Selasa, 30 Januari 2018

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lembaga Takmir Masjid PBNU kembali membuka pendaftaran Rombongan Mudik Bareng PBNU hari ini, Senin (7/7) pagi di masjid An-Nahdlah PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat. Para pendaftar tampak antre untuk mendapatkan tiket dari 15 bus rombongan mudik untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk mendapatkan tiket, para pendaftar cukup mengisi formulir yang disediakan panitia dengan menunjukkan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Mereka yang sudah mengisi formulir diberikan sebuah nota untuk ditukarkan tiket berangkat pada tanggal yang ditetapkan panitia

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)
Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

“Panitia menentukan Senin depan, 14 Juli di mana pengunjung dapat menukarkan nota yang mereka miliki dengan tiket,” kata seorang penjaga loket, Dedi Kurniawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara penjaga lainnya, Sahid memastikan, kuota tiket tujuan Banyuwangi, Surabaya, Madura, Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo sudah habis. Yang tersisa Gresik, Semarang, Rembang, Temanggung, Tegal, Brebes, Pekalongan.

“Panitia tidak memastikan hari penutupan. Pastinya pendaftaran akan ditutup kalau kuota tiket dari semua tujuan sudah terpenuhi,” kata Sahid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LTM PBNU menyediakan lima belas bus dengan tiga provinsi tujuan. Rombongan mudik bareng ini akan berangkat pada Ahad 20 Juli. Sebanyak delapan bus akan menyebar ke sejumlah kabupaten di Jateng. Enam bus menuju Jawa Timur. Sementara satu bus untuk tujuan Jawa Barat.

Saat menukarkan nota pada 14 Juli nanti, para pendaftar disyaratkan berinfaq untuk Gerakan Infaq dan Shodaqah Masjid (Gismas) LTM PBNU sebesar Rp. 10.000, tandas Sahid. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik yang berkecamuk di beberapa negara merupakan akibat dari sikap intoleran. Radikalisme yang dikembangkan segelentir umat beragama di beberapa negara telah menimbulkan perpecahan dan kekisruhan di antara mereka.

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jika Pemahaman Benar, Agama Timbulkan Toleransi

“Padahal jika ajaran agama dipahami dan diamalkan secara benar, tidak akan menimbulkan kebencian terhadap siapapun, justru yang timbul adalah sikap toleran dan solidaritas,” jelasnya saat bertausiah pada haflah akhirissanah Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (30/5).

Di hadapan ribuan hadirin, Kiai asal Cirebon ini bersyukur peristiwa tersebut relatif tidak ada di Tanah Air. Menurutnya, umat beragama di Indonesia mayoritas bersikap moderat dan hal itu merupakan jasa dari kiprah pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah kalau di Indonesia, kita punya warisan sistem pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi muslim yang moderat, menanamkan karakter bangsa yang luhur, serta mengedepankan akhlakul karimah. Sistem pendidikan tersebut adalah pondok pesantren,” lanjut Kang Said, sapaan akrabnya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, mudir Madrasah Al Hikamus Salafiyah KH Azka Hammam Syaerozi dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berorientasi pada pendidikan karakter berbasis pesantren, sehingga mereka diharapkan mampu menjadi figur khoiru ummah (teladan masyarakat), “Madrasah Al Hikamus Salafiyah merupakan lembaga yang memiliki kurikulum independen, mengacu pada pendalaman kitab kuning, mulai dari tingkat ibtida’iyah, tsanawiyah, aliyah dan ma’had aly”.  

Bersama para kiai babakan, Kang Said Aqil juga diberi kehormatan untuk mewisuda siswa MHS dari seluruh tingkatan. Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh KH Makhtum Hannan, sesepuh pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Acara puncak haflah akhirussanah yang berlangsung di halaman utama Madrasah Al Hikamus Salafiyah itu, sebelumnya diawali dengan atraksi sepak bola api dan mandi petasan di lapangan bola Desa Babakan, Ciwaringin. Hal ini merupakan tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun, dilakukan oleh para siswa kelas I Aliyah Madrasah Al Hkamus Salafiyah. Masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan sangat antusias. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman

Banda Aceh, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bersyukurlah dengan Indonesia yang beragam. Islam mengajarkan untuk menghormati keberagaman. Maka sangat tepat jika tema Pentas PAI 2017 di Aceh ini mengangkat tema keberagaman yang dipadu dengan keberagamaan.

Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Aceh: Islam Sangat Menghargai Keberagaman

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Provinsi Aceh, Irwandi Yusuf ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI), Senin (9/10) malam di Taman Sulthanan Shafiatuddin Banda Aceh.

“Islam sangat menghargai keberagaman. Tidak membedakan suku, agama, bahasa, dan lain-lain karena yang dilihat oleh Allah adalah ketaqwaan seseorang,” tegas Irwandi Yusuf dihadapan ribuan hadirin yang memadati tempat pembukaan termasuk warga Aceh yang terlihat antusias melihat berbagai pertunjukan budaya di dalamnya.

Gubernur yang mahir menerbangkan pesawat ini juga menyatakan, seharusnya umat Islam sebagai mayoritas menjaga saudara sebangsa yang minoritas. Menurutnya, dimana ada Islam, di situ ada kedamaian dan perlindungan.

“Umat Islam tidak boleh defensif karena tabiat defensif adalah tanda orang tertekan,” jelas pria kelahiran Bireuen 57 tahun yang lalu ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Irwandi memandang, justru yang terlihat di dalam Islam selama ini cenderung reaktif dan hiperaktif. Merasa tersinggung langsung berbuat ekstrim dan anarkis. Dia pun mencontohkan ketika di Aceh terjadi konflik antaragama dalam kasus pembakaran rumah ibadah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sebenarnya siapa yang mayoritas harus melindungi minoritas, karena dalam Islam tidak pernah kita diperintah untuk menyerang dan merusak rumah ibadah,” terang Dokter Hewan lulusan Universitas Syiah Kuala Aceh ini.

Lebih jauh, dia menerangkan hukum perang yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam kondisi perang, dilarang menyakiti perempuan dan anak-anak, dilarang merusak tanaman, dilarang membunuh musuh yang sudah menyatakan mnyerah, dan merusak rumah ibadah.

“Itu dalam kondisi perang, apalagi dalam suasana damai seperti sekarang. Kita sebagai umat Islam harus menjaga perdamaian dan menghormati sesama,” tutur pria yang pernah menjadi Tim Perunding GAM di Helsinki, Finlandia ini.

Dalam perhelatan Pentas PAI 2017 yang pertama kali digelar di luar Pulau Jawa ini, Irwandi yang juga pernah menjabat Gubernur Aceh pada periode 2007-2012 ini berharap, anak didik tidak hanya bersaing dalam lomba, tetapi juga saling mengenal satu sama lain.

“Semoga para siswa semakin cinta akan keberagaman dan siap menyongsong masa depan gemilang,” tandas Gubernur. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Lemahnya jiwa wirausaha ditengarai menjadi salah satu penyebab maraknya korupsi di Indonesia. Saat ini Indonesia berada pada rangking ke 124 dengan nilai produktifitas kurang dari 5 %.

Demikian salah satu poin kesimpulan dalam workshop kewirausahaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Malang, Sabtu (22/12) lalu.

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Nur Shodiq Ask, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi salah satu pembicara dalam acara workshop kewirausahaan yang digelar di kaki gunung semeru, tepatnya  di Aula SMK NU Sunan Ampel desar Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam paparannya, Nur Sodiq mengambil asal muasal keterpurukan Indonesia. Posisi peringkat korupsi Indonesia jauh di dibawah Singapura (peringkat 5), Brunei Darussalam (46), Malaysia (54) dan Thailand (88). Sedang Indonesia saat ini berada pada posisi 118, dan hanya lebih baik bila dibandingkan  Laos (160) dan Myanmar (172).  

Menurutnya, keterpurukan dan rendahnya moralitas itu salah satunya karena kurangnya bangsa Indonesia yang menjadi wirausaha.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Maka perlu dibangun kebanggaan menjadi wirausaha dan pasti akan banyak memberikan nilai tambah yang bisa diciptakan dan akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kesejahteraan rakyat,” katanya.

Yang perlu dibangun diantaranya, mengembangkan potensi lokal menjadi produk unggulan, sehingga kecintaan akan produk dalam negeri semakin meningkat. Dalam hal ini NU, dalam membangun dan mengembangkan wirausaha harus berbasis pada potensi anggota, agar pengembangannya dapat berpengaruh pada perkembangan organisasi, pengelola dan masyarakat.

Ditambahkan, jaringan organisasi NU yang sudah mengakar sampai di pelosok desa adalah potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik. Jaringan ini dapat dipergunakan sebagai jalur distribusi yang sangat cepat dan efektif dalam mendistribusikan produk dan jasa ke pelanggan.

Ketua Panitia Wokrshop dan Pasar Rakyat H Abdul Mujib Syadzili di sela berlangsungnya kegiatan menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk munculkan energi positif para peserta yang umumnya berasal dari kalangan muda NU agar terbentuk mental pengusaha sejati yang pantang menyerah.

“Diharapkan pertumbuhan dan perkembangan wirausahawan-wirausahawan NU kian hari akan semakin meningkat sehingga lebih membawa manfaat bagi jam’iyah,” tandasnya.

Workshop kewirausahaan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengurus MWCNU se Kabupaten Malang dan Ranting NU se Kecamatan Poncokusumo. Juga tampak memadati ruangan, para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Malang.  

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Sekretariat NU Kab. Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peringatan tahun ketiga wafatnya Prof Dr Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, ulama terkemuka Suriah, berlangsung meriah di Auditorium Universitas Damaskus, Damaskus, Suriah. Para ulama dan petinggi negara setempat hadir memberi hormat Imam Masjid Besar Umayyah Damaskus yang syahid akibat serangan bom bunuh diri ini.

Bagian Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah melaporkan, acara yang digelar Senin (28/3) tersebut dihadiri sekitar dua ratus orang, termasuk tokoh Suriah seperti Menteri Kebudayaan Suriah Dr Essam Khalil, Dubes RI Damaskus Djoko Harjanto, Dubes Iran, serta para akademisi, ulama, mahasiswa, masyarakat dan para undangan lainnya.

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama dan Pejabat Suriah Peringati Haul Ke-3 Said Ramadhan al-Buthi

Para pembicara dalam acara tersebut adalah Dr Badie Lahham atas nama murid almarhum; Dr Taufik Ramadhan al-Buthi, putra tertua almarhum sekaligus Ketua Persatuan Ulama Syam, mewakili keluarga almarhum; Rektor Universitas Damaskus Dr Muhammad Hasan Kurdi, Menteri Wakaf Suriah Dr Muhammad Abdul Sattar al-Sayyed, dan Menteri Pendidikan Tinggi Suriah Dr M Amer Mardini.

Dalam testimoni mereka memuji Syekh Said Ramadhan al-Buthi sebagai tokoh dengan jasa yang luar biasa kepada masyarakat Suriah. Terbunuhnya al-Buthi oleh kelompok garis keras pada 21 Maret 2013 dinilai tak bisa membungkam semangat juang dan ilmu-ilmunya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peringatan haul kali ini juga menjadi momen peluncuran dalil “warisan” Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti yang berisi pelajaran, khutbah, rekaman acara televisi, video, audio dan buku-bukunya yang dapat diakses melalui media sosial: naseemalsham.com/app, facebook.com/sh.albouti, facebook.com/albouti.e (untuk bahasa Inggris)? dan youtube.com.naseemalshami.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Imam Syahid Muhammad Said Ramadan Al-Bouti yang lahir pada tahun 1929 dikenal sebagai ulama moderat berjuluk “Guru dari Tanah Syam” atau “Syaikh of the Levant.” Ia juga dikenal sebagai pakar dalam berbagai disiplin ilmu agama dan menulis lebih dari 60 buah buku keilmuan Islam dalam bidang syariah, akidah, tasawuf, sejarah, dakwah dan pengajian Islam. Buku-bukunya banyak diterjemahkan ke sejumlah bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mudik ke Jombang

Pada 1-5 Agustus 2015 dalam suasana mudik lebaran, Nahdlatul Ulama (NU) akan menyelenggarakan forum permusyawaratan tertinggi Muktamar ke-33. Muktamar kali ini sangat istimewa karena digelar di daerah asal para pendiri NU: KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri. Hampir satu abad organisasi NU berdiri baru kali ini muktamar digelar di Jombang.

Sebenarnya ada dua lagi pilihan lagi daerah yang diusulkan sebagai tuan rumah muktamar dalam Munas dan Konbes NU 2014 lalu, yakni Medan Sumatera Utara dan Lombok Nusa Tenggara Barat. Muktamar di luar Jawa akan mempunyai nilai syiar yang lebih luas. Pada masa awal-awal NU berdiri tahun 1936 pun NU sudah menggelar Muktamar di Banjarmasin. Selain itu, Muktamar ke-30 tahun 1999 kemarin sebagai salah satu muktamar terpenting karena waktu itu Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid terpilih sebagai presiden RI juga telah diadakan di Jawa Timur, di Pesantren Lirboyo Kediri. Namun semangat untuk bermuktamar di daerah asal sekaligus daerah dimana para pendiri NU dimakamkan itu memang sudah tak terbendung. Menjelang peringatan satu abad, NU dirasa perlu memikirkan langkah dan strategi baru dari Jombang.

Muktamar ke-33 akan dihadiri oleh perwakilan 34 wilayah (PWNU) dan lebih dari 500 cabang (PCNU) seluruh Indonesia, ditambah perwakilan cabang istimewa (PCINU) luar negeri. Masing-masing akan mendelegasikan 6 peserta resmi, sesuai dengan jumlah sidang komisi yang ada: bahtsul masail diniyah waqiiyah, bahtsul masail diniyah maudluiyah, bahtsul masail diniyah qonuniyah, komisi program, organisasi dan rekomendasi. Namun panitia tidak mungkin membatasi warga NU yang ingin hadir menyaksikan muktamar di luar utusan resmi. Ditambah warga Nahdliyin yang ada di Jombang dan sekitarnya, diperkirakan ratusan ribu warga akan hadir memeriahkan Muktamar.

Mudik ke Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudik ke Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudik ke Jombang

Muktamar Jombang akan diadakan di empat pondok pesantren besar yakni Pesantren Tebuireng, Pesantren Tambak Beras, Pesantren Denanyar, dan Pesantren Darul Ulum. Para Muktamirin akan menginap di empat pesantren itu. Masing-masing pesantren akan menjadi tuan rumah sidang-sidang komisi, sementara acara pembukaan dan sidang pleno akan dipusatkan di alun-alun kota Jombang. Warga Nahdliyin yang tidak mengikuti forum-forum resmi muktamar akan mengunjungi stand-stand pameran, bazaar dan pasar rakyat, pentas seni budaya, atau berziarah ke makam-makam para kiai dan pendiri NU di Jombang dan sekitarnya.

Salah satu yang menarik menjelang Muktamar ke-33 ini adalah tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia.” Tidak biasanya tema muktamar menjadi bahan perbincangan dan diskusi karena media massa lebih suka mengolah isu-isu yang “news” yang dibahas dalam sidang-sidang komisi, terutama dalam komisi bahtsul masail diniyyah yang membahas berbagai persoalan hukum Islam. Istilah “Islam Nusantara” yang dimunculkan oleh NU ternyata memicu polemik yang berkepanjangan di sejumlah media massa nasional. Sebagian besar perbincangannya cukup menarik disimak karena melibatkan para tokoh dan cendekiawan muslim. Perkembangan media sosial modern berbasis internet juga menyebabkan perbincangan mengenai Islam Nusantara juga cepat sekali menyebar dan bersahut-sahutan. Beberapa kalangan Muslim yang merasa “terganggu” atau salah paham dengan istilah Islam Nusantara itu juga praktis menambah semarak suasana menjelang muktamar.

Forum permusyawaratan tertinggi lima tahunan tentunya juga mengagendakan proses pergantian kepemimpinan. Muktamar kali akan menerapkan model baru dalam pemilihan Rais Aam NU dengan sistem yang disebut ahlul halli wal aqdi atau sering disingkat ahwa. Sistem ini merupakan penerjemahan dari istilah musyawarah mufakat yang ada dalam AD/ART NU, yakni pemilihan oleh 9 orang kiai yang dipilih oleh utusan seluruh PWNU, PCNU dan PCINU. Jadi muktamirin tidak lagi memilih pemimpin NU secara langsung, namun mendelegasikan hak pilih kepada 9 orang ahlul halli wal aqdi itu. Dalam draft yang ada, 9 anggota ahlul halli wal aqdi akan memilih Rais Aam sebagai pucuk Pimpinan NU, setelah itu mereka akan menetapkan calon-calon Ketua Umum sebagai pelaksana organisasi dan kemudian dipilih secara langsung oleh muktamirin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebenarnya ahlul halli wal aqdi sudah diterapkan sejak NU berdiri tahun 1926, namun kemudian berganti dengan sistem pemilihan langsung semenjak NU menjadi berubah menjadi partai politik tahun 1950-an. Kemudian pada Muktamar ke-27 tahun 1984, NU menyatakan “Kembali ke Khittah 1926” sebagai organisasi sosial keagamaan dan menerapkan kembali sistem ahlul halli wal aqdi. Namun sistem ini tidak berlanjut pada muktamar-muktamar berikutnya. Eforia demokrasi mengarahkan NU untuk menerapkan sistem pemilihan langsung.

Setelah beberapa kali pelaksanaan muktamar, terutama muktamar terakhir yang ke-32 kemarin di Makassar, model pemilihan langsung dirasakan tidak paas untuk organisasi ulama atau dalam pemilihan pemimpin para ulama. Para kiai atau para pendukungnya akan tampil berhadap-hadapan seperti dalam pelaksanaan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Maka dalam Rapat Pleno PBNU di Wonosobo tahun 2013 dan Munas-Konbes 2014 di Jakarta disepakati untuk diterapkannya kembali sistem ahlul halli wal aqdi, terutama dalam pemilihan Rais Aam. Jika telah diketok palu dalam muktamar ke-33 nanti, maka sistem ahlul halli wal aqdi langsung akan diterapkan.

Semua warga Nahdliyin pasti berharap yang terbaik dari pelaksanaan muktamar kali ini. Warga Nahdliyin saat ini sudah tersebar sedemikian rupa, tidak hanya di desa-desa, tetapi juga di kota-kota besar di berbagai daerah di Indonesia dan di luar negeri dengan berbagai polarisasi bidang, peran, dan konsentrasi dan dalam suasana yang berbeda dengan seratus tahun yang lalu menjelang NU didirikan. Bahkan menilik kembali tema muktamar yang sangat ambisius “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,” berarti bukan hanya Nahdliyin yang boleh berharap kepada NU, tetapi juga bangsa Indonesia dan warga dunia. Bukan hanya soal pemimpin NU yang terpilih, tetapi juga keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam muktamar, gebyarnya, suasananya, dan proses-prosesnya adalah cerminan dari sebuah ormas Islam terbesar di dunia. (A. Khoirul Anam)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa

Makassar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU AGH M. Sanusi Baco memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Hukum Islam pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Kamis (20/12) di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Tampak � hadir dalam penganugerahan itu antara lain Dr H M. Jusuf Kalla, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU AGH Sanusi Baco Peroleh Doktor Honoris Causa

Dalam sambutan Promotor dan Co Promotor Prof Dr H. Minjahuddin MA dan Prof Dr H. Achmad Abubakar M.Ag. mengatakan, AGH Sanusi Baco dikenal sebagai ulama kharismatik dan merupakan tipe seorang ulama yang sejak awal kehidupannya tumbuh dan berkembang dalam tradisi pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau telah berupaya pengembangan Ilmu Perbandingan Mazhab, selaku dosen Fakultas Syariah IAIN Alauddin mengajarkan Ilmu Ushul Fikih dan Ilmu Fikih Perbandingan Mazhab. Ternyata ketiak Promovendus menjadi Ketua Jurusan Perbandinagan Mazhab Fakultas Syariah antara tahun 1977-1983," jelas Minhajudin.

"Beliau telah berupaya mengembangkan Ilmu Fiqih Perbandingan Mazhab dengan mewajibkan bagi mahasiswa yang akan ujian akhir jurusan agar membaca salah satu buku referensi dalam Mata Kuliah, diantaranya, Kitabul Fiqh ‘ala Habbul Arba’ah (Mazhab Syafi’i), Bidayatul Mujtahid (Mazhab Maliki), Fiqh Hanbali, dan Fiqh Al Islamiyah Wa Adillatuhu (MAzhab Hanafi),” lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Metode perbandingan Mazhab juga diajarkan Promovendus kepada peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 1993 sampai sekarang.

Penyelenggaraan PKU tersebut dipusatkan di Masjid Raya Makassar dan Asrama PHI dan hingga kini sudah terlaksana sampai angkatan ke-15. Lulusan PKU tersebut ada yang melanjutkan studinya di Pasca Sarjana (S2-S3) UIN Alauddin Makassar, ada yang menjadi PNS, Pengusaha dan ada yang menjadi imam dan membina pesantren di daerahnya. Jelas Promotor beliau

AGH M. Sanusi Baco, Lc dikenal sebagai Ulama Kharismatik Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai Rois Syuriah PWNU Sulsel dan Ketua MUI Sulsel, serta pada Muktamar NU 2009 di Makassar beliapun masuk dalam jajaran Rais Syuriyah PBNU.

Redaktur Â? Â? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Doa, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah