Senin, 12 Februari 2018

14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selama tujuh tahun belakangan ini terjadi peningkatan luar biasa konsumsi minuman keras (miras) di kalangan remaja. Hasil riset Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) menunjukkan pada 2014, jumlah remaja pengonsumsi minuman keras (miras) menyentuh angka 23 persen atau sekitar 14,4 juta orang dari total jumlah remaja di Indonesia.

14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

14,4 Juta Remaja Indonesia Pernah Konsumsi Miras

Jumlah ini menjelaskan bahwa ada lonjakan drastis dari jumlah remaja pengonsumsi miras pada 2007 yang masih di angka 4,9 persen, sebagaimana hasil riset Kesehatan Dasar Departemen  Kesehatan. Demikian disampaikan Ketua Umum GeNAM Fahira Idris dalam siaran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (9/3).

Menurutnya, mudahnya mendapatkan miras dan longgarnya pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab begitu tingginya persentase remaja yang pernah mengonsumsi miras. Selain itu, rasa solidaritas dan ikatan pertemanan menjadi alasan remaja mau mencoba miras.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudahan mendapatkan miras, katanya, berkorelasi dengan menjamurnya minimarket dan toko-toko pengecer yang berdiri di permukiman dan menjual miras kepada siapa saja, padahal sudah ada peraturan yang melarangnya.

“Makanya, sekali lagi saya imbau kepada semua minimarket, toko retail, dan warung di seluruh Indonesia, sesuai Permendag No.6/2015, pada 16 April ini, tidak ada lagi yang menjual miras," ujar Fahira, saat memimpin warga Palembang mendeklarasikan Gerakan Nasional Anti Miras di Bundaran Air Mancur Kota Palembang, Ahad (8/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Fahira, salah satu persoalan yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia seperti Palembang adalah massifnya peredaran dan konsumsi miras di kalangan remaja. Sehingga tidak heran dari 18 ribu nyawa yang melayang akibat miras setiap tahun, sepertiganya atau 6.000 orang adalah remaja, baik karena miras itu sendiri maupun menjadi korban kejahatan di bawah pengaruh miras.

"Dampak merusak luar biasa dari miras itu, karena menjadi biang tindakan kriminal mulai dari pembunuhan, perkosaan, hingga pencurian. Banyak remaja kita yang menjadi korban tindakan kriminal pembunuhan di mana pelakunya di bawah pengaruh miras. Belum lagi yang meninggal karena ditabrak pemabuk," ungkap perempuan yang juga Wakil Ketua Komite III DPD RI ini. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

Lebak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care Lazisnu melakukan silaturahmi dengan warga terdampak tanah longsor di Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (21/2). Sebanyak 72 rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor, Rabu 18 Januari 2017.

Wakil Ketua PCNU Lebak Saepudin As-Syadzily mengatakan, silaturahmi ini diharapkan dapat menyemangati warga terdampak bencana.

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care PBNU Sambangi Warga Terdampak Bencana Longsor Lebak

“Mudah-mudahan? silaturahmi ini dapat diterima oleh bapak dan ibu sehingga bapak dan ibu merasa ada keluarga, kita semua bersaudara dan saling peduli,” kata Ustadz Aep, sapaan akrabnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengutip Syekh Abdul Qadir Al-Jailany, ia berpesan, bila bencana yang datang sebagai ujian dari Allah, kita harus mengucapkan “alhamdulillah”, karena itu membuktikan bahwa Allah SWT masih menyayangi kita. Semua nabi dan rasul juga diuji oleh Allah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tetapi kalau memang bencana ini sebagai teguran, maka itu adalah kritik dari Allah, karena kita bisa introspeksi, bahwa ada kekurangan di diri kita sehingga datang teguran dengan musibah,” lanjut Ustad Aep.

Lebih penting lagi, di balik ujian kita harus tetap bersyukur, karena banyak saudara yang peduli. Akan tetapi, kepedulian tersebut bukan berarti memanfaatkan adanya musibah yang terjadi.

“Bersyukur di balik musibah akan mendapat kemuliaan dari Allah. Sebab Allah SWT mengangkat derajat manusia dengan musibah,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan 85 paket bantuan. Bantuan berisi beras, mie instan, peralatan mandi, pakaian, dan mukena. Direktur NU Care Slamet Tuhari mengatakan, bantuan kebencanaan menjadi salah satu wujud kepedulian NU Care Lazisnu.

Bantuan kepada warga di Gunungsari menjadi titik pertama dari pembagian 200 paket bantuan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Selain Desa Gunungsari, bantuan juga diserahkan kepada warga terdampak banjir di Lebakkeusik, Damar, dan Muara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmawansyah sangat mengharapkan kerja sama dengan PBNU dalam menyosialisasikan Gerakan Revolusi Mental ini bisa terwujud.

Demikian disampaikan Aris Darmansyah pada acara Workshop Finalisasi Penyusunan Buku Modul dan Panduan Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Pemerintah kepada PBNU untuk Wujudkan Gerakan Revolusi Mental

Pada Gerakan Revolusi Mental sendiri terdapat lima poin, yakni Gerakan Indonesia bersih, Gerakan Indonesia melayani, Gerakan Indonesia tertib, Gerakan Indonesia mandiri, dan Gerakan Indonesia bersatu.

Di antara kelima gerakan revolusi tersebut, setidaknya ia berharap PBNU bisa bekerja sama untuk menitikberatkan pada gerakan Indonesia mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Gerakan Indonesia Mandiri dalam bentuk pemberdayaan umat, baik dari segi potensi maupun dari segi ekonomi. Sementara Gerakan Indonesia bersatu ialah terkait radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Melalui kerja sama ini, diharapkan anatara Keminko PMK dengan PBNU bisa bersama-sama menangkal radikalisme.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kita bisa mengurangi gerakan radikalisme yang Akhir-akhir ini sepertinya semakin banyak, " kata Aris.

 

Ia berharap, buku modul yang akan disusun tersebut tidak hanya dicetak dan disosialisakin, tapi juga harus diterapkan.

Tampak hadir pada acara tersebut Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Wasekjen PBNU H. Masduki Baedowi,  Wasekjen Sultonul Huda, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Habib, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Sejak beberapa bulan terakhir, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo sukses melakukan pengembangan ekonomi masyarakat. Usaha yang dilakukan dalam wadah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini meliputi Ansor Cafe, Ansor Bertelur dan terbaru Ansor Menjamur.

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumberasih Terima Penghargaan GP Ansor Teladan

Pengembangan ekonomi yang dilakukan ini membuat PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih mendapatkan penghargaan sebagai GP Ansor teladan dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo. 

Penghargaan ini diserahkan oleh Komandan Satkornas Banser H. Alfa Isnaini dalam resepsi peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo dari halaman Eks Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (11/11) malam.

“Semoga penghargaan yang diterima oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih bisa memotivasi semangat kader Ansor yang lain agar tidak berhenti melakukan inovasi dan terobosan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena pada dasarnya pemuda Ansor itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Alfa Isnaini.

Sementara Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih H Abdul Mujib mengatakan bahwa usaha-usaha pengembangan ekonomi yang dilakukan ini untuk menjadikan GP Ansor Kecamatan Sumberasih mandiri dan membantu dalam ekonomi pengurus Ansor pada umumnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Artinya keberadaan Ansor bukan menjadi sebuah beban masyarakat, tetapi menjadi sebuah solusi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Ansor Sumberasih juga mendapatkan penghargaan untuk kategori kaderisasi yang berkembang di Kecamatan Sumberasih melalui Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor yang merata sampai pelosok-pelosok desa di wilayah Kecamatan Sumberasih yang dilaksanakan rutin setiap bulan.

“Alhamdulillah dan ucapan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada sahabat-sahabat Ansor Kecamatan Sumberasih atas kerja samanya selama ini mengabdi di Ansor. Semoga perjuangan kita selama ini di catat sebagai amal ibadah dan tidak lupa kepada PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo atas kepercayaan kepada kami atas penghargaan ini,” harapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Wakil Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Abdul Jalal berharap agar ke depan bisa istiqomah dalam mengawal para kiai, mengawal NU dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Banyaknya berita hoaks terhadap Ansor dan Banser belakangan ini semoga menjadi pemicu kita untuk terus semangat dalam berkhitmad demi membesarkan organisasi GP Ansor, khususnya di Kecamatan Sumberasih,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Olahraga, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus GP Ansor Pati mendatangi sejumlah titik terparah bencana kekeringan di kabupaten Pati, Rabu (28/10). Mereka mendatangkan pasokan air bersih untuk menutupi kekeringan yang melanda sumur-sumur warga. Gerakan sosial yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBINU) Jateng dan Pati ini merupakan bentuk nyata peringatan 87 tahun Sumpah Pemuda.

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pati Salurkan Air Bersih di Empat Desa

Kemarau panjang berimbas pada menurunnya pasokan air bersih warga air. Atas dasar Inilah, GP Ansor Pati menginisiasi kegiatan bakti sosial.

“Hari ini, pengiriman bantuan kita fokuskan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana kekeringan,” kata Ketua GP Ansor Pati Imam Rifa’i saat diwawancari via telpon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebanyak 10 tangki air bersih didistribusikan di 4 titik lokasi yang mencakup desa Wirun dan Sari Mulyo kecamatan Winong, desa Penanggungan dan Tanjunganom kecamatan Gabus. Di empat desa ini, tak jarang masyarakat harus mengantre di kecamatan untuk sekadar mendapatkan air bersih. Sepuluh tangki air bersih akan dibagi rata dalam penampungan desa yang kemudian dibagi rata kepada warga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebab itu kegiatan semacam ini sangat dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat di tengah bencana kemarau ini,” imbuh Rifai.

Ia mengajak donatur, lembaga pemerintah, ataupun swasta serta perusahaan manapun untuk terlibat bersama GP Ansor ? Pati melakukan bakti sosial. Pasalnya, kebutuhan air bukan hanya sehari.

Rifai menyebutkan kegiatan sosial pemasokan air bersih gelombang kedua akan dilaksanakan pada 5 November nanti dengan jumlah kuantitas bantuan yang lebih banyak. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kajian Islam, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah berlangsung selama dua hari, kegiatan “Makassar Bershalawat” yang mengambil tempat di Masjid Alfatih al-Anshar ditutup. Wakil dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tallo keluar sebagai peserta terbaik I mengungguli 29 peserta lainnya. Hadiah berupa tropi dan uang pembinaan senilai 10 juta rupiah diserahkan oleh Rais Syuriah PCNU Makassar, AGH Baharuddin.

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rilis Pemenang Lomba, Makassar Bershalawat Bertabur Hadiah

Dalam sambutan penutup, Ahad (15/11), Sekretaris PCNU Makassar H. MaskurYusuf menyampaikan bahwa kegiatan Makassar Bershalawat akan menjadi agenda tahunan dan berharap kegiatan ini menjadi rintisan bagi pelaksanaan di tingkat provinsi Sulawesi Selatan pada tahun depan. Sekretaris MUI Kota Makassar ini juga berterima kasih kepada semua peserta dan semua pihak, terutama keluarga besar H. A. Mustamin Anshar yang bersedia sebagai tuan rumah.

Mustamin Anshar dalam sambutannya juga memberi isyarat untuk terlaksananya kegiatan “Makassar Bersalawat” dalam skala yang lebih besar. Pihaknya akan senantiasa memberi kontribusi dan fasilitas untuk kegiatan yang bernuansa pembinaan keagamaan, termasuk pelaksanaan Maulid yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan di tempat yang sama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kesempatan itu, Pendiri Masjid yang berornamen Hajar Aswad ini memberi hadiah khusus kepada juara Harapan I, II dan III, masing-masing sebanyak 2 juta rupiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selengkapnya hasil Lomba Asmaul Husna dan Shalawat sebagai berikut:

Juara I : MWC NU Tallo

Juara II: MWC NU Manggala

Juara III: MWC NU Bontoala

Harapan I: MWC NU Panakkukang

Harapan II: MWC NU Ujung Pandang

Harapan III: MWC NU Bontoala II

(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Mas’udi memahami keresahan warga Muhammadiyah dengan maraknya dakwah berlabel partai politik. Masdar mengakui fenomena gerakan dakwah yang menggunakan label parpol memang terjadi.

Menurutnya, partai politik yang menggunakan dakwah umat untuk tujuan politik tidaklah ‘jantan’. ”Kalau dakwah, ya dakwah saja, jangan diarahkan dengan parpol. Sebab keduanya memiliki tujuan berbeda,” ujarnya menanggapi hasil Tanwir Muhammadiyah.

Pendiri Perhimpunan Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu menambahkan, tujuan dakwah adalah memberikan pengetahuan tentang pemahaman keagamaan.

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dan Politik Tak Bisa Disamakan

Dalam aktivitasnya, dakwah tidak mengharapkan imbalan tertentu. Hal itu berbeda dengan parpol yang bertujuan meraih kekuasaan. Karena itu, keduanya tidak bisa dicampuradukkan. Ia mengakui pula adanya gerakan dakwah tertentu yang telah mempergunakan sarana peribadatan umat untuk perekrutan dan sarana mencapai tujuan parpol. Munculnya fenomena ini sangat memprihatinkan.

Selama bertahun-tahun, lanjutnya, sarana ibadah merupakan infrastruktur kemaslahatan bersama. ”Masjid, ya milik umat, bukan kelompok atau partai tertentu,” ungkapnya.

Meski demikian, dia tidak bersedia menyebutkan parpol yang dimaksud. Dia hanya berharap sebaiknya dakwah ditujukan untuk dakwah, bukan untuk politik. ”Ini lebih tegas dan masyarakat juga bisa menilainya,” terangnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan keresahan organisasinya itu dialami pula oleh ormas lain, seperti NU dan kelompok-kelompok takmir dan pengajian masjid di berbagai daerah. Menurutnya, bukan masalah dakwahnya, yang menjadi persoalan bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam lain, melainkan kekhawatiran terseretnya mereka ke dalam wilayah politik. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah