Minggu, 15 November 2015

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka membangun semangat segenap pengurus baru PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmah 2015-2017 yang baru saja dilantik, mereka menggelar orientasi peningkatan kinerja (upgrading), Ahad (5/4) Siang.?

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Demak lantai 3, Jl Sultan Fatah No Demak. Acara diikuti oleh segenap Pengurus IPNU-IPPNU Demak yang berjumlah 100 orang, terdiri dari 50 IPNU dan 50 IPPNU. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi, dan Kaderisasi’.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc, MSi yang juga direktur Pasca Sarjana STAIN Kudus serta Ahmad Syafiq selaku mantan Ketua PC IPNU masa khidmat 2010-2012 yang juga DKN CBP PP IPNU masa khidmat 2012-2015 guna menjadi pemateri. Acara dipandu oleh Dzawits Tsiqoh selaku Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi PC IPPNU Demak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Rekan-rekanita, kalian telah resmi dilantik dan sah secara organisasi untuk menjalankan segenap tugas dan fungsi organisasi, namun kiranya agar dalam penyusunan program kerja nantinya dapat terarah, maka kita perlu meng-upgrade semangat dan pemikiran, ibarat perangkat elektronik aplikasi harus di upgrade agar tidak out of date,” ungkap Dzawits memulai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim menuturkan, melalui kegiatan serta pengarahan ? ini, yang melibatkan alumni IPNU-IPPNU serta tokoh dari banom NU lain pihaknya optimis kepengurusan ini bisa bekerja secara totalitas dan optimal dengan melaksanakan beberapa program yang nanti akan dirumuskan pada rapat kerja.

“Kami sangat berharap agar semua pihak mendukung perjuangan kami ini," ujar Abdul Halim.

Senada dengan Abdul Halim, Ketua PC IPPNU Demak, Istiqomah menegaskan agar amanat dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing. “Serta tiap pengurus harus memahami apa yang harus dilakukan merujuk berbagai tantangan kedepannya,” tegasnya.

Selain dari dataran PC IPNU-IPPNU Demak, agenda tersebut juga dihadiri perwakilan kader dari tingkat ranting, komisariat, dan anak cabang agar program yang hendak disusun dalam rakercab benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan kader di grass root. (Rifqi Jamil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 04 November 2015

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berharap kepada pengurus lembaga-lembaga di tingkat pusat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Baik tugas sebagai pimpinan, keumatan, serta kebangsaan.

“Kita berharap bahwa NU periode 2015 menjadi lebih baik daripada periode sebelumnya. Dan itu tanggung jawab kita,” katanya pada sambutan pelantikan pengurus lembaga-lembaga di PBNU yang berlangsung di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (16/9).

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Menurut kiai trah Syekh Nawawi Al-Bantani tersebut, saat ini banyak tugas yang harus dipikul pengurus NU yang telah dirumuskan pada Muktamar 33.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tugas itu, lanjut dia, adalah menjaga melindungi menjaga umat dari paham-paham yang cara berpikirnya menyimpang. “Kita menjaga umat kita dari cara berpikir radikal yang menimbulkam masalah baik nasional maupun internasional. Radikal dalam agama maupun radikal sekuler,” jelasnnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai yang Ketua Umum MUI ini meminta untuk tetap menjalankan NU sesuai misi-misi yang telah ditentukan dengan cara-cara yang santun, tidak keras, tapi juga tidak halus.

Ia memperjelas lagi, menjalankan NU, pengurus-pengurus harus dengan kesukarelaan, kebersediaan, dan mengajak umat pun bukan dengan cara memaksa atau intimidasi.

Kemudian, harus menerima perbedaan dan pandangan-pandangan kalangan lain, tidak bersikap egois dan fanatik yang menganggap diri hanya kita yang benar.

“Saling mencintai dan menyayangi dengan orang berbeda agama, tidak saling membenci dan bermusuhan. Inilah prinsip Islam Nusantara,” tegasnya.

Kedua, kata dia, tugas pengurus NU adalah menjaga umat agar tidak? berpikir tekstual yang hanya mengandalkan nash. Kita mengakomodasi kreativitas berpikir sepanjang dalam koridor ajaran agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 31 Oktober 2015

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. AM Fatwa, salah satu politisi senior menuturkan, salah satu kepribadian KH Idham Chalid yang layak diteladani adalah kebiasaannya bersilaturrahmi dengan para kiai dan ummat.

“Beliau memiliki tradisi bersilaturrahmi yang sangat baik, setiap minggu berkeliling menemui para kiai. Ini persamaan beliau dengan Gus Dur,” katanya ketika melayat ke rumah duka di Cipete, Jakarta, Senin.

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

AM Fatwa: Tradisi Silaturrahmi Idham Cholid Layak Diteladani

Fatwa mengaku telah mengenal Idham Chalid sejak tahun 60-an. Ia menilai silaturrahmi yang dilakukannya juga menjadi salah satu kekuatan politiknya. “Beliau tak pakai teori politik macam-macam, tetapi dekat dengan kultur,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada para tamunya, baik para ulama atau orang biasa yang datang dari luar Jakarta untuk berkunjung ke rumahnya juga selalu disambut dengan baik. “Beliau melayani kebutuhan umat yang jauh, selalu memberi kenangan apa adanya, meskipun nilainya kecil, tetapi sangat berarti buat mereka,” terangnya.

Tradisi seperti inilah yang sudah jarang terlihat dikalangan para tokoh umat dan partai berbasis Islam saat ini yang sudah bersikap birokratis terhadap tamu-tamu. “Beliau tak mempersulit menerima tamu, mereka yang datang selalu memberi informasi yang baik atau buruk, semuanya ada manfaatnya,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang jelas, kemampuannya menjadi ketua umum PBNU selama 28 tahun menunjukkan kematangannya dalam berpolitik dan tak banyak orang yang mampu melakukannya.

"Beliau layaknya air, yang menjadi sumber kehidupan, sekaligus lentur, mampu menyesuaikan diri, tapi bukan berarti tidak punya pendirian, karena air juga memiliki kekuatan dahsyat," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 28 Oktober 2015

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Korps PMII Putri (Kopri) Indramayu memberikan bantuan kepada Yayasan Tresna Wredha Kasih Ibu, Sabtu (24/12). Aksi social ini merupakan rangkaian dari refleksi peringatan hari ibu beberapa hari lalu. Mereka sebelumnya melakukan penggalangan dana di seputar Jalan Perempatan Mangga, Kota Indramayu.

"Nanti hasil penggalangan dana itu akan langsung diberikan kepada Yayasan Tresna Wredha Kasih Ibu yang berada di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Di sana banyak ibu-ibu jompo dan lanjut usia," ujar Ketua Kopri Indramayu Maymay Muthmainnah.

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri Indramayu Galang Dana Bantu Lansia

Menurut May, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan kepekaan sosial bagi kader-kader Kopri PMII Indramayu.

"Ini juga sebagai bentuk spirit dalam mengimplementasikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan membentuk intelektual kader dan anggota Kopri Indramayu," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Momentum hari ibu ialah bentuk refleksi untuk lebih menyayangi dan mencintai para pejuang perempuan Republik Indonesia.

"Bahwa para pelaku sejarah keterlibatan perempuan dalam berjuang memerdekakan negara ini patut diapresiasi dan menjadi motivasi untuk kita sebagai kader penerus," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Oktober 2015

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

Puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berlangsung meriah, Jumat (23/12), di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Presiden? Joko Widodo yang hadir malam itu turut mengungkapkan testimoninya.

Di hadapan ribuan hadirin, ia mengaku masih terngiang dengan pemberian hadiah peci yang biasa dipakai Gus Dur. Peci yang terbuat dari kulit rotan tersebut diberikan langsung oleh Nyai Shinta Nuriyah Rahman Wahid pada Kamis, 26 September 2013 dalam sebuah acara di The Wahid Institute, Menteng, Jakarta.

"Pada haul ke-7 Gus Dur, pemberian peci itu menjadi pengingat saya, pengingat-ingat bagi kita semuanya, untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur," kata Jokowi yang malam itu mengenakan sarung dan kopiah hitam.

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Terkesan dengan Hadiah Peci Gus Dur

Teladan tersebut, rinci Jokowi, meliputi ketulusan Gus Dur dalam menjaga silaturahim yang melampaui sekat-sekat primordial, kesederhanaannya, keikhlasannya melayani masyarakat, dan pengorbanannya untuk bangsa dan negara.

Jokowi membeberkan, pagi tadi ada yang berbisik agar peci tersebut dipakai pada malam puncak haul Gus Dur. Namun karena sedang disimpan di Solo dan tak memungkinkan mengambilnya dalam waktu singkat, maka ia tak memakainya malam ini. "Tahun depan insyaallah saya pakai," ujar Jokowi disambut tawa hadirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan itu mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para pemuka dari lintas agama, dan para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Oktober 2015

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU

Sumbawa Besar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa Besar (KSB) memberikan ruang dan waktu khusus kepada perguruan tinggi Universitas NU NTB untuk ? melakukan sosialisasi pada momentum Konferensi Cabang ke-22 pada hari Sabtu 16/05/15 dengan tema "Menyongsong Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU NTB Sosialisasi Kepada PCNU

"Sosialisasi ini kami lakukan atas permintaan tokoh-tokoh NU dan termasuk ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Sumbawa Besar (KSB)," kata Kepala BAAK UNU NTB Retno Sirnopati, S.Fil, M.Hum didamping stafnya Bahman Saputra kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, 16/05/15

UNU menurutnya merupakan salah satu perguruan tinggi baru di Nusa Tenggara Barat yang menyediakan 10 program langka dan akan menjadikan program studi unggulan ke depannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih kata Retno sapaan akrabnya, momentum seperti ini (Konfercab) akan terus ditangkap karena memang masyarakat di Nusa Tenggara Barat belum semua mengetahui keberadaan UNU yang menjadi representasi dari lembaga pendidikan Nahdliyin di tingkat perguruan tinggi.

Dalam sosialisasi UNU ini pihaknya membawa brosur, kalender, sticker dan identitas perguruan tinggi UNU lainnya. (hadi/mukafi niam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Hadits, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 23 Oktober 2015

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Rais ‘Aam Syuriyah PBNU KH Ma’ruf Amin ingin Lembaga Bahtsul Masail (LBM) menjadi dapur panduan dan penetapan hukum di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejak awal, ia menghendaki adanya kegiatan Bahtsul Masail agar PBNU memiliki stok hukum.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada pengurus LBM untuk adanya kegiatan ini. Saya memang menghendaki bahtsul masail menjadi dapur untuk panduan-panduan dan penetapan hukum baik yang menyangkut kerangka maudluiyyah, waqi’iyyah, maupun qanuniyyah’,” ujar Rais ‘Aam di hadapan peserta bahtsul masail bertema “Konsep Islam Nusantara” di lantai 5 gedung PBNU, Kamis (4/2) malam.

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: LBM PBNU Jadi Dapur Penetapan Hukum

Dahulu, lanjut Kiai Ma’ruf, di NU hanya waqi’i saja. Tapi dirasakan mulai dari Munas Lampung pada 1992 para kiai memformalkan pentingnya ada maudlhui. Sehingga ada masalah tematik yang harus dibahas. “Dan ini tidak hanya ketika ada munas atau muktamar saja, sehingga kita punya berbagai konsep yang kita jadikan keputusan di lingkungan NU,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Kiai Ma’ruf, para kiai juga merasakan adanya persoalan perundang-undangan yang sangat kompleks. Ada yang sifatnya usulan RUU, ada review sekaligus mengamati proses RUU yang sedang disiapkan. “Oleh karena itu, NU harus terlibat agar semua UU itu minimal tidak bertentangan dengan hukum Islam,” tegas kiai yang juga Ketua Umum MUI ini.

Keterlibatan tersebut antara lain melalui sejumlah usulan dan rekomendasi dari komisi bahtsul masail atas RUU, dan review atas UU yang ada. Oleh karenanya, NU kemudian menetapkan pada Munas 2005 di Surabaya tentang bahtsul masail maudluiyyah.

“Jadi kita perlu tahu historical background lahirnya komisi maudluiyyah ini. Bahkan, di bahtsul masail kita tambah satu lagi yaitu iqtishadiyyah. Karena masalah ekonomi terus berkembang dan tidak bisa kita biarkan tanpa panduan yang hukum-hukumnya terus ditanyakan masyarakat,” papar Kiai Ma’ruf.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dan yang paling dinamis itu justru masalah ekonomi ini. Terutama di pasar modal, ada ijarah berbasis proyek. “Kalau dulu berbasis bentuk bangunan, karena bangunan sudah habis maka kemudian yang dijaminkan itu proyek yang mau dibangun. Kita harus selalu merespons berbagai perkembangan yang terjadi ini,” tandasnya.

Apalagi sekarang ini Presiden Jokowi telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuainya sendiri.? “Jadi ini ada perkembangan yanbg luar hiasa yang nanti kita selalu siap merespons produk-produk yang akan lahir di Indonesia. itu yang harus disiapkan LBM,” tegas Rais ‘Aam.

Senada dengan Kiai Ma’ruf, Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi yang berbicara pada sesi sebelumnya menegaskan perlunya PBNU mencermati perundangan-undangan. Ia beralasan, UU merupakan norma yang mengikat masyarakat. “Ini sasaran Islamisasi syariat kita. Jangan biarkan norma-norma yang mengikat itu yang jelas sangat powerful karena didukung negara, sementara kita tidak pernah menjamahnya,” ujar Kiai Masdar. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah