Jumat, 02 Agustus 2013

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan.?

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Hal tersebut diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustdaz Muhammad Nur Harisuddin saat menjadi khatib di masjid Al-Istiqamah, kampus Politeknik Negeri Jember, Rabu (6/7).?

Menurutnya, kebersambungan kesalehan tersebut bahkan menjadi ? tolak ukur keberhasilan ibadah puasa Ramadhan. "Kalau puasa diibaratkan latihan, maka pasca Ramadhan, tentu hasil latihan itu bisa diterapkan bahkan ditingkatkan," ucapnya.

Selain itu, kata ustadz Haris, Ramadhan dan Idul Fiti juga mengajarkan manusia untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Sangat relevan menegakkan puasa Ramadlan di tengah gencarnya kapitalisme global yang mengusung "paham" konsumerisme. Konsumerisme sebagai gaya hidup yang boros ini secara faktual ditopang oleh kehadiran materialisme dan hedonisme. Jika materialisme adalah aliran yang memuja benda dan berfokus pada benda, maka hedonisme adalah sebentuk gaya hidup yang menyandarkan kebahagiaan pada kenikmatan belaka. ?

"Puasa Ramadlan mempunyai tujuan besar: mengendalikan nafsu konsumerisme secara berlebihan. Dan mereka yang menang di hari yang fitri bukan yang banyak bergelimang barang konsumsi, melainkan mereka yang bertambah ketaatan dan ketaqwaannya," tukasnya. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Muchammad Eksan saat menjadi imam dan khatib di masjid Sunan Nur, Lingkungan Talangsari menegaskan bahwa ketaqwaan terdiri dari dua dimensi. Yaitu dimensi kemanusiaan dan dimensi ketuhanan. Kedua dimensi itu harus berjalan seiring. Tidak boleh hanya salah satunya yang dilakukan.?

"Sebab, yang sebenar-benarnya taqwa itu adalah totalitas dari ? aspek kemanusiaan dan aspek ketuhanan sekaligus," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh pesantren Nuris 2 Mangli, Kaliwates itu ? menyatakan bahwa pengejawantahan taqwa dari sisi kemanusian itu adalah gemar berbagai, bersedekah, menolong oran lain dan sebagainya. Namun demikian, dari sisi ketuhanan, taqwa itu adalah rajin beribadah, shalat, puasa dan sebagainya. Terkait dengan maaf, inilah sisi lain dari perwujudan taqwa. Katanya, salah dan benar adalah hal biasa, bahkan menjadi ciri khas makhluq yang bernama manusia. Manusia bukan malaikat yang benar terus. Tapi juga bukan syetan yang salah terus.?

"Karena itu, momentum lebaran ini kita jadikan ajang saling memaafkan atas segala kesalahan dan dosa ? yang telah kita perbuat," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 25 Juli 2013

Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan orang menghadiri haul KH Umar Abdul Mannan di Kompleks Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Laweyan Solo, Senin (29/7) malam. Banyaknya jamaah yang hadir menurut KH Abdullah Sa’ad merupakan salah satu simbol kemuliaan yang didapat oleh Mbah Umar.

Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Umar Al Muayyad Termasuk Wali Abdal

Kemuliaan tersebut didapat salah satunya karena Mbah Umar tatkala hidupnya memiliki sangu komplit (bekal yang cukup). Sehingga Mbah Umar mendapat derajat sebagai ‘Alim ‘Allamah.

“Orang kalau sangunya komplit, seperti pohon yang banyak buahnya,” kata Pengasuh Pesantren Plesungan Karanganyar itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Modal cukup yang dimaksud di sini, ketika mondok Kiai Umar setidaknya telah menguasai tiga ilmu utama. Yakni belajar ilmu tauhid dan syariat (fiqh) di Termas Pacitan dan di beberapa pondok lain. Kemudian belajar Al-Qur’an kepada Mbah Munawwir Krapyak, dan terakhir mendalami tasawuf kepada Mbah Manshur (Pesantren Popongan Klaten).

Selain itu Mbah Umar juga termasuk wali abdal. Diantara tanda wali abdal, yakni tidak memiliki putra, dan Mbah Umar hingga akhir hidupnya tidak dikaruniai keturunan. “Husnudzon saya, Mbah Umar termasuk wali abdal,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan K.H. Ma’shum Lasem, dan K.H. Mubasyir Mundzir, Bandar Kidul, Kediri, dua ulama sepuh yang termasyhur sebagi kekasih Allah, pernah menyatakan bahwa Kiai Umar yang seumur hidupnya selalu menjaga wudhu dan shalat berjamaah itu adalah salah seorang anggota wali autad, yakni tingkatan yang setiap masa anggotanya hanya empat orang.

Dalam acara yang bertepatan dengan malam 21 Ramadhan tersebut juga dibacakan manaqib Mbah Umar oleh KH Wafirurrahman (Salatiga). Diantara akhlak Mbah Umar, yakni memiliki sifat sabar, tidak pernah memukul santri. Selain itu dia juga dikenal sebagai orang yang dermawan. Hampir setiap malam kalau punya makanan disedekahkan kepada para tukang becak dan sebagainya.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong

Lubuk Alung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah -

Kader Ansor yang banyak bermukim di pedesaan harus jeli melihat peluang sektor pertanian untuk peningkatan ekonomi dan mengatasi pengangguran. Banyak peluang komoditi pertanian yang bisa dikembangkan sesuai dengan potensi lokal masing-masing.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana Senin (29/5) kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, saat meninjau lokasi kebun timun yang ditumpangsarikan dengan jagung yang dikelola kader Ansor Lubuk Alung, Nofri Alman di Korong Kampung Baru, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman.

Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Padang Pariaman Dorong Pemanfaatkan Lahan Kosong

Menurut Zeki Aliwardana, seperti penanaman timun yang ditumpangsarikan dengan jagung, terbukti mampu menekan ongkos petani yang sudah dilakukan kader Ansor di Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman ini. Sistem penanamannya, beberapa hari menjelang jagung dipanen, bibit timun langsung ditanam. Setelah jagung dipanen, batang jagung seharusnya dibuang, tapi kini dibiarkan berdiri yang akan dijadikan junjungan timun. Jadi biaya bisa dihemat.

“Kebutuhan pasar timun dari Lubuk Alung ini cukup banyak. Karena tidak hanya dipasarkan di Lubuk Alung saja, tapi sampai ke Pekanbaru dan Padang. Karena itu, Ansor Padangpariaman terus mendorong kadernya agar peduli dengan pertanian,” kata Zeki mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, generasi muda tidak perlu muluk-muluk cara berpikirnya, tapi minim karyanya. Biarlah berbuat sederhana, bekerja, bertani, tapi menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi sehingga mampu menunjang ekonominya sendiri. “Banyak lahan yang masih kosong di lingkungannya harus dimanfaatkan dengan tanaman. Lihat tanaman apa yang bisa ditanam, lakukan penanaman,” kata Zeki.

Mereka yang memiliki ilmu pertanian praktis, silakan dampingi petani, ajarkan cara bertani lebih baik sehingga hasilnya maksimal dengan ongkos yang lebih bisa dihemat. Disayangkan masih banyak generasi muda kita yang mengabaikan lahan produktif untuk menghasilkan sesuatu produk pertanian, kata Zeki.

Ia mengakui banyak pemuda sekarang yang ingin cari senang saja untuk mendapatkan sesuatu. Cepat dapat uang banyak tanpa banyak berusaha dan bekerja keras. Padahal kesuksesan seseorang tersebut ditentukan sejauhmana dari usaha yang dikerjakannya. “Kerja yang ringan, gaji besar, ingin jadi kaya, tapi tidak mau susah. Inilah prinsip yang banyak menghantui pemuda saat ini,” kata Zeki menambahkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sudah saatnya pemuda memanfaatkan potensi dan kondisi lokal masing-masing. Dengan memanfaatkan potensi lokal, memperkuat ekonomi lokal tersebut, secara tidak langsung sama artinya memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makanya Ansor terus mendorong kadernya untuk mengembangkan potensi lokal, termasuk pengembangan sektor pertanian ini,” tutur Zeki. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 11 Juli 2013

PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Partai Kebangkitan Bangsa mulai mengambil langkah untuk melakukan klarifikasi secara utuh tentang rencana pemindahan makam Nabi Muhammad di dalam kompleks masjid Nabawi. Jika diperlukan, ada pernyataan tertulis yang menegaskan, makam Rasulullah tidak dibongkar.

Pada Senin, (8/9) duta besar Kerajaan Arab Saudi Mustafa Ibrahim Al Mubarak mengunjungi kantor DPP PKB, Senin (8/9) siang untuk melakukan tabayun (klarifikasi) soal pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW.

PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB akan Minta Kepastian Tertulis, Makam Nabi Tak Dipindah

Ketua DPW PKB Jawa Tengah yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan, pertemuan dengan dubes tersebut merupakan langkah pertama dari rencana kunjungan PKB dan kiai NU ke Saudi Arabia untuk menegaskan tidak ada pemindahan makam nabi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Nanti bila perlu kami minta pemerintah Arab Saudi memberikan pernyataan tertulis sehingga bisa meyakinkan umat sekaligus itu menjadi jaminan bagi kita agar makam Rasulullah tidak akan pernah dipindahkan. Langkah ke depan, kita akan kawal apakah ini benar-benar berita bohong atau berita yang dapat diendus oleh pihak tertentu,” tandasnya.

Mustafa Ibrahim Al Mubarak beserta rombongan disambut langsung Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH A Aziz Mansyur, Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar, dan beberapa pejabat teras partai berlambang bintang sembilan itu. Pertemuan ini digelar di lantai 1 Graha Gus Dur Jl Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pantauan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, di luar gedung terparkir sebuah mobil Mercy bernomor polisi CD 27 01 berbendera warna hijau bertuliskan lafadz “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah.” Sementara di dalam gedung hadirin memenuhi ruangan hingga meluber ke ruang lobi. Tampak pula sejumlah politisi PKB, antara lain Imam Nahrawi, Marwan Ja’far, Safira Rosa Machrusah, dan KH Maman Imanulhaq.

Maman Imanulhaq menjelaskan Partai Kebangkitan Bangsa yang konstituennya adalah mayoritas Nahdliyin (sebutan warga NU) memiliki tanggung jawab untuk mengawal seluruh ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). PKB berkepentingan melakukan klarifikasi ketika merebak isu bahwa pemerintah Arab Saudi akan memindahkan makam Rasulullah SAW.

“Dalam literasi kami, pemindahan itu adalah sebuah kedzaliman. Dan itu hanya dilakukan oleh orang yang dalam beberapa referensi disebut sebagai orang murtad. Nah, tetapi sebagai partai kami memiliki mekanisme untuk mendengar keluh kesah masyarakat di bawah. Kami juga mendengar khutbah-khutbah yang mulai keras. Kami khawatir ini akan memperburuk situasi. Itulah mengapa kami meminta tabayun kepada pemerintah Arab Saudi,” ujar Kang Maman.

Kang maman, sapaan akrab kiai muda asal Majalengka ini menambahkan, sikap tegas Muhaimin tentang pentingnya tabayun itu yang pertama benarkah pemerintah Saudi akan melakukan pembongkaran itu. 

“Kedua, agar kami tidak terjebak oleh adu domba pihak yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

“Duta besar mengatakan itu berita bohong. Direkayasa agar menimbulkan kekacauan khususnya pada saat ibadah haji. Menurut beliau, rencana perluasan Madinah tidak akan mengganggu makam Rasulullah,” tambah Kang Maman. (musthofa asrori/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Ubudiyah, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Juli 2013

Kang Said Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2016 di Jepang

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia kembali mengadakan program Jenesys 2016 yang terselenggara pada 10-20 Januari 2017 di Tokyo. Program pertukaran pelajar dan pemuda untuk mengenal kultur dan budaya Jepang kali ini akan terselenggara dan diikuti oleh perwakilan dari NU dan Muhammadiyah.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) tampak senyum ketika melepas para delegasi dari NU yang berjumlah 10 orang pelajar dan pemuda.

Kang Said Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2016 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2016 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2016 di Jepang

Kang Said berpesan, setiap negara memiliki budaya yang tidak akan pernah berbenturan dengan ajaran agama yang dipeluk oleh para warganya. Sebab agama pasti membawa kedamaian. Namun, pada praktiknya akan menjadi rumit jika ternyata justru kepentingan politik yang dominan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Apalagi jika berpolitik dengan menjadikan agama sebagai alat untuk menghantam semua musuh-musuh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini menyampaikan agar peserta memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan dunia.

"Di sana (Jepang) harus memberikan apa yang terbaik buat mereka, beri penjelasan tentang Islam Nusantara. Mereka harus melihat bahwa Indonesia adalah tempat yang aman, nyaman, dan damai bagi siapapun," kata Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 Juni 2013

Prihatin Politisasi NU di Pilkada

Indramayu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang digelarnya Pilkada Jawa Barat tanggal 24 Februari mendatang, dengan banyaknya oknum pengurus NU yang berdomisili di Jawa Barat, terlibat aktif mengkampanyekan Cagub-Cawagub tertentu, baik dipanggung terbuka maupun di ruang tamu masing-masing.



Prihatin Politisasi NU di Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Politisasi NU di Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Politisasi NU di Pilkada

Merespon hal tersebut, para kiai NU Kultural sekabupaten Indramayu mengadakan silaturahim dan istihgotsah untuk kebaikan Jawa Barat, di Pondok Pesantren Ummul Quro, Kertasemaya Indramayu (20/2) lalu.

?

“Kegiatan ini sebagai bentuk keperihatinan para kiyai dan ustadz NU kultural Indramayu atas maraknya perselingkuhan para pengurus aktif NU yang terlibat aktif mengkampanyekan calon gubernur atau wakil gubernur tertentu” Kata KH Nasrulloh Afandi, MA ketua panitia pelaksana, selepas acara.

?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pengangkatan kalimat NU Kultural dalam acara ini, lanjut Kang Nasrul, adalah sebagai upaya pemurnian sekaligus ‘tamparan’ terhadap personalia NU, banyak yang berteriak-teriak NU Khittah, tapi dilanggarnya sendiri. Ini suara tangisan para kiyai NU kultural se-kabupaten Indramayu, NU jangan terlibat apalagi dilibatkan dalam dukung-mendukung Cagub atau Cawagub tertentu”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

“Jadi, kalau kiai atau ustad NU mau berpolitik, dipersilahkan sesuai posisi dan kemampuan masing-masing sebagai warga negara yang baik, jika cuman mampu berpolitik di tingkat desa atau bahkan RT/RW ya cukup bermain politik di tingkat itu saja, tidak usahlah menyeret-nyeret NU, apalagi sengaja masuk jajaran pengurus NU sengaja hanya untuk ? tujuan kendaraan politik,” tandas Mahasiswa Program Doktor Universitas Al-Qurawiyin Maroko itu.?

Sedangkan KH Nur Amin, Sesepun NU kabupaten Indramayu, mengatakan, “Siapapun yang masih aktif duduk di ? jajaran pengurus NU di tingkatan manapun mulai ranting sampai PB, ? jika ia terlibat aktifitas politik, maka ia wajib dipecat dari struktur NU. Apalagi nyata-nyata banyak orang yang kemampuan agamanya apa adanya tapi mereka berebut ingin jadi pengurus NU.”?

Hal senada juga banyak disampaikan oleh para kiai dan ustad lainnya yang hadir dalam kesempatan itu.

?

Rentetan acara itu diawalai dengan Istighosah yang dipimpin oleh KH Jamali sesepuh NU Indramayu Tengah yang juga Ketua MUI Kab. Indramayu, sedangkan do’a dipimpin oleh KH Afandi Abdul Muin Syafi’i atau Abah Afandi, sesepuh NU Indramayu yang juga asli santrinya pendiri NU KH Hasyim Asy’ari itu.

Di pesantren asuhan KH Nawawi itu, tampak hadir para kiai dan ustad NU kultural perwakilan dari seluruh kecamatan seluruh Kabupaten Indramayu.

?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Abni Abu Zidan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak kiai yang terhormat. Di kampung saya ada tanah sebelah masjid kosong (mepet masjid) dan itu masih dalam lingkup tanah wakaf masjid. Di situ ditanami buah (pisang,sayuran,ketela ) oleh takmir masjid dan hasilnya untuk pribadi.

Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh yang seperti itu. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warhahmatullahi wabarakatuh. (Muhammad Syafiin/Blora)

--

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi

Saudara penanya yang kami hormati. Sebelum menanggapi pertanyaan dari saudara Syafiin di Blora, kami mohon maaf atas keterlambatan jawaban ini.

Saudara Syafiin yang dirahmati Allah. Wakaf merupakan anjuran agama Islam yang sangat baik untuk dilaksanakan oleh pemeluknya. Orang yang mewakafkan asetnya demi kemaslahatan umum atau sering disebut waqif dijanjikan akan mendapatkan bonus pahala yang mengalir, meskipun ia telah meninggallkan bisingnya kehidupan dunia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahkan kebanyakan ulama ketika memberikan penjelasan mengenai hadis yang menjelaskan bahwa diantara amal yang tidak putus pahalanya adalah sedekah jariyah, mereka mengartikan bahwa sedekah jariyah tersebut adalah wakaf.

Dalam masalah wakaf ada empat komponen dasar yang tidak bisa lepas yakni pihak/orang yang wakaf (waqif), penerima wakaf (al-mawquf alaih) dalam hal ini adalah nadhir maupun pihak-pihak yang menerima wakaf, barang yang diwakafkan (al-mawquf), dan shigat (ijab qabul) dari kedua belah pihak. Dan dalam tiap-tiap komponen ini terdapat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

Selanjutnya mengenai penggunaan barang wakaf dalam hal ini penanaman sekaligus pemanfaatan lahan kosong sebagaimana pertanyaan yang saudara sampaikan pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan umum artinya kaum muslimin maupun warga di sekitar berhak mengambil manfaatnya atau hasilnya diperuntukkan untuk kepentingan masjid. Adapun si penanam boleh mengambil hasilnya untuk kepentingan pribadi, dengan kadar yang paling sedikit diantara nafkah dan ongkos standar (tidak boleh lebih dari upah minimal pekerja yang ada di daerah tersebut).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dasar pengambilan hukum ini adalah kitab I’anah at-Thalibin:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rujukan di atas pada intinya menjelaskan bahwa menanami pohon di tanah yang diwakafkan untuk masjid pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan kaum muslimin, sedangkan apabila hanya untuk dinikmati oleh pribadi, maka hukumnya tidak boleh, meskipun tidak merugikan masjid. Demikian pula boleh menjual hasil tanamannya jika untuk kepentingan kaum muslimin atau hanya kepentingan masjid. Saudara penanya yang dimuliakan Allah. Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa subtansi pemanfaatan tanah wakaf sekali lagi adalah untuk kepentingan masyarakat luas (‘amat al-muslimin). Bukan untuk kepentingan pribadi maupun satu golongan tertentu.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maftukhan ad-Damawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Kajian Islam, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah