Jumat, 17 Februari 2017

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

Lelaki? itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Yusuf Suharto

(Dikutip dengan beberapa penyesuaian dari "Hikmah dari Timur" karya Idries Shah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 Februari 2017

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kepercayaan umat yang putus asa dengan kondisi ekonomi dan sosial yang ada harus dikembalikan supaya tidak lebih jauh tergelincir pada kelompok yang cenderung menghalalkan segala cara untuk melakukan perubahan berlandaskan ajaran agama. Banyak hal lain perlu dilakukan guna menangkal radikalisme anti-Pancasila.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Way Kanan H Bunyamik Sidik, cara lain adalah dengan memperkenalkan pengetahuan agama sejak dini sesuai ajaran Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan hadits termasuk memberikan pemahaman tentang nasionalisme.

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Umat Putus Asa Supaya Tidak Tergelincir Radikalisme

"Lalu upaya menekan kesenjangan sosial harus pula dilakukan. Selain itu, bagaimana mengajak masyarakat untuk terus memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan kontinu," ujar Bunyamin di Blambangan Umpu, Sabtu (27/2).

Pencegahan gerakan radikal anti-Pancasila juga perlu melibatkan tokoh agama, ulama dan pengasuh pesantren sebagai pengawal masyarakat dari penyimpangan-penyimpangan pemahaman dan akidah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ada beberapa faktor penyebab radikalisme, antara lain pemikiran, ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Kemiskinan dan pengangguran dapat mengubah pola pikir seseorang dari sebelumnya baik menjadi orang sangat kejam dan dapat melakukan apa saja termasuk teror," ujar mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Waykanan tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dampak pendidikan yang keliru juga sangat berbahaya. Berkaitan dengan itu, ia mengimbau pendidikan agama khususnya harus lebih diperhatikan. "Terutama ajaran agama tentang toleransi, kesantunan, keramahan, dan persatuan harus lebih banyak disampaikan. Umat putus asa harus kita rangkul," demikian Bunyamin Sidik. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Hadits, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 14 Februari 2017

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia meramaikan acara malam apresiasi seni yang diselenggarakan oleh Omah Aksoro dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pijar STAINU Jakarta, Rabu malam (23/12) di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Berbagai karya seni dipentaskan, seperti halnya puisi, cerpen, akustik, musikalisasi puisi, dan stand up comedy.

Ketua panitia, Ibnu Athoillah mengatakan, diselenggarakannya kegiatan kali ini dimaksudkan sebagai tempat ekspresi mahasiswa mengembangkan bakat yang dimilikinya. “Mahasiswa memang membutuhkan banyak tempat berekspresi, tidak hanya menyoal tentang hiruk-pikuk akademik dan perkuliahan saja,” katanya.

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’ Athok mengatakan kepada seluruh yang hadir untuk tidak melupakan dunia sastra dalam belajar. Meskipun secara makna sastra memiliki banyak penafsiran yang berbeda, akan tetapi pada dasarnya sastra mampu membaca sejarah dengan kaca mata yang lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ambil saja Pramoedya Ananta Toer yang menulis sejarah dalam bentuk sastra tetraloginya, kita disajikan epik sejarah yang enak dibaca alurnya,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Pembantu Ketua (Puka) III Bidang Kemahasiswaan STAINU Jakarta Ahmad Nurul Huda mengatakan, kegiatan malam apresiasi seni menjadi warna tersendiri kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan. Kelompok kajian seperti Omah Aksoro mungkin bisa dicontoh mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kecil untuk melakukan kegiatan yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya senang dengan kegiatan kali ini, dan saya dukung sepenuhnya sekaligus berharap bisa rutin digelar, kalau perlu tiap bulan,” katanya.

Lebih ramai lagi karena juga ada penampilan dari kampus di luar STAINU Jakarta dan UNU Indonesia. Acara ditutup dengan penampilan dari Kaprodi Psikologi Any Rufaedah yang menyanyikan lagu kemesraan dari Iwan Fals.

Turut memeriahkan dalam kegiatan ini wakil sekretaris LTN PBNU yang juga dosen STAINU Jakarta dan UNU Indonesia, Faris Alnizar; Ketua LP3M STAINU Jakarta, Fatkhu Yasik; dan civitas akademika, Amsar Dulmanan, Muhammad Nurul Huda, Ahmad Dzakirin serta para alumni STAINU Jakarta. (Faridurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kajian Sunnah, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 13 Februari 2017

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri mengungkapkan bahwa saat ini banyak perilaku dan pengamalan ajaran Islam yang salah kaprah karena berkebalikan dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah.

“Salah kaprah karena dilakukan oleh banyak orang dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja,” tuturnya dalam launching Majalah Mata Air yang diterbitkan oleh komunitas Mata Air di Jakarta, Kamis malam.

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Banyak Salah Kaprah Pengamalan Ajaran Islam

Melihat banyaknya fenomena salah kaprah ini, Gus Mus berencana menerbitkan buku tentang fenomana ini. “Saya akan menerbitkan buku tentang 30 kelakuan yang tidak sesuai dengan perintah Rasulullah, mudah-mudahan segera jadi karena contohnya terus berkembang,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes Raudlatut Tholibien ini mencontohkan tentang perilaku disiplin yang dialaminya di Arab Saudi dan Jepang, dua negara yang pernah dikunjunginya. Saat pemeriksaan visa diperlukan waktu lima jam di bandara Arab Saudi karena perilaku petugas yang kurang disiplin sementara di Jepang, hanya perlu waktu 2 menit dengan pelayanan yang memuaskan.

“Padahal Arab Saudi ini jelas-jelas negara Islam dan Jepang negara yang menganut agama Shinto. Saya jadi berfikir, yang masuk surga nanti yang sholat tapi tak mengikuti ajaran Rasulullah atau yang tak sholat tapi mengikuti ajaran Rasulullah,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Mus juga menuturkan bahwa berislam merupakan wasilah atau jalan sementara tujuannya adalah Allah. Demikian juga mengikuti partai atau mengikuti ormas seperti NU semuanya adalah wasilah.

“Sayangnya kita banyak wasilah, terlalu banyak mampir-mampir. Seandainya tujuannya Surabaya, kita mampir ke Cirebon, ke Semarang dan lainnya sehingga tujuannya malah tak kesampaian,” imbuhnya.

Majalah Mata Air yang memiliki motto Jernih Berbagi Rahmat ini merupakan sebagian dari produk komunitas Mata Air. Mereka juga memiliki website dengan alamat www.gusmus.net. Bulletin Jum’at Mata Air, pengajian tafsir tiap malam Jum’at sampai dengan pemberian beasiswa kepara para aktifis.

Di Jakarta, komunitas yang terbuka bagi siapa saja ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan professional seperti Habib Luthfi bin Yahya, Drs. As’ad Said Ali, KH Masdar F. Mas’udi, KH Muadx Thohir dan KH Thantowi Jauhari. Komunitas yang sama juga sudah ada di Jogja, Semarang dan Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nama Mata Air dipilih karena karinduan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Kanjeng Nabi Muhammad. Nilai-nilai tersebut bersumber dari “Mata Air” ajaran kanjeng nabi yang jernih dan belum tercemar peradaban modern.

Komunitas mata air adalah komunitas anak cucu adam untuk berbagi rasa dan peduli melalui berbagai aktifitas. “Siapapun orangnya yang senantiasa menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda dan mengasihi sesame, dipersilahkan untuk bergabung,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 10 Februari 2017

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak umat muslim dan generasi bangsa Indonesia untuk meninggalkan budaya peringatakan hari Valentine. Menurutnya, valentine tidak mengajarkan hidup yang produktif bahkan seringkali menimbulkan korban pada remaja.

Perempuan yang juga Menteri Sosial ini mengatakan hal tersebut saat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di pesantren Al Aziziah Denanyar Jombang, Sabtu (14/2) malam. "Saya menangkap bahwa valentine adalah perayaan yang tidak produktif dan tidak sehat. Karenanya saya mengajak untuk ditinggalkan, karena hal itu tidak layak ditiru, " ujarnya mengatakan.

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Khofifah menekankan pentingnya bangsa membangun produktivitas warganya, maka sesuatu yang kontrapoduktif dan tidak sehat harus ditolak. Dikatakannya, ketika kita melihat bahwa Valentine, seringkali di identifikasi sebagai bagian mereka yang boleh merayakan sesuatu yang tidak produktif maka kita ajak untuk menolak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena bangsa ini darurat Narkoba, presiden sudah menyampaikan itu dan juga darurat pornografi. Oleh karena itu, kedaruratan keduanyanya ini semestinya bisa kita jaga dengan sesuatu yang sehat dan produktif," tandasnya.

Kepada santri Khofifah berpesan, bangsa ini masih tertinggal jauh dengan negara tetangga Malaysia dalam bidang kepakaran. Di Malaysia setiap 150-an jumlah penduduk ada seorang doktor sains, teknologi, ekonomi, dan matematika. Sementara di Indonesia perbandingannya adalah 500 penduduk baru ada seorang doktor. "Jadi kita masih kalah 1 banding 5 dengan Malaysia," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karenanya, santri diharapkan setelah menamatkan pendidikan di pesantren tidak berhenti untuk bersekolah. Harus melanjutkan jejang pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan hingga mencapai gelar doktor. "Terutama di bidang sains, bidang teknologi, ekonomi dan matematika seperti tokoh Aljabar (ulama matematikawan abad pertengahan)," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Cerita, Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Memasuki tahap akhir penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 Tahun 2016 di Mataram, NTB, seluruh cabang MTQ sudah memasuki tahap final. Bahkan untuk cabang Khattil Quran, Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Quran, Cabang Fahmil Quran dan Cabang Syarhil Quran sudah menyelesaikan tahap finalnya.

Hari ini, Jumat (5/8) final sejumlah cabang MTQ digelar yaitu, Cabang Hifzil Quran 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab bertempat di Taman Budaya Mataram, Cabang Tilawah Golongan Tartil dan Cacat Netra di Aula Rinjani BKD dan Diklat Provinsi NTB, Tafsir Bahasa Inggeris dan Indonesia di Gedung Sangkarean Komplek Kantor Gubernur NTB.

Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Digelar Final Semua Cabang Lomba di MTQ Nasional

MTQ Cabang Hifdzil Quran 1 Juz dan Tilawah, MTQ Cabang Hifdzil Quran 1 Juz dan Tilawah di Bencingan Kantor Bupati Lombok Barat, Cabang Hifdzil Quran 10 dan 20 Juz di Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Cabang Tilawah Golongan Anak-Anak dan Remaja di Masjid Agung Praya, Kab. Lombok Tengah. Cabang Tilawah Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran di Arena Utama MTQN Islamic Center Mataram.

Dijadualkan, seluruh tahap final tersebut akan dilangsungkan mulai pukul 07.30 s.d. 12.00 waktu setempat, kecuali untuk Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran yang akan dilangsungkan pukul 19.30 s.d. 23.00 waktu setempat. Kamis (5/8) malam, di Arena Utama MTQN Cabang Tilawah Dewasa dan Qiraat Al-Quran baru menyelesaikan tahap penyisihannya. (Kemenag/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 05 Februari 2017

Persinggungan Pak Misbach dengan NU

“Tahun 1957, saya mula-mula dekat dengan Pak Djamaludi Malik ketika suasana politik pro dan anti Komunis mulai memanas. Saat itu, mulai dilakukan gerilya terhadap kegiatan Lekra yang semakin melebarkan sayapnya. Sejak itu pula, saya mulai berkenalan dengan NU.”

Demikian kalimat Misbach Yusa Biran tulisan berjudul Pertegas Dulu Orientasi Fiqh Kesenian NU. tulisan tersebut sebagai penghantar dalam buku Lesbumi karya Choirotun Chisaan yang diterbitkan LKiS, Yogyakarta 2008.

Persinggungan Pak Misbach dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Persinggungan Pak Misbach dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Persinggungan Pak Misbach dengan NU

Indonesia pasca kemerdekaan, utamanya di tahun-tahun 50an hingga 60an memang “ramai” terkait dengan polemik kebudayaan. Misalnya muncul istilah “Seni Otonom” lawan “Seni Bertendensi”. Polemik makin tebal dan terang benderang, umpamanya perkara pro dan kontra politik Komunis, tempatnya Lekra. Pada masa itulah, masing-masing seniman dan budayawan mencari “rumah” yang bisa melindungi kepentingannya, karyanya, perjuangannya, dan cita-citanya.

NU, seperti yang kata Asrul Sani, menangkap dengan cerdas situasi tersebut. 

“Djamaludin Malik datang kepada Wahid Hasyim. Dan Wahid Wasyim berpendapat, ‘Ini kan pasar besar!’ Sikap kita adalah di segala tempat kita mesti hadir. NU yang datang dari dunia pesantren harus terbuka meihat perkembangan,” cerita Asrul pada majalah Vista, 1988. Inilah salah satu dasar pemikirian NU mendirikan Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi). 

Cerita Asrul seikat dengan pendapat Abd. Mun’im DZ. Ia bilang, “NU berkentingan juga untuk memperkuat di bidang kebudayaan. Orang-orang hebat seperti Pak Asrul Sani hanya cocok dan nyaman dengan NU, karena memiliki kesamaan visi yang sama, baik di bidang kesenian, kebudayaan, keindonesiaan dan tentu saja keagamaan NU,” ujar Mun’im pada saya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari sedikit catatan di atas, menjadi mafhum bahwa para budayawan dan seniman dari pelbagai bidang berbondong-bondong aktif dan menggerakkan Lesbumi di pelbagai daerah Indonesia. Misbach Jusa Biran adalah salah satunya. 

“Lesbumi bisa lebih aktif melawan Lekra maka saya minta izin HSBI untuk memimpin Lesbumi,” tulis Misbach. “Lesbumi tidak mudah diruntuhkan oleh Lekra meskipun di dalam tubuh Lesbumi terdapat musuh besar Lekra, yaitu Usmar Ismail, Asrul dan penyair Anas Ma’ruf,” lanjutnya. 

Setelah Lesbumi lahir tahun 1962 di Bandung, Misbach makin intens dengan NU,  meski pada saat yang sama dia bilang tetap “jaga jarak”. Misalnya, tidak mau menjadi anggota DPR mewakili dari Partai NU. Namun, dia menyokong Partai NU agar Aswaja memiliki wadah dalam kancah politik. Ia juga mengapresiasi berdirinya Lesbumi sebagai langkah yang maju dari NU. Di sisi lain, ia bertanya, kenapa masih ada kyai yang belum sreg dengan wadah perjuangan di bidang seni dan budaya.

Hari ini, 11 April 2012, Pak Misbach pulang ke Rahmatullah. Apakah akan muncul lagi dari kita seorang yang intens dan kritis sekaligus pada NU. Apakah Indonesia sudah punya pengganti seorang sineas dan seniman yang memiliki visi kebudayan ke depan?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pertanyaan di atas kiranya penting diajukan, bukan saja  Lesbumi sedang memperingati hari lahir yang ke-50 tahun atau masih dekat dengan hari film nasional, tapi ada hal yang lebih lebih besar lagi, yakni secara keseluruhan pemerintah Indonesia dinilai tidak memperhatikan kebudayaan dengan benar, jujur, dan sehat. Selamat jalan Pak Misbach. Semoga karyamu menjadi amal jariyah. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah