Sabtu, 24 Maret 2012

Aswaja NU Center Kepulauan Nias Baca Rabitul Haddad

Nias, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Aswaja NU Center Kepulauan Nias melaksanakan pembacaan Ratibul Haddad dan Pengajian (14/4) di rumah wakil Rais PCNU Kab. Nias Abdul Majid Caniago.

Pembacaan Ratib Al Haddad dipimpin oleh Ustadz Abdul Hadi dan dilanjutkan dengan ngaji sifat wajib dan mustahil bagi Allah oleh Imam Masjid Agung Mudik Abdul Malik Harefa.

Aswaja NU Center Kepulauan Nias Baca Rabitul Haddad (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja NU Center Kepulauan Nias Baca Rabitul Haddad (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja NU Center Kepulauan Nias Baca Rabitul Haddad

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ustadz Kamal Pasha dan Ustadz Akmal Nas yang juga menjadi narasumber pada pengajian malam ini.

Kesempatan majelis dzikir dan ngaji ini dimanfaatkan dengan baik oleh para jamaah dengan melakukan tanya jawab seputar sifat wajib dan mustahil bagi Allah dan Aswaja kepada para ustadz layaknya santri kepada guru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Abdul Majid selaku ketua Aswaja NU Center Kepulauan Nias mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi rutinitas mingguan yang sudah dilaksanakan beberapa kali di rumah ini dan Isyaallah akan tetap berlanjut, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan penguatan atas amaliyah dan kajian Ahlusunnah wal Jamaah di Kepulauan Nias khususnya Nahdlyin.

"Kami berharap dan kita doakan kegiatan ini mendapat dukungan dari Nahdlyin di Kepulauan Nias dengan semakin bertambahnya peserta yang hadir pada setiap pengajian." ujarnya.

Lebih lanjut Majid menyampaikan bahwa Insyaallah KH Misbahul Munir selaku Wakil Ketua Aswaja Center Lembaga Dakwah (LD) PBNU akan hadir di Pulau Nias. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Maret 2012

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang IPPNU Jakarta Pusat merekrut 50 pelajar putri di Jakarta Pusat sebagai kader muda NU. Perekrutan kader IPPNU digelar di kantor Kecamatan Menteng, jalan Pegangsaan Barat nomor 14, Jakarta Pusat, Ahad (17/2).

Lima puluh pelajar putri dari pelbagai kecamatan di Jakarta Pusat, mengikuti masa kesetiaan anggota, makesta. Mereka memasuki makesta sebagai jenjang paling dasar dalam proses kaderisasi IPPNU.

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Demikian dikatakan Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat Siti Syarifa Amini kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah per telepon, Senin (18/2) siang.

“Penggalakan kaderisasi di Jakpus diperlukan untuk melibatkan pelajar putri NU secara aktif dalam mengabdi di tengah masyarakat. Karena, mereka pada dasarnya merupakan warga NU secara kultural,” kata Siti Syarifa Amini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Syarifa, dalam membangun pelajar di Jakarta, IPPNU tidak cukup hanya melakukan pendekatan terhadap mereka. IPPNU juga perlu mendekati pihak sekolah dan majelis taklim orang tua. Karena, pendekatan itu memudahkan gerakan IPPNU dalam menyehatkan pelajar di Jakarta dari segala kegiatan negatif.

Sebagai tindak lanjut dari kaderisasi, PC IPPNU Jakpus ikut mengawal dan menggiatkan potensi pelajar yang berkembang di tiap kecamatan di Jakarta Pusat, tambah Syarifa.

Makesta IPPNU Jakpus dihadiri oleh Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dan Ketua PW IPPNU Jakarta. Sementara, perangkat desa termasuk Camat Menteng merespon baik kegiatan positif IPPNU.

Sedangkan Farida dalam sambutan makesta seperti dikutip Syarifa mengharapkan kader IPPNU Jakpus sanggup menunjukkan diri sebagai kader militan IPPNU yang berakhlakul karimah sesuai dengan paham aswaja NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Kajian Islam, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Maret 2012

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Aceh Besar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Aceh Besar, Aceh masa khidmah 2014-2019 resmi dilantik di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Selasa 23 Agustus 2016. Pelantikan dan naskah baiat dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh.

PCNU Kabupaten Aceh Besar dipimpin duet Syuriah Tgk. Saifullah dan Ketua Tanfidziyah Tgk. Dhiauddin Idris.

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Pelantikan dihadiri ratusan warga mulai dari pelajar, santri, para pengurus, beserta banom-banom NU mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU. Dari jajaran pejabat hadir Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kapolres, Dandim, Para SKPD, Muspika, dan lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tgk. Dhiauddin Idris dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah Ahlussunnah wal-Jamaah sehingga NU Aceh Besar ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Aceh Besar mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinnginya kepada pengurus PCNU Aceh Besar atas kerja sama dalam pembinaan generasi baik budaya, dan pendidikan agama sehingga terciptanya masyarakat yang penuh iman, taqwa dan berakhlak mulia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sambutan dari PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali dan PBNU Imam Pituduh menyampaikan sama-sama mengajak nahdliyin untuk selalu memperjuangkan Ahlussunnah wal-Jamaah dalam konsep dan kerja nyata. Dalam sambutannya, Imam Pituduh, meminta untuk berkomitmen mendirikan Universiatas Nahdlatul Ulama (UNU) di Aceh Besar.

"Dengan kerja sama yang baik, kita berinisiatif untuk mendirikan UNU di Aceh Besar, dan sudi kiranya Pemerintah Daerah Aceh Besar untuk mempercepat proses legalitas hibah tanah tempat pendirian UNU," ujar Imam. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Amalan, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Chalid Mawardi Diminta Bahas Timur Tengah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Salah seorang tokoh sepuh NU KH Chalid Mawardi (78) berangkat ke Arab Saudi untuk beribadah umroh. Ia bertolak dari Jakarta tadi malam, Ahad, (3/3). Dari Makkah, akan ke Syiria, Yordania, Qatar, dan Palestina.

Chalid Mawardi Diminta Bahas Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Chalid Mawardi Diminta Bahas Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Chalid Mawardi Diminta Bahas Timur Tengah

Menurut kiai kelahiran Solo tersebut, selepas umroh, akan memenuhi undangan sahabat di negara-negara tersebut. Ia akan diminta pendapat situasi Timur Tengah dewasa ini.

Mantan Ketua GP Ansor tersebut menambahkan, akan berada di Timur Tengah bersama istrinya, Siti Muniroh, (63) sampai akhir Maret.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum berangkat, mantan Duta Besar Indonesia untuk Syiria tahun 80-an itu, sore sekitar pukul 16.00, mengadakan doa bersama keluarga, beserta 40 anak yatim piatu di kediamannya, Kelapa Dua, Jakarta Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, ia meminta doa kepada Nahdliyin, semoga selamat sampai tujuan, sehat wal-afiat, hingga pulang ke tanah air.

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 04 Maret 2012

18 Pesantren Bakal Berlaga di LSN Region Jateng 2

Semarang,? Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 18 klub pesantren bakal bertarung dalam kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 2 Jawa Tengah. Mereka akan mulai bertanding mulai 1-4 September di lapangan Arhanudse Semarang.

18 Pesantren Bakal Berlaga di LSN Region Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
18 Pesantren Bakal Berlaga di LSN Region Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

18 Pesantren Bakal Berlaga di LSN Region Jateng 2

Ketua Panitia Pelaksana Regional 2 Jateng Shalahuddin menyatakan, ada 18 klub pesantren yang telah dinyatakan lolos verifikasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berikut ini 18 daftar tim pesantren LSN Regional 2 Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

1. Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Pati

2. Shofa Az-Zahro Gembong Pati

3. Kiai Gading Mranggen Demak

4. Roudlatul Mubtadiin Balekambang Jepara

5. Kauman Lasem Rembang

6. Alhamdulillah Kemadu Rembang

7. Roudlatut Tholibin Leteh Rembang

8. Khozinatul Ulum Blora

9. Al-Hikmah Blora

10. Sirojuth Tholibin Brabo Grobogan

11. Mambaul Ulum Bandungsari Grobogan

12. Nurul Ulum Ungaran Kabupaten Semarang

13. Bina Insani Susukan Kabupaten Semarang

14. Al-Falah Salatiga

15. Hidayatusy Syubban Karangroto kota Semarang

16. Taqwal Illah kota Semarang

17. Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal

18. Al-Musyaffa Ngampel Kendal

(Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tegal, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 02 Maret 2012

Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim

Oleh Ahmad Khoiri

Salah satu bukti kontinuitas Islam dengan agama (millah) sebelumnya ialah adanya adopsi ajaran agama sebelumnya ke dalam Islam. Ini, umpamanya, dapat dilihat dalam perayaan Hari Raya Idul Adha. Perayaan setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini merupakan momentum mengingat kembali ketulusan cinta Ibrahim AS sang khalil Allah, dalam mengorbankan putranya Ismail demi perintah Allah SWT melalui mimpinya.

Di sini tidak hendak membahas bagaimana penanggalan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap Ismail jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah sedangkan ketika itu kalender Hijriah belum ada, juga tidak akan membahas persoalan diskursif seputar apakah yang disembelih (al-dzabih) Ismail atau Ishak. Namun fokus tulisan ini ialah bagaimana kemudian spirit kecintaan seorang manusia terhadap Rabb-nya mampu menundukkan rasionalitas yang melekat dalam dirinya. Manusia tersebut tidak lain ialah bapak para Nabi, Ibrahim AS.

Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban, Cinta Menundukkan Rasionalitas Nabi Ibrahim

Berbicara tentang rasionalitas, kita pasti akan ter-mindset pada sederetan nama bapak logika seperti Thales (624-548 SM), filsuf asal Yunani yang telah meletakkan dasar-dasar berpikir logis atau kepada Abu Nashr al-Farabi (873-950 M), filsuf Muslim yang mendapat gelar Sang Guru Kedua karena telah menyalin logika Yunani Aristoteles dan memberikan ulasan serta komentar. Padahal jauh sebelum itu, sekitar lima belas abad sebelum filsuf-filsuf tersebut muncul, Nabi Ibrahim telah menjadi manusia dengan dengan nalar rasional yang menakjubkan. Demikian karena menurut Karen Armstrong, Nabi Ibrahim hidup pada abad kedua puluh sebelum Masehi.

Pendapat atas rasionalitas Nabi Ibrahim terekam dalam beberapa ayat al-Quran. Dalam pembuktian empiris tentang bagaimana Allah menghidupkan yang mati, misalnya, terekam jelas dalam surah al-Baqarah ayat 260. Nabi Ibrahim AS meminta kepada Allah agar Dia memperlihatkan kepadanya bagaimana cara Allah menghidupkan sesuatu yang mati. Tuntutan Ibrahim di sini bukanlah menampakkan bahwa intuisi seorang nabi seperti dirinya tidak mampu meyakinkan kekuasaan Allah, namun lebih tepat merupakan penjabaran secara implisit bahwa di samping intuisi sebagai hujjah kenabiannya, Ibrahim tidak mengesampingkan pikiran rasional-empiris. Allah pun mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim, sebagaimana dalam ayat tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kecerdasan nalar rasional Ibrahim tidak hanya itu. Al-Quran melukiskan bagaimana perdebatannya dengan seorang raja yang mengaku Tuhan. Dalam beberapa kitab tafsir raja yang mendebat Nabi Ibrahim tersebut adalah Namrud bin Kanan al-Jabbar. Ketika perdebatan berlangsung, Namrud meminta Ibrahim membuktikan ketuhanan Allah. Nabi Ibrahim menjawab bahwa Dialah Allah yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Sang raja merasa menang melawan hujjah Nabi Ibrahim dengan membunuh orang di sampingnya, membuktikan bahwa dia juga bisa membunuh. Namun kemudian Ibrahim mengatakan bahwa Allah yang menerbitkan matahari dari arah timur ke barat dan meminta Namrud menerbitkannya dari barat. Ketika itu pun sang raja kalah hujjah. Cerita ini Allah lukiskan dalam surah al-Baqarah ayat 258.

Di samping kedua kisah tersebut, kisah pencarian Tuhan oleh Nabi Ibrahim merupakan bukti paling gamblang bahwa nalar rasionalnya tidak mudah ditundukkan. Ini dilukiskan al-Quran secara panjang dalam surah al-Anam ayat 74-78. Bermula dari ketidakterimaan akalnya melihat Azar (nama panggilan ayahnya, dalam sebagian literatur dikatakan bahwa dia adalah paman Ibrahim) menyembah berhala (ashnam) yang tidak bisa berbicara dan tidak bisa memberi manfaat atau pun mudarat. Nabi Ibrahim akhirnya mantap diri menemukan Tuhannya, Sang Pencipta langit dan bumi, dan menganut teologi monoteistik (hanif) setelah rangkaian peristiwa rasional yang terekam secara indah pada ayat 76, 77 dan 78.

Ketajaman pikiran rasional Nabi Ibrahim AS dalam beberapa ayat al-Quran di atas tidak lantas menjauhkan dirinya dari kebenaran, tetapi justru membawanya ke dalam imanensi akan yang haqq. Juga, rasionalitas Nabi Ibrahim tidak melenyapkan kemantapan terhadap kebenaran yang transenden seperti sebuah mimpi.

Suatu ketika Nabi Ibrahim bermimpi (ruyah) menyembelih putranya. Putra kesayangannya, yang merupakan hasil doa Ibrahim kepada Allah harus dikorbankan. Karena khawatir putranya tidak mau melaksanakan cobaan berat ini, dia mencoba meminta persetujuan terlebih dahulu. Putra Nabi Ibrahim setuju dan sabar, namun ketika hendak disembelih Allah mengganti putra Nabi Ibrahim dengan domba. Imam al-Thabari berpendapat bahwa domba yang menjadi pengganti adalah domba yang dikurbankan Habil, putra Nabi Adam, yang Allah menyimpannya di surga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jika muncul pertanyaan, bagaimana mungkin sosok Nabi Ibrahim yang rasionalis bisa langsung percaya dengan validitas sebuah mimpi (ruyah), lebih-lebih untuk menyembelih putra kesayangannya? Maka jawabannya adalah; cinta.

Kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah jauh melebihi kecintaan kepada putranya. Cinta tersebut yang telah menundukkan rasionalitasnya demi membenarkan mimpi yang sama sekali irasional. Pengorbanan Nabi Ibrahim dalam membenarkan mimpi adalah manifestasi kecintaan kepada Allah yang tidak tertandingi apa pun.

Putra Nabi Ibrahim adalah simbol dari sesuatu yang paling dicintai, tetapi jika demi ridha Allah SWT, maka apapun mesti dilakukan, sekalipun harus kehilangan sesuatu yang paling dicintai. Namun dalam konteks sekarang, kecintaan seringkali malah membuat enggan untuk mengorbankan sesuatu yang dicintai. Tidak heran, ketika sebagian orang yang secara finansial mampu untuk berkurban enggan melakukannya.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) di STAIN Pamekasan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 22 Februari 2012

PMII Unwahasy Integrasikan Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelatihan Kader Dasar PMII Universitas Wahid Hasyim menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa akan tanggung jawab sosialnya. Selain studi, mahasiswa mengemban tugas advokasi di tengah masyarakat.

PMII Unwahasy Integrasikan Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unwahasy Integrasikan Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unwahasy Integrasikan Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial

Demikian ditegaskan Ketua PMII Universitas Wahid Hasyim 2007 Abdul Wahab dalam PKD PMII Wahid Hasyim di Gedung MWCNU Ungaran yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (9-11/5).

“Di antara perwujudannya melalui mahasiswa pergerakan yang tahu kapasitasnya, ? kaya gagasan, kreatif, dan peka ? terhadap realita sosial ? di masyarakat,” kata Wahab.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Artinya, mahasiswa mesti tanggap terhadap perubahan dan tantangan di sekitarnya baik di masyarakat maupun di tengah kampus, tandas Wahab.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua PMII Wahid Hasyim Adib Ismail membenarkan Wahab. Adib melihat kondisi mahasiswa yang rawan dengan pengaruh aliran garis keras di kampus terutama mahasiswa baru.

“Melalui PMII, kami melakukan proteksi dan pengawalan tanpa pengekangan dan intimidasi. Dengan demikian, mahasiswa akan merasa nyaman dan masih dapat menjalankan fungsinya sebagai bagian akademik dan agen sosial,” jelas Adib di sela perbincangan dengan beberapa tamu kader PMII Sultan Agung dan Walisongo Semarang. (Nur Setyaningrum/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah