Sabtu, 31 Desember 2005

Sejarah Lahirnya PMII

Embrio organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berakar dari kongres ke-3 IPNU pada 27-31 Desember 1958 dengan pembentukan Departemen Perguruan Tinggi IPNU, mengingat banyak mahasiswa yang menjadi anggotanya. Pemikiran ini sebenarnya sudah terlontar pada Kongres ke-2 di Pekalongan, tetapi kondisi IPNU sendiri yang masih perlu pembenahan menyebabkan ide ini belum ditanggapi secara serius.

Selanjutnya dalam konferensi besar IPNU 14-16 Maret 1960 di Kaliurang, Yogyakarta, diputuskan terbentuknya suatu wadah mahasiswa NU yang terpisah secara struktural dari IPNU-IPPNU.

Sejarah Lahirnya PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Lahirnya PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Lahirnya PMII

Sebelumnya secara terpisah sudah terdapat beberapa organisasi lokal yang mewadahi mahasiswa NU seperti IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama) di Jakarta (1955), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) di Surakarta (1955), Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PMNU), dan di banyak tempat lainnya. Upaya ini kurang mendapat dukungan IPNU, yang waktu itu para pengurusnya sebagian besar terdiri dari para mahasiswa, yang akhirnya diakomodasi dengan pembentukan Departemen Perguruan Tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayangnya, integrasi dalam satu wadah, antara mahasiswa dan pelajar ini kurang berhasil mengingat kebutuhan antara pelajar dan mahasiswa berbeda dan gerak dari Departemen Perguruan Tinggi IPNU terbatas mengingat ia tidak diakui dalam Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI), suatu konferderasi organisasi mahasiswa. Faktor eksternal adalah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia), yang tokohnya dekat dengan Masyumi, dan banyak tokoh di dalamnya terlibat dalam PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Inilah faktor yang menyebabkan dibentuknya organisasi tersendiri.

Kebutuhan NU akan pengembangan mahasiswa juga dinilai mendesak karena NU sebagai partai politik waktu itu membutuhkan kader dengan kapasitas intelektual yang tinggi untuk memegang jabatan strategis, yang sejauh ini lebih banyak diberikan kepada orang luar yang kemudian baru di-NU-kan.

Pendirian PMII dimaksudkan sebagai alat untuk memperkuat partai NU, sebagian besar programnya berorientasi politik. Hal ini dilatarbelakangi pertama, anggapan bahwa PMII dilahirkan untuk pertama kali sebagai kader muda partai NU sehingga gerakan dan aktivitas selalu diorientasikan untuk menunjang gerak dan langkah partai NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kedua, suasana kehidupan barbangsa dan bernegara waktu itu sangat kondusif untuk gerakan politik sehingga politik sebagai panglima betul-betul menjadi kebijakan pemerintah Orde Lama. Dan PMII sebagai bagian dari komponen bangsa mau tidak mau harus berperan aktif dalam konstelasi politik seperti itu.

Dari keputusan Konbes Kaliurang ini akhirnya dibentuk 13 sponsor pendiri organisasi mahasiswa yang terdiri dari:

1.? ? ? Cholid Mawardi (Jakarta)

2.? ? ? Said Budairy (Jakarta)

3.? ? ? M Sobich Ubaid (Jakarta)

4.? ? ? M Makmun Syukri BA (Bandung)

5.? ? ? Hilman (Bandung)

6.? ? ? H Ismail Makky (Yogyakarta)

7.? ? ? Munsif Nahrawi (Yogyakarta)

8.? ? ? Nuril Huda Suady? HA (Surakarta)

9.? ? ? Laily Mansur (Surakarta)

10.? Abd Wahad Jailani (Semarang)

11.? Hisbullah Huda (Surabaya)

12.? M Cholid Narbuko (Malang)

13.? Ahmad Husain (Makassar)

Selanjutnya, dilakukan musyawarah di Surabaya 14-16 April 1960 yang memutuskan pemberian nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan penyusunan Peraturan Dasar PMII, yang dinyatakan mulai berlaku pada 17 April. Tanggal inilah yang digunakan sebagai peringatan hari lahir PMII.

Nama PMII adalah usulan dari delegasi Bandung dan Surabaya, serta mendapat dukungan dari Surakarta. Delegasi Yogyakarta mengusulkan nama Perhimpunan Persatuan Mahasiswa Ahlusunnah wal Jamaah dan Perhimpunan Mahasiswa Sunny, sedangkan utusan Jakarta mengusulkan (IMANU) Ikatan Mahasiswa NU.

Tak sampai setahun, organisasi mahasiswa ini melakukan kongres pertamanya di Tawangmangu Surakarta dengan 13 cabang. Selanjutnya, pada kongres kedua tahun 1963, sudah mencapai 31 cabang, 18 cabang merupakan cabang baru.

PMII secara tegas berkeinginan untuk menjaga dan memelihara ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah. Ini mengingat aspirasi mahasiwa NU kurang terakomodasi dalam organisasi mahasiwa Islam yang sudah ada sebelumnya.

Berikut adalah ketua umum PB PMII dari masa ke masa:

1960-1961? ? ? ? ? ? Mahbub Junaidi

1961-1963? ? ? ? ? ? Mahbub Junaidi

1963-1967? ? ? ? ? ? Mahbub Junaidi

1967-1970? ? ? ? ? ? M Zamroni

1970 -1973? ? ? ? ? ? M Zamroni

1973-1976? ? ? ? ? ? Abduh Paddare

1977-1981? ? ? ? ? ? Ahmad Bagdja

1981-1984? ? ? ? ? ? Muhyiddin Arubusman

1985-1988? ? ? ? ? ? Suryadharma Ali

1988-1991? ? ? ? ? ? M Iqbal Assegaf

1991-1994? ? ? ? ? ? Ali Masykur Musa

1994-1997? ? ? ? ? ? Muhaimin Iskandar

1997-2000? ? ? ? ? ? Syaiful Hari Anshori

2000-2002? ? ? ? ? ? Nusron Wahid

2003-2005? ? ? ? ? ? Malik Haramain

2005-2007? ? ? ? ? ? Hery Herianto Azumi

2008-2011? ? ? ? ? ? Rodli Kaelani

2011-2013? ? ? ? ? ? Adin Jauharuddin

2014-2016? ? ? ? ? ? Aminuddin Maruf

(Ensiklopedia NU)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah