Rabu, 17 Januari 2018

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Bulan suci Ramadhan 1437 H ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pembudidaya ikan lele di Kabupaten Probolinggo. Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo mencatat bahwa permintaan ikan lele meningkat tajam dibandingkan dengan hari biasanya. Bahkan permintaannya mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat setiap harinya.

“Permintaan itu tidak hanya terbatas pada warung dan rumah makan saja, masyarakatpun juga berburu lele untuk menu buka puasa maupun sahur,” kata Kasi Budidaya dan Produksi Perikanan Diskanla Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih, Jum’at (10/6).

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Permintaan Lele di Probolinggo Meningkat

Menurut Asmi, tren peningkatan permintaan lele akan terus terjadi hingga hari raya Idul Fitri. Setelah hari raya permintaan akan kembali normal. “Jelang hari raya biasanya permintaan akan lebih meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut Asmi menjelaskan bahwa permintaan lele pada bulan-bulan biasa berada pada kisaran 3 kwintal per hari dengan harga Rp 15.000 per kilogram di tingkat petani dan dijual eceran seharga 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. “Selama bulan suci Ramadhan, permintaan ikan lele meningkat menjadi 6 kwintal per hari,” terangnya.

Asmi menambahkan saat ini di Kabupaten Probolinggo budidaya lele dilakukan oleh 678 orang Rumah Tangga Perikanan (RTP) atau 60 kelompok. Rata-rata produksi yang dihasilkan mencapai 54 ton per bulan atau 1,8 ton per hari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pembudidaya lele harus memanfaatkan peluang besar ini dengan meningkatkan usaha budidayanya. Seperti perluasan kolam dan penambahan padat penebaran. Kalau biasanya 100 ekor, maka ditingkatkan menjadi 200 hingga 300 ekor per meter persegi,” ungkapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan demikian tambah Asmi, maka tingkat produksi meningkat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok. “Budidaya lele itu ditentukan oleh kapasitas usaha. Kalau kapasitasnya besar, maka keuntungan yang didapat akan meningkat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengadakan acara pembukaan atau launching peringatan hari lahir (Harlah) ke-78 bertajuk “Indonesia Bangkit, Rakyat Sejahtera”, di Gedung PP GP Ansor, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (24/4) malam. Rangkaian acara harlah selanjutnya akan dipadati dengan lima program. 

“Sahabat-sahabat Ansor sekalian, acara Harlah kita kali ini, belum puncak. Ini baru pembukaan. Puncak harlah kita nanti insya Allah tanggal 10 Juni 2012 di Kota Surakarta, Jawa Tengah,” tandas Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor dalam pidato sambutannya di acara tersebut.

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkaian Harlah Ansor Dipadati 5 Program

Puncak harlah GP Ansor ke-78, rencananya akan dipadati dengan 5 program. Lima program itu adalah Konferensi Besar, Pengembangan Micro Finance Islamic, Lomba Penulisan ‘Wira Santri Mandiri’, Apel Siaga Banser 30.000 se-Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sejumlah kabupaten Jawa Timur, dan Selawat Bersama dipimpin oleh Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf dari Solo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembukaan harlah GP Ansor ke-78, dihadiri sekitar 500 sahabat Ansor. Mereka memekikkan yel-yel Ansor dengan berapi-api. Sejumlah orang ternama di lingkungan NU tampak hadir. KH. Cholid Mawardi, Mantan Ketua Umum PP GP Ansor, Slamet Effendy Yusuf, Wakil Ketua Umum PBNU, dan Yenni Wahid, putri kedua Gus Dur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum harlah puncak, kita bulan Mei akan melakukan bakti sosial berupa penanaman pohon di sepanjang sungai Bengawan Solo. Penanaman ini dilakukan menimbang sungai Bengawan Solo dilanda banjir setiap tahun secara terus menerus. Bencana banjir terjadi karena tak ada reboisasi di sana, yakin Nusron Wahid.

Slamet Effendy Yusuf dan KH Cholid Mawardi dalam pidato sambutannya, masing-masing menyambut baik program yang diagendakan GP Ansor di puncak harlahnya. Keduanya menegaskan kembali komitmen organisasi. Bagi keduanya, gerakan GP Ansor sepanjang usia 78 tahun ini, menempati posisi penting dalam mengawal Islam Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keduanya pernah memimpin PP GP Ansor dalam periodenya masing-masing. Dalam pidato sambutan keduanya mengatakan, sepak terjang GP Ansor sangat diperhitungkan oleh Indonesia. Manufer-manufer konkrit GP Ansor yang langsung menyentuh persoalan rakyat lapisan bawah, tambah keduanya, masih dibutuhkan masyarakat luas Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai upaya memberikan hiburan yang positif dan bernuansa Islami di malam Tahun Baru masehi 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerja sama dengan PCNU Kota Kraksaan mengadakan Parade Hadrah On The Street, Ahad (31/12) malam.

Kegiatan yang mengambil start dari halaman Pondok Pesantren Hati Kraksaan Kabupaten Probolinggo dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan ini diikuti oleh puluhan grup hadrah dari Kota Kraksaan dan sekitarnya.

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan dan Pemkab Gelar Parade Hadrah ‘On The Street’

Parade Hadrah On The Street tahun 2017 ini diawali dengan sholat Maghrib dan Isya berjamaah di Masjid Bin Aminuddin. Kemudian dilanjutkan dengan sholat Tasbih dan Hajat berjamaah.

Pelepasan Parade Hadrah On The Street ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Santoso, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, sejumlah Kepala OPD serta Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan ini, para peserta atau grup membawa alat hadrah, sound system, genset dan becak. Mereka menabuh secara serempak perangkat hadrahnya dengan menempuh jarak 5 kilometer dari halaman Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga finish di Alun-alun Kota Kraksaan.

H Hasan Aminuddin saat melepas peserta Parade Hadrah On The Street mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk menghindari permasalahan antar anak muda di akhir tahun. Dimana, di pergantian tahun perlu adanya hiburan yang bermanfaat yang dapat mengarahkan anak muda ke hal-hal yang positif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anak muda yang banyak berkumpul dan menyaksikan pasukan hadrah sambil melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Hasan, kegiatan ini bertujuan sebagai syiar agama melalui kesenian hadrah dan sebagai media hiburan bagi masyarakat dalam menyambut tahun baru 2018. Serta sebuah strategi untuk mengurangi angka kriminal dalam merayakan tahun baru 2018.

“Keterlibatan pemuda itu sangat penting sehingga anak-anak muda itu kemana-mana untuk mencari hiburan di malam tahun baru 2018. Kegiatan semacam ini sangatlah diperlukan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, terutama pada generasi muda. Harapannya anak-anak muda tidak lagi hura-hura dalam menyambut malam pergantian tahun,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu Khairudin mengatakan, LAZISNU berpartisipasi dalam penyaluran paket sembako yang merupakan sedekah dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pringsewu Salurkan Sedekah Wapres RI

"Paket tersebut sudah diserahterimakan dari LAZISNU Lampung ke kami Kamis (30/6) di kantor PWNU 3 Jalan Soekarno-Hatta, By Pass, Bandar Lampung," katanya.

Ia menambahkan, ada 1000 paket sembako dari Wakil Presiden tersebut yang disalurkan di Provinsi Lampung. Paket yang terdiri atas berbagai macam kebutuhan di antaranya beras, gula, susu, minyak, sarung akan diberikan kepada para mustahik penerima wajib zakat yang ada di seluruh kabupaten kota di Lampung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Heru mengatakan, akan segera mendistribusikan paket tersebut kepada mustahik di Kabupaten Pringsewu. Bantuan tersebut, ia berharap dapat memberi kemanfaatan bagi para penerima khususnya di Kabupaten Pringsewu.

"Kami sudah mendata para mustahik yang akan menerima. Sementara ini masih fokus di Kecamatan Pringsewu dulu," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, bantuan seperti ini patut dicontoh oleh Warga NU yang memiliki kelebihan harta di Kabupaten Pringsewu. Pihaknya siap untuk membantu menerima dan menyalurkan Zakat Infaq Shadaqah kepada para mustahik agar tepat sasaran.

Bagi yang ingin berbagi, lanjutnya, ada tiga mekanisme penyaluran ZIS ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu. Pertama dengan menyetorkan langsung ke Kantor LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang berada di lantai 3 Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.

Yang kedua adalah melalui rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 untuk zakat dan di nomor 035801016989532 untuk infaq dan shadaqah.

"Mekanisme yang ketiga dengan menggunakan fasilitas layanan Jemput ZIS dengan menelpon atau SMS di nomor 081369718849," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Banyaknya pondok pesantren besar berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang memberikan kontribusi yang besar terhadap terciptanya toleransi dan kebebasan beragama di wilayah tersebut. Jamiyah NU yang berkarakter moderat mampu merangkul dan mengakui adanya keberagamaan di Jombang.

Hal ini disampaikan Syamsul Arifin, guru besar sosiologi agama Universitas Muhammadiyah Malang kepada wartawan, Kamis siang (06/04), usai menjadi salah satu narasumber acara Diskusi Panel Nasional bertajuk “Toleransi dan Kebebasan Beragama di Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum Jombang bekerja sama dengan Asia Foundation serta Universitas Muhammadiyah Malang.

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UMM: Pesantren NU Berjasa Ciptakan Harmoni dalam Keberagaman

“Harmonisnya kehidupan beragama di Jombang banyak dipengaruhi karakter pesantren yang menjadi karakter masyarakat di sini," ujar direktur Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (Pusam) Program Pascasarjana UMM ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di samping? berkultur Aswaja, karakter masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman menjadikan kehidupan yang harmonis. “Karakteristik masyarakat Jombang yang lebih dominan bercorak mataraman lebih memudahkan pekerjaan kami (pengendalian Kamtibmas)," papar Waka Polres Jombang, Kompol Hendriyana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syamsul juga tidak setuju terkait wacana pemisahan antara agama dan politik. Karena menurutnya, hal itu sulit dilakukan. Ia memberikan sebuah contoh, adanya Kementerian Agama di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, tapi juga bukan negara teokratif. "Terpenting sekarang adalah bagaimana membangun agama sebagai etika publik," tambahnya.

Namun demikian, Syamsul mengakui bahwa isu agama sangat mudah di eksploitasi untuk kepentingan elite politik tertentu, sehingga akhir-akhir ini muncul isu primordialisme agama. Agak berbeda dengan Syamsul, salah satu narasumber lainnya yakni Budhy Munawar Rachman dari Asia Foundation lebih sepakat jika politik dipisahkan dari agama. "Itu bukan berarti agama disingkirkan, ini yang orang sering salah paham. Artinya, semua urusan politik bernegara harus di dasarkan pada konstitusi, itu entry pointnya," papar Budhy.

Masih menurut Budhy, Indonesia sebenarnya mempunyai paham yang telah disepakati bersama, namun belum terlihat pada praktiknya. "Realitasnya, agama masih bisa mempengaruhi politik hari ini. Jadi sebenarnya, jangan sampai ada pertentangan antara substansi agama dengan substansi konstitusi," pungkas Budhi.

Tentang pelaksanaan kebebasan beragama di Indonesia, Budhy menilai pada masa reformasi indeksnya masih bagus. Dengan indikator rangking indeks internasional (freedom index) di angka enam hingga tujuh. Indeks ini adalah meliputi indeks kebebasan berekspresi, berserikat, beragama dan lain-lain. "Namun pada akhir periode pemerintahan SBY, indeks ini turun hingga pada angka lima," pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Pesantren Muallimin-Muallimat Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (5/1). Semangatnya antara lain, usaha keras memerangi radikalisme.

200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme

Rapat koordinasi dan konsolidasi ini dihadiri oleh sedikitnya 200 pengurus tamir dan imam masjid dari 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon. Dalam kesempatan ini, peserta juga dibekali sejumlah materi seputar pemberdayaan masjid.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Provinsi Jawa Barat Fuad Ali mengaku prihatin dengan aksi bom bunuh diri dalam sebuah masjid yang pernah terjadi di Kota Cirebon. Rapimda ini dinilai penting untuk menumpas akar radikalisme dari tingkat masjid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Selama ini masjid belum mempunyai manajemen yang kuat untuk mengoptimalkan perannya," ujarnya saat memberi sambutan.

Secara resmi, acara dibuka oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi. Turut hadir pula, Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, dan segenap jajaran pengurus cabang NU Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rapimda LTMNU yang mendapat dukungan dari PT Sinde Budi Sentosa ini adalah tindak lanjut amanat Rapat Pimpinan LTMNU se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Bandung, Maret 2012 lalu. Menurut jadwal, Rapimda gabungan Kabupaten Majalengka-Kota Cirebon dimulai besok.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Syariah, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana. Pelatihan yang berlangsung di di BBPBAP Jepara, Senin-Jumat (20-24/2) ini merupakan rangkaian program penguatan kapasitas pemerintah dan masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan untuk respon bencana yang cepat dan efektif.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan mengaplikasikan aplikasi Java Open Street Map (JOSM) yang merupakan sumber terbuka (open sources) sebagai salah satu tools dalam penanggulangan bencana alam.

LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana

Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang peserta yang merupakan perwakilan dari BPBD, OPD Terkait, LPBI NU, Pramuka, PMI, Perguruan Tinggi yang berasal dari Kabupaten Jepara dan Kudus, Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelatihan dibuka oleh Kepala BPBD Kabupaten Jepara Lulus. Dalam sambutannya Lulus menyampaikan apresiasi program yang dilakukan oleh LPBI NU, karena Jepara terpilih menjadi pilot dari program LPBI NU. Kedua, Jepara juga sangat rawan bencana sehingga pelatihan kajian risiko bencana dapat menjawab kebutuhan yang? selama ini kami harapkan di Jepara.

Ketua LPBI NU PBNU M Ali Yusuf menyatakan, untuk menyusun rencana dan aksi penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu, diperlukan dasar yang kuat untuk pemaduan dan penyelarasan arah penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah atau kawasan.

Menurutnya, di sini letak penting adanya kajian risiko bencana sebagai perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran dampak (korban dan kerugian) dari ancaman bencana yang ada. Dengan mengetahui kemungkinan dan besaran korban dan kerugian, fokus perencanaan dan keterpaduan penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadi lebih efektif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dapat dikatakan, kajian risiko bencana merupakan dasar untuk menjamin keselarasan arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di suatu daerah atau kawasan,” kata Ali. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah