Selasa, 19 September 2017

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Corp Brigade Pelajar dan Korp Pelajar Putri Paciran mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tahap Pertama (Diklatama) di bumi perkemahan Ngebrak Tunggul, Lamongan, Kamis-Jumat (24-25/10). Sayap kepanduan IPNU-IPPNU ini melatih sedikitnya 70 kader baru utusan ranting dan komisariat sekecamatan Paciran.

Pelatihan dasar ini dipandu DKW CBP KPP Jatim. DKW CBP Jatim Komandan Jay mengatakan, diklatama ini adalah sebagai tahap pertama rekan dan rekanita untuk menjadi anggota CBP-KPP.

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KPP Paciran Rekrut Anggota Baru

“Jumlah peserta kali ini terbilang besar untuk tingkatan anak cabang,” kata Jay, rekan IPNU asal Jember.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sepakat dengan Jay, Ketua IPNU Paciran Ruri menegaskan bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan. Di luar ruangan juga bisa belajar.

“Pada Diklatama yang bertepatan dengan pergantian tahun Hijriyah, peserta membaca bersama doa akhir dan awal tahun. Kita menutup doa untuk Indonesia ke depan lebih baik,” kata Ruri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua IPNU Jatim Imam Fadli kader asal Paciran mengingatkan, pelajar NU dan anggota kepanduan IPNU-IPPNU ini memberikan sumbangsih besar dalam rangka kaderisasi.

“Pengurus IPNU-IPPNU Paciran perlu terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kaderisasi,” tutup Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 18 September 2017

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peserta penerima beasiswa Arab Saudi akan menerima bimbingan hafalan Al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), organisasi penghafal dan pegiat Al-Qur’an NU.

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerima Beasiswa Arab Saudi Dibimbing Hafalan Al-Quran

“Kita akan kerja sama dengan JQH,” kata Ahmad Ridho, staf biro kerjasama beasiswa luar negeri saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di lantai lima Gedung PBNU saat menunggu kesiapan peserta ujian, Senin (8/10) siang.

Lima belas yang lolos ujian tidak dilepas begitu saja, tambah Ahmad Ridho yang juga penguji peserta calon besasiswa. Hafalan Al-Qur’an umumnya peserta, belum mantap benar. Padahal beasiswa Arab Saudi menghedaki hafalan yang kuat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ridho menambahkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Jawa. Peserta antara lain berasal dari pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah lima puluh orang akan menerima beasiswa Arab Saudi dari pelbagai jurusan. Jenjang S1 dan S2, masing-masing berjumlah lima belas kuota. Jenjang S3 menerima hanya sebanyak 20 kuota.

Peserta yang lolos, baru bisa berangkat ke Arab Saudi tahun depan. Selama setahun itu, Jamiyatul Qurra Wal Huffaz, JQH NU akan memperkuat hafalan mereka. Bimbingan JQH, akan member cukup bekal bagi mereka, tambah Ridho.

Dari sejumlah tes yang diujikan, hafalan Al-Quran ini menempati bobot yang tinggi. Wawasan ke-NU-an juga mendapat bobot penilaian yang cukup tinggi.

Selain hafalan, peserta juga wajib melewati uji kemampuan membaca kitab. Kitab yang diujikan adalah Kifayatul Akhyar dan Fathul Qarib. Menurut Ridho, bobot tes yang satu ini lebih lebih rendah dari hafalan Al-Qur’an dan wawasan ke-NU-an.

Sementara peserta S2 dan S3, mendapat tes tambahan. Mereka yang mengambil jurusan keagamaan, wajib berdialog dengan bahasa Arab. Bagi yang mengambil jurusan umum, penguji akan menguji kemampuan berbahasa Inggris.

Karenanya, mereka dari sekarang sudah menentukan jurusan. Ada yang ambil keagamaan, teknik lingkungan, ekonomi Islam, sains, dan kimia. Mereka yang gagal dalam uji hafalan, akan dikirim ke luar Arab Saudi. Maroko dan Tunisia, siap menampung mereka, tandas Ridho.

 

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pemimpin NU mendatang harus memiliki kepedulian dalam memajukan dan meningkatkan kualitas hidup warganya di bidang sosial, pendidikan dan ekonomi. Tidak hanya itu, pemimpin NU diharapkan memprioritaskan kualitas pondok pesantren.

Demikian yang disampaikan Wakil Rektor 1 Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Prof Dr H  Haris Supratno dalam acara seminar internasional bertajuk Menjelang Satu abad, Quo Vadis NU di kampus setempat, Sabtu (1/8). Hadir juga sebagai pembicara pengamat NU Martin Van Bruinessen dan Prof Nakamura asal Jepang.

Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin NU Harus Tingkatkan Kualitas Hidup Nahdliyin

 Haris memaparkan Nahdlatul Ulama dalam mencapai kemajuan harus menjadikan skala prioritas melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan ekonomi warganya. 

"Bila pendidikan warga NU maju dan berkualitas maka akan mempercepat kualitas dan kesejahteraan warga NU," ujarnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Karena itu, kata Haris, pemimpin NU harus mampu mengubah citra pondok pesantren. Bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama melainkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan umum.

"Dengan demikian, alumni pesantren juga menguasai ilmu agama dan ilmu umum sehingga akan mampu terjun ke dalam masyarakat dan siap sebagai pemimpin masa depan yang mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteran lahir batin," tandas mantan Rektor Unesa ini.

Sementara Prof.Nakamura mengatakan citra Islam di mata masyarakat Jepang dinilai kurang baik akibat adanya tindakan terorisme berkedok agama. Karenanya, ia bersama teman-temannya ingin mengundang sejumlah cendekiawan untuk berbicara Islam damai di Jepang. 

"Kita ingin masyarakat Jepang mempunyai pemahaman Islam yang benar, ramah bukan Islam pemarah," tegasnya. (Qomarul Adib/Mukafi Niam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) akan menggelar kajian perihal amanat Sumpah Pemuda dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. LKSB bersama elemen pemuda dan  mahasiswa se-Jakarta akan mendiskusikan relevansi masalah ini di Lantai Lima Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (2/11) siang.

Tema ini diangkat dalam diskusi ini dalam rangka mengingatkan kembali semangat deklarasi persatuan para pemuda pada 1928 di bawah payung keindonesiaan.

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Diskusi yang didominasi kalangan pemuda ini memandang semangat persatuan dan keindonesiaan para pemuda saat itu semakin relevan di tengah ketegangan masyarakat karena rangkaian politik praktis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengatakan, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pascakolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, tidak mampu memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Di samping itu kita juga belum benar-benar siap menerima keragaman,” kata Ghopur, Selasa (1/11) siang.

Menurutnya, elemen pemuda Indonesia kini perlu kembali mengingatkan masyarakat secara umum yang lupa atau mengabaikan semangat Sumpah Pemuda 1928 dan nilai-nilai persatuan serta perbaikan bangsa ke depan melalui Proklamasi 1945 pendiri bangsa.

Beberapa unsur kepemudaan yang akan hadir dalam diskusi kali ini adalah perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), mantan aktivis 98, Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (GEMA INTI), Gerakan Alam Pikir Indonesia (Gerak API), pemuda Kampung Sawah Bekasi, pemuda daerah, Anak Kandung Indonesia, dan delegasi ormas serta OKP lainnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 17 September 2017

Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk meningkatkan kualitas fisik dan mental, tim penegak pramuka MA Daarul Ikhlash menggembleng pelajar Mtsnya dalam kegiatan Kemah Isra’ dan Miraj. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar di kompleks madrasah yang berlokasi di desa Caracas, Kalijati, Subang, Senin-Selasa (26-27/5).

Pembina pramuka MTs-MA Daarul Ikhlash Tito Taqiyudin mengatakan, kegiatan kemah ini selain memuat materi kepramukaan, tetapi juga materi tentang Isra dan Miraj.

Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rajaban, Siswa Madrasah Daarul Ikhlas Berkemah

"Sholat 5 waktu merupakan oleh-oleh dari Isra’ dan Miraj. Dalam kegiatan ini, siswa dituntut melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah yang juga dianjurkan dilakukan di masjid tempat tinggal masing-masing," ujar Tito, Senin (26/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tito yang juga mantan Ketua NU Caracas ini mengingatkan, kegiatan berkemah identik dengan Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW. Pasalnya, kegiatan berkemah menuntut kedisiplinan dan kekuatan mental di mana para pelajar jauh dari orangtua. Kedisiplinan fisik dan mental itulah yang menjadi modal kebahagiaan.

Kegiatan berkemah ini mengajak para pelajar mengolah batin dengan melaksanakan zikir, sholawat, dan sholat tahajud. Dalam kesempatan ini, mereka diajak menjelajahi alam untuk menghayati rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Dari sana, semangat gotong-royong akan tumbuh di kalangan mereka, pungkas Tito. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 16 September 2017

Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok pemuda yang tergabung dari Kaligawe Online, Sciena Madani, Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) dan Kelompok Sastra dan Budaya Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, mengelar Nongkrong Kebudayaan. Kegiatan bertajuk, “kidung diserat, Puisi dibaca” ini berlangsung di halaman kampus Unissula, Semarang, Jumat (14/11).

Menurut pimpinan Kaligawe Online Dimas BP, Nonkrong Kaligawe merupakan program tahunan yang bertujuan memperkenalkan kota Semarang dan membaur kepada masyarakat.

Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nongkrong Budaya, Kelompok Pemuda Baca Kidung Puisi

Selain itu, kegiatan nongkrong budaya dimaksudkan untuk memberikan wawasan kebudayaan Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Lukni Maulana dari Sciena Madani, dunia kebudayaan khususnya sastra puisi seakan mengalami kegelapan sehingga perlu dikemas untuk diperkenalkan baik kepada masyarakat maupun kampus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nongkrong Budaya yang dikemas dengan pembacaan puisi ini dihadiri puluhan penyair, Artvelo Sugiarto (Demak), Fransiska Ambar Kristiyani (Semarang), Lukas Jono (Salatiga), Arafat Ahc (Demak), Ahmad Fauzi (Semarang) dan dimeriakan nyanyian puisi dari Sahabat Tenggang Semarang, Ruli (Sastra Undip Semarang), Puji (LKM – SA), Kang Memed (Pegiat Teater Semarang) dan Musikalisasi KSB–eSA.

“Kegiatan nongkrong budaya yang dikemas ngaji sastra rencananya akan diadakan rutin setiap bulan,” tambah Lukni. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Setelah longsor susulan di Dusun Pengkok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat, (12/2), satu ekor sapi, empat ekor kambing mati tertimpa longsoran dan dua dusun terisolasi. Salah satu rumah milik warga juga tertimbun tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Musibah ini menarik perhatian pengurus NU Jatiyoso untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatiyoso Taryanto mengungkapkan, sebelumnya longsor sudah mendera warga Dusun Pengkok pada Kamis, (11/2).

MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Jatiyoso Galang Bantuan untuk Korban Longsor di Karanganyar

“Namun, longsor kali ini sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan longsor sebelumnya,” kata Kang Thar sapaan akrab Taryanto kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Gedung PCNU Karanganyar, Sabtu (13/2).

Setelah melakukan koordinasi pengurus di Sekretarisat PRNU Desa Petung, MWCNU Jatiyoso akan mengirimkan bantuan kepada para korban bencana tanah longsor di desa Beruk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kami langsung melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pengurus MWCNU dan ranting NU guna membahas bantuan untuk korban bencana longsor yang rencananya akan menyumbangkan bantuan berupa sembako dan uang,” terangnya.

Barang-barang yang dihimpun MWCNU Jatiyoso berasal dari para seluruh jama’ah pengajian NU dan warga NU.

"Sumbangan tersebut kami kumpulkan mulai Ahad dan kami tetap membuka kesempatan kepada para donatur untuk memberikan sumbangan," ujar Thar.

Ia berharap sumbangan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tertimpa musibah. "Selain memberikan sumbangan, kami juga mendoakan masyarakat di Desa Beruk yang tertimpa musibah agar diberikan ketabahan dan kesabaran," ujarnya. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah