Sabtu, 25 November 2017

Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Bupati Banyumas Ahmad Husain menghadiri acara pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor ? Kabupaten Banyumas di Pondok Pesantren Darussalam Dukuwaluh Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Periode 2016-2020 pada Rabu malam (7/3).?

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi warga NU di Kabupaten Banyumas. "Di Banyumas ada banyak ormas, tapi yang sanggup membuat situasi tentram dan kondusif hanya NU," katanya.?

Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi

Ia berharap semoga NU di Banyumas terus berkembang menjadi organisasi yang besar. "NU Banyumas semoga semakin tumbuh besar karena semakim besar NU di Banyumas, semakin tentram pula Banyumas," lanjutnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara kepda pemuda Ansor, ia menekankan supaya di Kabupaten Banyumas untuk tetap menjaga integritas, baik integritas pribadi, organisasi dan integritas Banyumas. "Ansor harus berilmu, Ansor harus kuat dan Ansor harus tertata dengan baik," pintanya.?

Ribuan anggota dan pengurus GP Ansor ? dan Banser se-eks Kerisidenan Banyumas memadati halaman Pondok Pesantren Darussalam. Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU Banyumas KH Khariri Shofa sekaligus sebagi pengasuh pondok pesantren Dasrusalam, ? Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Ahmad Hasan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua terpilih GP Ansor Kabupaten Banyumas Khasis Munandar meminta semua pihak untuk ikut mendukung program kerja Ansor guna mewujudkan cita-cita organisasi. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Keberhasilan Pengurus Cabang NU Kabupaten Blitar terpilih sebegai juara NU AWARD PWNU Jawa Timur? (Jatim) 2016 menjadikan pemicu dan semangat para pengurus NU di Bumi Bung Karno itu berbenah di berbagai bidang. Mereka berbenah mulai dari pendidikan, kesehatan, dakwah, kesenian, kepemudaan dan lainnya.

“Keberhasilan ini memicu dan semangat kami para pengurus dalam berkhidmah di NU,’’ ujar KH Imam Sugrowardi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Rabu malam (13/7).

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah

Semua lini, khususnya lembaga dan dan badan otonomi NU, lanjut Kiai Imam harus berbenah. Semua hal yang dirasa kurang harus ditingkatkan. Mulai dari pendidikan, pesantren, kesehatan, dakwah, kesenian semua harus ditingkatkan guna melayani keperluan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Keberhasilan ini menjadi cambuk untuk bekerja lebih keras lagi dalam melayani umat di berbagai bidang. Justru jangan ogah-ogahan.Kalau sampai begitu malu kita nanti, baik kepada Allah SWT maupun kepada umat,’’ kata Gus Imam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika ditanya mengapa malu, ia menjawab karena biasanya kalau sudah dianggap juara, NU blitar akan jadi rujukan pertanyaan.”Kalau ternyata kita memble setelah juara, kan malu kita karena tidak bertahan dalam berjuang berkhidmah di NU,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan, adanya penghargaan NU Award PWNU ini akan ditindaklanjuti dengan mengadakan kegiatan yang sama sampai ke pengurus Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU. ”Kegiatan ini tahun ini akan kami laksanakan sampai ke tingkat MWC dan ranting-ranting NU. Kami sudah membentuk tim pelaksana,’’ kata Gus Dain, panggilan akrabnya.

Diharapkan dengan kegiatan serupa, semua lini bangkit di semua bidang. Sehingga kepentingan umat bisa tercover dengan baik seperti yang diharapkan oleh para muasis NU. “Dengan pola ini diharapkan semua lini NU akan bangkit dan bergerak sehingga kepentingan umat terpenuhi dengan baik,’’ tambah anggota FKUB Kabupaten Blitar ini.

Seperti diketahui, PCNU Blitar berhasil meraih juara setelah dalam final yang berlangsung di Aula Kertoraharjo PWNU Jatim pada 28 Juni lalu mampu meyakinkan belasan juri.

Dalam sesi final NU Blitar berhasil mengungguli tiga nominator lain, PCNU Magetan, PCNU Banyuwangi, dan PCNU Lumajang.Atas keberhasilannya tersebut, masing-masing pemenang mendapatkan tropi, sertifikat, buku/kitab, serta uang pembinaan dari Gubernur Jatim.

Penyerahan tropi juara disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim? H Soekarwo (Pakde Karwo) didampingi Wakilnya H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua PWNU Jatim KH Moh. Mutawakil Alallah. (Imam Kusnin Ahmad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Luqman Harits Dimyathi berpesan, dalam membaca shalawat nabi jangan sampai meninggalkan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Saat ini, menurutnya, banyak masyarakat yang masih belum benar dalam membaca shalawat.

”Dalam membaca syair, bait itu juga harus menggunkan tajwid dan panjang pendeknya harus diikuti. Karena dalam ilmul arudl tidak boleh lepas dari makhorijul huruf, mad dan sebagainya,” paparnya saat mengisi ceramah dalam rangka kegiatan rutin pembacaan rotib dan shalawat Rijalul Ansor yang digelar oleh GP Ansor Pacitan di Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Jumat malam (22/5).

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid

Kiai Luqman mencontohkan kalimat salam alaika, banyak masyarakat masih membaca kalimat saaalam alaika dengan memanjangkan huruf tsa’ nya. Seharusnya salam alaika huruf lam-nya yang dibaca panjang. Menjadi salaaam alaika sesui ilmul arud.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banyak shalawat dan syair didalam kitab Al Barzanji yang oleh banyak masyarakakat bahkan para santri masih dibaca dengan ala kadarnya tidak memperhatikan tata cara membaca seperti yang telah diwariskan oleh para sesepuh terdahulu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama dan para sesepuh terdahulu sangat memperhatikan kaidah dan keindahan dalam membaca shalawat sehingga shalawat yang dibaca dengan kaidah ilmul arud akan mudah merasuk di dalam hati.

“Melalui Kegiatan Rijalul Ansor ini, NU hadir untuk merawat peninggalan para masyayikh dan Walisongo,” tambah Kiai Luqman yang merupakan Pengasuh Pondok Tremas Pacitan.

Selain menjelaskan tentang tata cara membaca shalawat yang benar, ia juga menyinggung bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan langgam Jawa yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat.

Lebih lanjut, NU telah mendiskusikan kontraversi tersebut. membaca Al-Qur’an dengan langgam Jawa diperbolehkan asal tidak merubah sisi tajwid, makharij huruf, dan terpeliharanya orisinalitas makna al-Quran itu sendiri.

Kegiatan rutin pembacaan rotib dan shalawat Rijalul Ansor diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Abdullah Sadjad. (zaenal faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, (2/2). Ia berharap ke depan pendidikan di Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik.di hari pendidikan ini Pimpinan Pusat IPNU mengeluarkan empat maklumat.

"Pertama, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang selama ini konsisten mengawal tahapan proses pendidikan tanpa pamrih dan penuh keikhlasan," katanya.

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Kedua, Hardiknas diharapkan bukan hanya sekedar peringatan seremoni di lingkungan pemerintahan, tapi harus sepenuhnya dijadikan momentum untuk merefleksi keberhasilan target capaian pendidikan itu sendiri yang hakikatnya adalah untuk memanusiakan manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ketiga, pemerintah diharapkan segera menerapkan konsep pendidikan muaadalah yang mengakui eksistensi pesantren sebagai bagian subkultur kependidikan yang selama ini berkontribusi besar dalam pembangunan manusia Indonesia dan menjadikannya sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang terakhir, imbuh Asep, PP IPNU meminta pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas terhadap eksistensi organisasi ekstra sekolah yang berbasis pelajar di sekolah-sekolah tingkat menengah, serta mengeluarkan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Pramuka dari instrumen penilaian akreditasi atau perangkat aturan lain yang selama ini diterapkan sehingga organisasi kepelajaran dan kepanduan pelajar di sekolah tidak hanya dimonopoli oleh kedua organisasi tersebut.

Hari Pendidikan Nasional diperingati dan ditetapkan sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 316 tahun 1959. Adapun tanggal peringatan tersebut disematkan pada hari lahir salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang gigih dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peran Penting NU Meredam Kekerasan 1965 di Kalsel

 Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU merupakan faktor penting tidak terjadinya kekerasan antarmasyarakat sipil di Kalimantan Selatan ketika pecah peristiwa politik pada tahun 1965. Pernyataan ini dikemukakan oleh Toga Tambunan, ketika bertindak sebagai salah seorang pembahas dalam diskusi buku “Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Politik-Seni” yang berlangsung di Galeri Nasional.

Di dalam buku yang membahas kehidupan perupa Misbach Tamrin, kelahiran tahun 1941 di Amuntai, Kalimantan Selatan, yang pernah mendekam selama 13 tahun di penjara Orde Baru karena tuduhan komunis, terungkap bahwa di Kalimantan Selatan relatif tidak terjadi kekerasan antar masyarakat sipil pada tahun peralihan politik tersebut.

Memang ada penangkapan-panangkapan dan kemudian juga penahanan-penahanan tanpa pengadilan –seperti yang dialami Misbach Tamrin dan Toga Tambunan—tetapi berbeda dengan di beberapa daerah di Jawa, Bali atau bahkan Kalimantan Tengah. Di Kalsel tidak ada misalnya perburuan, penyerangan, penangkapan, atau bahkan pembantaian masyarakat sipil terhadap masyarakat sipil lainnya, dalam hal ini para aktivis PKI dan atau yang dianggap terkait dengannya. “Tidak ada yang namanya ‘dibon’ seperti di Jawa seperti yang saya dengar belakangan,” demikian pengakuan Misbach seperti dikemukakan dalam buku.

Peran Penting NU Meredam Kekerasan 1965 di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Penting NU Meredam Kekerasan 1965 di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Penting NU Meredam Kekerasan 1965 di Kalsel

Acara yang berlangsung akhir pekan lalu (22/11) itu dihadiri Hairus Salim HS dan Hajriansyah yang merupakan penulis buku, dan E. Z. Halim, Sihar Ramses Simatupang, dan Sulistyono yang juga turut menjadi pembahas. 

Misbach sendiri beranggapan  bahwa relatif tidak adanya kekerasan itu karena faktor Jenderal Amir Machmud, Pangdam Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan kala itu, yang menurutnya merupakan pengagum Sukarno. Namun anggapan itu diragukan oleh Toga Tambunan. Menurutnya, ada tiga faktor mengapa masyarakat setempat yang bukan PKI tidak turut mengejar-ngejar atau menumpas orang yang dianggap PKI.

Pertama, lanjutnya, di kalangan masyarakat Banjar saat itu sangat kuat ikatan kekeluargaan. Mereka mengenal istilah bubuhan, artinya anggota keluarga besar. Beberapa orang Banjar sendiri banyak yang aktif di PKI atau pun organisasi yang dekat dengannya. Jadi kekerabatan ini mampu mencegah kekerasan. Tapi selain itu, tambah Toga, orientasi keagamaan orang Banjar sangat moderat. Kebanyakan mereka orang NU. Jadi NU dan juga peran seorang tuan guru di Martapura yang sangat dihormati masyarakat setempat saat itu, punya pengaruh besar tidak terjadinya kekerasan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Toga menceritakan bahwa sebelum ia tertangkap ia sempat bersembunyi dari satu daerah ke daerah lain di pelosok Kalimantan Selatan dan bertemu dengan banyak orang. Toga yakin mereka tahu siapa tahu siapa sebenarnya ia, tetapi mereka seperti tidak peduli. Bahkan sebagian ada yang membantu, tambahnya.      

Memang Kalimantan Selatan tercatat sebagai basis Partai NU di luar Jawa saat itu, bahkan hingga kini. Ketua Umum NU saat itu adalah KH. Idham Chalid yang berasal dari Kalimantan Selatan. Tak heran kalau di Kalimantan Selatan NU merupakan partai terbesar pada tahun 1965 itu.

Apa yang dikemukakan Toga bisa disebut sebagai kesaksian. Toga bercerita datang ke Banjarmasin tahun 1962 sebagai pegawai kesehatan yang dikirim pemerintah pusat untuk ikut menangani penyakit malaria yang menyebar di kawasan tersebut. Karena senang menulis dan berkesenian, ia kemudian turut mengelola LEKRA Kalimantan Selatan bersama Misbach Tamrin. Hal itulah yang menyeretnya ke tahanan selama 14 tahun, meski ia mengaku bukanlah anggota PKI. “Saya sebenarnya anggota Partindo (Partai Indonesia),” katanya. “Sebelum ke Banjarmasin, saya redaktur kebudayaan Bintang Timur, milik Partindo,” tambahnya seusai diskusi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kesaksian Toga Tambunan yang dikemuakan dalam diskusi buku ini cukup menarik perhatian peserta diskusi. Diskusi buku ini sendiri sebenarnya merupakan bagian dari Pameran Tunggal Misbach Tamrin berjudul “Arus Balik” yang pembukaannya berlangsung pada 20 November dan dihelat hingga 30 November 2015 di Galeri Nasional. (Red: Mahbib)

 

Foto: Ilustrasi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli meminta semua organisasi kemasyarakatan (ormas) agar dapat merawat dan menjaga jamaahnya dari pengaruh radikalisme dan terorisme. Sebab, ormas juga rawan disusupi gerakan ISIS.

Permintaan ini disampaikan Hamli saat menjadi narasumber dalama acara Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya di New Sari Utama, Jember, Kamis (5/7).

Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas Diminta Jaga Jamaahnya agar Tidak Lompat ke Kelompok Teroris

Menurutnya, menjaga dan memantau terus jamaah itu penting karena faktanya sejumlah pelaku teror adalah berlatar belakang anggota ormas tertentu.

"Jangan sampai lompat (jadi anggota ISIS). Yang membom di Cirebon, itu dulunya orang FPI. Dia tidak sabar. Katanya, demo terus, demo kurang enak nih, akhirnya pilih agak macho sedikit, bawa bom," kata Hamli.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia juga mengaku pernah menginterogasi pelaku bom yang berlatar belakang anggota HTI. Saat ditangkap, pelaku mengaku bosan berunjuk rasa. "Kalau cuma demo saja, ngomong doang, tidak pakai aksi," kata Hamli.

Karena itu, ia berharap agar pimpinan ormas bisa membentengi anggotanya supaya tidak terjerat dalam radikalisme dan terorisme. Pembentengan ini antara lain membimbing dan menyosialisasikan makna jihad yang benar. Sebab, salah satu faktor teroris meyakini tindakannya benar adalah karena pemahaman agama yang tidak benar, terutama terkait makna jihad.

Harapan serupa juga disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. "Jangan sampai kasus yang yang terjadi di Iraq dan Suriah juga terjadi di Indonesia, termasuk Jember," ucapnya.

Sebelum acara tersebut diakhiri, dilakukan penandatanganan kesepakatan menolak radikalisme dan terorisme oleh unsur Forpimda, MUI, NU, Muhammadiyah, dan GP Ansor (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menjelang keberangkatan ke tanah suci pada 9 September mendatang, sebanyak 689 calon haji (Calhaj) kabupaten Probolinggo 2015 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8). Kegiatan bimbingan diakhiri dengan tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab setempat.

Tasyakuran pemberangkatan calhaj ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Probolinggo H Bustami, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Cholili dan Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri.

689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

689 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Hadir pula Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Sumaryono, sejumlah Kepala SKPD dan Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sekabupaten Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun ini, calon tamu Allah asal Probolinggo sebanyak 689 orang. Mereka tergabung dalam kloter 47 dan 48 yang akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari Obyek Wisata Religius Miniatur Ka’bah desa Curahsawo kecamatan Gending, Probolinggo pada 9 September 2015 mendatang.

Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, penutupan bimbingan manasik haji dan selamatan pemberangkatan calon jamaah haji ini merupakan sebuah budaya yang tidak boleh berhenti karena menyangkut dengan tradisi masyarakat Probolinggo. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan calon tamu Allah yang akan berangkat ke tanah suci.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Selamat kepada seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci sebagai tamu Allah. Tidak semua orang mendapatkan panggilan untuk datang ke rumah Allah. Sebagai tamu Allah, berangkat dan datang harus diselamati. Semoga ilmu yang didapat selama pelaksanaan bimbingan manasik haji manfaat dan barokah,” ujarnya.

Sementara H Hasan Aminuddin meminta para calon tamu Allah ini untuk selalu menjaga kesehatan sejak awal sampai akhir. Sebab dalam ibadah haji ini dibutuhkan tenaga dan fisik yang lebih.

“Perbanyaklah berbicara dengan Allah melalui berdzikir, istighfar serta sholawat. Sebab tempat itulah sebagai tempat pertobatan bagi manusia yang selalu banyak dosa,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menegaskan bahwa salah satu tugas Komisi VIII DPR RI adalah menangani masalah haji. Berkat perjuangan Komisi VIII, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini turun.

“Sisa kuota akhirnya dikembalikan dan disebar ke seluruh Indonesia, khususnya Probolinggo mendapat jatah yang diberikan kepada para orang yang sudah tua (lansia),” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah