Minggu, 08 Agustus 2010

KH Ahmad Dimyati dan Perjuangannya Merintis Pesantren

KH Ahmad Dimyati, lahir pada 12 Februari 1955 di Kampung Bauwan, Serang, Banten. Ayahnya, Nurhalim bin Ilyas, berprofesi sebagai pedagang daging sapi dan kerbau. Ibunya, Siti Mardiyah binti Nawiyah, adalah ibu rumah tangga biasa.

KH Ahmad Dimyati adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Kakak-kakaknya adalah: Atiyah (almh), H. Damanhuri, A Sanusi (alm), Halimah, Hj Juwairiyah dan Hj Qibtiyah.

Tahun 1966, ketika Ahmad Dimyati duduk di kelas 4 SD, ayahndanya berpulang ke rahmatullah. Selajutnya, karena keadaan ekonomi yang kekurangan, oleh ibunya, Ahmad Dimyati diserahkan pengasuhannya kepada salah satu kakaknya yaitu Hj Juwairiyah.?

KH Ahmad Dimyati dan Perjuangannya Merintis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Dimyati dan Perjuangannya Merintis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Dimyati dan Perjuangannya Merintis Pesantren

Setelah beberapa lama tinggal bersama kakaknya, ia dibawa oleh Drs KH Ahmad Rifa’i Arief ke Pondok Pesantren Daar El-Qolam, dan mengaji kepada Ustad Sukarta. Selama belajar di Pesantren Daar El-Qolam, Ahmad Rifai termasuk santri yang paling berprestasi. Sejak kelas 1 sampai 6, ia selalu menjadi juara kelas. Kemampuannya yang palaing menonjol adalah dalam bidang nahwu dan Bahasa Arab. Oleh sebab itu, ia menjadi santri kesayangan KH Ahmad Rifa’i Arief.?

Pada tahun 1976, Ahmad Dimyati lulus sebagai alumni ke-3 Pondok Pesantern Daar El-Qolam. KH Ahmad Rifa’i memintanya untuk mengabdi di almamaternya. Saat masa pengabdian itu juga, ia melanjutkan proses studi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Serang, dengan beasiswa dari Pesantren.

Tahun 1980, ia lulus dari IAIN Serang sebagai Sarjana Muda. Dua tahun kemudian, ia menikah dengan Nyai Hj Sa’diyah, BA yang sama-sama kuliah di IAIN Serang. Nyai Hj Sa’diyah adalah putri dari KH Elon Syuja’i pendiri Pesantren Asy-Syujaiyah, Bantar Kemang, Bogor.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejak menikah itulah, KH Ahmad Dimyati hampir setiap hari bolak-balik Serang-Bogor. Pagi hari bakda subuh, ia mengajar di Pesantren As-Syuja’iyah Bantar Kemang. Setelah itu ia pergi ke Serang untuk mengajar di Daar El-Qolam. Barulah pada tahun 1985, ia mendapat restu dari gurunya untuk menetap di Bantar Kemang.

Restu dari gurunya, sungguh-sungguh dimanfaatkan oleh KH Ahmad Dimyati. Ia pun mulai berpikir bagaimana caranya agar Pesantren Asy-Syujai’iyah berkembang menjadi pesantren yang lebih baik. Dalam perkembangannya, Pesantren Asy’Syujaiyah berubah nama menjadi Pesantren Modern Daarul ‘Uluum.

Pesantren Daarul ‘Uluum memiliki jenjang pendidikan resmi dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai pengantarnya, mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Jumlah santrinya terus bertambah, hingga mencapai 800-an orang. Semua itu adalah berkat nama besar KH Elon Syuja’i dan juga buah dari gaya manajerial Drs KH Ahmad Dimyati.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Ahmad Dimyati begitu memperhatikan para santrinya. Menurutnya, santri adalah amanat dari para wali santri yang menitipkan anaknya ke pesantren. Tentang para santri, ia berprinsip, “Jagalah amanat itu dengan sebaik-baiknya.”

Perkembangan pesantren yang begitu pesat, tak sebanding dengan lahan yang ada yang hanya berukuran beberapa ribu meter saja. KH Ahmad Dimyati berinisiatif untuk mengembangkan Pesantren Daarul ‘Ulum di tempat lain. Ia bercita-cita bahwa Daarul ‘Ulum harus ada dan bersinar di mana-mana.

Awalnya ia mendapatkan tanah di Gelam, Serang. Namun, sayang keadaan di Gelam sulit air, sehingga terpaksa ditinggalkan. Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1994, ia mendapatkan tanah di daerah Tapos. Keadaan tanah di Tapos bagus, airnya banyak, dan suasananya sangat cocok untuk didirikan pesantren. Namun lagi-lagi, tanah itu harus ditinggalkan karen tidak mendapatkan izin dari pemerintah saat itu, dengan alasan tempat itu adalah daerah resapan air yang tak boleh didirikan bangunan.

Begitu sulit mencari lahan untuk mengembangkan pesantren. Namun, ia yakin dengan prinsip “Faidza azzamta fatawakkal ‘alallah.” Kata-kata itu sering diucapkan oleh KH Ahmad Dimyati dan merupakan falsafah hidup bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi kehidupan.

Tahun 1995, Pemerintah Kota Bogor menunjuk KH Ahmad Dimyati sebagai pembimbing jamaah haji. Pada saat itulah ia bermunajat kepada Allah di Multazam, meminta agar Allah SWT memberikan jalan baginya untuk mendapatkan lahan untuk pembangunan pesantren. Ia sangat yakin bahwa Allah akan membukakan jalan bagi hamba-Nya yang berjuang di jalan Allah. Semingu setelah pulang dari tanah suci, ia mendapatkan tanah di daerah Cigombong, perbatasan antara Sukabumi dan Bogor, tepatnya di Desa Ciburuy.

Tanggal 24 Juni 1996, tanah yang dibeli dari hasil keringat dan menjual rumah itu diresmikan menjadi sebauh pesantren yang diberi nama Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido. Nama Lido di belakangnya sengaja dipakai bukan karena dekat dengan Danau Lido, tetapi nama itu singkatan dari ‘Limpahan Doa’ sebagai rasa syukur atas terkabulnya doa yang dipanjatkan ketika berada di Multazam.

Karena aturan birokrasi untuk mengembangkan pesantren di lokasi yang baru itu, didirikanlah Yayasan Salsabila. Nama Salsabila diambil dari salah satu mata air di surga. Diharapkan Daarul ‘Uluum Lido dapat menajdi mata air yang menyejukkan umat kelak.

KH Ahmad Dimyati meninggal dunia pada tahun 1998, meninggalkan tujuh orang putra-putrinya. Kini Pesantren Daarul ‘Uluum Lido dikelola oleh putra-putri dan menantunya dan terus berkembang menjadi pesantren yang maju dengan jumlah santri mencapai 1900-an orang pada tahun 2016 ini. ? (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Hadits, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 30 Juli 2010

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai upaya mempererat tali silaturahim sekaligus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, alumni santri Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo melakukan Safari Maulid Nabi sekaligus Safari Santri di Desa Resongo Kecamatan Kuripan, Rabu (14/12).

Kegiatan yang melibatkan seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin ini dilakukan secara bergantian. “Selain itu menjalin silaturahim antara santri dan alumni, kegiatan ini bertujuan sebagai media dakwah di tengah masyarakat,” kata Sekretaris Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Indra Subiantoro.

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Santri Pesantren Nahdlatul Muta’alimin Safari Maulid Nabi

Menurut pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur ini, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin keakraban antara alumni, santri dan pondok pesantren agar tidak sampai putus. Disamping juga dakwah untuk pondok pesantren sekitarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar bisa menjalin komunikasi dan keakraban antara alumni, santri dan pondok pesantren tidak putus di tengah jalan. Sebab biasanya antara alumni dan santri ini jarang bertemu. Inilah bentuk kebersamaan yang terlihat diantara keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin,” jelasnya.

Indra Subiantoro menegaskan bahwa selama ini pondok pesantren yang diasuh oleh KH Abdul Ghoni Badlowi selalu berupaya agar setelah santri lulus bisa tetap berkomunikasi. “Jadi selain untuk meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga untuk memantapkan bahwa santri itu kuat kalau bersatu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 Juli 2010

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi

Sukoharjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KH Ahmad Baidlowi (46) terpilih menjadi Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, menggantikan (Alm) KH Maksum Waladi, saat rapat pleno di Kantor PCNU Sukoharjo, Ahad sore (17/3).

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Diamanahkan pada KH Ahmad Baidlowi

Ahmad Baidlowi merupakan pribadi yang populer di wilayah Sukoharjo, ia aktif diberbagai majelis dzikir, diantaranya pendiri majelis dzikir dan sholawat Al-Hidayah, pembina majelis taklim Al-Makrifat, pembina majelis taklim At-Taubah, ketua majelis Jamaah Muji lan Niru Rasul (Jamuniro) Sukoharjo. 

Sedangkan pengalaman di struktural NU, ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah MWC NU Grogol, Sukoharjo lalu pada Konfercab tahun 2010, Ahmad Baidlowi naik jabatan sebagai Wakil Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo periode 2010 – 2015. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sidang pleno dipimpin A’wan, Abdullah Faishol, dan Ketua PCNU HM Nagib Sutarno. Tampak hadir diantaranya K Ismail Toyib dan KH Najib Muhammad--keduanya Wakil Rais Syuriyah-- Katib HM Hafidz, Hj Hafidhah, Ketua Fatayat NU, Khomsun Nur Arief Ketua GP Ansor, dan Dahwan, perwakilan IPNU serta jajaran pengurus cabang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terpilihnya KH Ahmad Baidlowi, ditanggapi positif oleh Ketua PCNU Sukoharjo, H Muhammad Nagib Sutarno 

“Sosok KH Ahmad Baidlowi adalah figur yang entengan, memiliki jaringan luas di basis, dan salah satu pakar bahtsul masail PCNU Sukoharjo,” katanya.

Menurut Muhammad Nagib Sutarno, pergantian antar waktu kepengurusan PCNU Sukoharjo bukan yang pertama, satu bulan lalu juga ada proses PAW. Bendahara Cabang (Alm) Slamet digantikan oleh H Joko Purnomo, ketua LDNU, sedangkan wakil sekretaris H Sunardi, digantikan oleh Ketua Lakpesdam NU Sukoharjo, Cecep Choirul Sholeh.

Redaktur: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 06 Juli 2010

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kasus pelecehan seksual dan perkosaan, disertai dengan sadisme dan pembunuhan, terkuak cepat melalui beragam media elektronik, digital, dan cetak. Dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2016, ditemukan bahwa kasus kekerasan seksual tahun 2016 menempati peringkat kedua di ranah personal, dan peringkat pertama di ranah komunitas. 

Di ranah personal kekerasan seksual naik satu peringkat dari peringkat ketiga dalam Catatan Tahunan (Catahu) tahun 2015. Kekerasan dalam bentuk perkosaan sebanyak 72 % atau 2.399 kasus, pencabulan sebanyak 18% atau 601 kasus, dan pelecehan seksual sebesar 5% atau 166 kasus. Komnas Perempuan menyimpulkan bahwa setiap 2 jam terdapat 3 perempuan Indonesia yang menjadi korban kekerasan seksual.

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspada, Perkembangan Teknologi Menjadi Penyebab Menguatnya Kekerasan Seksual

Sejak bulan April 2016, publik dikagetkan oleh kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap YY (14 tahun) siswi kelas VIII sebuah SMP di Bengkulu oleh 14 orang pemuda setempat. Di Manado, kasus gang rape juga menimpa V (19), oleh 19 orang pria, dimana diduga 2 pelakunya adalah oknum polisi.

Di Lampung, Mis (10 tahun) siswi SD diculik, diperkosa dan ditemukan dalam keadaan meninggal. Di Medan, Mw (10 tahun), gadis cilik penyandang disabilitas diperkosa oleh pamannya sendiri. Di Metro, Lampung, NA (5 tahun) seorang murid sebuah taman kanak-kanak tahun menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh penjaga sekolahnya. Di Kediri, seorang pengusaha kaya raya memperkosa anak-anak SD dan SMP, dan ditengarai jumlahnya mencapai puluhan anak.

Data dan fakta di atas menunjukkan bahwa aturan dan atau perlindungan hukum yang ada sangat lemah dan tidak memadai untuk melindungi dan memulihkan korban dan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual yang berulang di masa depan. Tanpa menafikan adanya hubungan dan pengaruh antara minuman keras (miras) beralkohol, narkoba, dan pornografi dengan tindak kekerasan seksual, yang dalam banyak kasus hubungan dan pengaruh itu nyata adanya, khususnya dalam kekerasan seksual yang pelaku atau korbannya anak. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Alimat, sebagai gerakan kesetaraan dan keadilan dalam keluarga Indonesia perspektif Islam menilai bahwa akar masalah menguatnya kekerasan seksual karena terjadi tetimpangan relasi kuasa berbasis gender dan ketiadaan perspektif terhadap perlindungan anak di dalam keluarga, masyarakat dan negara. Selain itu, percepatan perkembangan teknologi informasi, yang tidak disertai dengan pembekalan tentang pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini yang memadai, sehingga membuat anak rentan menjadi pelaku maupun korban kekerasan seksual.

Menurut Ketua Alimat Badriayah Fayumi, lunturnya peran pendidikan yang dilakukan oleh orang tua (parenting) juga menjadi penyebab menguatnya kekerasan terhadap anak, sementara proses pembelajaran di sekolah belum maksimal mengenalkan pendidikan seksualitas dan pendidikan anti kekerasan dan pada saat yang sama masyarakat semakin permisif terhadap perilaku kekerasan.(Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Amalan, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Juli 2010

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menegaskan, penerapan kurikulum 2013 yang akan diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mesti mendukung terpeliharanya muatan lokal masyarakat setempat.

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif: Kurikulum 2013 Harus Dukung Muatan Lokal

”Sebab setiap sekolah mempunyai kelebihan-kelebihan lokal yang harus tetap dikembangkan,” kata Sekretaris PP LP Ma’arif NU Zamzami kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (2/4).

Zamzami menilai, kurikulum baru yang akan menggntikan KTSP ini lebih berorientasi saintifik. Siswa dituntut menemukan sendiri keilmuan yang ada, tanpa terlalu banyak menggantungkan diri pada pengajaran guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Secara prinsip LP Ma’arif mendukung. Tapi yang perlu diawasi kan implementasinya bagaimana,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya siap terlibat dalam proses sosialisasi kurikulum 2013.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LP Ma’arif NU, 21-23 Januari lalu, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Salah satu butir kesepakatan menyebutkan, pelaksanaan kebijakan Kemendikbud RI di lingkungan madrasah harus disesuaikan dengan karakteristik madrasah.

Lembaga yang menaungi pendidikan dasar dan menengah NU ini juga mendorong, madrasah-madrasah NU untuk memasukkan nilai-nilai di masyarakat, seperti kepesantrenan, kearifan lokal, dan tradisi ketimuran lainnya dalam kurikulum 2013.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 18 Juni 2010

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan dan Menag Lukman Hakim Saifuddin di Istana Merdeka, Jum’at (5/2).?

Dalam pertemuan tersebut didiskusikan masalah terorisme dan radikalisme yang menjadi ancaman di Indonesia. “Gangguan yang mengancam NKRI adalah radikalisme dan terorisme. Kita memberi masukan jaringan radikalisme, mengapa, kapan, dimana mulainya sampai Islam radikal menguat,” katanya di Gedung PBNU.

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketemu Jokowi, Kiai Said Diskusikan Terorisme dan Radikalisme

“Masalah darurat narkoba juga saya sampaikan. Saya akan mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menanganinya,” paparnya.?

Selain dua masalah penting tersebut, dalam pembicaraan itu, Kiai Said juga melaporkan berbagai kegiatan PBNU, termasuk rencana penyelenggaraan international summit, yaitu pertemuan ulama-ulama moderat dari seluruh dunia yang akan diselenggarakan pada Mei mendatang.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada Jokowi, Kiai Said juga menegaskan bahwa NU akan selalu di belakang konstitusi, siapapun presidennya. “Bung karno saja, ketika dipertanyakan sah atau tidak menurut agama Islam. Oleh Kiai Wahab dinyatakan sah sebagai waliyul amri bidhorurah. Nah, apalagi sekarang presidennya dipilih rakyat,” imbuhnya.?

Ia menegaskan, NU mendukung sejumlah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti revisi UU terorisme, edaran kapolri tentang ujaran kebencian, eksekusi terhadap bandar narkoba, dan lainnya.?

Pada pertemuan tersebut disepakati adanya kerjasama antara NU dengan Menkopolhukam terutama terkait dengan upaya deradikalisasi. (Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Sholawat, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Juni 2010

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Sebanyak 478 siswa dan siswi yang telah menyelesaikan pindidikan di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dilepas pengasuh Pesantren Fauzan I, KH Aceng Aam Umar Alam, Rabu (24/5). Para santri diminta tetap menjadi kader Aswaja, dan menjaga akhlakul karimah.

“Santri dan siswa Fauzan selalu dibekali wasiat untuk menjaga akhlakul karimah, karena ciri khas siswa yang belajar dibawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut harus memiliki akhlak yang baik. Karena sepintar apapun kita sebagai manusia maka tidak ada harganya, sebagaimana keterangan nabi kita menyampaikan bahwa "sesungguhnya diriku di utus untuk menyempurnakan akhlak,” tutur KH Aceng.

KH. Aceng Abdul Mujib atau di kenal dengan Aceng Mujib, menerangkan bahwa siswa yang di belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut dididik untuk menjadi kader-kader ASWAJA yang militan namun berdaya saing secara global.

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan KH Aceng Mujib untuk 478 Alumni Pesantren Al Fauzaniyyah

"Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya prestasi yang di raih oleh siswa, salah satunya yaitu juara desain web tingkat Kabupaten, Juara Pencak Silat tingkat Propinsi, Juara Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten, dan banyak lagi prestasi yang di raih oleh siswa-siswa yang belajar di SMP, MA dan SMK Fauzaniyyah," bebernya.

Dikatakan Aceng Mujib, sebanyak 478 siswa yang telah menyelesaikan belajar di bawah naungan Yayasan Al-Fauzaniyyah Sukaresmi-Garut. Mereka terdiri dari 238 siswa SMP Fauzaniyyah, 123 siswa MA Fauzaniyyan dan 117 siswa SMK Fauzaniyyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir dalam pelepasan santri dan siswa, sesepuh Pondok Pesantren Fauzan, KH Aceng Aam Umar Alam, Rais Syuriah, KH Aceng Muhammad Ali, Ketua Tanfidziah, KH Aceng Auf Fauzani, ? MWC NU Sukaresmi, Pembina Ansor dan Banser Sukaresmi, KH Aceng Bubuh Ahmad Hasbullah dan KH Aceng Sasan Muhammad Hasan serta Pembina Laskar Sunni Kyai A Aip Mukhtar Fauzi juga seluruh dewan Masyayikh Pondok Pesantren Fauzan 1-8.?

Selain itu, hadir pula, Ahmad Ridwan, Camat Sukaresmi, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dan Muspika setempat. (Muhammad Salim / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah