Minggu, 27 Agustus 2006

Dubes AS: ISIS Berbeda dari Al-Qaeda

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) merupakan musuh bersama yang patut diwaspadai. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr menegaskan hal tersebut di kantornya saat berdiskusi dengan para wakil rakyat terpilih, Kamis (11/9) siang.

Para anggota parlemen yang diundang antara lain KH Maman Imanulhaq (PKB) yang ditemani beberapa koleganya, antara lain Eva Kusuma Sundari (PDIP), dan Misbakhun (Golkar). Dubes AS dengan tegas minta dukungan kepada Indonesia agar Amerika bisa menyelesaikan persoalan ISIS.

Dubes AS: ISIS Berbeda dari Al-Qaeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes AS: ISIS Berbeda dari Al-Qaeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes AS: ISIS Berbeda dari Al-Qaeda

Maman Imanulhaq mengatakan, Dubes AS menyebut ISIS berbeda dari Al-Qaeda. “Al-Qaeda lebih kepada far enemy, Amerika dan para sekutunya. Nah, kalau ISIS kan beda. Dia lebih mencari near enemy, yaitu Syi’ah dan Sunni meski mereka mengklaim Sunni juga. Tetapi sikap mereka menonjolkan sikap radikal,” ujar dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut informasi yang disampaikan Blake, lanjut Kang Maman, ISIS banyak menguasai ladang-ladang minyak yang kaya. Artinya, ketika ada penjualan minyak di pasar-pasar gelap seperti di Suriah dan Mesir itu menjadi problem tersendiri untuk tercapainya perdamaian di Timur Tengah.

Soal ISIS, anggota parlemen terpilih dari PKB Dapil IX Jabar (Sumedang-Majalengka-Subang) ini mengatakan berdiskusi secara khusus dengan Kapolri Jenderal Pol Sutarman. Dia mengatakan bahwa paham ISIS tidak ada kaitannya dengan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“ISIS tidak menjadi representasi Islam. Justru ISIS adalah gerakan terorisme. Kelompok radikal ini ingin menguasai wilayah berdaulat dan perekonomian. Kalaupun ada yang tertarik, itu pasti anak-anak muda yang pemahaman keagamaannya tidak terlalu bagus,” tutur Kang Maman.

Selain itu, lanjut dia, kesempatan juga terbuka lebar bagi ISIS di daerah pengangguran dan kemiskinan yang akut. Oleh karenanya, Kapolri sepakat bahwa aparat harus tegas. “Tidak boleh ada toleransi apapun yang membolehkan ISIS tumbuh-kembang di republik ini,” kata dia menirukan Kapolri.

Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka Jabar ini menambahkan, hal terpenting lainnya adalah melakukan optimalisasi pemahaman agama yang toleran, moderat, dan ramah. Mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran juga menjadi bagian tak terpisahkan untuk menghalau ISIS agar tidak mewabah. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 28 Juli 2006

Polisi Israel Periksa Acak Pengunjung al-Aqsa secara Manual

Jerusalem, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sejak Kamis (27/7) dini hari, kompleks Masjid al-Aqsa memang telah bersih dari detektor logam yang sebelumnya dipasang Israel. Namun, hal itu tidak secara otomatis menghentikan Israel untuk tetap memantau situasi di kompleks suci tersebut.

Koresponden kantor berita Palestina WAFA melaporkan, polisi Israel melakukan pemeriksaan manual secara acak terhadap warga Palestina yang memasuki Masjid Al-Aqsa pada Sabtu (29/7).

Polisi Israel Periksa Acak Pengunjung al-Aqsa secara Manual (Sumber Gambar : Nu Online)
Polisi Israel Periksa Acak Pengunjung al-Aqsa secara Manual (Sumber Gambar : Nu Online)

Polisi Israel Periksa Acak Pengunjung al-Aqsa secara Manual

Menurutnya, polisi tampak menghentikan beberapa orang memasuki kompleks suci umat Islam dan memeriksa mereka menggunakan mesin pendeteksi logam manual. Mereka menggeledah tas dan dompet pria dan wanita yang berkunjung ke Masjid al-Aqsa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Seperti diketahui, instalasi detektor logam Israel di luar Masjid Al-Aqsa dua minggu yang lalu telah memicu demonstrasi berskala luas oleh penduduk Palestina di Yerusalem, hingga memaksa Israel untuk memindahkan peralatan itu.

Sejak protes keras itu Israel melunak dengan mengizinkan semua umur bebas memasuki Masjid al-Aqsa pada Jumat sore. Padahal, sebelumnya Israel membatasinya hanya untuk orang-orang berusia di atas 50 tahun pada Jumat siang.

Kala itu, sekelompok ekstremis Yahudi mengadakan tarian dan ritual keagamaan yang provokatif di luar Gerbang Singa, salah satu gerbang utama menuju ke Masjid Al-Aqsa, tempat umat Islam bertahan selama dua minggu terakhir karena memprotes ulah Israel menjaga ketat masjid tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Polisi Israel yang menyaksikan para ekstremis itu menari dan berdoa di luar kompleks tidak melakukan tindakan apa-apa, sementara di saat bersamaan mereka memaksa orang-orang Palestina di luar gerbang untuk meninggalkan daerah tersebut. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 30 April 2006

Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama

Kendal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (29/5) meluncurkan klinik pratama di Pegandon Kendal. Klinik pratama merupakan tindak lanjut dari Rumah Bersalin (RB) dan Balai Pengobatan (BP) NU Pegandon Kendal

Menurut H. Ibnu Darmawan, ketua pengurus Klinik Pratama Pegandon, Klinik? akan dikelola dengan manajemen baru dan lebih professional. Perubahan nama menjadi Klinik Pratama Pegandon memang untuk menyesuaikan? dengan peraturan Menteri Kesehatan. Momen ini sekaligus untuk melakukan penyegaran manajamen. Pihaknya juga berharap klinik tersebut kelak akan berkembang menjadi rumah sakit NU.

Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama (Sumber Gambar : Nu Online)
Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama (Sumber Gambar : Nu Online)

Target Dirikan RS, NU Kendal Luncurkan Klinik Pratama

Senada, Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial Royan menjelaskan bahwa peluncuran klinik pratama baru? langkah awal karena targetnya adalah rumah sakit tipe C. Namun demikian, sesuai dengan peraturan pihaknya harus melalui proses berjenjang, mulai dari klinik pratama kemudian meningkat menjadi klinik utama, rumah sakit tipe D, dan selanjutnya naik kelas menjadi rumah sakit tipe C. Untuk meraih target itu Danial mengaku telah melakukan kerja sama dengan rumah sakit Islam Sultan Agung Semarang dan PBNU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut penulis buku Sejarah Tahlil itu menjelaskan bahwa berdasarkan amanat Konfercab NU Kendal pada 2012 di Pesantren Apik Kaliwungu, PCNU Kendal mempunyai kewajiban menghidupkan dua Rumah Rumah Bersalin (RB) dan Balai Pengobatan (BP) NU di Pegandon dan di Rowosari.

“Tugas saya disini adalah meyakinkan kepada warga NU bahwa klinik ini akan benar-benar dikelola secara professional. Insya Allah jika yang berobat dan yang mengobati sama-sama senang tahlil penyakitnya akan lekas sembuh,” katanya berseloroh diikuti tepuk tangan yang hadir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di hadapan yang hadir, pada kesempatan itu juga dikenalkan tenaga pengelola Klinik Pratama Pegandon. Posisi direktur Klinik di percayakan kepada? dr. Saichu? yang saat ini juga menjabat sebagai wakil direktur RSUD Suwondo Kendal. Tenaga dokter yang lain? adalah dr. H., Bambang Listanto dan satu dokter perempuan yang tidak sempat hadir karena berada di luar kota.

Ketiga dokter tersebut akan dibantu tenaga medis, yakni Saikul Huda, Muhlasin, Vivi wulandari dan Siti Ambarwati. Dua bidan yakni Sri Hartini dan Dina Nur Afia Ulfa juga sudah siap untuk membantu ibu-ibu yang akan melahirkan. (Fahroji/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Humor Islam, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 09 April 2006

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan Budi Santoso merasa heran terhadap orang-orang yang mempunyai penglihatan tapi tidak bisa membaca Al-Quran.

“Kalau orang bisa melihat sering merasa aneh dengan tunanetra yang bisa membaca Al-Quran, justru kami lebih aneh lagi kalau orang bisa melihat tapi tidak bisa membaca Al-Qur’an,” kata Budi yang juga penyandang tunanetra pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran

Menurutnya, Yayasan Raudlatul Mukafifin didirikan sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an dan ilmu keagamaan baik untuk penyandang tunanetra maupun orang normal.

Ia berharap, melalui Al-Qur’an orang-orang yang saat hidup di dunia tidak bisa melihat agar saat dibangkitkan di akhirat kelak dalam keadaan bisa melihat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kalau mungkin di dunia kami buta ada pak kiai yang nuntun-nuntun kaya tadi ya pak kiai, ada bapak dan ibu yang menuntun kami. Tapi di akhirat nanti siapa yang akan menuntun kami kalau bukan syafaat Rasulullah SAW dan juga syafaat dari Al-Quran,” jelasnya.

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida.(Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 09 Februari 2006

Ansor Pariaman Jadikan 2016 Tahun Kaderisasi

Pariaman, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - GP Ansor Kota Pariaman mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sabtu-Ahad (30-31/1). Organisasi pemuda NU Pariaman ini mencanangkan 2016 sebagai tahun kaderisasi. Ke depan, mereka akan melakukan rekrutmen dan pendidikan kader setahun penuh.

Pembukaan dihadiri Sekretaris PP GP Ansor? Khairul Anwar, Ketua GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, Katib PCNU Kota Pariaman Muhammad Nur, dan mantan Sekretaris GP Ansor Sumbar Taharuddin.

Ansor Pariaman Jadikan 2016 Tahun Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pariaman Jadikan 2016 Tahun Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pariaman Jadikan 2016 Tahun Kaderisasi

Menurut Ketua GP Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, pelaksanaan PKD dimaksudkan menyiapkan generasi muda Kota Pariaman yang berpaham Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dengan banyaknya paham keagamaan yang meresahkan kehidupan beragama di tengah masyarakat, Ansor membentengi generasi muda Kota Pariaman agar jangan sampai terbawa paham keagamaan yang tidak jelas seperti ISIS, Gafatar. Kemungkinan munculnya paham baru yang tidak jelas," kata Ory mantan Ketua PMII Kota Pariaman ini.

Ory mengakui, perjuangan Ansor Kota Pariaman ke depan dalam mengajak generasi muda membentengi dirinya dari hal-hal yang bakal merusak dirinya memang tidak mudah. Tantangan yang dihadapi generasi muda Islam ke depan memang tidak ringan. Untuk itu, Ansor terus berupaya mendorong pemuda berkiprah memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rahmat Tuanku Sulaiman menyebutkan, Ansor dan generasi muda saat ini berhadapan dengan kondisi yang tidak stabil. Banyak tantangan, ancaman, serangan terhadap pemuda dan Ansor. Bahkan Ansor saat ini sudah menjadi target ISIS. Artinya, kondisi ini bisa menjadi tantangan Ansor? ke depan, tapi juga menjadi peluang bagi Ansor untuk lebih hati-hati dan memperkuat konsolidasi organisasinya.

"Ansor harus hadir di tengah masyarakat menjadi rahmatan lil alamin, rahmat sekalian alam. Kader Ansor harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Banyak orang berharap kepada Ansor? dalam menghadapi berbagai permasalahan umat ke depan. Ansor diminta untuk mensyiarkan? Islam rahmatan lil alamin. Sehingga Ansor menjadi harapan bangsa Indonesia ke depan, bahkan harapan dunia dalam menjaga kehidupan beragama yang antikekerasan," kata Rahmat. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 31 Desember 2005

Sejarah Lahirnya PMII

Embrio organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berakar dari kongres ke-3 IPNU pada 27-31 Desember 1958 dengan pembentukan Departemen Perguruan Tinggi IPNU, mengingat banyak mahasiswa yang menjadi anggotanya. Pemikiran ini sebenarnya sudah terlontar pada Kongres ke-2 di Pekalongan, tetapi kondisi IPNU sendiri yang masih perlu pembenahan menyebabkan ide ini belum ditanggapi secara serius.

Selanjutnya dalam konferensi besar IPNU 14-16 Maret 1960 di Kaliurang, Yogyakarta, diputuskan terbentuknya suatu wadah mahasiswa NU yang terpisah secara struktural dari IPNU-IPPNU.

Sejarah Lahirnya PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Lahirnya PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Lahirnya PMII

Sebelumnya secara terpisah sudah terdapat beberapa organisasi lokal yang mewadahi mahasiswa NU seperti IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama) di Jakarta (1955), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) di Surakarta (1955), Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PMNU), dan di banyak tempat lainnya. Upaya ini kurang mendapat dukungan IPNU, yang waktu itu para pengurusnya sebagian besar terdiri dari para mahasiswa, yang akhirnya diakomodasi dengan pembentukan Departemen Perguruan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayangnya, integrasi dalam satu wadah, antara mahasiswa dan pelajar ini kurang berhasil mengingat kebutuhan antara pelajar dan mahasiswa berbeda dan gerak dari Departemen Perguruan Tinggi IPNU terbatas mengingat ia tidak diakui dalam Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI), suatu konferderasi organisasi mahasiswa. Faktor eksternal adalah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia), yang tokohnya dekat dengan Masyumi, dan banyak tokoh di dalamnya terlibat dalam PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Inilah faktor yang menyebabkan dibentuknya organisasi tersendiri.

Kebutuhan NU akan pengembangan mahasiswa juga dinilai mendesak karena NU sebagai partai politik waktu itu membutuhkan kader dengan kapasitas intelektual yang tinggi untuk memegang jabatan strategis, yang sejauh ini lebih banyak diberikan kepada orang luar yang kemudian baru di-NU-kan.

Pendirian PMII dimaksudkan sebagai alat untuk memperkuat partai NU, sebagian besar programnya berorientasi politik. Hal ini dilatarbelakangi pertama, anggapan bahwa PMII dilahirkan untuk pertama kali sebagai kader muda partai NU sehingga gerakan dan aktivitas selalu diorientasikan untuk menunjang gerak dan langkah partai NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, suasana kehidupan barbangsa dan bernegara waktu itu sangat kondusif untuk gerakan politik sehingga politik sebagai panglima betul-betul menjadi kebijakan pemerintah Orde Lama. Dan PMII sebagai bagian dari komponen bangsa mau tidak mau harus berperan aktif dalam konstelasi politik seperti itu.

Dari keputusan Konbes Kaliurang ini akhirnya dibentuk 13 sponsor pendiri organisasi mahasiswa yang terdiri dari:

1.? ? ? Cholid Mawardi (Jakarta)

2.? ? ? Said Budairy (Jakarta)

3.? ? ? M Sobich Ubaid (Jakarta)

4.? ? ? M Makmun Syukri BA (Bandung)

5.? ? ? Hilman (Bandung)

6.? ? ? H Ismail Makky (Yogyakarta)

7.? ? ? Munsif Nahrawi (Yogyakarta)

8.? ? ? Nuril Huda Suady? HA (Surakarta)

9.? ? ? Laily Mansur (Surakarta)

10.? Abd Wahad Jailani (Semarang)

11.? Hisbullah Huda (Surabaya)

12.? M Cholid Narbuko (Malang)

13.? Ahmad Husain (Makassar)

Selanjutnya, dilakukan musyawarah di Surabaya 14-16 April 1960 yang memutuskan pemberian nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan penyusunan Peraturan Dasar PMII, yang dinyatakan mulai berlaku pada 17 April. Tanggal inilah yang digunakan sebagai peringatan hari lahir PMII.

Nama PMII adalah usulan dari delegasi Bandung dan Surabaya, serta mendapat dukungan dari Surakarta. Delegasi Yogyakarta mengusulkan nama Perhimpunan Persatuan Mahasiswa Ahlusunnah wal Jamaah dan Perhimpunan Mahasiswa Sunny, sedangkan utusan Jakarta mengusulkan (IMANU) Ikatan Mahasiswa NU.

Tak sampai setahun, organisasi mahasiswa ini melakukan kongres pertamanya di Tawangmangu Surakarta dengan 13 cabang. Selanjutnya, pada kongres kedua tahun 1963, sudah mencapai 31 cabang, 18 cabang merupakan cabang baru.

PMII secara tegas berkeinginan untuk menjaga dan memelihara ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah. Ini mengingat aspirasi mahasiwa NU kurang terakomodasi dalam organisasi mahasiwa Islam yang sudah ada sebelumnya.

Berikut adalah ketua umum PB PMII dari masa ke masa:

1960-1961? ? ? ? ? ? Mahbub Junaidi

1961-1963? ? ? ? ? ? Mahbub Junaidi

1963-1967? ? ? ? ? ? Mahbub Junaidi

1967-1970? ? ? ? ? ? M Zamroni

1970 -1973? ? ? ? ? ? M Zamroni

1973-1976? ? ? ? ? ? Abduh Paddare

1977-1981? ? ? ? ? ? Ahmad Bagdja

1981-1984? ? ? ? ? ? Muhyiddin Arubusman

1985-1988? ? ? ? ? ? Suryadharma Ali

1988-1991? ? ? ? ? ? M Iqbal Assegaf

1991-1994? ? ? ? ? ? Ali Masykur Musa

1994-1997? ? ? ? ? ? Muhaimin Iskandar

1997-2000? ? ? ? ? ? Syaiful Hari Anshori

2000-2002? ? ? ? ? ? Nusron Wahid

2003-2005? ? ? ? ? ? Malik Haramain

2005-2007? ? ? ? ? ? Hery Herianto Azumi

2008-2011? ? ? ? ? ? Rodli Kaelani

2011-2013? ? ? ? ? ? Adin Jauharuddin

2014-2016? ? ? ? ? ? Aminuddin Maruf

(Ensiklopedia NU)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 01 Desember 2005

Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PP LPTNU) bersama Direktorat Penjaminan Mutu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) menggelar Bimbingan Teknis Sistem Penjamin Mutu Internal (Bimtek SPMI).

Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A (Sumber Gambar : Nu Online)
Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A (Sumber Gambar : Nu Online)

Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A

Bertempat di Hall Rohmatul Ummah Annahdliyah Universitas NU Sidoarjo pada Selasa (29/11), acara tersebut diikuti sekitar 100 orang perwakilan dari Lembaga Penjamin Mutu Perguruan Tinggi NU se-Jawa Timur.

Wakil Ketua PP LPTNU M Afifi yang hadir mewakili ketua PP LPTNU mengatakan, Bimtek SPMI tersebut merupakan komitmen Kemenristekdikti bersama PP LPTNU untuk mengawal dan mengadvokasi peningkatan mutu PTNU dan kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pendidikan tinggi NU yang terdeteksi berjumlah 185 dari jumlah perkiraan 230 lebih, tak boleh stagnan atau mati. Selain itu, ada sekitar 12.000 lebih lembaga pendidikan yang dikelola Ma’arif yang harus memiliki saluran di jenjang pendidikan tinggi. "Jangan sampai PTNU jadi ‘kuburan’ bagi ratusan lembaga pendidikan tinggi NU itu sendiri," tegas M Afifi.

Ia menambahkan, target dari program Bimtek tersebut adalah tahun 2017, yakni minimal ada Program Studi (Prodi) di salah satu PTNU yang terakreditasi A. Sehingga prodi tersebut nantinya bisa dijadikan rujukan untuk perbaikan akreditasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minimal, lanjut M Afifi, ada perubahan akreditasi yang awalnya mendapat C menjadi B, dan yang B menjadi A. Selain itu, untuk menyongsong 1 abad NU pada 2026 nanti dengan target dosen PTNU bergelar S3.

Pada Bimtek regional Jawa Timur tersebut PP LPTNU mendatangkan 7 fasilitator, yakni: Moses L Singgih, Noor Harini, Sukatejo, Achmad Zubaydi, Aulia Sita Aisyah, Jenny Mochtar dan Alfin Mustikawan. (Moh Kholidun/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah