Kamis, 18 Januari 2018

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Purbalingga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini lahir berkat jasa para ulama dan kyai NU, "maka mari kita tetap berkhidmat, khususnya kepada para kyai dan ulama NU."

Demikian disampaikan KH. Muhammad Faris El-Haq Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon dalam acara Ansor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kabupaten Purbalingga pada hari Ahad (17/6) dalam rangka peringatan isro Miroj Nabi Muhammad SAW dan pelantikan PAC GP Ansor Bukateja di halaman pendopo Kecamatan Bukateja.

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Ulama NU NKRI Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Ulama NU NKRI Berdiri

Kontribusi ulama NU ini dibuktikan dengan penunjukan Sukarno-Hatta sebagai Waliyyul Amri ad-Dlaruri bisy-Syaukah di saat Indonesia hilang kewibawaan di mata dunia, serta dengan keluarnya Resolusi Jihad dari Hadratush Sheikh KH. Hasyim Asyari yang membangkitkan semangat bertempur kepada Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah pada tanggal 10 Nopember 1945 yang kemudian kita kenal dengan Hari Pahlawan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sehingga kita heran mengapa segelintir orang yang tidak berkeringat, tidak berdarah-darah dalam perjuangan menegakkan NKRI tiba-tiba ingin mendirikan Negara Islam dengan dalih penegakan Khilafah Islamiyah. Untuk itu mari bersama-sama mendidik anak cucu kita sebagai generasi penerus untuk tetap kenal khidmat, cinta serta berbakti kepada para kyai dan ulama," katanya.

"Apalagi di jaman akhir ini di saat terjadinya dekadensi moral, kemerosotan moral generasi bangsa, peran orang tua dan kyai sangatlah dibutuhkan," tambah Gus Faris di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya Ketua GP Ansor Purbalingga Ulil Archam mengatakan, melalui media Ansor bersholawat dan Tabligh Akbar sebagai penanaman nilai-nilai Akidah Ahlussunah Waljamaah kepada generasi penerus, NU memiliki kepedulian dan empati yang besar terhadap keberlangsungan NKRI.

Acara ini juga dihadiri oleh Mudib (PP GP Ansor), PCNU, PC Muslimat NU dan Camat Bukateja mewakili Bupati Purbalingga yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Mujib mengajak generasi muda Ansor untuk semangat berjuang dalam menegakkan Islam Ahlussunah Annahdliyah melalu beragam acara seperti majlis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor, Pengajian serta Bakti Sosial.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Torik Jahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Tegal, Warta Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Saat ini, semangat umat Muslim di Indonesia untuk ? menjalankan ibadah umrah semakin tinggi. Untuk mendukung semangat tersebut, PT AL ANSHAR ASBIHU TAMA SEJAHTERA atau ASBIHU Tour and Travel, menyediakan minimal empat kelompok keberangkatan setiap bulannya.?

Seperti pada Kamis (2/3) lalu, operator Asosisi Bimbingan Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) tersebut memberangkatkan 40 jamaah umrah asal Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Sebelum mengikuti penerbangan ke tanah suci, keempatpuluh jamaah melakukan silaturahim ke Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Mereka berkesempatan mendengarkan tausiyah pembekalan dari Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi.?

Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mujib: Jamaah Umrah adalah Orang-orang Pilihan

Kiai Mujib mengatakan ibadah haji atau umrah merupakan panggilan dari Allah yang tidak semua orang dapat dengan mudah melaksanakannya. Orang yang dapat mengerjakan ibadah umrah adalah orang-orang pilihan.

“Ada orang yang mampu ekonominya, atau lebih pandai dan lebih banyak ilmu agamanya, tetapi tidak kunjung berangkat umrah. Bapak dan Ibu mungkin ilmu dan hartanya pas-pasan. Tetapi karena dipilih Allah, dapat melaksanakan ibadah umrah,” ujar Kiai Mujib.

Oleh karenanya, lanjut Kiai Mujib, ibadah umrah harus sungguh-sungguh diniatkan karena Allah. Salah satu implementasinya yakni dengan mengikuti peraturan, diantaranya jangan berbicara yang tidak perlu seperti berdebat, mengeluh atau bicara kotor; berbuat maksiat, atau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebaliknya jamaah harus memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya. Karena nilai pahala dari ibadah selama di Madinah dan Makkah akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Kiai Mujib juga menyebutkan tanda-tanda umrah yang diterima Allah, adalah orang yang telah berumrah masuk surga ketika meninggal dunia. Bagi jamaah yang masih hidup di dunia, sepulang umrah atau haji, akan menjadi orang yang senang memberikan kedamain kepada orang lain; dan suka membantu orang lain yang memerlukan. (Kendi Setiawan/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 17 Januari 2018

Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pimpinan Aswaja NU Center Jawa Timur Ustadz H Idrus Ramli menegaskan, propaganda HTI untuk menegakkan khilafah tergolong tidak masuk akal. Ini mengingat saat ini mustahil ada yang layak jadi khalifah.

"Syarat menjadi khalifah antara lain mesti saleh dan mujtahid. Sementara yang memenuhi syarat itu, kata para ulama, hanya lima orang," terang Ustadz Idrus saat mengisi lokakarya Aswaja yang digelar pengurus MWCNU Kadur, Kabupaten Pamekasan di Balai Desa Sokalela, Kadur, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (20/8).

Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustahil, Sekarang Tiada yang Layak Jadi Khalifah

Ia menyebut Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Usman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz sebagai orang yang memenuhi syarat sebagai seorang khalifah.

Setelah mereka, pemerintahan negara Islam hanya dipimpin oleh raja, bukan mereka yang betul memenuhi syarat sebagai khalifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bicara khilafah sudah bukan zamannya. Yang perlu kita lakukan saat ini ialah mengisi kemerdekaan negara ini sebaik-baiknya. Bukan mau mengganti negara yang sudah diperjuangkan para pahlawan dengan baju khilafah," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor sebagai pemuda Nahdlatul Ulama (NU) sangat layak untuk terus unjuk gigi melakukan kiprah positif, ujar Bendahara PC GP Ansor Way Kanan, Lampung, Abdullah Candra Kurniawan, di Bumi Baru, Senin (8/1).

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Siapkan Parade Digdaya

"Kita akan terus menunjukkan itu, bukan yang sebaliknya," ujar Candra kepada sekitar 50 kader Ansor, Banser dan juga Fatser yang mempersiapkan Parade Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat).

Pada musyawarah berlangsung kurang lebih dua jam itu, Candra yang juga Kepala Kampung (Kakam) Bumi Baru mendukung penuh kegiatan berisi donor darah, pembuatan jamban dan kloset untuk masyarakat, bersih masjid dan pesantren, sedekah oksigen dan sedekah sampah, kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) damai tanpa golput tanpa rusuh, hingga penyembuhan alternatif penyakit medis non medis Aji Tapak Sesontengan.

Kegiatan dihadiri Ketua Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, Ketua Ansor Blambangan Umpu Zainal Abidin, Sekretaris PAC Susanto dan Kasatkoryon Supriyadi, Wakil Ketua Ansor Negeri Agung Beta Suryadi, hadir pula perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan Fitri Wulandari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Parade Digdaya akan digelar pada Selasa (16/1). Setiap sepuluh kader Banser disepakati akan bekerjasama dengan sepuluh warga untuk membangun sanitasi sehat, sisanya mencetak 25 kloset untuk dibagikan pada warga.

"Jumlah total keluarga yang perlu sanitasi sehat sekitar 200, kita ambil 12 persennya sebagai bukti bahwa Ansor selalu mendukung hal baik yang menjadi program pemerintah daerah," ujar Candra lagi.

Informasi mengenai Parade Digdaya tersebut akan disampaikan kepada masyarakat melalui undangan hingga majelis taklim. Tercatat 33 kader Ansor sudah menyatakan diri untuk siap berbagi darah bagi kemanusiaan. (Taj Naladhipa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Ubudiyah, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bulan suci Ramadhan 1437 H ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pembudidaya ikan lele di Kabupaten Probolinggo. Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo mencatat bahwa permintaan ikan lele meningkat tajam dibandingkan dengan hari biasanya. Bahkan permintaannya mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat setiap harinya.

“Permintaan itu tidak hanya terbatas pada warung dan rumah makan saja, masyarakatpun juga berburu lele untuk menu buka puasa maupun sahur,” kata Kasi Budidaya dan Produksi Perikanan Diskanla Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih, Jum’at (10/6).

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat

Menurut Asmi, tren peningkatan permintaan lele akan terus terjadi hingga hari raya Idul Fitri. Setelah hari raya permintaan akan kembali normal. “Jelang hari raya biasanya permintaan akan lebih meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut Asmi menjelaskan bahwa permintaan lele pada bulan-bulan biasa berada pada kisaran 3 kwintal per hari dengan harga Rp 15.000 per kilogram di tingkat petani dan dijual eceran seharga 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. “Selama bulan suci Ramadhan, permintaan ikan lele meningkat menjadi 6 kwintal per hari,” terangnya.

Asmi menambahkan saat ini di Kabupaten Probolinggo budidaya lele dilakukan oleh 678 orang Rumah Tangga Perikanan (RTP) atau 60 kelompok. Rata-rata produksi yang dihasilkan mencapai 54 ton per bulan atau 1,8 ton per hari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pembudidaya lele harus memanfaatkan peluang besar ini dengan meningkatkan usaha budidayanya. Seperti perluasan kolam dan penambahan padat penebaran. Kalau biasanya 100 ekor, maka ditingkatkan menjadi 200 hingga 300 ekor per meter persegi,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan demikian tambah Asmi, maka tingkat produksi meningkat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok. “Budidaya lele itu ditentukan oleh kapasitas usaha. Kalau kapasitasnya besar, maka keuntungan yang didapat akan meningkat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengadakan acara pembukaan atau launching peringatan hari lahir (Harlah) ke-78 bertajuk “Indonesia Bangkit, Rakyat Sejahtera”, di Gedung PP GP Ansor, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (24/4) malam. Rangkaian acara harlah selanjutnya akan dipadati dengan lima program. 

“Sahabat-sahabat Ansor sekalian, acara Harlah kita kali ini, belum puncak. Ini baru pembukaan. Puncak harlah kita nanti insya Allah tanggal 10 Juni 2012 di Kota Surakarta, Jawa Tengah,” tandas Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor dalam pidato sambutannya di acara tersebut.

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program

Puncak harlah GP Ansor ke-78, rencananya akan dipadati dengan 5 program. Lima program itu adalah Konferensi Besar, Pengembangan Micro Finance Islamic, Lomba Penulisan ‘Wira Santri Mandiri’, Apel Siaga Banser 30.000 se-Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sejumlah kabupaten Jawa Timur, dan Selawat Bersama dipimpin oleh Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf dari Solo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembukaan harlah GP Ansor ke-78, dihadiri sekitar 500 sahabat Ansor. Mereka memekikkan yel-yel Ansor dengan berapi-api. Sejumlah orang ternama di lingkungan NU tampak hadir. KH. Cholid Mawardi, Mantan Ketua Umum PP GP Ansor, Slamet Effendy Yusuf, Wakil Ketua Umum PBNU, dan Yenni Wahid, putri kedua Gus Dur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum harlah puncak, kita bulan Mei akan melakukan bakti sosial berupa penanaman pohon di sepanjang sungai Bengawan Solo. Penanaman ini dilakukan menimbang sungai Bengawan Solo dilanda banjir setiap tahun secara terus menerus. Bencana banjir terjadi karena tak ada reboisasi di sana, yakin Nusron Wahid.

Slamet Effendy Yusuf dan KH Cholid Mawardi dalam pidato sambutannya, masing-masing menyambut baik program yang diagendakan GP Ansor di puncak harlahnya. Keduanya menegaskan kembali komitmen organisasi. Bagi keduanya, gerakan GP Ansor sepanjang usia 78 tahun ini, menempati posisi penting dalam mengawal Islam Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keduanya pernah memimpin PP GP Ansor dalam periodenya masing-masing. Dalam pidato sambutan keduanya mengatakan, sepak terjang GP Ansor sangat diperhitungkan oleh Indonesia. Manufer-manufer konkrit GP Ansor yang langsung menyentuh persoalan rakyat lapisan bawah, tambah keduanya, masih dibutuhkan masyarakat luas Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai upaya memberikan hiburan yang positif dan bernuansa Islami di malam Tahun Baru masehi 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerja sama dengan PCNU Kota Kraksaan mengadakan Parade Hadrah On The Street, Ahad (31/12) malam.

Kegiatan yang mengambil start dari halaman Pondok Pesantren Hati Kraksaan Kabupaten Probolinggo dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan ini diikuti oleh puluhan grup hadrah dari Kota Kraksaan dan sekitarnya.

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Parade Hadrah On The Street tahun 2017 ini diawali dengan sholat Maghrib dan Isya berjamaah di Masjid Bin Aminuddin. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Tasbih dan Hajat berjamaah.

Pelepasan Parade Hadrah On The Street ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Santoso, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, sejumlah Kepala OPD serta Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan ini, para peserta atau grup membawa alat hadrah, sound system, genset dan becak. Mereka menabuh secara serempak perangkat hadrahnya dengan menempuh jarak 5 kilometer dari halaman Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga finish di Alun-alun Kota Kraksaan.

H Hasan Aminuddin saat melepas peserta Parade Hadrah On The Street mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk menghindari permasalahan antar anak muda di akhir tahun. Dimana, di pergantian tahun perlu adanya hiburan yang bermanfaat yang dapat mengarahkan anak muda ke hal-hal yang positif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anak muda yang banyak berkumpul dan menyaksikan pasukan hadrah sambil melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Hasan, kegiatan ini bertujuan sebagai syiar agama melalui kesenian hadrah dan sebagai media hiburan bagi masyarakat dalam menyambut tahun baru 2018. Serta sebuah strategi untuk mengurangi angka kriminal dalam merayakan tahun baru 2018.

“Keterlibatan pemuda itu sangat penting sehingga anak-anak muda itu kemana-mana untuk mencari hiburan di malam tahun baru 2018. Kegiatan semacam ini sangatlah diperlukan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, terutama pada generasi muda. Harapannya anak-anak muda tidak lagi hura-hura dalam menyambut malam pergantian tahun,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah