Sabtu, 09 Juli 2011

Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Makassar memperingati harlah ke-61 IPNU dan ke-60 IPPNU dengan mengadakan Bincang Santai ? bersama Romahurmuzy yang juga putra pendiri IPNU KH Moh Tolchah Mansoer pada Sabtu, 28/2/2015.?

Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, IPNU-IPPNU Makassar Gelar Bincang Santai Bersama Romahurmuzy

Kegiatan yang bertema “Posisi Generasi Muda NU dalam Persoalan Kabangsaan Hari Ini” dilaksanakan di Jalan Cendrawasih ? Makassar. Dalam sambutannya, ketua IPNU Makassar Muh. Nur mengungkapkan apresiasi tinggi kepada Romy yang menyempatkan bersilaturahim dengan rekan-rekanita IPNU-IPPNU kota Makassar di tengah kesibukannya.?

“Sebagai senior kami di IPNU yang telah berkecimpung di level nasional, kami mengharap nasehat dan arahan Gus Romy untuk memajukan organisasi ke depan,” katanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Romy mengatakan, sebagai generasi muda NU, IPNU-IPPNU harus konsisten di garis perjuangan NU di tengah maraknya organisasi Islam radikal yang sudah mulai masuk di Indonesia.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar, kaum muda NU harus berkontribusi dalam memajukan bangsa ini,” imbuh Romy.?

Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Ikatan Alumni Pesantren Annahdlah (IAPAN) Firdaus Dahlan, Sekretaris IAPAN Badruzzaman Harisah, Ketua IPPNU Makassar Azizah, Mantan ketua IPPNU DKI Jakarta dan puluhan kader IPNU-IPPNU dan Pengurus IAPAN Makassar. red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 07 Juli 2011

Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelar peringatan Nuzulul Quran pada Jumat (3/7) sore. Acara peringatan turunnya al-Quran ini diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim.

Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuzulul Quran, Ansor NTB Berbagi bersama Anak Yatim

Kegiatan yang berlangsung di? di Aula Kantor PWNU NTB, Mataram, tersebut lalu dilanjutkan dengan shalat taraweh dan tadarus al-Quran pada malam harinya. Anak yatim yang menerima santunan datang dari Yayasan Baitul Amien Pejeruk Mataram sebanyak 20 anak.

"Ramadhan kali ini alhamdulillah? kami? atas nama pimpinan Ansor NTB bisa berbagi rezeki untuk berbuka puasa sebelum bisa berbagi rezeki kayak pejabat," kata Suaeb Qury, Ketua PW GP Ansor NTB sebelum adzan magrib tiba.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mantan Ketua PMII Kota Mataram ini di hadapan sekitar 50 orang mengatakan, pihaknya kegiatan serupa juga bisa diikuti oleh Pimpinan Cabang GP Ansor di NTB.

Selain Hasan, tampak hadir Sekrtaris PC GP Ansor Mataram Fadil Adli, Ketua PC GP Ansor Lombok Barat Mujahid Ahmad, Ketua PC GP Ansor Lombok Timur Abdul Hafidz, para pengurus PC GP Ansor Lombok Utara. Sementara dari PW NTB hadir M husni Abidin (wakil ketua), M. Akri (sekretaris), dan Umar Ahmad Seth (wakil sekretaris).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasan Basri Ketua PC GP Ansor Mataram yang didaulat sebagai penceramah pada kesempatan itu menyampaikan, esesi puasa adalah belajar untuk jujur dan belajar untuk berbagi. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 27 Juni 2011

PBNU Nyatakan Dukacita Mendalam untuk KH Idris Marzuki

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan belasungkawa atas wafat salah seorang gurunya, KH Ahmad Idris Marzuki, Senin (9/6). Menurut Kiai Said, keluarga besar Nahdlatul Ulama kembali kehilangan seorang ulamanya.

Atas nama pribadi dan seluruh warga NU, KH Said Aqil Siroj yang juga tercatat sebagai alumni pesantren Hidayatul Mubtadiien Lirboyo, menyampaikan dukacita mendalam. Di mata Kiai Said, almagfurlah adalah ulama besar yang memiliki sifat zuhud.

PBNU Nyatakan Dukacita Mendalam untuk KH Idris Marzuki (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nyatakan Dukacita Mendalam untuk KH Idris Marzuki (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nyatakan Dukacita Mendalam untuk KH Idris Marzuki

"Saya masih ingat saat Muktamar NU di Lirboyo pada 1999. Saat itu Kiai Idris berusaha keras menyukseskan pelaksanaan Muktamar. Padahal fasilitas pesantren Lirboyo waktu itu tidak seperti sekarang," terang Kiai Said.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam pernyataannya, Kiai Said terakhir bertemu Almagfurlah pada 4 Juni 2014 saat bersama-sama menghadiri Haul Pesantren Ploso, Kediri.

"Tidak ada pesan apapun. Beliau masih senyum-senyum. Yang jelas Kiai Idris meninggal dalam kondisi tenang karena meninggalkan murid dalam kondisi yang sudah sangat baik. Jasa beliau sangat besar," tambah Kang Said mengenang pertemuan terakhir di Ploso.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Almagfurlah Kiai Idris menurut rencana akan dimakamkan di pemakaman keluarga di area masjid lama pesantren Hidayatul Mubtadiien, Senin (9/6) malam ini. (Samsul Hadi Karim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 23 Juni 2011

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebelum dinyatakan lulus, para peserta Kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Lamongan, Jawa Timur, diharuskan melewati beberapa rintangan. Mereka harus bisa melewati ujian pemecahan sandi dan latihan fisik seperti merayap, rolling, koprol, bahkan berjalan di atas beling (glass-walking).

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Kaderisasi Ansor Jalani Latihan Fisik

Ya. Kaderisasi GP Ansor di daerah Pantura Lamongan kembali digalakkan kemarin (28/9). Gabungan Satkoryon Banser Paciran, Solokuro, Laren, dan Maduran menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di gedung SMA Mazra’atul Ulum Paciran yang diikuti 210 peserta.?

Kegiatan ? yang bertemakan ‘Membentuk Kader Banser yang Tangguh dan Militan’ itu meliputi materi Ke-Ansor-an, Ke-Banser-an, Kamtibmas, Caraka Malam, Gemblengan, dan Pembaiatan. Hadir dalam even itu Dansatkorwil Banser Jatim, Ketua GP Ansor Cabang Lamongan, Dansatkorcab Banser Lamongan, dan Kapolsek Paciran.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya, H. Imam Khusnin Ahmad, Dansatkorwil Banser Jatim, menyampaikan bahwa tantangan bagi kader Banser ke depan akan semakin berat. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapabiltas dan kompetensi anggota Banser melalui berbagai diklat dan kursus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu saat atraksi glass-walking para peserta dengan langkah mantap melewati hamparan pecahan kaca/beling yang ditata sepanjang enam meter tanpa alas kaki. Hebatnya tak ada satupun peserta yang terluka. Semua peserta dapat melewati semua rintangan dengan baik dan selamat. Akhirnya semua peserta dinyatakan lulus Diklatsar dan di baiat oleh Dansatkorcab Banser Lamongan, Mursam.

Sebelum memimpin baiat, Mursam menyampaikan agar anggota Banser harus mempunyai militansi yang tinggi terhadap ideologi Islam ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Farid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 Juni 2011

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah

Purwakata, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan jam kerja yang berbeda dengan aturan yang ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jam kerja di Kabupaten Purwakarta itu mengacu pada sunah Rasulullah.

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa, Jam Kerja di Pemkab Purwakarta Ikuti Sunah Rasulullah

Surat Edaran Men PAN dan RB No 03/2016 menetapkan jam kerja bagi pegawai negeri sipil, TNI, dan Polri selama bulan Ramadan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB. Namun tidak semua pemerintah daerah mematuhi aturan dalam surat edaran itu. Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu di antaranya. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengumumkan jam kerja selama Ramadan bagi PNS dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir pukul 13.30 WIB.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Dedi, langkah pemerintah kabupaten ini mengacu pada sunah Rasulullah yang menyebut bahwa setelah menjalankan makan sahur dan salat Subuh seyogianya tidak tidur lagi, tapi segera bersiap menjalani aktivitas seperti biasa. Dedi menegaskan agar aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta ditaati oleh semua pegawai.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kultur kita, kan, berbeda. Sudah seharusnya setiap tata aturan birokrasi itu mengacu pada kultur dan tidak boleh digebuk rata. Anda boleh hitung jarak rumah ke kantor. Toh tidak terlalu jauh dan tidak akan terjebak macet. Alasan lain yang harus diperhatikan adalah jangan pernah kita membangun kebiasaan tidur setelah salat Subuh. Selain mengundang penyakit, ini tidak sesuai dengan sunah Rasulullah," kata Dedi dalam rangkaian acara silaturahmi menjelang Ramadan yang dilanjutkan dengan olahraga bersama dengan segenap PNS eselon II, III, dan IV di Taman Maya Datar, Jumat (3/6).

Menurut Bupati, jam kerja yang berakhir pukul 13.30 memberikan ruang bagi pegawai untuk mempersiapkan menu berbuka yang sehat bagi seluruh keluarganya. "Ibadah puasa bagi kami di Purwakarta bukan sekadar ibadah personal, tetapi momentum untuk mendidik semua anggota keluarga kami. Ada ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan itu semua dengan pulang pukul 13.30," ujar Dedi.

Dedi mengimbau kepada semua pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta agar fokus menjalankan ibadah puasa dan ibadah?ibadah yang lain. Ia menilai seharusnya semua pegawai diliburkan selama bulan Ramadan kecuali pegawai yang berada pada sektor pelayanan publik seperti puskesmas, rumah sakit, dan layanan kependudukan.

?

"Jika semua libur, tentu tidak akan dipusingkan dengan orang?orang yang datang meminta THR ke kantor. Semua fokus berkontemplasi dalam ibadah," ujar Dedi. (Novianty/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 Juni 2011

Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak Lebih Berhasil

Brebes,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Hasanudin mengajak para guru Raudlatul Athfal (RA) untuk menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Pasalnya, dunia anak tidak boleh lepas dari dunia permainan yang menyenangkan. Usia dini sangat menentukan bagi keberhasilan seseorang sepanjang hayatnya. Dengan pembelajaran menyenangkan akan lebih berhasil. 

“Keberhasilan pembinaan pada usia dini akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja di masa dewasanya,” kata Hasanudin saat mengisi seminar peningkatan mutu pendidikan bagi guru TK/RA Muslimat NU, di gedung NU Jalan Yos Sudarso Brebes, (29/12) kemarin.

Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak Lebih Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak Lebih Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak Lebih Berhasil

Menurut ayah dari Abhinaya Fawwaz Nurhasan dan Tsurayya Nafeeza Nurhasanah, masa usia dini disebut sebagai usia emas perkembangan. Masa tersebut hanya datang sekali dan tidak dapat ditunda atau ditangguhkan kehadirannya. Di sinilah, perlu adanya sinergitas dalam penanganan pendidikan anak usia dini dengan memikul bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Ia menambahkan, guru TK atau RA sangat berperan dalam proses belajar karena berkaitan erat dengan cara kerja dan perkembangan otak anak. Tugas pendidik, hanyalah menyediakan kesempatan bermain bagi anak dengan berbagai variasi, menyediakan alat permainan dalam jumlah yang cukup, menyediakan waktu bermain hingga anak menuntaskan gagasannya dan memberikan pendampingan, pijakan, penguatan, bantuan, dan assessment perkembangan anak. “Buatlah anak anak TK/RA senang tanpa beban,” ucap Hasanudin yang Konsultan PAUD dan Trainner Dewi Hughes Foundation.

Kepala Sekolah Alam Pelopor Bandung ini menegaskan, pada usia emas (golden age) 50 % kemampuan belajar seseorang ditentukan pada 4 tahun pertamanya (0-4 tahun); 30% berkembang pada 4 tahun berikutnya (4-8 tahun). Hal-hal yang dipelajari seseorang sepanjang hidupnya dibangun di atas dasar  ini (0-8 tahun); dan 20% sisanya berkembang pada 10 tahun berikutnya  (8-18 tahun). 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain Hasanudin, ikut memberikan materi Kepala Seksi TK Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Hj Roisah yang menyampaikan materi Implementasi Pendidikan Karakter Kurikulum 13 Anak Usia Dini.

Ketua Panitia Hj Nurhalimah SH menjelaskan, seminar diikuti 200 peserta yang berasal dari guru RA dilingkungan TK Muslimat NU se-Brebes utara. Kegiatan yang sama juga digelar di Bumiayu. Diharapkan peserta bisa bertambah wawasan dalam menerapkan pembelajaran di RA, sehingga anak didik bisa makin berkualitas. 

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, setiap tahun para guru RA dilingkungan Muslimat NU selalu mendapatkan pembinaan. Apalagi perkembangan anak dan lingkungan sekitar berubah drastis. Termasuk peningkatan alat peraga pendidikan yang musti diperbaharui dengan peningkatan kreativitas, inovasi dan mutu guru. (Wasdiun/Abdulllah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 06 Juni 2011

Gus Dur dan Syair Arab Jahiliyah

Oleh Fathurrahman Karyadi

Dalam salah satu wawancara dengan Jaya Suprana, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebutkan sebuah syair indah. Tak hanya dalam wawancara itu, di kesempatan lain pun Gus Dur sering mengutip syair ini. Termasuk diantaranya ngobrol santai KH. Maman Imanulhaq ? bersama Gus Dur yang terekam dalam salah satu CD berjudul ”Tawa dan Canda Gus Dur”.

Gus Dur dan Syair Arab Jahiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Syair Arab Jahiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Syair Arab Jahiliyah

Syair berbahasa Arab ini dikarang oleh seorang pujangga Arab kenamaan pra Islam, yaitu Al-Nabighah al-Dzubyani. Bagi Gus Dur Syair inilah yang mempengaruhi hidupnya. Bahkan dari syair ini pula kemudian Gus Dur mampu merubah dirinya sebagai sosok pemberani dan tokoh pluralisme (PLUR: peace, love, unity and Respect). Sehingga di kemudian hari ia melahirkan jargonnya ”Gitu aja kok repot” ? yang diadaptasi dari syair ini dengan Kaidah fiqhiyyah berbunyi ”Al-masyaqqah tajlib al-taisîr” (Kesulitan itu bisa mendatangkan kemudahan), Hadtis Nabi ”Yassirû wa lâ tuassirû” (Permudahlah sesuatu dan jangan mempersulit) serta firman Allah dalam Al-Baqarah: 185, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” ?

Berikut kutipan syair yang dimaksud:

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

فإÙ? Ùƒ شÙ…س واÙ„ملوك كواÙƒب ? # إذا طÙ„عت لم Ù? بد Ù…Ù? هÙ? كوكب

ولست بÙ…ستبْق أخاÙ‹ لا تلمه # ? على شعØ« أÙ? اÙ„رجاÙ„ اÙ„مهذبØŸ

فإÙ? أÙƒ مظÙ„وماÙ‹ فعبد ظلمتÙ‡ # وإÙ? تك ذا عتبىØ› فÙ…ثلك Ù? عتب

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamu seperti matahari, sedangkan raja yang lain adalah bintang. Apabila matahari terbit maka bintang-bintang yang lain tidak mampu menunjukkan diri. Kamu tidak mungkin menemukan saudara yang tidak kamu cela karena kesalahan kecil. Apakah mungkin ada orang yang tanpa cela? Jika aku dikhianati maka aku adalah hanya seorang hamba yang kau khianti. Jika Kamu orang yang menyalahkan perbuatanku, maka sosok sepertimu sungguh rela.”

Siapa Al-Nabighah Al-Dzibyani?

Ia bernama asli Abu Umamah Ziyad bin Muawiyah Dhabab bin Jabir bin Yarbu’ bin Ghaidz bin Marrah bin ‘Auf bin Sa’d bin Dzibyan. Karena sejak muda pandai berpuisi ia lebih terkenal dengan panggilan ”Al-Nabighah” yang berarti seorang yang pandai berpuisi. Ibnu Qutaibah berpendapat, dinamai demikian karena salah satu puisi pernah menyebut kalimat “Nabightu”.Ia merupakan salah seorang tokoh penyair terkemuka Arab Jahiliyyah ? dan juga menjabat sebagai dewan hakim dalam perlombaan puisi yang diadakan di pasar Ukadz.?

Sebagian besar ahli sastra Arab mendudukan puisi Al-Nabighah pada deretan ketiga sesudah sesudah Umru al-Qais dan Zuhair bin Abi Sulma. ? Ketika perlombaan deklamasi dan berpuisi ? para penyair berdatangan dari segala penjuru tanah Arab semuanya berkumpul di pasar Ukadz, Daumat al-Jandal, dan Dzil Majanah. Dalam kesempatan ini, mereka mendirikan panggung untuk dewan juri, dan salah seorang dari dewan juri itu adalah Al-Nabighah sendiri, karena dia dikenal sebagai seorang yang mahir dalam menilai puisi. Dan apabila ada puisi yang dinilai baik, maka puisi itu akan ditulis dalam lembaran khusus dengan menggunakan tinta emas, kemudian digantungkan pada dinding Ka’bah sebagai penghormatan bagi penyairnya.

Penyair ini selalu berusaha mendekatkan dirinya kepada para pembesar dan menjadikan puisinya sebagai alat yang paling ampuh untuk mendapatkan kedudukan dan kekayaan. Oleh karena itulah ia kerapkali dihasut oleh lawannya. Al-Nabighah termasuk salah seorang pemimpin para bangsawan kabilah Dzubyan, hanya saja karena usahanya mendapatkan harta melalui puisi, mengurangi kemuliaannya. Hampir seluruh umurnya, ia habiskan di kalangan keluarga raja Hira, sehingga raja Hira yang bernama Numan bin Mundzir sangat cinta kepadanya, sehingga dalam suatu riwayat dikatakan bahwa penyair ini di kalangan raja Hira selalu memakai bejana dari emas dan perak, dan hal itu menunjukkan kedudukannya yang tinggi di sisi raja Hira. Ini berlangsung cukup lama, sampai salah seorang saingannya memfitnahnya dan menghasut Numan, sehingga ia marah dan merencanakan untuk membunuh Al-Nabighah. Salah seorang pengawal Numan secara diam-diam menyampaikan berita tersebut, sehingga Al-Nabighah pun segera melarikan diri dan meminta perlindungan ke

pada raja-raja Ghossan yang menjadi saingan raja-raja Manadzirah dalam memperebutkan penguasaan atas bangsa Arab. ? Namun, karena lamanya persahabatan yang ia jalin dengan Numan bin Mundzir, Al-Nabighah berusaha untuk membersikan diri atas fitnah yang ditujukan kepadanya dan meminta maaf kepadanya dengan puisi-puisinya untuk melenyapkan kebencian Numan dan meluluhkan hatinya, serta menempatkan kembali posisinya semula di sisi raja Numan bin Mundzir. Hal tersebut dapat dilihat dalam puisi itidzariyat (apologi)-nya berjudul Lawm wa’tidzar sebanyak 12 bait seperti yang dikutip diatas. ?

Keistimewaan puisi Al-Nabighah bila dibandingkan dengan puisi Umru al-Qais dan Zuhair bin Abi Sulma, lebih indah dan kata-katanya lebih berbobot, bahasanya sederhana sehingga mudah dimengerti oleh semua orang. Dan para penyair lain pun tidak jarang yang meniru gaya Al-Nabighah dalam berpuisi, sehingga orang yang suka akan kelembutannya puisinya, seperti Jarir, menganggap bahwa ia merupakan penyair Jahiliyyah yang paling piawai. Ketergiurannya untuk mencari penghidupan dengan puisi, justru membuka teknik baru dalam jenis puisi madah (pujian) serta melakukan perluasan dan pendalaman dalam jenis puisi itu, sehingga dia mampu memuji sesuatu yang kontradiktif.?

Hingga kini pun kumpulan puisinya masih banyak digemari. Diantaranya dikomentari oleh Batholius, diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Perancis oleh Monsiur Dierenburg pada tahun 1868. Al-Nabighah berusia panjang dan meninggal pada 18 SH / 605 M, menjelang keutusan Nabi Muhammad Saw.?

Gus Dur dan Sastra Arab

Secara sosiologis sastra merupakan refleksi lingkungan budaya dan satu teks dialektis antara pengarang dan situasi sosial yang membentuknya atau merupakan penjelasan suatu sejarah dialektik yang dikembangkan dalam karya sastra. Sehubungan dengan ini sering dikatakan bahwa syair merupakan Diwan al-`Arab yaitu antologi kehidupan masyarakat Arab (Khafajy, 1973:195). ? Artinya, semua aspek kehidupan yang berkembang pada masa tertentu tercatat dan terekam dalam sebuah karya sastra seperti syair atau puisi.

Dalam sejarahnya, sejak kecil Gus Dur amat mengandrungi sastra. Ketika usainya masih terbilang muda bacaanya sudah serius, dari filsafat, cerita silat, sejarah, hingga sastra. Di antara karya Sastra yang dibacanya ialah karya Ernest Hemingway, John Steinbach, dan William Faulkner. Di samping itu, ia juga membaca sampai tuntas beberapa karya Johan Huizinga, Andre Malraux, Ortega Y. Gasset, dan beberapa karya penulis Rusia, seperti: Pushkin, Tolstoy, Dostoevsky dan Mikhail Sholokov. Gus Dur juga melahap habis beberapa karya Wiill Durant yang berjudul ‘The Story of Civilazation’. Yang paling berat karya Faulkner,” kenang Gus Dur seperti yang dikutip Hernadi Tanzil.?

Persentuhannya dengan dunia sastra Arab dimulai ketia ia menempuh pendidikan pesantren di Tegalrejo Magelang di bawah asuhan Kiai Chudhori. Di sana bersama seluruh santri ia diwajibkan menghapal teks-teks klasik yang merupakan pelajaran inti pesantren. Teks tersebut lebih banyak berupa puisi berbahasa Arab seperti al-Imrithy, alfiyah, Uqud al-Juman dan sebagainya.?

Jiwa sastranya semakin menggebu ketika Gus Dur meneruskan rihlah ilmiahnya ke Al-Azhar Cairo Mesir. Ia menghabiskan waktu di salah satu perpustakaan yang terlengkap di Kairo, termasuk American University Library, serta toko-toko buku. Lalu pada tahun 1966 Gus Dur pindah ke Irak, sebuah negara modern yang memiliki peradaban Islam yang cukup maju. Di universitas ini pula ia banyak bertemu guru-guru luar biasa. Ada salah satu data menarik yang penulis temukan yaitu catatan Gus Dur pada tahun 1389 H atau 1969 M di salah satu cover buku kuliah di Baghdad yang dikarang oleh dosennya itu sendiri:

"Ust. Rasyid Abdurrahman al-Ubaidi adalah seorang guru yang pertama kali mempengaruhi perhatianku dalam bidang gramatika Arab. Oleh karenanya, aku ingin lebih mengenal beliau selama mengajariku, agar aku bisa mencapai derajat sebagaimana yang telah beliau capai."

Di kampus ini pula ia diwajibkan menghapal lebih banyak syair sebagai syarat ujian akhir semester. Selama empat tahun wajib menghapal sebanyak 2500 syair atau 625 bait syair setiapo tahunnya. Dari sinilah ia banyak mengenal, hapal dan terpikat oleh pujangga-pujangga Arab klasik, Al-Nabighah Al-Dzibyani salah satuya. Hingga tak heran tiga bait di atas menjadi pegangan hidupnya.

KH. Husein Muhammad menuturkan, melalui syair ini Gus Dur termotivasi kuat untuk senantiasa sabar menghadapi segala cobaan. ”Bila engkau mencacimaki orang lain, maka orang lain akan mencacimu,” demikian sedikit yang tersirat dari syair tersebut. Irwan Masduqi menambahkan bahwa syair ini dikutip Gus Dur diantaranya ketika beliau merasakan tekanan psikologis saat sedang menghadapi hujatan dari lawan-lawanpolitiknya. Jadi relevan dengan suasana hati dan sosial-politiknya. Gus Dur juga tak takut orde baru dan politikus-politikus saat itu karena Allah laksana matahari yg lebih pantas ditakuti.

KH. Maman Imanulhaq yang mewawancarai Gus Dur tentang syair ini menyimpulkan bahwa konflik di antara saudara bukanlah hal baru. Kepentingan dan kekuasaan jadi faktor utama persaingan itu. Sehinga, jangan heran bila kita dicaci maki oleh saudara sendiri. Kerendah hatian, kecerdasaan n kecerdikan yg akan menyelamatkan kita. Hingga kita bisa keluar jadi pemenang di tengah kepungan orang-orang yang punya ambisi akan kekuasaan.

Penulis adalah Mahasiswa Ma’had Aly Pesantren Tebuireng. Makalah ini disarikan dari berbagai sumber dan disampaikan dalam Halaqah Intelektual Muda Pesantren Bersama Tokoh Lintas Agama, Peringatan 1000 Hari Wafatnya Gus Dur di Tebuireng 28 September 2012. (Red: Anam). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Halaqoh, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah