajar. Meskipun secara makna sastra memiliki banyak penafsiran yang berbeda, akan tetapi pada dasarnya sastra mampu membaca sejarah dengan kaca mata yang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ambil saja Pramoedya Ananta Toer yang menulis sejarah dalam bentuk sastra tetraloginya, kita disajikan epik sejarah yang enak dibaca alurnya,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Pembantu Ketua (Puka) III Bidang Kemahasiswaan STAINU Jakarta Ahmad Nurul Huda mengatakan, kegiatan malam apresiasi seni menjadi warna tersendiri kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan. Kelompok kajian seperti Omah Aksoro mungkin bisa dicontoh mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kecil untuk melakukan kegiatan yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya senang dengan kegiatan kali ini, dan saya dukung sepenuhnya sekaligus berharap bisa rutin digelar, kalau perlu tiap bulan,” katanya.

Lebih ramai lagi karena juga ada penampilan dari kampus di luar STAINU Jakarta dan UNU Indonesia. Acara ditutup dengan penampilan dari Kaprodi Psikologi Any Rufaedah yang menyanyikan lagu kemesraan dari Iwan Fals.

Turut memeriahkan dalam kegiatan ini wakil sekretaris LTN PBNU yang juga dosen STAINU Jakarta dan UNU Indonesia, Faris Alnizar; Ketua LP3M STAINU Jakarta, Fatkhu Yasik; dan civitas akademika, Amsar Dulmanan, Muhammad Nurul Huda, Ahmad Dzakirin serta para alumni STAINU Jakarta. (Faridurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian Sunnah, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah