Rabu, 25 Februari 2009

Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kadangkala seseorang yang ingin meraih surga melakukan pengembaraan yang jauh. Padahal, pintu surga ada di sekitarnya, bahkan berada di dalam rumahnya sendiri. Kalaupun ada yang tahu, mereka tidak mempraktikannya.

Menurut Ustadz Ahmad Al Habsy kunci untuk meraih surga dari dalam rumah sendiri adalah dengan cara menghormati kedua orang tua, memuliakan kedua orang tua.

Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingatlah, Surga Ada di Rumahmu

“Mengapa mengejar surga yang jauh sementara surga yang dekat ditinggalkan?” kata da’i ibu kota saat berceramah pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah di halaman Mapolres Brebes, Jawa Tebgah, Kamis (6/2) malam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Ahmad, demikian panggilan akrabnya, menyarankan agar membahagiakan dulu orang terdekat. Juga jangan pelit dengan kedua orang tua maupun saudara-saudara dekat kita. Kadang kita terlalu memberi kebahagiaan kepada orang-orang di luar dengan mengharapkan pujian, sementara orang tua kita dan saudara-saudara kita terlupakan. “Jangan sampai, kelihatan mulia di luar sementara di mata orang tua kita justru sangat hina,” ungkit ustadz Ahmad.

Dia mengingatkan, kalau doa orang tua untuk anaknya sama dasyatnya dengan doa Nabi kepada umatnya. Bahkan sumpah orang tua saja sangat kramat apalagi doanya. “Jadi, ketika Ibu-ibu menyumpahi anaknya, sumpahilah yang baik-baik. Jangan sampai keluar kata sumpah serapah yang menyesatkan. Karena sumpah Ibu sangat keramat,” ujar Ahmad mengingatkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kenapa orang tua kita sejak di kandungan mempertahankan antara hidup dan mati untuk kelahiran kita. Tetapi hanya sedikit sekali dari kita yang siap mati untuk kemuliaan orang tua kita. “Jihadmu, Ibu untuk melahirkanku. Tetapi aku lupa ketika dewasa bahkan cenderung durhaka,” kata Ahmad dalam pengakuan doa penutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, artis sinetron Yulia Rachman menampilkan monolog ‘Kemuliaan Nabi’. Yulia tampil dengan mempesona memakai hijab merah muda yang membalut tubuhnya. Parasnya yang cantik membuat para remaja putra maupun putri terkesima dibuatnya. Yulia memberikan testimonial tentang keteguhannya memakai hijab hingga hidupnya terarah dan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT.

Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo SH SIk MHum mengatakan, digelarnya kegiatan Maulud Nabi untuk memberikan sumbangsih peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Trutama? kepada para anggota Polri maupun masyarakat pada umumnya. Menurutnya, Brebes harus diciptakan kondisi yang aman agar masyarakatnya bisa khusuk beribadah.

Kapolres juga memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu yang diserahkan secara simbolis kepada dua anak yatim piatu. Sementara Ustadz Ahmad Al Habsy membagi-bagikan buku kepada pengunjung yang dengan konsentrasi mengikuti ceramahnya. Sebanyak ratusan buku diberikan kepada pengunjung dan tamu undangan khusus.

Tampak hadir Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo beserta pejabat terkait lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Nusantara, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 22 Februari 2009

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial

Oleh M. Haromain

Disadari atau tidak, kini perkembangan peradaban manusia telah berada di suatu masa yang nyaris semua hal diukur dengan materi. Terdapat kecendrungan orang makin mengukur legitimasi tindakannya berdasarkan harga. Dalam arus globalisai ini hampir semua urusan diukur dengan uang. Dalam istilah para politisi dan pengusaha dikenal pula prinsip "tak ada makan siang yang gratis".?

Sebagai konsekuensinya orang baru mau mengerahkan tenaga, keterampilan, keahlian dan pikirannya untuk orang lain jika ada ganti materi yang sebanding dengan kerja yang ia berikan. Seseorang bersedia memberikan suatu jasa kepada pihak lain bila ada harga yang sesuai. Akhirnya siapa yang kaya materi dapat memanjakan dan memuaskan pelbagai keinginannya seraya punya banyak alternatif ? gaya hidup yang dapat dipilihnya. ?

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial

Tetapi harap diketahui pula, bahwa di sisi lain masyarakat dengan segala hal for sale seperti di atas kondisinya akan kontras bagi mereka yang tak mampu. Artinya semakin banyak hal yang diukur dengan materi, semakin menghimpit orang miskin dari kehidupan. Maka di sini terjadilah kesenjangan sosial yang dapat pula disebut sebagai kemungkaran sosial-meminjam istilahnya almarhum Muslim Abdurrahman.

Tak dapat dipungkiri fenomena masyarakat pasar (market society) ini, meminjam istilahnya Michael J. Sandel, tak hanya terjadi di wilayah perkotaan, melainkan sudah merambah juga sampai di kehidupan desa-desa, yaitu daerah yang dahulu warganya dikenal memiliki rasa solidaritas dan sistem paguyuban yang tinggi.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu indikator degradasi atau kemerosotan tersebut ialah makin hilangnya tradisi sambatan yang dahulu melekat kuat dalam masyarakat pedesaan. Sambatan ialah kerja gotong royong seperti membantu dalam proses pembuatan atau perbaikan rumahnya tetangga atau bersama-sama ikut membantu mencangkul sawahnya kerabat atas dasar solidaritas sosial dan dalam hal ini tidak mendapatkan bayaran.

Apakah sudah sedemikian keraskah tatanan hubungan masyarakat hingga semua dinilai dengan materi. Tidak adakah amal perbuatan yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan, menolong dan membantu tanpa pamrih?

Disinilah urgensitas dari makna disunnahkannya ? memperbanyak sedekah serta kewajiban membayar zakat fitrah bagi tiap muslim pada bulan Ramadhan ini. Kita tahu orang yang membayar zakat dan memberi sedekah motifasinya adalah murni ibadah, mendekatkan diri kepada Allah serta mengharapkan ridho-Nya, selain tentunya menggugurkan dari tuntutan kewajiban. Tidak menuntut agar penerima zakat dan sedekah itu memberikan jasa balik entah berupa tenaga, ketrampilan maupun nilai manfaat lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kewajiban zakat dan anjuran memperbanyak sedekah pada bulan puasa ini selain sifatnya transendental, sejatinya juga mengirim sinyal kepada umat manusia bahwa sepatutnya jangan semua hal diukur dengan materi, namun manusia perlu insaf bagaimanapun tetap ada bidang-bidang kehidupan yang tak bisa bahkan tak boleh diukur dengan uang.

Tidak cuma itu, hikmah disyariatkannya zakat dan memperbanyak sedekah terutama pada bagian akhir bulan suci Ramadhan adalah agar mereka yaitu golongan yang tidak mampu dapat ikut bahagia dan bergembira pada hari kemenangan, hari raya Idul Fitri.?

Pada perayaan hari Idul Fitri semua orang tanpa kecuali harus bergembira, termasuk orang-orang yang digolongkan kurang mampu. Kegembiraan hari raya idul fitri bukan monopoli orang Islam yang berkecukupan saja, melainkan hak semua muslim.

Alhasil hikmah disyariatkannya kewajiban zakat fitrah serta anjuran berderma pada bulan ramadhan yang mulia ini menandakan betapa agama Islam di samping agama yang anti kemiskinan namun disisi lain juga sangat peduli kepada orang miskin. Mengajarkan supaya orang kaya menyantuni kaum papa, golongan orang lemah (mustadh’afin).***

Penulis adalah Pengajar di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 18 Februari 2009

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus NU di tingkat manapun perlu mendampingi warga dalam melakukan amaliyah ke-NUan seperti istighotsah, tahlilan, maulidan, dan lainnya. Kesempatan orang tua untuk mengenalkan tradisi ke-NUan, perlu diperkuat dengan menitipkan anak mereka di pesantren dan madrasah.

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Madrasah, Sekolah Pilihan Warga NU

Demikian disampaikan KH Dimyati Zaini di tengah belasan ribu jamaah dalam peringatan Harlah ke-91 NU di Bakung Barat kecamatan Undawanu, Blitar, Selasa (10/6).

“Yang lebih penting lagi, kita harus memerhatikan pendidikan putra-putri kita. Jangan sampai salah memasukkan sekolah. Sedapat mungkin kita masukkan anak-cucu ke pesantren dan pendidikan formal milik NU,” terang Kiai Dimyati.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, warga tidak perlu menyangsikan kualitas pendidikan pesantren dan sekolah NU. “Lembaga pendidikan di lingkungan kita saat ini sudah baik, bahkan tidak kalah dengan milik orang lain. Sebagai contoh Mts dan Aliyah Ma’arif NU,’’ katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kaderisasi, menurut Kiai Dimyati, perlu diupayakan secara terpadu dengan menggerakkan amaliyah NU dan melibatkan unsur pendidikan di lingkungan sekolah NU. “Tujuannya mengamankan masa depan remaja NU.” (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 31 Desember 2008

LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan meluncurkan program baru untuk para santri yang sedang belajar di pondok pesantren.

Program baru dengan nama “Beasiswa Santri” diperuntukkan bagi anak-anak muda di lingkungan Nahdlyyyin yang punya minat besar untuk belajar di pondok, tetapi tidak memiliki biaya sama sekali.

LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Luncurkan Program Beasiswa Santri

"Ini program baru untuk para generasi muda NU yang ingin belajar di pesantren yang tidak memiliki biaya," ujar Lukman Kamil, Ketua PC Lazisnu Kota Pekalongan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dikatakan, program beasiswa santri yang diluncurkan Sabtu (11/7) ini sekaligus mendukung program Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) berupa "Ayo Mondok" yang sudah diluncurkan beberapa waktu yang lalu. LAZISNU sebagai penghimpun dana dari muzakki (pemberi zakat) dan munfiq (pemberi infaq) berusaha menjembatani dalam hal biaya mondok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jadi ini sebuah sinergitas antar lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama, yang kebetulan mendapat dukungan penuh dari (pengurus) Syuriyah, sehingga anak-anak muda NU sebagai kader penerus perjuangan tetap berada di jalur ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)," kata Kamil.

Acara peluncuran program beasiswa santri dilaksanakan di sela sela kegiatan LAZISNU Kota Pekalongan memberikan santunan kepada 60 anak yatim di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pekalongan Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Musholla Al Islah Ranting NU Pabean diakhiri dengan buka puasa bersama dihadiri oleh jajaran PCNU Kota Pekalongan, pengurus MWCNU Pekalongan Utara, dan Pengurus Ranting NU Pabean.

Lukman merasa optimis program beasiswa santri mendapat respon yang cukup positif, mengingat saat ini banyak anak-anak Nahdliyin sedang belajar di pondok pesantren baik di wilayah Jawa Tengah maupun di Jawa Timur.

Untuk anak-anak muda yang baru akan belajar di pesantren bisa menghubungi pengurus ranting NU setempat atau LAZISNU Cabang Kota Pekalongan di nomor telepon 0858 1010 1926, sedangkan untuk yang sedang belajar di pesantren akan diadakan pendataan terlebih dahulu, karena program ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang kurang mampu. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 29 Juli 2008

Kepala Baanar Pamekasan Sasar dan Gembleng Pemuda Pantura

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Kabupaten Pamekasan sudah lama dikenal sebagai salah satu lumbung bandar narkoba di Jawa Timur. Kepolisian Resort (Polres) setempat bahkan menjadikan pantura sebagai daerah merah peredaran dan pemakaian narkoba. Atas dasar ini Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pamekasan Ra Hasan Al-Mandury menyasar para pemuda pantura untuk tidak tergoda barang haram tersebut.

Ra Hasan digandeng aliansi PAC GP Ansor Pantura untuk melatih sekaligus berbagi pengalaman dan ilmu dengan para pemuda pantura di MTs Pesantren Al-Mardliyah, Waru, Pamekasan, Kamis (20/10).

Kepala Baanar Pamekasan Sasar dan Gembleng Pemuda Pantura (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepala Baanar Pamekasan Sasar dan Gembleng Pemuda Pantura (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepala Baanar Pamekasan Sasar dan Gembleng Pemuda Pantura

Kegiatan ini mengetengahkan pembentukan Sahabat Baanar, sosialisasi Baanar beserta sosialisasi peran pemuda dalam menghadapi bahaya narkoba sehari.

"Usai kegiatan selama sehari, dilanjutkan dengan makan bersama dan malamnya diisi pelatihan Desain Grafis oleh Ra Hasan. Kebetulan di samping banyak makan garam soal organisasi, ia ahli dalam hal desain grafis," terang Ketua GP Ansor Waru Syafiuddin yang sekaligus Ketua Aliansi PAC GP Ansor Pantura (Batumarmar, Waru, Pasean).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Sahabat Baanar nanti berencana mengagendakan perampungan rangkaian kegiatan guna menghadapi persoalan narkoba, khususnya di daerah pantura.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara keterampilan grafis dipelajari guna memudahkan dan menghasilkan produk grafis yang menunjang keorganisasian GP Ansor di Kabupaten Pamekasan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 17 Juni 2008

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Jepara, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang mengabdi di Desa Geneng Batealit bekerja sama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kabupaten Jepara mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Geneng, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (9/2) itu diikuti 30 peserta yang merupakan pelaku usaha kecil se-Desa Geneng, di antaranya usaha batik tulis Jepara, sirup Jahe, kerajinan aksesori, meubel, catering, dan lainnya.

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Latih Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Lukman Ihsanuddin, koordinator desa kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan pengembangan dan pemasaran produk merupakan progam KKN Unisnu Desa Geneng. Tujuannya untuk mengenalkan potensi daerah, seperti batik tulis Jepara, boga, dan kerajinan aksesori kepada masyarakat Jepara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema KKN Unisnu 2016, yaitu ‘Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan’. Dan kami mengajak kerja sama dengan BPC Hipmi Jepara, karena organisasi tersebut memiliki jaringan bisnis yang luas," tambah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Umun BPC Hipmi Kabupaten Jepara Syamsul Anwar mengatakan, pihaknya memang merasa bertugas untuk menularkan semangat dan pengalaman dalam berwirausaha untuk mengembangkan dunia usaha di Kabupaten Jepara.

"Kami tidak hanya memikirkan pekerjaan dalam bisnis usaha yang kami jalani, tapi juga memikirkan bagaimana agar dunia usaha yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih baik lagi, dan kami mendampingi pada pelaku usaha agar bisa mengakses pasar sehingga produk-produk lokal bisa ekspor," kata Syamsul.

Ia juga menambahkan, batik tulis Jepara perlu diperjuangkan seperti halnya kain tenun Troso yang awal-awal juga membutuhkaan perjuangan bersama, dan hasilnya sekarang tenun Troso menjadi andalan bagi Jepara, dan tidak menutup kemungkinan batik tulis Jepara juga akan seperti tenun Troso.

Dwi Bambang Hermawan, petinggi Desa Geneng menyampaikan terima kasih kepada Tim KKN Unisnu dan Hipmi Jepara yang telah mengadakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk bagi warga Desa Geneng.

"Ini juga ikut membantu progam Pemerintah desa Geneng dalam meminimalisir pengangguran, sehingga menciptakan penghasilan bagi warga kami. Dan pengembangan dalam dunia usaha perlunya menekankan pada produk dengan selalu kreatif dan inovatif," tambah pria berumur 33 tahun ini.

Pelatihan yang dimoderatori Miswan Anshori, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum, memberikan pengantar pentingnya strategi dalam mengembangkan dan memasarkan usaha dalam dunia bisnis, salah satunya yaitu dengan fokus pada usaha.

"Menjadi pengusaha jangan cepat menyerah, dan jadikan kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit menjadi lebih baik," kata Muhammad Habli Mubarok, narasumber dalam pelatihan tersebut.

Ia memberikan strategi pada peserta pelatihan dalam pengembangan usaha, yaitu harus fokus dalam masa depan usaha, fokus kesempatan dengan 80 persen peluang, dan 20 persen problem. Sukses apa yang ada dan buatlah itu semua menjadi sebuah kejadian nyata.

Peserta tampak sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, terlihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Ibu April, salah satu pembatik Desa Geneng, menanyakan bagaimana membangun mental dalam berwirausaha.

Lain halnya yang ditanyakan Faridatun, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Geneng yang memproduksi sirup jahe. Ia menanyakan tentang kiat bersaing dalam memasarkan produk. Adapun yang ditanyakan oleh Siti Rofiatun pengrajin aksesoris, sudah beberapa kali memasarkan produknya, tapi terkadang masih belum bisa memasarkan secara luas.

"Membangun mental wirausaha harus berani, karena dunia usaha kadang juga ada untung dan ruginya. Memasarkan produk agar bisa bersaing perlunya dibuat yang menarik kemasannya, bagaimana izin administrasinya dan tentunya label. Lakukan promosi terus menerus, sehingga produk tersebut menjadi dikenal banyak orang," jawab Mubarok.

"Hipmi merupakan mitra dari Pemerintah Kabupaten Jepara untuk membangun dan mencarikan solusi atas apa yang menjadi masalah bagi pelaku usaha," tambah Syamsul saat memberikan kesimpulan dalam pelatihan tersebut. (Muhammad Miqdad Syaroni/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 07 Juni 2008

Santri Menulis di Pesantren Al-Hikmah 2

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Siapa santri yang tak kenal dengan Imam Al-Ghazali, Imam Syafi’i atau Imam Jalalain. Setiap santri pasti kenal ulama-ulama besar tadi. Pertanyaannya, darimana kita bisa kenal para ulama yang hidupnya terpaut beratus tahun dari kita. Satu jawabnya, kita kenal Beliau semua lewat karya-karyanya yang dikaji di pesantren.

Hal ini disampaikan, pimpinan umum website Pesantren Al-Hikmah 2, M. Jihad Fawwaz pada peserta pelatihan blog program santri menulis, Rabu (24/10). Tidak kurang sepuluh santri ambil bagian di pelatihan yang digulirkan tim website pesantren ini.

Santri Menulis di Pesantren Al-Hikmah 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Menulis di Pesantren Al-Hikmah 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Menulis di Pesantren Al-Hikmah 2

“Pelatihan program santri menulis berlangsung dua hari tiap minggunya yakni Selasa dan Rabu. Hari Selasa untuk materi pelatihan blog, sedangkan Rabunya untuk teknik kepenulisannya,” tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jihad berharap, lewat program ini nantinya bisa lahir santri-santri yang piawai di bidang penulisan. Selain juga bisa memanfaatkan teknologi dengan baik.

Kedepannya, pihaknya menuturkan juga akan meluncurkan lomba blog antar santri di Pesantren Al-Hikmah 2.

“InsyaAllah, bila sesuai rencana, setelah dua bulan pelatihan blog ini, akan ada lomba blog antar santri dengan tema penulisan yang berganti tiap bulannya,“ jelas Jihad

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Alfa Wanasabani

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, Doa, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah