Selasa, 13 Februari 2018

Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mathaliul Falah (Staimafa) Pati meresmikan Lembaga Pusat Bahasa Mathaliul Falah (Pushami) yang dilakukan oleh Ketua Staimafa Abdullah Gaffar Rozin, M.Ed.?

Dalam sambutan, Gus Rozin mengatakan kelahiran Pushami diharapkan mampu menciptakan civitas akademika Staimafa yang memiliki kemampuan bahasa asing melalui program-program kebahasaan yang strategis.

Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Resmikan Pusat Bahasa

Acara dimulai pukul 09.30 s/d 10.30 WIB di Auditorium Staimafa. Oleh panitia, peresmian dirangkai dengan seminar TOEFL-TOAFL. Hadir sebagai narasumber, Dr. Otong Setiawan Djuharie dari UIN Bandung dan Muhajir M.Pd.I. dari UIN Yogyakarta. Dalam seminar, Otong menunjukkan trik dan tips mengerjakan TOEFL, sedangkan Muhajir menyoroti konsep dan konstruksi TOAFL. Peresmian ini juga dimeriahkan bazar buku dari penerbit Yogyakarta.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu seperti diungkapkan Direktur Pushami, Khabibi Muhammad Luthfi mulai pukul 10.40 s/d 21.00 WIB acara dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) TOEFL-TOAFL. Peserta ToT berjumlah sebelas, yang dibagi menjadi lima untuk TOAFL dan enam untuk TOEFL. Ke depan, para calon Tutor Pushami ini disiapkan sebagai tenaga pengajar pada program-program kebahasaan, khususnya kursus TOEFL-TOAFL bagi dosen dan mahasiswa.? ?

Disela-sela rangkaian acara itu, secara khusus, Pembantu Ketua I Ahmad Dimyati M.Ag. berharap pada semester ini Pushami mampu menyelenggarakan tes TOAFL-TOEFL secara mandiri. Tujuannya, imbuh Dimyati, untuk menguji dan memotivasi kompetensi bahasa asing civitas akademika Staimafa. Bahkan, dalam jangka dekat, “Insya Allah tahun ini sertifikat TOEFL-TOAFL akan dijadikan sebagai salah satu syarat ujian skripsi di Staimafa”, ungkap kandidat Doktror ini. (isyrokh fuaidi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku senang dengan peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality. Menurutnya, ini menunjukkan kalau NU tidak gagap teknologi. NU mampu menjawab tantangan zaman.

"Apakah NU mampu atau tidak menggunakan teknologi. Kita jawab, kita mampu. Untuk dakwah, untuk agama, untuk ibadah, untuk pendidikan," kata Kiai Said saat memberikan sambutan pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 Augmented Reality di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Apresiasi Peluncuran Aplikasi iShalat

Ia mengingatkan, teknologi merupakan sarana yang bisa mengandung dampak positif dan negatif.

"Mudah mudahan mari kita perbanyak kandungan positifnya. Sangat bermanfaat (aplikasi iShalat ini) Masyaallah," kata Kiai Said senang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, keberadaan aplikasi ini mempermudah dan efektif untuk orang-orang yang mau melakukan pelatihan shalat. "(Teknologi) ini sudah tingkat tinggi ini," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai kelahiran Kempek ini pun meminta nahdliyin agar tak ketinggalan teknologi. "Ini merupakan tantangan teknologi digital ini," kata Kiai Said.

Hadir pada acara peluncuran aplikasi iShalat 30 augmented reality ini, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, Ketua LTM PBNU KH Mansyur Syaerozi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Nahdlatul Ulama, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengimbau agar ibadah haji dilakukan hanya sekali seumur hidup sesuai dengan kewajiban setiap umat Islam. Menurut dia, naik haji berkali-kali bisa memunculkan perasaan sombong atau riya.



Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Baiknya Dilakukan Sekali Saja

"Saya khawatir surganya kelewatan. Karena tiap tahun dilakukan terkesan angkuh dan sombong. Kita lihat seperti pembuktian terhadap tetangga," kata kata Menag pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1427 H di Jakarta, Ahad (11/3).

Walau demikian, Maftuh menambahkan ada pihak-pihak yang diperbolehkan naik haji berkali-kali. Contohnya adalah petugas haji, muhrim dan undangan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Petugas memang kita prioritaskan bagi yang pernah. Sebab kalau belum kan kurang pengalaman. Sedang muhrim itu misalnya suami isteri sudah naik haji, tapi lalu suaminya pergi lagi bersama anaknya. Lalu saya tidak bisa melarang kalau ada yang mengundang. Itu hak tuan rumah," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Maftuh, kewajiban haji hanya sekali, bila dilakukan berkali-kali maka hukumnya adalah sunnah. Oleh karena itu, Maftuh ia bermaksud mengubah interpretasi tentang ibadah haji dengan mengeluarkan himbauan agar tidak perlu naik haji setiap tahunnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah atau 2007. Karena itu persiapan haji berikutnya akan lebih matang dan mengusahakan kenyamanan jamaah.

Menag tidak ingin kasus kelaparan jamaah di Arafah dan Mina terulang lagi. “Semua akan dibenahi, sehingga tidak terjerumus untuk kedua kalinya,” katanya.

Langkah awal yang diambil lanjut Menag, adalah mengecek dan mempersiapkan perumahan bagi jamaah haji mendatang. Kini dia tengah mempersiapkan tim dan segera mengirimkannya ke Arab Saudi.

"Kita akan kirim dalam waktu dekat seusai evaluasi," kata Maftuh seraya berjanji tidak akan menyewa perumahan yang berjejal-jejal. "Supaya kita tidak mengalami kesulitan," ujarnya.

Selain penginapan, menteri agama juga akan membereskan katering yang bermasalah pada musim haji 1427 H. Hal itu sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi. “Kita tetap berusaha untuk lebih baik, dan tidak ingin mengecewakan pengorbanan jamaah," katanya. (dpg/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Nasional, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama tujuh tahun belakangan ini terjadi peningkatan luar biasa konsumsi minuman keras (miras) di kalangan remaja. Hasil riset Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) menunjukkan pada 2014, jumlah remaja pengonsumsi minuman keras (miras) menyentuh angka 23 persen atau sekitar 14,4 juta orang dari total jumlah remaja di Indonesia.

14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Jumlah ini menjelaskan bahwa ada lonjakan drastis dari jumlah remaja pengonsumsi miras pada 2007 yang masih di angka 4,9 persen, sebagaimana hasil riset Kesehatan Dasar Departemen  Kesehatan. Demikian disampaikan Ketua Umum GeNAM Fahira Idris dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (9/3).

Menurutnya, mudahnya mendapatkan miras dan longgarnya pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab begitu tingginya persentase remaja yang pernah mengonsumsi miras. Selain itu, rasa solidaritas dan ikatan pertemanan menjadi alasan remaja mau mencoba miras.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudahan mendapatkan miras, katanya, berkorelasi dengan menjamurnya minimarket dan toko-toko pengecer yang berdiri di permukiman dan menjual miras kepada siapa saja, padahal sudah ada peraturan yang melarangnya.

“Makanya, sekali lagi saya imbau kepada semua minimarket, toko retail, dan warung di seluruh Indonesia, sesuai Permendag No.6/2015, pada 16 April ini, tidak ada lagi yang menjual miras," ujar Fahira, saat memimpin warga Palembang mendeklarasikan Gerakan Nasional Anti Miras di Bundaran Air Mancur Kota Palembang, Ahad (8/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Fahira, salah satu persoalan yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia seperti Palembang adalah massifnya peredaran dan konsumsi miras di kalangan remaja. Sehingga tidak heran dari 18 ribu nyawa yang melayang akibat miras setiap tahun, sepertiganya atau 6.000 orang adalah remaja, baik karena miras itu sendiri maupun menjadi korban kejahatan di bawah pengaruh miras.

"Dampak merusak luar biasa dari miras itu, karena menjadi biang tindakan kriminal mulai dari pembunuhan, perkosaan, hingga pencurian. Banyak remaja kita yang menjadi korban tindakan kriminal pembunuhan di mana pelakunya di bawah pengaruh miras. Belum lagi yang meninggal karena ditabrak pemabuk," ungkap perempuan yang juga Wakil Ketua Komite III DPD RI ini. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

Lebak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care Lazisnu melakukan silaturahmi dengan warga terdampak tanah longsor di Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (21/2). Sebanyak 72 rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor, Rabu 18 Januari 2017.

Wakil Ketua PCNU Lebak Saepudin As-Syadzily mengatakan, silaturahmi ini diharapkan dapat menyemangati warga terdampak bencana.

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

“Mudah-mudahan? silaturahmi ini dapat diterima oleh bapak dan ibu sehingga bapak dan ibu merasa ada keluarga, kita semua bersaudara dan saling peduli,” kata Ustadz Aep, sapaan akrabnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengutip Syekh Abdul Qadir Al-Jailany, ia berpesan, bila bencana yang datang sebagai ujian dari Allah, kita harus mengucapkan “alhamdulillah”, karena itu membuktikan bahwa Allah SWT masih menyayangi kita. Semua nabi dan rasul juga diuji oleh Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tetapi kalau memang bencana ini sebagai teguran, maka itu adalah kritik dari Allah, karena kita bisa introspeksi, bahwa ada kekurangan di diri kita sehingga datang teguran dengan musibah,” lanjut Ustad Aep.

Lebih penting lagi, di balik ujian kita harus tetap bersyukur, karena banyak saudara yang peduli. Akan tetapi, kepedulian tersebut bukan berarti memanfaatkan adanya musibah yang terjadi.

“Bersyukur di balik musibah akan mendapat kemuliaan dari Allah. Sebab Allah SWT mengangkat derajat manusia dengan musibah,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan 85 paket bantuan. Bantuan berisi beras, mie instan, peralatan mandi, pakaian, dan mukena. Direktur NU Care Slamet Tuhari mengatakan, bantuan kebencanaan menjadi salah satu wujud kepedulian NU Care Lazisnu.

Bantuan kepada warga di Gunungsari menjadi titik pertama dari pembagian 200 paket bantuan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Selain Desa Gunungsari, bantuan juga diserahkan kepada warga terdampak banjir di Lebakkeusik, Damar, dan Muara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmawansyah sangat mengharapkan kerja sama dengan PBNU dalam menyosialisasikan Gerakan Revolusi Mental ini bisa terwujud.

Demikian disampaikan Aris Darmansyah pada acara Workshop Finalisasi Penyusunan Buku Modul dan Panduan Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental

Pada Gerakan Revolusi Mental sendiri terdapat lima poin, yakni Gerakan Indonesia bersih, Gerakan Indonesia melayani, Gerakan Indonesia tertib, Gerakan Indonesia mandiri, dan Gerakan Indonesia bersatu.

Di antara kelima gerakan revolusi tersebut, setidaknya ia berharap PBNU bisa bekerja sama untuk menitikberatkan pada gerakan Indonesia mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Gerakan Indonesia Mandiri dalam bentuk pemberdayaan umat, baik dari segi potensi maupun dari segi ekonomi. Sementara Gerakan Indonesia bersatu ialah terkait radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui kerja sama ini, diharapkan anatara Keminko PMK dengan PBNU bisa bersama-sama menangkal radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita bisa mengurangi gerakan radikalisme yang Akhir-akhir ini sepertinya semakin banyak, " kata Aris.

 

Ia berharap, buku modul yang akan disusun tersebut tidak hanya dicetak dan disosialisakin, tapi juga harus diterapkan.

Tampak hadir pada acara tersebut Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Wasekjen PBNU H. Masduki Baedowi,  Wasekjen Sultonul Huda, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Habib, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Sejak beberapa bulan terakhir, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo sukses melakukan pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha yang dilakukan dalam wadah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini meliputi Ansor Cafe, Ansor Bertelur dan terbaru Ansor Menjamur.

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Pengembangan ekonomi yang dilakukan ini membuat PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih mendapatkan penghargaan sebagai GP Ansor teladan dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo. 

Penghargaan ini diserahkan oleh Komandan Satkornas Banser H. Alfa Isnaini dalam resepsi peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo dari halaman Eks Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (11/11) malam.

“Semoga penghargaan yang diterima oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih bisa memotivasi semangat kader Ansor yang lain agar tidak berhenti melakukan inovasi dan terobosan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena pada dasarnya pemuda Ansor itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Alfa Isnaini.

Sementara Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih H Abdul Mujib mengatakan bahwa usaha-usaha pengembangan ekonomi yang dilakukan ini untuk menjadikan GP Ansor Kecamatan Sumberasih mandiri dan membantu dalam ekonomi pengurus Ansor pada umumnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Artinya keberadaan Ansor bukan menjadi sebuah beban masyarakat, tetapi menjadi sebuah solusi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Ansor Sumberasih juga mendapatkan penghargaan untuk kategori kaderisasi yang berkembang di Kecamatan Sumberasih melalui Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang merata sampai pelosok-pelosok desa di wilayah Kecamatan Sumberasih yang dilaksanakan rutin setiap bulan.

“Alhamdulillah dan ucapan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada sahabat-sahabat Ansor Kecamatan Sumberasih atas kerja samanya selama ini mengabdi di Ansor. Semoga perjuangan kita selama ini di catat sebagai amal ibadah dan tidak lupa kepada PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo atas kepercayaan kepada kami atas penghargaan ini,” harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Abdul Jalal berharap agar ke depan bisa istiqomah dalam mengawal para kiai, mengawal NU dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Banyaknya berita hoaks terhadap Ansor dan Banser belakangan ini semoga menjadi pemicu kita untuk terus semangat dalam berkhitmad demi membesarkan organisasi GP Ansor, khususnya di Kecamatan Sumberasih,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Olahraga, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah