Kamis, 08 Februari 2018

PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap Hari Raya Idul Fitri dapat diperingati bersama oleh umat Islam. Karena itu, ia berharap sidang isbat (penatapan) 1 syawal yang diselenggarakan Deperteman Agama 22 Oktober menghasilkan keputusan yang sama.

 

PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Umat Islam Saling Menghargai

“Kami berharap sidang itsbat menghasilkan keputusan sama atau tidak ada berbedaan diantara umat Islam,” kata KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Kamis (19/10).Jika terjadi perbedaan, Cak Hasyim, demikian ia akrab disapa,  menyerukan kepada umat Islam untuk saling menghargai satu sama lain. Ia tidak menghendaki terjadi gesekan antara kelompok umat Islam gara-gara penetapan bulan syawal yang berbeda.”Andai tidak mencapai kesepakatan bersama, diharapkan semuanya saling menghargai,” katanya.

 

Lebih lanjut, mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu menambahkan, perbedaan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menetapkan awal bulan selama ini sebenarnya hanya persoalan metodologi. NU selama ini menggunakan cara rukyah atau melihat bulan secara langsung, selain cara hisab atau perhitungan astronomi. Sementara ormas lainnya menggunakan cara hisab saja.”Perbedaan itu hanya karena perbedaan metodologi. Karena itu, harus ada saling menghargai satu sama lain,” tegasnya.

 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menanggapi adanya kalangan yang menginginkan agar pemerintah tidak campur tangan dalam menetapkan awal bulan syawal, ia mengatakan, bahwa pemerintah dalam hal ini Departemen Agama harus tetap berparan dalam penetapan awal syawal.”Harus ada yang jadi hakim, yaitu pemerintah,” katanya.(mil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah, Ahlussunnah, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dibesarkan dalam tradisi surau di Sumatera Barat, Asrul Sani memperjuangkan aspirasi para kiai. Iklim politik era Sukarno, memosisikan prinsip-prinsip estetika di dalam lingkaran aspirasi yang harus diperjuangkan di tengah masyarakat. 

Perihal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Abdul Mun‘im DZ kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (25/3) petang.

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrul Sani Bawa Aspirasi Estetika Para Kiai

“Di era Orde Lama, kesenian merupakan sebuah sarana terdepan bagi perjuangan antarpartai,” tambah Abdul Mun‘im DZ.

Pada waktu itu, lanjut Abdul Mun‘im, Asrul Sani menilai pentingnya kehadiran sayap kesenian dari para kiai tergabung dalam Partai Nahdlatul Ulama. Karena argumentasi yang bagus, Asrul Sani sanggup meyakinkan partai NU untuk membentuk lembaga kesenian yang kemudian disebut Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Argumentasi keagamaan yang dikedepankan Asrul Sani di hadapan para kiai mencerminkan kematangan Asrul Sani sebagai seniman yang dibesarkan surau.

Kepercayaan para kiai NU membuat Asrul Sani bergerak leluasa dalam memperjuangkan aspirasi Partai NU dalam bidang kesenian. Selain itu, ia menjembatani para kiai NU dan seniman yang akan bergabung di Lesbumi.

Asrul menjaring para sineas antara lain Misbach Yusa Biran, Sukarno M Noor, Usmar Ismail, dan lain-lain dalam gerbong LESBUMI. Mereka aktif menulis dan membuat film sesuai dengan prinsip estetika di kepala kiai NU, tandas Abdul Mun‘im.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita, Pondok Pesantren, AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemerintah dan DPR harus segera melakukan revisi terhadap Undang-undang terorosme. Sejumlah pasal harus diubah lantaran banyaknya ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pandangan ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PW LTN NU Jatim), Ahmad Najib AR usai silaturahim dengan sejumlah Ketua PC LTN NU se-Jatim di Malang.

NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Dukung Revisi UU Terorisme demi Kedaulatan NKRI

"Dalam pandangan kami, ancaman terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI sangat jelas di depan mata," katanya, Ahad (27/3). Masuk dan berkembangnya ideologi di luar Pancasila yang nyata-nyata melawan NKRI hingga kini demikian tumbuh subur dan tidak dianggap sebagai ancaman berarti oleh negara, lanjutnya.

Padahal perubahan ideologi yang masuk ke negeri ini demikian cepat. "Nah, demikian cepatnya ideologi tersebut juga harus diimbangi dengan sikap tegas dan cepatnya aturan yang ada," terang Gus Najib, sapaan akrabnya.

Pada kegiatan yang berlangsung di Kantor PC NU Kota Malang tersebut, Gus Najib kemudian mengemukakan bahwa UU Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan terorisme dan UU Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan terorisme sudaj kalah gesit dengan perkembangan terorisme itu sendiri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekedar memberikan contoh, serangan teroris yang pernah terjadi di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal tahun lalu sebagai bukti akan kelemahan dari aturan yang menyangkut terorisme. "Hanya karena tidak ada payung hukum, maka beberapa orang yang nyata-nyata memiliki bukti kuat akan melakukan tindakan teror, akhirnya tidak dapat ditindak," kata alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Dan penangkapan terhadap sejumlah orang terkait aksi teror di Jalan MH Thamrin tersebut baru dilakukan setelah teror terjadi, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kendati demikian, Gus Najib yang diamini utusan dari sejumlah kota dan kabupaten di Jatim ini mengingatkan bahwa tindakan preventif dan deradikalisasi memang mutlak dilakukan. "Namun negara harus melakukan kajian mendalam terkait penindakan, sehingga tanpa harus melanggar Hak Asasi Manusia," terangnya.

Karena sangat mendesaknya kondisi ini, maka Gus Najib berharap semua komponen yakni DPR dan pemerintah untuk dapat duduk bersama dalam membincang persoalan krusian ini. "Jangan sampai kita terlambat, dan baru menyadari potensi radikalime telah tumbuh subur di sejumlah daerah sehingga dapat menyulitkan," pesannya.

Salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren Baytul Hikmah Pasuruan tersebut kemudian membandingkan dengan Malaysia dan Singapura. "Dua negara ini langsung dapat mendeteksi orang yang baru pulang dari Suriah karena terlibat ISIS," ungkapnya. Sedangkan untuk di Indonesia, sudah ada 100 lebih orang yang kembali dari Suriah, namun tidak ada penanganan yang intensif, lanjutnya.

Berdasarkan catatan kepolisian pada November 2015 lalu, terdapat 384 warga negara Indonesia yang sudah terkonfirmasi bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Sebanyak 46 di antara mereka sudah kembali ke Indonesia. "Angka ini tentu saja terus bertambah dan akan menjadi ancaman yang sangat berat bagi NKRI di masa mendatang," katanya.

Gus Najib juga sangat menyayangkan lahirnya organisasi yang nyata-nyata tidak mengakui ideologi Pancasila, namun bebas beraktifitas. "Mereka melakukan rekrutmen anggota, mengadakan tablig akbar dan sejenisnya padahal tidak mengakui NKRI dan Pancasila," sergahnya.

Karena itu sudah sangat mendesak untuk dilakukan revisi terkait aturan yang menyangkut terorisme. "Bila tidak, negeri ini akan menjadi luluh lantah karena kemunculan gerakan sempalan yang tidak mampu dibendung negara," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Sunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Ketika masyarakat menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan pandangan keagamaan, para ulama Nahdlatul Ulama selalu hadir memberikan jawaban dan sudut pandang. Seperti yang dilakukan para kiai Jombang. Mereka bahkan membuat forum musyawarah khusus, membahas berbagai persoalan, saling menyodorkan dalil, dan menjawab kegelisahan.

Dipimpin KH M Bisri Syansuri salah satu pendiri NU), para kiai Jombang tercatat beberapa kali mengadakan forum Musyawarah Ulama Jombang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Pengurus Imarah Masjid Jami Kauman Utara Jombang.

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Hasil dari musyawarah itu terbit menjadi buku berjudul “Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang” (Keputusan Musyawarah Ulama Jombang) yang berisikan lima puluh masalah agama. Di antara masalah yang dijawab adalah soal hormat terhadap bendera merah putih yang jamak dilakukan di zaman itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menjawab tentang hormat bendera Merah Putih, tersebutlah dalam tanya jawab bernomor 17, sebagai berikut:

“Bagaimana hukum hormat bendera merah putih lambang negara RI sebagaimana yang berlaku ketika upacara bendera merah putih diadakan?”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jawaban:

Mengingat bahwa bendera sang merah putih sebagai lambang negara RI  itu merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia, maka hukum menghormati bendera itu adalah boleh, sebab disamakan dengan diperbolehkannya mencium peti (tabut) yang diletakkan di atas maqam para wali untuk diambil barokahnya.

Keterangan dari kitab:

Hasyiah al-Bajury ala Syarh Ibn Qasim,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Buku Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang yang memuat jawaban tentang persoalan tersebut diterbitkan pada 15 April 1981 M/ 10 Jumadil Akhir 1401 H dan ditandatangani oleh Ketua Musyawarah Ulama Jombang KH Mahfudz Anwar dan sekretarisnya H Abd. Aziz Masyhuri.

Adapun para ulama Jombang itu adalah:

1. K.H. M. Bisri Syansuri

2. K.H. Adlan Aly

3. K.H. Mahfudz Anwar

4. K.H. Syansuri Badawy

5. K. Muhdlor

6. K.H. Mansur Anwar

7. K.H. Abdul Fattah Hasyim

8. K.H. Cholil

9. K.H. Syansun

(Yusuf Suharto)



* Dikutip dari buku Hasil Keputusan Bahtsul Masail PCNU Jombang 2002-2015 Disertai Muqorrorot Ulama Jombang 1981





Baca juga: Ketika Kiai Umar Mangkuyudan Ditanya perihal Hormat Bendera

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Nusantara, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus PP Fatayat NU Dilantik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah penyusunan jajaran pengurus PP Fatayat NU selesai dibentuk, pada Sabtu, 6 Agustus 2010, mereka dilantik sekaligus melaksanakan rapat kerja untuk selanjutnya dilakukan aksi nyata.



Pengurus PP Fatayat NU Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus PP Fatayat NU Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus PP Fatayat NU Dilantik

Berikut susunan pengurus PP Fatayat NU periode 2010-2015:

Ketua Umum: Dra Ida Fauziyah

Ketua I: Dra Muzaiyanah Zein

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua II: Dra Neng Dara Afiah MSi

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua III: Dra Rustini Murtadho

Ketua IV: Dra Yana Lathifah Msos

Ketua V: Anggia Ermarini SPd

Ketua VI: Dr Umi Khusnul Khotimah

Ketua VII: Dr Nur Rofiah

Sekretaris Umum: Dra Siti Masrifah MA

Sekretaris I: Nur Afifah SAg

Sekretaris II: Ratu Dian Hatifah SAg

Sekretaris III: Siti Mukarromah SAg

Bendahara Umum: Rahayu Sri Rahmawati SAg

Bendahara I: Hj Santi Anisah SAg

Bendhara II: Maria Apfiati ST

Bersama-sama dengan seluruh jajaran kepengurusan lembaga dibawah Fatayat NU, mereka dilantik oleh Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf. Hadir pula dalam acara tersebut Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah menjelaskan jumlah total kepengurusan mulai dari penasehat sampai anggota lembaga seluruhnya mencapai 99 orang. "Itu pun masih banyak orang yang ingin mengabdi," katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia

Sorong, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Innâ lillaahi wa innâ ilaihi râji‘ûn. Kabar duka datang dari Papua Barat. Ketua Majelis Ulama Idonesia (MUI) Kabupaten Sorong dan Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong, KH Achmad Anderson Meage meninggal dunia, Ahad (31/1).

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Papua Barat Pelopor Kerukunan Meninggal Dunia

Informasi yang berhasil terhimpun, almarhum wafat di Rumah Sakit Sele Be Solu sekitar pukul 16.00 WIT.

"KH? Achmad Anderson Meage, S.Pdi, M.Pd meninggal kemaren siang (31/1) saat akan mengisi ceramah pengajian di Klafdalim ,beliau pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Saat perjalnan menuju rumah sakit beliau meninggal," tutur KH Ahmad Sutedjo, Rais Suriah PCNU Sorong melalui sambungan telepon pagi ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jenazah almarhum tiba di rumah duka di SP 3 Kelurahan Makbusun sekitar pukul 17.45 WIT. Warga masyarakat yang mengetahui kabar meninggalnya almarhum langsung berbondon-bondong untuk bertakziah ke rumah duka.

Ribuan tamu datang silih berganti, mulai dari para pelajar, santri pondok pesantren, dan ratusan masyarakat dari Wamena. Mereka datang untuk berbelasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir berpulangnya sang tokoh yang vokal dalam menyuarakan kerukunan dan persatuan itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir pula Wakil Bupati Sorong Suka Harjono, Sekda Kabupaten Sorong H Solossa, Kepala BPKAD Kabupaten Sorong Johny Kamuru, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sorong, jajaran Kemenag Kota Sorong, tokoh agama muslim maupun nonmuslim, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Almarhum dikenal sebagai sosok muslim Papua yang taat dan dekat dengan siapa saja, dan yang perlu diacungi jempol adalah sebagai seorang pemimpin selalu mengayomi semua pihak tanpa membeda-bedakan.

Selain sebagai Ketua MUI dan Ketua FKUB, semasa hidup ia juga sebagai Kepala Sekolah MTsN Model Mariyai (SP 2). Ia lahir tahun 1978 yang dikaruniai 4 orang anak dari satu istri, juga aktif sebagai pengurus Pondok Pesantren Nurul Yaqin (Makbusun). Selain mengajar, almarhum juga selalu aktif untuk memenuhi sejumlah undangan untuk berceramah dalam acara, baik tingkat lokal maupun tingkat Kabupaten.

Aktivis NU Papua, Abdul Wahab menilai Anderson termasuk ulama yang murah senyum dan tegas. Wahab yang pernah berkunjung ke kediamanya bebrapa bulan silam mengaku menerima banyak kenangan bersama ulama yang pandai berbahasa Jawa tersebut.

"Kenangan yang terngiang dibenak saya adalah ketika saya diajak bersama berkunjung ke Pulau Arar. Beliau banyak menceritakan tentang keadan umat beragama di Papua yang rukun dan damai. Beliau juga memberikan nasehat agar bagimana dakwah bisa diterima semua umat," tuturnya.

Wahab menceritakan, Anderson pernah menyampaikan bahwa Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia bukan hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga menantikan sentuhan dakwah Islam.

"Tapi karakter Islam yang didakwahkan tersebut harus menampakkan wajah Islam yang santun, teduh, damai, toleran, dan penebar rahmat untuk semesta alam. Islam Nusantara bagi beliau dianggap mampu menjadi perekat NKRI," tuturnya. Al-Fatihah... (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peringatan haul ke-567 Sunan Ampel dimeriahkan salah satunya dengan acara Suluk Matan yang dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Mei 2016, di gedung LPBA-MASA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab-Masjid Agung Sunan Ampel) Surabaya, Jawa Timur.

Matan merupakan singkatan dari Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Matan), badan otonom Jam’iyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman). Acara dihadiri sekitar 30 anggota dari berbagai daerah di Jawa Timur dan beberapa pelajar dari Malaysia.

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel

"Acara Suluk Matan memiliki tema ‘Mencerdaskan Akal, Memuliakan Hati’ yang memang baru pertama kali dilaksanakan di Surabaya sebagai jawaban atas beberapa keresahan kaum muda dan mahasiswa NU untuk memahami lebih jauh dunia thariqah," kata Ketua Panitia Suluk Matan Muhammad Zulfan Badrunaja dari Pesantren Nurul Khoir Wonorejo Rungkut Surabaya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua LPBA dan Ketua Yayasan Sunan Ampel Hifni Nawawi mendukung penuh kegiatan ini. Ia menilai acara yang menjadi rangkaian peringatan haul Sunan Ampel ini berkontribusi besar pada masyarakat dan NU untuk terus mengembangkan spiritualitas masyarakat melalui jalan thariqah.

Acara Suluk Matan diisi dengan pemaparan materi antara laian oleh KH Abdurrahman Navis (Ketua Aswaja NU Center Jatim) tentang ke-Aswaja-an, Wasith (Pengasuh Mahad Aly UIN Sunan Ampel) tentang sejarah Indonesia. Adapula materi kewirausahaan yang disampaikan? Hakim Jayli (Dirut TV9) dan Djohan dari PT Djarum. Sementara Abdulloh Hamid (Pengurus Pusat Matan) menyampaikan seputar organisasi Matan dan KH Zaid bin Muhammad (Muqaddam Thariqah Tijani Ampel Surabaya) menjelaskan tentang tarekat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tindak lanjut dari acara ini antara lain mmebangun kerja sama antara Matan dengan LPBA-MASA, PT Djarum, TV9, PWNU Jatim, dan berbagai pihak lainnya untuk mengadakan kegiatan rutinan Matan Surabaya, memperkuat paham Aswaja dan NKRI, serta membentuk kader-kader muda baru tarekat di area Surabaya dan Sidoarjo. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah