Rabu, 28 Februari 2018

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016, Selasa (23/8) di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lukman hadir tepat pukul 14.00 WITA didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelius, Dirjen Pendis Kamaruddin, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Kanwil Kemenag Pontianak Syahrul Yadi.

Dalam sambutannya, Menag menyambut baik KSM dan mendukung secara penuh kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Dia juga menyambut baik keterlibatan siswa sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada event KSM mulai tahun 2016 ini. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah siap bersaing dan berkompetisi secara fair dalam setiap lomba dan kompetisi.

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

“Saya harus katakan bahwa saya bangga melihat kemajuan yang telah dicapai lembaga pendidikan madrasah saat ini. Siswa-siswi madrasah telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” ujar Menag di hadapan sekitar 865 peserta dan pendamping KSM dari seluruh Indonesia.

Saat ini, lanjut Menag, bangsa Indonesia sedang memasuki era persaingan bebas di tingkat regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga persaingan global. Kita tidak boleh lagi bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki. Kekayaan alam yang melimpah tanpa didukung kualitas SDM yang unggul dan berintegritas hanya akan semakin menyengsarakan dan menghinakan kita.?

“Kekayaan alam kita memang tidak terbatas. Namun, ukuran maju tidaknya suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah ketersediaan human capital atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” papar Lukman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam konteks ini, imbuhnya, KSM tahun 2016 ini dapat dijadikan sebagai momentum strategis penyiapan generasi emas ilmuwan dan cerdik-cendekiamuslim yang unggul, paripurna dan siap menjadi pemimpin perubahan di masyarakat yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negaranya.

Kegiatan KSM 2016 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus 2016 mendatang ini merupakan ajang pembuktian presatsi para siswa madrasah dari seluruh Indonesia di bidang sains dan agama. Dari ajang ini, madrasah mempunyai bibit-bibit unggul yang akan meramaikan persaingan global. Terbukti tidak sedikit siswa madrasah yang meraih prestasi tertinggi di kompetisi sains internasional seperti matematika, robotik, dan penemuan-penemuan lain di bidang sains.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam KSM kali ini, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain Surya Game Online dan matematika gasing berbasis sains hasil kerja sama dengan Surya University, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se-Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Santri, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Beberapa dekade terakhir, dunia mengalami krisis sumber energi. Sumber energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, yang selama ini menjadi sumber energi utama dunia telah mengalami penurunan cadangan. Di samping itu dampak pemanfaatan sumber energi fosil telah meningkatkan suhu bumi sehingga terjadilah pemanasan global. Pemanasan global memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelelehan salju abadi di kutub utara dan selatan sehingga meningkatkan? tinggi muka air laut dimana hal ini memberikan dampak pada munculnya berbagai bencana banjir di beberapa negara yang mempunyai permukaan dataran rendah.

Disamping itu isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global menjadi kuat ketika berbagai bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim global dimana hal ini berdampak pada industri pertanian yang mengalami gangguan dalam perencanaan/pola tanam komoditas pertanian. Wilayah Filipina beberapa waktu yang lalu diterjang badai Haiyan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 5.700 jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dampak pemanasan global cukup signifikan pada pola iklim dunia.

Terganggunya perencanaan tanam pada dunia pertanian memberikan dampak pada terancamnya pasokan pangan dunia yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tingginya tingkat kelaparan pada beberapa negara dengan kemampuan ekonomi lemah.

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Pada sektor energi, tekanan isu pemanasan global memberikan implikasi pengambilan keputusan dalam menentukan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya pada beberapa negara berkembang.

Beberapa negara ASEAN telah memutuskan untuk mengurangi prosentase sumber energi fosil dalam bauran energi nasional mereka, sebut saja Malaysia, pada tahun 2010 Malaysia telah memutuskan akan menggunakan energi nuklir, saat ini mereka telah mempunyai calon tapak potensial yang akan digunakan sebagai lokasi PLTN, sebagian besar berada pada Semenanjung Malaysia (lihat gambar).

Sementara itu Indonesia merencanakan akan mengoperasikan sebanyak 4 unit PLTN pada tahun 2024, namun hingga tulisan ini dibuat, keputusan tentang calon lokasi tapak masih belum diputuskan. Sementara itu Korea Selatan merencanakan akan menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik utama meraka hingga 60% pada 2035. Sedangkan Philipina yang mempunyai potensi bencana alam (badai) lebih besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya telah memutuskan akan menggunakan nuklir untuk memenuhi pasokan energy mereka sebanyak 5% pada tahun 2030.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu Vietnam sejak awal 2000-an lebih serius memikirkan penggunaan energy nuklir dibandingkan dengan beberapa Negara ASEAN lainnya, saat ini Vietnam merencanakan akan membangun 13 unit PLTN selama 2 dekade kedepan. Bahkan hingga tulisan ini dibuat, Vietnam telah menandatangi kontrak pembangunan PLTN dengan ROSATOM, sebuah perusahaan desainer PLTN asal Rusia. Vietnam juga telah menetapkan tapak yang akan digunakan sebagai tapak PLTN (lihat gambar)

Seolah tak ingin kalah dengan negara-negara tetangga lainnya, secara serius Thailand juga telah mempersiapkan calon lokasi tapak PLTN yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya. Hingga saat ini Thailand mempunyai 6 calon tapak potensial yang akan digunakan, namun demikian Thailand masih menjajagi teknologi mana yang akan mereka digunakan.

?

Akhmad Khusyairi, M.Eng?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kontributor Iptek Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. ?

?

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 26 Februari 2018

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Purworejo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam rangka memeriahkan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngombol menggelar festival hadrah di Desa Tunjungan Ngombol, Sabtu(15/12). 

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ngombol Gelar Festival Hadrah

Festival diikuti oleh 14 grup hadrah yang ada di Ngombol dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Ngombol, jajaran Muspika dan beberapa pengurus MWC NU setempat.

Menurut ketua PAC IPPNU Ngombol Jeklin Mandani, rencananya kegiatan hanya Makesta dengan out bond sebagai pamungkasnya. Namun demikian acara jadi ada penambahan dan berhasil sukses dilaksanakan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Awalnya kita hanya mau mengadakan Makesta. Namun atas usulan masyarakat utamanya tokoh NU setempat, kita adakan Festival Rebana ini. Walaupun kami hanya persiapan dua minggu, Alhamdulillah acara sukses dengan antusias masyarakat yang tinggi” ungkapnya.

Terpisah, Ky Ihsanudin selaku tuan rumah sekaligus Pembina IPNU mengungkapkan kebanggaanya kepada panitia yang telah sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya bangga mereka yang baru beberapa bulan dilantik sudah membuat gebrakan. Acara ini mengangkat moral rekan dan rekanita sekaligus syiar yang bagus melalui budaya dan kesenian. Semoga ke depan mereka bisa lebih baik lagi dalam mewarnai kepemudaan di Ngombol,”tandasnya.

Adapun Makesta dibuka sore harinya usai festival hadrah dengan diikuti 40 peserta IPNU dan IPPNU selama dua hari. Peserta mendapat beberapa materi seperti aswaja, kenu-an, ke-ornanisasi-an dengan dikemas dengan fun games yang menarik dari PC IPNU-IPPNU Purworejo. Dani, salah satu peserta mengaku senang dengan adanya acara ini. 

“Selain tambah pengetahuan dan teman saya terkesan dengan acara ini utamanya ketika makan satu lengser rame-rame. Itu membuat rasa kekeluargaan kami menjadi menyatu,” paparnya.

Makesta dikawal langsung oleh tim fasilitator IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo. Turut hadir pula Ahmad Naufa dan Aniroh selaku ketua PC IPNU dan IPPNU untuk memberikan motivasi dan dukungan moral. 

Dalam sambutannya Aniroh berharap para peserta menjadi kader-kader yang siap berjuang memajukan Islam dan kepemudaan di daerahnya masing-masing. Adapun acara berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Nf

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Sita Zahro Wardati

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon antara lain akan mengkritisi sejumlah produk undang-undang (UU). Langkah ini diambil berdasarkan anggapan, UU yang umumnya dibuat era reformasi telah melenceng dari semangat Pancasila.

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah UU Dinilai Melenceng dari Pancasila

Sejumlah UU yang akan dikritisi di antaranya UU No.3/2004 Tentang Bank Indonesia, UU No. 25/2007 Tentang Penanaman Modal, UU No. 7/2004 Tentang Sumber Daya Air, UU No. 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 2/2012 Tentang Perguruan Tinggi, RUU Tentang Pangan. Forum Munas juga akan membahas polemik putusan MK tentang status anak di luar nikah. Wakil Ketua Umum

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan, pengalaman empat kali amandemen telah membawa sejumlah kebijakan negara ini pada penyimpangan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945. Situasi ini tidak hanya diakibatkan oleh persoalan dalam negeri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karena ada pertarungan global yang berpengaruh di Indonesia,” katanya saat konferensi pers, Jumat (14/9) malam, didampingi Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan beberapa pengurus harian PBNU lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa untuk mengembalikan Indonesia pada garis awal pendiriannya sejak tahun 1945. Untuk itulah NU kali ini mengambil tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945”.

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menegaskan, kritik terhadap UU merupakan bagian dari komitmen NU pada kemaslahatan rakyat. Sikap ini ditunjukkan berdasarkan kondisi obyektif bangsa ini.

“Yang jelas NU akan selalu mendukung kebijakan pemerintah selama pemerintah pro rakyat. Tapi NU akan memberi kritik, masukan, koreksi ketika ada kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rayat atau tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

?

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? : Mahbib Khoiron

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Ini Makna Lambang NU Afganistan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lima bintang, satu bintang besar di atas dan empat kecil di kanan dan kiri bola dunia dalam lambang NU Afganistan mempunyai dua makna. Pertama, lima bintang itu mencerminkan rukun Islam yang lima: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji.

Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Makna Lambang NU Afganistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Makna Lambang NU Afganistan

“5 stars One Big and 4 small are put for two meaning, The five Pillars of Islam 1. Tauhid 2. Salah (5 prayer) 3. Sawm (Ramadhan) 4. Zakah (Charity) 5. Hajj,” kata Fazal Ghani Kakar, Program Coordinator NECDO kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Sabtu (14/6) melalui pihak kedutaan besar Indonesia di Afganistan.

NEDCO atau Noor Educational and Capacity Development Organization adalah pihak yang memfasilitasi pertemuan sejumlah ulama Afganistan di Kabul pada 5 Mei 2014 lalu. 20 perwakilan ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan beberapa Ulama dari Propinsi Jalalabad dalam pertemuan itu sepakat membentuk organisasi Nahdlatul Ulama seperti Indonesia, namun disesuaikan dengan situasi dan aturan resmi pemerintah Afganistan serta mempunyai lambang tersendiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Makna lain dari lima bintang: Satu bintang besar melambangkan Nabi Muhammad SAW. Sementara empat bintang kecil lainnya melambangkan empat sahabat Nabi (khulafa’ur rasyidin) Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Dengan demikian lima bintang itu sekaligus melambangkan Ahlussunnah wal Jamaah, atau jamaah yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan semua sahabatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gambar mihrab dan mimbar di tengah bola dunia, atau tepat di tengah peta negara Afganistan menunjukkan ciri khas Islam sekaligus menyimbolkan dakwah dengan cara damai. “Afghan Map in the middle of the glob represents the Afghan Ulama, there is Mihrab and Minbar and minarets represents the Islamic values and the Dawah through peaceful means,” demikian Fazal Ghani Kakar.

Adapun warna dasar hijau dalam lambang itu menunjukkan kemakmuran. Lalu hadits “Ulama adalah Pewaris Nabi” dimaksudkan untuk mengingatkan para ulama mengenai posisi dan tanggung jawab kepada umat. Sementara dahan zaitun yang menopang bola dunia melambangkan pesan perdamaian.

Lambang Nahdlatul Ulama Afganistan atau NUA juga mewadahi dua bahasa nasional setempat, tercermin dari dua abjad yang disertakan yakni “Pashot” dan “Dari”. Lalu dua tahun yang tertulis menunjukkan tahun berdirinya NU sekaligus dua sistem penanggalan yang berlaku: 1393 (kalender Matahari/Syamsiyah) dan 1435 (kalender bulan/qamariyah). –Dua-duanya dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah: Red)

Satu lagi lafadz "Bismillahirrahmanir rahim" yang tertulis dalam lambang NU Afganistan menunjukkan kalimat pembuka yang menunjukkan niat dan keseriusan ulama setempat dalam mendirikan organisasi, dalam rangka menjalankan perintah agama.

“Bismillah is written on the Afghan map obeying the Hadith of “Kolo Amren Zibalen Lam Yabdaa Be Ismillah-e- Fa Howa Aqtaa,” demikian Fazal Ghani.

Ditambahkan, saat ini Nahdlatul Ulama Afganistan sedang dalam proses legalisasi oleh kementerian hukum setempat dan akan dideklarasikan dalam waktu dekat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Pontianak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Kalimantan Barat menggelar dialog publik bertema “Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: Tantangan, Masalah, dan Solusi” di gedung DPD RI Kalbar, Kota Pontianak, Kalbar, Senin (9/12).

Ketua Kopri PMII KalBar, Heni Kusmiati berharap kegiatan ini dapat memberi pencerahan terhadap para kader Kopri PMII. Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak belum mendapat perhatian serius dari masyarakat setempat.

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kalbar Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Anggota DPD RI, Hairiah,? menyampaikan, kekerasan dapat terjadi dalam keluarga manapun dan di manapun. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meliputi banyak hal, tak sekadar dalam bentuk fisik, melainkan juga seksual dan psikologis.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dia menambahkan, meski sudah tersedia banyak peraturan tentang KDRT namun kasus kekerasan dalam keluarga ini terus meningkat setiap tahunnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Chatarina dari Komisi Perlindungan Anak Indoesia (KPAI) menyatakan, kekerasan berasal dari tiga sumber, yakni disharmoni keluarga, ketidakstabilan emosi, dan pewarisan perilaku kekerasan. Menurut dia, harus ada penyadaran di tingkat keluarga tentang pentingnya anak dan masa depannya.

Selain itu, kata Chatarina, kampanye budaya anti-kekerasan mesti terus digalakkan, seiring dengan terus menciptakan berbagai wahana yang positif bagi anak, seperti kelompok belajar, kelompok hobi, dan lain-lain.

Menurut Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalbar Ali Fauzi, berbagai kasus kekerasan yang masih marak di Pontianak mesti segera diselesaikan karena kasus ini sangat berpengaruh pada indeks pembangunan manusia (IPM) suatu daerah. (Karsinah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 24 Februari 2018

Dasar Hukum KB

Assalamualaikum,sebelumnya saya ucapkan terimakasih, saya ingin menanyakan bagaimanakah hukumnya ikut KB? Wa’alaikum salam wr. wb. (Muhammad Masruhin, jln s. Parman 150 Kabupaten Jember)

Jawaban

Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Hukum KB

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. bahwa KB merupakan salah satu program pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dengan kata lain program KB merupakan program perencanaan jumlah keluarga yang bisa dilakukan dengan alat-alat kontrasepsi seperti kondom dan spiral. 

Secara fiqhiyah, pada dasarnya KB diqiyaskan dengan apa yang dinamakan ‘azl yaitu mengeluarkan air mani di luar vagina. Pada zaman dulu, ‘azl dijadikan sarana untuk mencegah kehamilan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan KB juga sama-sama untuk mencegah kehamilan, bedanya ‘azl tanpa alat sedangkan KB dengan alat bantu seperti kondom dan spiral. Dan keduanya dipertemukan karena sama-sama untuk mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak memutuskan kehamilan. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berangkat dari penjelasan ini, maka ketika membahas KB terlebih dahulu yang harus diketahui adalah bagaimana hukumnya ‘azl. Dan jika sudah diketahui kedudukan hukum ‘azl maka kita tinggal menyamakan hukumnya saja.

Terdapat hadits yang memperbolehkan ‘azl, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?--? ?

“Dari Jabir ia berkata, kita melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw kemudian hal itu sampai kepada Nabi saw tetapi beliau tidak melarang kami” (H.R. Muslim)  

Namun ada juga hadits yang melarang ‘azl, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan Judamah binti Wahb:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? --? ?

“Dari Judamah bin Wahb saudara perempuan ‘Ukkasyah ia berkata, saya hadir pada saat Rasulullah saw bersama orang-orang, beliau berkata, sungguh aku ingin melarang ghilah (menggauli istri pada masa menyusui)kemudian aku memperhatikan orang-orang romawi dan parsi ternyata mereka melakukan ghilah tetapi sama sekali tidak membahayakan anak-anak mereka. Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl, lantas Rasulullah saw berkata, itu adalah pembunuhan yang terselubung”. (HR. Muslim)    

Menanggapi dua hadits yang seakan saling bertentangan tersebut, maka Imam Nawawi mengajukan jalan tengah dengan cara mengkompromikan keduanya. Menurutnya, hadits yang melarang ‘azl harus dipahami bahwa larangan tersebut adalah sebatas makruh tanzih atau diperbolehkan, sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl menunjukkan ketidakharamannya ‘azl. Tetapi ketidak haraman ini tidak menafikan kemakruhan ‘azl.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kemudian hadits-hadits ini yang saling bertetangan harus dikompromikan dengan pemahaman bahwa hadits yang melarang ‘azl itu menunjukkan makruh tanzih. Sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl itu menunjukkan bahwa ‘azl tidaklah haram. Dan pemahaman ini tidak serta-merta menafikan kemakruhan ‘azl”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9)     

Karena itulah maka Imam Nawawi dengan tegas menyatakan bahwa hukum ‘azl adalah makruh (diperbolehkan walau tidak disarankan) meskipun pihak istri menyetujuinya. Alasannya adalah ‘azl merupakan salah satu sarana untuk menghindari kehamilan.

      

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“’Azl adalah menggaulinya suami terhadap istri kemudian ketika suami mau keluar mani ia melepaskan dzakarnya dan mengeluarkannya di luar farji. Hukum ‘azl menurut kami adalah makruh dalam kondisi apa saja dan pada setiap perempuan baik ia rela maupun tidak, karena ‘azl adalah sarana untuk memutuskan keturunan”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9).

Penjelasan singkat di atas setidaknya bisa dijadikan sebagai rujukan mengenai kebolehan KB. Bahkan NU pada tepatnya tanggal 21-25 Syawal 1379 H/ 18-22 April 1960 dalam Konbes Pengurus Besar Syuriyah NU ke-1 telah membahas mengenai Family Planing (Perencanaan Keluarga). Dan pada Muktamar ke-28 di Pon-pes Al-Munawwir Krapyak 26-28 Rabiul Akhir 1410 H/ 25-28 Nopember 1989 M juga telah memutuskan kebolehan menggunakan spiral sama dengan ‘azl¸ atau alat kontrasepsi yang lain. (Lihat, Ahkamul Fuqaha, Surabaya-Khalista bekerjasama dengan LTN PBNU, cet ke-1, 2011, h, 302 dan 450-452)      

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua dan bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah