Selasa, 22 Februari 2011

Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Puluhan warga yang tergabung dalam Kaum Nahdliyin Peduli Desa (KNPD) di Jombang, Jawa Timur, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Mereka meminta dewan untuk memanggil Bupati Nyono Suharli Wihandoko guna mengaji ulang Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana Desa di Kabupaten Jombang Tahun 2016. Peraturan tersebut dinilai telah merampas kedaulatan desa.

"Kita meminta kepada para dewan ini untuk memanggil bupati, ingatkan dia," kata Aan Ansori, salah satu Pengurus KNPD di hadapan dewan.

Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Pasung Kedaulatan Desa, Nahdliyin Jombang Desak Perbup Dikaji Ulang

Pada Perbup tersebut secara teknis dijelaskan bahwa nominal penganggaran dana desa, sama pada setiap kebutuhan desa. Ketentuan-ketentuan tersebut yang dianggap menjadi titik krusial permasalahan yang diangkat oleh KNPD.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Zainudin, Koordinator KNPD mengungkapkan bahwa masing-masing desa di Jombang sangat tidak mungkin memiliki kebutuhan dan prioritas yang sama, melihat tipologi atau kondisi di setiap desa yang niscaya beragam. "Padahal di masing-masing desa jelas memiliki kepentingan yang berbeda," katanya, Selasa (16/8/2016).

Untuk itu, lanjut dia penyeragaman anggaran tersebut hanya membuat masyarakat di suatu desa tidak memiliki keleluasaan untuk mengelola dan menentukan kebutuhan yang sesuai dengan keberadaan desa. "Perbup itu telah mengebiri rekognisi, hak dan kedaulatan desa," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahkan, menurut dia, ketentuan nominal penganggaran itu sangat berpotensi adanya tindak korupsi. Di Perbup itu juga secara jelas tertulis penyalahgunaan anggaran secara nominal.

"Sangat berpotensi adanya? tindak korupsi dan politisasi anggaran, karena acuannya di situ tidak sesuai antara pos satu dengan yang lainnya, misalnya di pos satu kebutuhan yang mendesak malah anggarannya diperkecil dan pos yang tidak begitu penting malah anggarannya besar," paparnya.

Sebagai salah satu bentuk kekecewaannya, KNPD menaburi? Perbup dengan bunga di halaman DPRD yang disaksikan polisi, wartawan, dan dewan sebagai tanda matinya kedaulatan desa. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Santri, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 09 Februari 2011

Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU?

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendiri Pergerakan Mahahsiswa Islam Indonesia (PMII), Mahbub Djunaidi dikenal luas sebagai tokoh yang sangat dekat dan mengagumi Presiden Soekarno. Tak heran, nuansa aliran kiri dalam pemikirannya cukup terasa. Tapi toh Mahbub tak tertarik pada Partai Komunis Indonesia (PKI) dan justru memilih NU. Kenapa?

Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Mahbub Djunaidi: Kenapa Papa Memilih NU?

Kegelisahan ini diungkapkan putra kelima Mahbub, Isfandiari, saat memberi kesaksian tentang kepribadian ayahnya dalam “Simposium Pemikiran Mahbub Djunaidi dan Pendidikan Jurnalisme Kader” yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta, Kamis (28/11).

“Kenapa sih Papa tidak menyoblos PKI, kok malah nyoblos Partai NU?” kata Isfandiari mengisahkan dialognya bersama Mahbub semasa NU menjadi partai politik. Isfandiari mengaku, saat itu ia masih menganggap NU sebagai kelompok yang konservatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena di NU ada ruh yang nyaman,” ujarnya menirukan jawaban Mahbub.

Isfandiari mengatakan, ia mengenal banyak tentang NU dari ayahnya. Menurut dia, NU merupakan organisasi yang toleran dan terbuka. Mahbub dinilai memberikan inspirasi yang kaya dalam diri dan keluarganya dengan pikiran-pikiran yang hampir selalu di luar alur umum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pak Mahbub itu menurut saya manusia langka. ini bukan karena saya anaknya, tapi memang begitu,” kata pria pecinta motor ini.

Mahbub, kata Isfandiari, tak pernah mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi profesi tertentu, termasuk mengikuti jejaknya, baik sebagai sastrawan maupun tokoh pergerakan. Mahbub yang wafat tahun1995 memberi keleluasaan bagi anak-anaknya untuk menemukan jati diri mereka sendiri. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam rangka menyongsong bulan Muharram, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan mengadakan lomba esai tingkat mahasiswa secara nasional.

Berdasarkan rilis yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, lomba esai? ini mengambil tema “Kontribusi Pemuda Muslim dalam Optimalisasi Potensi Negeri untuk Mewujudkan SDG’s 2030” dengan delapan subtema, yakni pendidikan, teknologi, ekonomi, pariwisata, sosial budaya, pertanian, maritim, dan politik dan hukum. Pendaftaran lomba tersebut dibuka mulai 25 Juli hingga 27 September 2017.

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai Tingkat Mahasiswa

Proses registrasi dapat dilakukan melalui pesan singkat (SMS) ke Shohibur Rida (085803352712) dengan format NIEC 2017_Nama_Perguruan Tinggi. Untuk mengikuti lomba esai, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp40.000 untuk gelombang pertama dan Rp50.000 untuk gelombang kedua.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peserta merupakan mahasiswa D3 atau S1 dari perguruan tingi negeri atau swasta di seluruh Indonesia. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal dua karya untuk dilombakan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Rokhi Regar, selaku ketua panitia kegiatan tersebut menuturkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan sarana berkreasi bagi mahasiswa. "Lomba ini menjadi ajang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan daya intelektualitas dan kreativitas dengan memberikan gagasan untuk kemajuan bangsa," tuturnya.

Informasi lebih lanjut berkenaan dengan lomba tersebut dapat menghubungi ke 085729009987 (Ahmad Rokhi Regar) dan 085727510020 (Ricka Ulfatul Faza) atau mengunjungi portal resmi penyelenggara di http://nuunnes.com.

Hadiah lomba esai tersebut adalah Rp1.500.000(Juara I), Rp1.000.000 (Juara II), dan Rp750.000 (Juara III). Selain itu seluruh peserta juga akan mendapatkan e-sertifikat dari panitia. (Red:Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 05 Februari 2011

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Masjid Jami’ al-Munawwarah yang terletak di kompleks kediaman KH Abdurrahamn Wahid (Gus Dur) Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kembali menjadi tempat pengucapan dua kalimat syahadat seorang muallaf, Sabtu (19/1) siang.

Seorang perempuan bernama Stephanie Ade Irawan hari ini berketetapan hati masuk Islam. Turut hadir menjadi saksi istri mendiang Gus Dur Ny H Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Wasekjen PP LDNU H Syaifullah Amin, Habib Hasan Dalil Alaydrus, dan sejumlah jajaran pengurus Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim.

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Masjid Gus Dur Tuntun Syahadat Seorang Muallaf

”Apakah ada yang memaksa?” tanya Habib Hasan sebelum membimbing syahadat. ”Tidak,” jawab Stephanie.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Berarti dari hati?” sambung Habib Hasan.”Ya, dari hati,” Stephanie menganggukkan kepala.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum menuntun syahadat, Habib Hasan menjelaskan bahwa Islam bersifat rasional dan menentang unsur pemaksaan dalam beragama. Selain menyinggung kearifan dakwah Rasulullah, ia juga menjabarkan secara singkat lima rukun Islam yang meliputi syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji.

Stephanie yang cukup lancar melafalkan dua kalimat syahadat dan terjemahannya itu disambut haru oleh kerabat dan tamu yang hadir. Karena bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi, prosesi masuk Islam ditutup dengan doa dan shalawat.

Menurut Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid Syaifullah, ini merupakan kali keempat Masjid al-Munawwarah menyelenggarakan kegiatan serupa. Bahkan, katanya, sudah tiga kali pelafalan dua kalimat syahadat dituntun langsung oleh Gus Dur.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron:

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 24 Januari 2011

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Purwakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta menggelar halaqoh dengan bahasana utama khadimul umah (melayani umat) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukatani pada Sabtu, (20/4).

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Menurut Ketua Pelaksana halaqoh, Drs. Bahir Muchlis, rumusan tersebut diupayakan untuk pedoman pengurus NU dalam bergerak.

“Karena, selama ini pergerakan NU Purwakarta tersendat karena berubahnya orientasi dari pengabdian menjadi kepentingan para pendompleng yang sempit dan kerdil,” katanya melalui press realease yang disampaikan kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah pada Jumat, (19/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Halaqoh yang akan diikuti para kiai NU tersebut diharap akan menghasilkan fatwa-fatwa yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer dalam menanggapi permasalahan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di antara output halaqoh tersebut diharapkan, pengurus NU semua tingkatan di Purwakarta melaksanakan komitmen mereka dalam melakukan kerja-kerja sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat sebagai ketegasan dari perwujuadan ber-NU yang rahmatan lil ’aalaamiin.

Pengurus NU semua tingkatan baik unsur syuriyah maupun tanfidziah memahami dan melaksanakan AD/ART NU dan perangkat peraturan lainnya sebagai pedoman dalam berorganisasi ala NU.

Komitmen Pengurus NU semua tingkatan untuk senantiasa melaksanakan program-program yang menyentuh hajat hidup jama’ah sebagai wujud dari pengkhidmahan terhadap umat.

Halaqah diharapkan dapat menghasilkkan fatwa-fatwa ulama NU yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer di Purwakarta yang menyangkut peribadahan dan kemasyarakatan.

Halaqoh ini merupakan salah satu dari rangkaian pra-Konferensi Cabang VIII dengan tema “Menata Kembali NU Purwakarta sebagai khadimul ummah untuk Purwakarta yang bermartabat”.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri  tiga Wakil  Skeretaris PBNU H. Abdul Mun’im DZ, M. Adnan Anwar, dan Enceng Shobirin Najd.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Nahdlatul, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 Januari 2011

Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung kini mulai melayani pendaftaran mahasiswa baru. Panitia penerimaan mahasiswa baru memberi dua alternatif pilihan pendaftaran bagi calon mahasiswa baru, yaitu bisa mendaftar langsung secara konvensional di kampus yang terletak di Jalan Suwandi Suwardi Temanggung, dan bisa pula mendaftar via online.

Hal ini disampaikan Pembantu Ketua III STAINU Temanggung Ahmad Taufik kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Kampus setempat, Kamis (17/3.

Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung

"Bagi para alumni pesantren yang tidak memiliki ijazah formal SMA dan sederjat, tapi memunyai ijazah madrasah aliyah dari salah satu pesantren, mereka tetap bisa mendaftar dan melanjutkan studi di STAINU Temanggung," kata Taufik. ?

Menurut Taufiq, dalam rangka menyambut tahun ajaran baru mendatang pihak kampus STAINU Temanggung sudah menyiapkan rusunawa sebagai asrama yang diperuntukkan terutama bagi calon mahasiswa baru tahun 2016 ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kendati demikian, kata Taufik, saat ini di rusunawa tersebut sudah ada beberapa mahasiswa yang menghuninya. Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari beberapa daerah dari wilayah Temanggung yang letaknya cukup jauh dari kota kabupaten.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengadaan fasilitas rusunawa ini juga dimaksudkan untuk menambah bimbingan dan pembinaan akademik bagi mahasiswa di lingkungan kampus STAINU. Yang telah dirancang ialah memberikan pembelajaran bahasa secara intensif khususnya bahasa Arab dan Inggris," imbuh Taufik.

STAINU Temanggung saat ini memiliki tiga program studi yang meliputi: Pendidikan Agama Islam (PAI), Manejemen Pendidikan Islam (MPI), dan Ahwal al-Syakhshiyyah (Syariah). (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 10 Januari 2011

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan jamaah memadati lapangan Mapolres Karanganyar, malam Jum’at (28/2), dalam acara Tabligh Akbar Polres Karanganyar Berdzikir yang diselenggarakan keluarga besar Polres Karanganyar Jawa Tengah.

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dilanjutkan bacaan sholawat dan maulid simtuddurar yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. Di tengah-tengah acara, seperti biasa Habib Syech mengajak para jamaah untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Usai bersholawat, dilanjutkan mauidoh hasanan yang disampaikan oleh Habib Ismail Al-Attas (Pekalongan). Beliau menyampaikan hubungan antara nasionalisme dan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan kelindan,” terang Habib Ismail.

Pada puncak acara, sang mursyid, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Pekalongan) memberikan wejangannya. Salah satunya tentang hakikat dzikir. Dzikir bukan sekedar ucapan penghias bibir, melainkan hal untuk merasakan kehadiran Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam berdzikir, kita dituntut dalam setiap ucapan. Bahkan tidak hanya itu, tetapi semua anggota badan kita juga bisa ikut berdzikir,” jelas Habib Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karanganyar juga melantik 24 Dai Kamtibnas, sebagai salah satu badan untuk menangkal ajaran radikalisme.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah