Rabu, 23 Desember 2015

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Sumedang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagaimana sudah disepakati pada rapat kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang tahun lalu, kegiatan PCNU Sumedang untuk tahun 2017 akan lebih banyak difokuskan pada kegiatan kaderisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam kegiatan rapat pleno dan buka bersama seluruh pengurus PCNU setempat, lembaga, dan badan otonom NU di Aula PCNU Sumedang, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/6).

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

“Pada rapat kerja tahun yang lalu saya menegaskan seluruh banom dan lembaga supaya merealisasikan kegiatan kaderisasi ini. Alhamdulillah ada beberapa banon dan lembaga di PCNU Sumedang ada yang sudah melaksanakannya dan ada juga yang baru merencanakan,” lanjut H Sadulloh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lembaga dan banom yang sudah melaksanakan yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, Ikata Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Jam’iyatul Qurra wal Huffadh NU (JQH NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU), Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTN NU), Lembaga Ta’mir Majid NU (LTM NU), dan Lembaga Dakwah NU (LDNU).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di PCNU sendiri sudah insyaallah bulan depan akan melaksanakan kegiatan madrasah kader NU. Madrasah kader NU ini wajib diikuti oleh seluruh pengurus NU dari tingkat ranting sampai tingkat cabang. Ke depannya seluruh warga NU yang akan menjadi pengurus NU wajib mengikuti dulu madrasah kader NU,” tutur H Sadulloh.

Beberapa lembaga dan banom yang sudah mengajukan kegiatannya yaitu, LPNU (Lembaga Perekonomian NU) akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan dalam rangka memperkuat perekonomian warga NU, LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) akan melaksanakan pelatihan budaya jamur, ISNU akan melaksanakan bedah buku Islam Nusantara, Banser dan Ansor akan melaksanakan diklatsar, Lesbumi akan melaksanakan ruwatan hajat bumi, LTM NU akan melaksanakan pelatihan muharrik masjid.

“Insyaallah PCNU Sumedang juga akan merintis? klinik kesehatan yang diprakarsai oleh LKNU, dan yang terakhir Lakpesdam NU akan ada pelatihan manajemen organisasi NU. Semua program kerja ini harus selesai pada tahun 2017 karena ini amanat hasil rapat kerja tahun yang lalu,” tegas H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Desember 2015

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan warga nahdliyyin membanjiri halaman kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (1/11) malam.  Mereka mengikuti  sholawatan untuk memperingati haul masyayikh dan dies natalis ke-30 perguruan tinggi milik NU Jember.

Sholawatan bertajuk "UIJ Bershalawat" itu dipandu puluhan jamaah sholawat  Al-Amin, Ambulu asuhan KH Imam Ghazali. Tampak hadir dalam sholawatn Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan para kiai sepuh.

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

KH Abdullah yang biasa disapa Gus Aab itu menyatakan, pihaknya terharu atas hadirnya ribuan nahdliyin di kampus tersebut. Menurutnya, hal itu  sangat membanggakan karena menandakan bahwa warga NU mencintai dan merasa memilki UIJ.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami ingin mengembalikan UIJ ke pangkuan warga NU. Kalau bukan warga NU, siapa lagi yang mau membesarkan UIJ," ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember ini melanjutkan, seharusnya di usianya yang ke-30, UIJ lebih maju dari sekarang. Apalagi mayoritas penduduk Jember adalah warga NU, yang secara moral ikut bertanggung jawab untuk membesarkan NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun faktanya, anak-anak NU masih relatif sedikit yang sekolah di UIJ," tukasnya seraya menghimbau agar segenap elemen NU ikut membesarkan UIJ.

Sementara itu, Rektor UIJ, Dodiek Sutikno mengaku gembira dan bangga dengan sambutan warga NU. "Baru kali ini saya melihat ribuan warga hadir di UIJ untuk syukuran dies natalis," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 15 Desember 2015

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai melaksanakan umrah dari tempat miqat berbeda, para jamaah calon haji biasanya mengisi waktu dengan berziarah. Sembari menunggu puncak pelaksanaan haji yakni wukuf di Arafah, sejumlah tempat penting dikunjungi. Salah satunya yang cukup ramai adalah Jabal Rahmah.

Tempat ini tidak pernah sepi dari kunjungan para jamaah. Ya, Jabal Rahmah adalah gunung yang disebut-sebut punya kisah pertemuan Nabi Adam dengan istrinya, Hawa. Bahkan terdapat monumen yang menandakan pertemuan keduanya.

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

"Seperti diketahui dalam catatan sejarah, usai terusir dari surga lantaran melanggar ketentuan Allah, Adam dan Hawa diturunkan ke dunia," kata Ustadzah Ana Farhasy yang berada di Makkah, Arab Saudi, Jumat (18/9) waktu setempat. Dan keduanya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah atau yang juga disebut dengan gunung kasih sayang, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gunung kasih sayang ini berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf nantinya.

Dalam pantauan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. "Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut," kata desainer baju muslim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jabal Rahmah itu lebih tepatnya adalah bukit," katanya. Tingginya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah dengan melewati anak tangga. "Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja," ungkapnya.

Di dekat monumennya, banyak jamaah haji yang berdoa. Ada pula yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dilihat jelas dari atas Jabal Rahmah. "Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi," terangnya.

"Bukan itu saja momen yang dapat dikenang dari Jabal Rahmah," kata pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini.  Di tempat ini juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. "Di sinilah Nabi Muhammad menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam," kata alumnus pesantren di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini.

Banyak yang percaya, jika berdoa untuk mendapatkan jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Ini juga juga berlaku bagi suami istri agar dijadikan pasangan setia. "Saya yang melaksanakan haji bersama suami, juga menyempatkan berkunjung dan bermunajat di gunung ini," kata Ustadzah Ana. Keduanya berharap agar bisa meneladani Nabi Adam dan Hawa.

Kendati menjadi jujugan para jamaah, namun ada yang kurang layak dilakukan. "Yakni, kegemaran jamaah yang mengabadikan nama di batu yang ada di bukit," tuturnya. Baginya, itu tindakan kurang patut dan mengotori kesakralan Jabal Rahmah.

Bahkan menurut keterangan para mukimin, yakni WNI yang lama di Makkah, tidak sedikit yang justru menawarkan spidol untuk tindakan kurang pantas ini.  "Banyak jamaah yang menuliskan nama di tugu Adam dan Hawa ini, sehingga merusak keindahan," katanya menyayangkan.

Padahal dengan berfoto, itu sudah bisa menjadi kenang-kenangan tidak terlupakan. "Jadi, jangan kotori tempat bersejarah ini dengan coretan," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan nikah mut’ah pada prinsipnya sudah diharamkan oleh empat mazhab yang diakui oleh warga Nahdliyin. Namun di beberapa tempat masih ditemukan praktek nikah mut’ah tersebut dan bahkan menjadi modus prostitusi baru. Bagaimanakah NU menyikapi hal ini?

Demikian dalam forum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Jumat (25/1) di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Hadir Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Dr Asassriwarni, Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Ir Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Prof Dr Makmur Syarif, MH, sejumlah pengurus NU Sumbar, lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sumbar.

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Wakil Ketua PWNU Sumbar Ahmad Wira Datuak Diko, PhD yang menyampaikan tema nikah mut’ah menyebutkan, tema ini semakin penting dibicarakan karena semakin maraknya prostitusi, perselingkuhan, dipersulitnya poligami dan kemampuan ekonomi yang semakin meningkat dan memicu meningkatnya hubungan seksual di luar nikah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banyak orang dengan dalih tersebut mencoba membenarkan pelaksanaan nikah mut’ah. Padahal para ulama sepakat bahwa nikah mut’ah tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata: “aku mengkawini kamu untuk masa 1 bulan, satu tahun dan semisalnya. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus oleh ijma’ para ulama masa lalu dan sekarang,” kata Ahmad Wira.

Dikatakan Ahmad Wira, kecuali perkawinan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya dalam berhubungan suami-isteri menggunakan kontrasepsi, tidak memiliki anak, sejauh memenuhi syarat dan rukun nikah dibolehkan. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nikah mut’ah merupakan akad perkawinan yang dilangsung dengan saksi, mahar, tapi dengan jangka waktu tertentu. Bagi kelompok Syi’ah, nikah mut’ah adalah sah, tambah Dr Syafruddin PR I IAIN Imam Bonjol Padang.

“Dalil haram nikah mut’ah yang didasarkan sejumlah hadis semula dibolehkan. Namun kemudian diharamkan hingga kini. Keharaman nikah mut’ah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan kepastian hukum. NU dan sunni tetap memandang haram nikah mut’ah,” kata Sekretaris LBMNU Dr Firdaus yang sekaligus moderator.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Tokoh, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Desember 2015

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2017-2019, dan Seleksi Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) ? bertempat di Ruang Serbaguna Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat, Ahad (16/4).

Acara yang diawali dengan Pelantikan PC IPNU Kota Adm. Jakarta Barat oleh Ketua PW IPNU DKI Jakarta Muhamad Muhadzab. Selanjutnya pelantikan PC IPPNU Jakarta Barat oleh Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja

"Pelantikan dan Seleksi BPUN ini bertemakan Mengawal ? Peran Pelajar yang damai dan Toleran di Jakarta Barat, yang berarti pelajar NU akan selalu ada untuk mengimplementasikan Islam Rahmatan lil Alamin, yakni Pelajar yang damai serta toleran terhadap umat beragama terkhusus di Jakarta Barat," kata Ahmad Syarkowi Ketua Pelaksana.

Seleksi BPUN, diikuti oleh 170 Pelajar se-Jakarta Barat. BPUN ini adalah program kerja dari Lembaga Learning Center (LLC) IPNU Jakarta Barat bekerja sama dengan Mata Air, membantu para Pelajar kelas 3 SMA/sederajat untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

Menurut Ketua PC IPNU Jakarta Barat Imam Rifai, IPNU-IPPNU sebagai Badan Otonom (banom) Nahdlatul Ulama, berperan penuh NU diranah pelajar untuk selalu menjalankan roda organisasi sehingga mampu merealisasikan peran pelajar dalam berkontribusi di lembaga pendidikan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita bisa menjadi jembatan untuk para pelajar yang telah lulus di bangku SMA dan sederajat untuk masuk kelembaga pendidikan selanjutnya yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia di bungkus dengan rapi dalam Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara ini dihadiri oleh PCNU Jakarta Barat, Kepala Bagian Kesra Jakarta Barat, Sudin Pendidikan, PW IPNU DKI Jakarta, GP Ansor Jakarta Barat, PMII Cabang JakBar, HMI Cabang Jakbar, PC IPNU se-DKI Jakarta, PAC IPNU se-Jakarta Barat, dan Pelajar-pelajar se-Jakarta barat. (Hasbi Asydqye/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan

Tarim, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Para pelajar Indonesia asal Jawa Timur yang berdomisili di Yaman mengadakan silaturahim, kongkow dan doa bersama merayakan Hari Pahlawan Nasional. Acara ini diselenggarakan di ruang pertemuan Beit As-Segaff Aidid, Tarim, Yaman.

Pada mulanya acara ini direncanakan akan digelar tepat pada tanggal 10 November lalu, namun ada beberapa anggota lembaga mengikuti ujian. Akhirnya jadwal diundur seminggu setelahnya, yaitu Kamis malam (17/11).

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan

Meski begitu, arek-arek Jatim tetap antusias hadir merayakan Hari Pahlawan yang kebtulan berbarengan dengan hari lahirnya organisasi pelajar Jawa Timur di Yaman bernama Keramat Jatim ini.

Acara dihadiri lebih dari 120 pelajar Jatim dari berbagai lembaga pendidikan. Mulai dari Universitas Al-Ahgaff, Darul Musthafa, Darul Aydrus, Darul Madinah, Madrasah Al-Aydrus, Ribat Al-Muhajir dan lainnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir juga di tengah acara Ketua PCINU Yaman H. Imam Rahmatullah dan para tamu undangan yang mewakili organisasi-organisasi daerah di Yaman.

Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan Salawat Nabi, kongkow dan doa bersama. Kongkow termasuk acara inti itu diramaikan dengan doorprize santai dan humor khas Jawa Timuran yang membuat suasana acara menjadi hidup dan penuh gelak tawa.?

Usai sesi doa teruntuk pahlawan yang dipimpin Habib Abdul Qadir Al-Haddar, dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter sejarah berdirinya organisasi Keramat Jatim dan cuplikan sambutan para mantan ketua dari periode-periode sebelumnya.

"Meskipun kita belajar di institusi yang berbeda, bukan berarti kita berbeda. Kita ini satu kesatuan. Kita harus jaga silaturahim sesama arek Jawa Timur yang studi di Yaman sampai pulang ke tanah air dan sampai kapan pun," ujar Zah Faid, mahasiswa Al-Ahgaff asal Gresik yang menjabat sebagai ketua organisasi Keramat Jatim periode 2016--2017.

Acara berjalan dengan lancar diakhiri dengan salaman seluruh hadirin. Lalu dilanjutkan sesi ramah tamah dengan menu hidangan opor ayam khas nusantara sebagai obat kerinduan para santri garuda pada tanah air tercinta. Dan sesi terakhir ditutup dengan foto bersama di penghujung acara. (Azro/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, AlaNu, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

"NU didirikan untuk mewujudkan ukuwah islamiyah dan membangun solidaritas, serta tidak  memandang golongan," katanya dalam kunjungan kerja atau turba PBNU dan PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5). 

Menurutnya, NU adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk untuk memajukan kekuatan budaya, pendidikan dan menjaga tali persaudaraan antar manusia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai Organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah jama’ahny sekitar 70 juta umat, NU harus menjadi contoh dan terdepan dalam menyerukan perdamaian," jelas Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Terkait kekerasan yang mengatas namakan SARA, ia menegaskan bahwa secara tegas NU menolak segala bentuk kekerasan apalagi perang yang digelorakan oleh kelompok garis keras. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam perang tidak ada namanya perang suci, tapi yang ada pembantaian dan menghilangkan nyawa manusia," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah