Senin, 24 Januari 2011

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Purwakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta menggelar halaqoh dengan bahasana utama khadimul umah (melayani umat) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukatani pada Sabtu, (20/4).

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Menurut Ketua Pelaksana halaqoh, Drs. Bahir Muchlis, rumusan tersebut diupayakan untuk pedoman pengurus NU dalam bergerak.

“Karena, selama ini pergerakan NU Purwakarta tersendat karena berubahnya orientasi dari pengabdian menjadi kepentingan para pendompleng yang sempit dan kerdil,” katanya melalui press realease yang disampaikan kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah pada Jumat, (19/4).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Halaqoh yang akan diikuti para kiai NU tersebut diharap akan menghasilkan fatwa-fatwa yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer dalam menanggapi permasalahan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di antara output halaqoh tersebut diharapkan, pengurus NU semua tingkatan di Purwakarta melaksanakan komitmen mereka dalam melakukan kerja-kerja sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat sebagai ketegasan dari perwujuadan ber-NU yang rahmatan lil ’aalaamiin.

Pengurus NU semua tingkatan baik unsur syuriyah maupun tanfidziah memahami dan melaksanakan AD/ART NU dan perangkat peraturan lainnya sebagai pedoman dalam berorganisasi ala NU.

Komitmen Pengurus NU semua tingkatan untuk senantiasa melaksanakan program-program yang menyentuh hajat hidup jama’ah sebagai wujud dari pengkhidmahan terhadap umat.

Halaqah diharapkan dapat menghasilkkan fatwa-fatwa ulama NU yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer di Purwakarta yang menyangkut peribadahan dan kemasyarakatan.

Halaqoh ini merupakan salah satu dari rangkaian pra-Konferensi Cabang VIII dengan tema “Menata Kembali NU Purwakarta sebagai khadimul ummah untuk Purwakarta yang bermartabat”.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri  tiga Wakil  Skeretaris PBNU H. Abdul Mun’im DZ, M. Adnan Anwar, dan Enceng Shobirin Najd.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Nahdlatul, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 16 Januari 2011

Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung

Temanggung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung kini mulai melayani pendaftaran mahasiswa baru. Panitia penerimaan mahasiswa baru memberi dua alternatif pilihan pendaftaran bagi calon mahasiswa baru, yaitu bisa mendaftar langsung secara konvensional di kampus yang terletak di Jalan Suwandi Suwardi Temanggung, dan bisa pula mendaftar via online.

Hal ini disampaikan Pembantu Ketua III STAINU Temanggung Ahmad Taufik kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Kampus setempat, Kamis (17/3.

Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Ijazah Formal, Calon Mahasiswa Baru Tetap Bisa Daftar di STAINU Temanggung

"Bagi para alumni pesantren yang tidak memiliki ijazah formal SMA dan sederjat, tapi memunyai ijazah madrasah aliyah dari salah satu pesantren, mereka tetap bisa mendaftar dan melanjutkan studi di STAINU Temanggung," kata Taufik. ?

Menurut Taufiq, dalam rangka menyambut tahun ajaran baru mendatang pihak kampus STAINU Temanggung sudah menyiapkan rusunawa sebagai asrama yang diperuntukkan terutama bagi calon mahasiswa baru tahun 2016 ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kendati demikian, kata Taufik, saat ini di rusunawa tersebut sudah ada beberapa mahasiswa yang menghuninya. Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari beberapa daerah dari wilayah Temanggung yang letaknya cukup jauh dari kota kabupaten.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Pengadaan fasilitas rusunawa ini juga dimaksudkan untuk menambah bimbingan dan pembinaan akademik bagi mahasiswa di lingkungan kampus STAINU. Yang telah dirancang ialah memberikan pembelajaran bahasa secara intensif khususnya bahasa Arab dan Inggris," imbuh Taufik.

STAINU Temanggung saat ini memiliki tiga program studi yang meliputi: Pendidikan Agama Islam (PAI), Manejemen Pendidikan Islam (MPI), dan Ahwal al-Syakhshiyyah (Syariah). (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 10 Januari 2011

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan jamaah memadati lapangan Mapolres Karanganyar, malam Jum’at (28/2), dalam acara Tabligh Akbar Polres Karanganyar Berdzikir yang diselenggarakan keluarga besar Polres Karanganyar Jawa Tengah.

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Berdzikir di Lapangan Mapolres

Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dilanjutkan bacaan sholawat dan maulid simtuddurar yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. Di tengah-tengah acara, seperti biasa Habib Syech mengajak para jamaah untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Usai bersholawat, dilanjutkan mauidoh hasanan yang disampaikan oleh Habib Ismail Al-Attas (Pekalongan). Beliau menyampaikan hubungan antara nasionalisme dan Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang berbeda. Keduanya berjalan kelindan,” terang Habib Ismail.

Pada puncak acara, sang mursyid, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Pekalongan) memberikan wejangannya. Salah satunya tentang hakikat dzikir. Dzikir bukan sekedar ucapan penghias bibir, melainkan hal untuk merasakan kehadiran Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dalam berdzikir, kita dituntut dalam setiap ucapan. Bahkan tidak hanya itu, tetapi semua anggota badan kita juga bisa ikut berdzikir,” jelas Habib Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karanganyar juga melantik 24 Dai Kamtibnas, sebagai salah satu badan untuk menangkal ajaran radikalisme.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam, AlaSantri, Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 04 Januari 2011

Sebelum Dilantik, Pengurus GP Ansor Sumenep Lalui Tes Urine

Sumenep, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - PW GP Ansor Jawa Timur melantik pengurus harian Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sumenep periode 2016-2020 di Pesantren Mathaliul Anwar, Desa Pangarangan, Kecataman Sumenep, Kabupaten Sumenep, Sabtu (14/1). Pelantikan GP Ansor kali ini terbilang berbeda dibanding pelantikan tahun-tahun sebelumnya. Semangat memerangi narkoba tampak bergelora di sela acara.

Dalam kesempatan ini, pengurus Satkorcab Banser Sumenep juga dikukuhkan.

Sebelum Dilantik, Pengurus GP Ansor Sumenep Lalui Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Dilantik, Pengurus GP Ansor Sumenep Lalui Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Dilantik, Pengurus GP Ansor Sumenep Lalui Tes Urine

Selama acara berlangsung, tes urine pengurus yang baru dilantik diketengahkan. Hasilnya, negatif semua. Seluruh pengurus GP Ansor dan Satkorcab Sumenep terjamin dari penggunaan narkoba.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ini sebagai pembuktian bahwa Baanar dan Ansor Sumenep benar-benar berkomitmen dan nawaitu dalam pemberantasan narkoba. Ini sekaligus sebagai bukti bahwa kita Ansor kader NU bersih dari barang haram tersebut," ujar Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Sumenep Suryadi Syah.

Ketua GP Ansor Sumenep Muhri Zain menyatakan, tes urine sengaja dilakukan sebagai langkah nyata bahwa GP Ansor memang benar-benar niat memerangi narkoba. Ke depan GP Ansor Sumenep akan terus menggalakkan dan menggerakkan kader dalam upaya menyosialisasikan bahaya narkoba ke masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Baik masyarakat wilayah daratan maupun yang terdapat di kepulauan," kata alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep tersebut. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 02 Januari 2011

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Mustofa Bisri, Jumat (15/8) pagi, mengawali kembali pengajian rutin di aula pesantren Raudhotut Tholibin, Leteh, Rembang. Pengajian yang digelar setiap hari Selasa dan Jumat itu mulai ramai diikuti ribuan warga Nahdlatul Ulama sekabupaten Rembang.

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Buka Pengajian Rutin Tafsir Al-Ibriz

Menurut Wakil Ketua PCNU Rembang H Bisri Adib Hattani, pengajian itu kembali dibuka dan digelar setelah libur puasa. Sementara pada bulan Ramadhan lalu, pengajian tafsir Al-Ibriz untu sementara digantikan dengan ngaji pasan (pengajian setiap bulan Ramadhan).

"Pengajian ini memang kembali digelar dan dibuka secara langsung KH Ahmad Mustofa Bisri semenjak libur bulan puasa 1435 H, di mana aula dialihfungsikan sebagai kegiatan bulan Ramadhan dengan kajian kitab Riyadhus Sholihin,” kata pria yang lazim disapa Gus Adib.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengajian ini, kata Gus Adib, disiarkan langsung oleh Mataair Radio dengan frekuensi 105,1 MH.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Samiran menjelaskan, dirinya sering mengikuti pengajian itu sejak tahun 2000. Hingga sekarang, ia secara istiqomah mengikuti pengajian meski banyak kesibukannya di luar itu. Menurutnya pengajian yang membacakan kitab karya simbah KH Bisri Mustofa itu selalu ramai diikuti para jamaah meski telah lama dikaji sejak pada zamannya.

"Kitab ini selalu ramai jamaah mas, sejak jaman penulisnya. Masyarakat tak pernah bosan mengikuti pengajian rutinan ini. Karena kita sudah menjadwalkannya setiap Selasa dan Jumat,” tandas Samiran, salah satu jamaah pengajian tafsir Al-Ibriz. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Doa, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah