Senin, 15 Januari 2018

200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Pesantren Muallimin-Muallimat Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (5/1). Semangatnya antara lain, usaha keras memerangi radikalisme.

200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Imam Masjid Cirebon Konsolidasi, Tangkal Radikalisme

Rapat koordinasi dan konsolidasi ini dihadiri oleh sedikitnya 200 pengurus tamir dan imam masjid dari 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon. Dalam kesempatan ini, peserta juga dibekali sejumlah materi seputar pemberdayaan masjid.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Provinsi Jawa Barat Fuad Ali mengaku prihatin dengan aksi bom bunuh diri dalam sebuah masjid yang pernah terjadi di Kota Cirebon. Rapimda ini dinilai penting untuk menumpas akar radikalisme dari tingkat masjid.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Selama ini masjid belum mempunyai manajemen yang kuat untuk mengoptimalkan perannya," ujarnya saat memberi sambutan.

Secara resmi, acara dibuka oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi. Turut hadir pula, Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, dan segenap jajaran pengurus cabang NU Cirebon.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rapimda LTMNU yang mendapat dukungan dari PT Sinde Budi Sentosa ini adalah tindak lanjut amanat Rapat Pimpinan LTMNU se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Bandung, Maret 2012 lalu. Menurut jadwal, Rapimda gabungan Kabupaten Majalengka-Kota Cirebon dimulai besok.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sunnah, Syariah, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Kajian Risiko Bencana. Pelatihan yang berlangsung di di BBPBAP Jepara, Senin-Jumat (20-24/2) ini merupakan rangkaian program penguatan kapasitas pemerintah dan masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan untuk respon bencana yang cepat dan efektif.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan mengaplikasikan aplikasi Java Open Street Map (JOSM) yang merupakan sumber terbuka (open sources) sebagai salah satu tools dalam penanggulangan bencana alam.

LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Gelar Pelatihan Pemetaan Kajian Risiko Bencana

Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang peserta yang merupakan perwakilan dari BPBD, OPD Terkait, LPBI NU, Pramuka, PMI, Perguruan Tinggi yang berasal dari Kabupaten Jepara dan Kudus, Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelatihan dibuka oleh Kepala BPBD Kabupaten Jepara Lulus. Dalam sambutannya Lulus menyampaikan apresiasi program yang dilakukan oleh LPBI NU, karena Jepara terpilih menjadi pilot dari program LPBI NU. Kedua, Jepara juga sangat rawan bencana sehingga pelatihan kajian risiko bencana dapat menjawab kebutuhan yang? selama ini kami harapkan di Jepara.

Ketua LPBI NU PBNU M Ali Yusuf menyatakan, untuk menyusun rencana dan aksi penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu, diperlukan dasar yang kuat untuk pemaduan dan penyelarasan arah penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah atau kawasan.

Menurutnya, di sini letak penting adanya kajian risiko bencana sebagai perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran dampak (korban dan kerugian) dari ancaman bencana yang ada. Dengan mengetahui kemungkinan dan besaran korban dan kerugian, fokus perencanaan dan keterpaduan penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadi lebih efektif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Dapat dikatakan, kajian risiko bencana merupakan dasar untuk menjamin keselarasan arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di suatu daerah atau kawasan,” kata Ali. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari Bandung, Jawa Barat. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hafidz Utsman meninggal dunia, Senin (20/10) hari ini, sekitar pukul 10.11 WIB.

Sesaat setelah mendengar kabar dari sekretariat PBNU, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menghubungi nomor telepon pribadi Kiai Hafidz. Dari kejauhan terdengar suara seorang putranya, Al-Maki yang membenarkan kabar duka itu.

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Usman Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Usman Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Kiai Hafidz cukup mengejutkan karena sebelumnya ia masih sempat menjalankan ibadah haji dan dalam kadaan sehat wal afiyat. Al-Maki mengatakan, ayahnya meninggal dunia tanpa didahului sakit sedikitpun.

“Mewakili keluarga kami mohon maaf apabila beliau punya kesalahan. Kami juga mohon doanya,” katanya singkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di kantor PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, KH Hafidz Usman adalah seorang ahli fiqih dan usul fiqih yang mulai langka di NU. Almaghfurlah adalah aktivis NU sejak muda hingga akhir hayatnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Beliau pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Barat dan Ketua MUI. Saat Gus Dur menjadi ketua umum PBNU beliau menjadi salah satu ketua. Pada periode Pak Hasyim beliau menjad rais syuriyah. Jasa beliau sangat banyak, antara lain mengawal Muktamar Cipasung. Beliau juga yang memimpin pengumpulan dan penerbitan hasil bahtsul masai NU sejak 1926,” katanya.

Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, Kiai Hafidz adalah kader NU yang militan, ikhlas berjuang. “Kita kehilangan tokoh besar. Sulit dicari kader sehebat beliau. Mudah-mudahan beliau khusnul khotimah,” kata Kiai Malik Madani.

KH Hafidz Utsman lahir di Pandeglang Banten, 14 Januari 1940. Pada Muktamar NU 2010 di Makassar, ia menjadi pusat perhatian karena mendapatkan amanah sebagai ketua panitia nasional. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nahdlatul, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alumni Liga Santri Nusantara (LSN) Muhammad Rafli Nursalim menjadi pahlawan dalam pertandingan penting timnas sepakbola di ajang piala AFF U-18 melawan Brunei Darussalam di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (13/9). Rafli yang diplot menjadi striker tunggal memborong tiga gol.

Membutuhkan kemenangan besar, Timnas asuhan pelatih Indra Sjafri ini sejak awal langsung mencoba untuk menekan pertahanan lawan. Hasilnya pertandingan baru berjalan 40 detik, Garuda Nusantara membuka keunggulan lewat sontekan kaki Rafli.

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18 (Sumber Gambar : Nu Online)

Rafli Alumni Liga Santri Loloskan Timnas ke Semifinal Piala AFF U-18

Sempat terjatuh, Rafli bangkit untuk kemudian menendang bola ke sisi kanan gawang lawan. Bola meluncur datar, tanpa mampu dihalau 4 pemain Brunei. 

Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-18 dan 22. Di menit 41 tendangan Witan dari luar kotak penalti kembali menambah keunggulan timnas menjadi 4-0.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rafli mencetak gol keduanya di menit 42 dengan memanfaatkan umpan dari sisi kanan. Tanpa ampun pemain bernomor punggung 9 itu menceploskan bola melalui kepalanya. 

Puncaknya, jelang berakhirnya babak pertama, santri Al-Asyariyah Tangerang ini mencetak hattrick atau gol ketiga pada pertandingan ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menerima umpan dari Asnawi dari tengah, Rafli sempat mengecoh bek lawan, dan tendangan kaki kanannya melewati kiper lawan. Gol! 6-0 untuk Indonesia!

Di babak kedua, timnas tak mengendorkan serangan mereka. Pundi-pundi Gol pun terus bertambah, masing-masing dari Saghara dan Witan. Skor akhir 8-0 untuk Garuda Nusantara. Hasil kemenangan besar yang diperoleh timnas ini, membawa Indonesia lolos ke semifinal. (Ajie Najmuddin/Syaifullah Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Berita, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU Malaysia Resmikan Ranting Sungai Cincin

Kuala Lumpur,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia meresmikan ranting baru, yaitu Sungai Chinchin. Peresmian dilakukan Ketua Muslimat NU Cabang Malaysia Mimin Mintarsih yang didampingi 7 Pengurus Pusat Bidang Dakwah Muslimat NU.

“Alhamdulillah, ranting kami sudah bertambah satu lagi. Total ada 2, yaitu Changkat dan Sungai Cincin,” kata Mimin Mintarsih selepas pelantikan pada Sabtu (10/10) malam.

Muslimat NU Malaysia Resmikan Ranting Sungai Cincin (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Resmikan Ranting Sungai Cincin (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Malaysia Resmikan Ranting Sungai Cincin

Pelantikan tersebut dibarengi santunan kepada 30 anak-anak yatim piatu. “Penerima santunan termuda adalah seorang bayi yang baru berumur 5 bulan. Dia ditinggal mati ibunya 2 minggu yang lalu. Semoga ayahnya sabar dalam merawat anak ini,” kata Mimin berkaca-kaca sambil menggendong si bayi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setiap anak disantuni satu parsel dan uang tunai RM 35. “Dimanfaatkan baik-baik ya pemberian ini. Ini untuk keperluan sekolah, jangan dibuat jajan,” pesan Mimin kepada anak-anak. Secara insidental, PP Muslimat NU Bidang Dakwah juga menyerahkan bantuan senilai 5 juta rupiah.

Pelantikan diakhiri dengan tabligh akbar dengan penceramah Dra. Nurhayati Said Aqil. “Meski baru 1 tahun dilantik, tapi (Muslimat NU Malaysia) sudah banyak melakukan kegiatan,” katanya mengapresiasi Muslimat NU Malaysia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua IV PP Muslimat Koordinator Bidang Dakwah ini juga menegaskan betapa penting peran ibu terhadap keluarga. Ibu-ibu, terangnya, harus memperhatikan pergaulan anak-anak, termasuk di dalamnya mengurangi kekerasan terhadap mereka. Serta meningkatkan keharmonisan keluarga.

Ia juga mengajak Muslimat untuk peduli terhadap bencana akhir-akhir ini. Misalnya dengan membagikan masker gratis kepada anak-anak dan orang tua yang terkena asap tersebut.

Turut hadir juga perwakilan KBRI, Tri Gustono. Selain mendorong peningkatan ikatan persaudaraan Indonesia–Malaysia, ia juga mengimbau kepada rakyat Indonesia, sah-sah saja datang ke Malaysia, tapi harus dengan prosedur yang benar.

Adapun pendanaan acara tersebut ditanggung oleh Pengurus Muslimat, Aura JPS Cargo, dan PT Telekomunikasi Indonesia International (TELIN) Malaysia. “Alhamdulillah, kalau kita berusaha dengan keras dan ikhlas, ada saja jalan yang Allah berikan,” aku Mimin menasehati. (aa/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hidayat dan Hasyim Dukung Tim Investigasi Katering Haji

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mendukung penuh putusan Presiden SBY membentuk tim investigasi kasus katering haji. Masyarakat pun diimbau ikut memberikan dukungan.

"Semua pihak harus mendukung penuh tim investigasi yang dibentuk Presiden untuk mengoreksi secara penuh pelaksanaan ibadah haji tahun ini agar kejadian kelaparan yang terjadi tidak terulang di masa datang," kata Hidayat Nurwahid usai bertemu Hasyim di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/1)

Menurut dia, pemerintah melalui menteri agama harus meminta maaf secara tulus dengan bahasa yang dipahami jamaah haji dengan tetap menyampaikan bahwa telah terjadi ketidaktepatan kebijakan tentang penunjukan itu serta menyampaikan usaha perbaikan terus dilakukan.

Hidayat dan Hasyim Dukung Tim Investigasi Katering Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidayat dan Hasyim Dukung Tim Investigasi Katering Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidayat dan Hasyim Dukung Tim Investigasi Katering Haji

Hidayat meminta agar pengembalian ongkos katering haji tidak dipotong. "Janganlah jamaah haji dicederai oleh pengembalinan yang tidak penuh. Pengembalian harus penuh sebagaimana diperintahkan Presiden," ujarnya.

Selain itu, Hidayat meminta Presiden berkomunikasi dengan Saudi Arabia agar tidak terjadi hubungan yang renggang akibat tragedi ini. Sebab selama ini hubungan Saudi Arabia dengan Indonesia sudah terjalin cukup baik.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal yang sama disampaikan Hasyim Muzadi. Menurutnya, ada dua hal yang disoroti dalam kasus katering haji. Pertama, hal teknis yakni harus ada perbaikan supaya tidak terjadi lagi.

"Kalau pemerintah Indonesia telah memenuhi prosedural dalam menunjuk pelaksananya, di lain hari mesti ada klaim siapa yang ditunjuk itu supaya pemerintah tidak semata-mata yang disalahkan," kata Hasyim.

Sedangkan hal yang substansial, pemerintah harus minta maaf kepada jamaah haji dan jangan saling menyalahkan dalam pemerintah itu sendiri.

Presiden SBY bahkan membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi dan menyelidiki kasus katering haji. Tim akan dipimpin oleh KH mantan Menteri Agama Tolchah Hasan, dan Irjen Depag Qodry Azizy selaku sekretarisnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selain itu, Departemen Agama akan mengembalikan uang katering jamaah sebesar Rp 141 miliar (SR 56 juta) kepada jamaah haji Indonesia yang berjumlah 188.477 orang. Tiap orang mendapat uang ganti katering sebesar SR 300. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik

Lamongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Peranan manajemen dan kepemimpinan dalam sebuah organisasi pendidikan sangat diperlukan guna menjadikan organisasi pendidikan tersebut mencapai arah, maksud, dan tujuan yang dicanangkan. Untuk itu, perlu diupayakan perencanaan yang baik terhadap sumber-sumber daya yang tersedia.

Pernyataan tersebut dikemukakan dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surabaya, Dr Abdul Kadir Riyadi dalam sebuah seminar bertajuk: “Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah, Pesantren, dan TPQ” di Gedung MI Nurul Huda, Majenang, Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur, Ahad (26/8).

Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Pendidikan Perlu Manajemen dan Kepemimpinan yang Baik

Pria kelahiran Tuban itu mengatakan, sudah saatnya lembaga-lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU)untuk lebih menata diri lagi dalam menentukan, arah, maksud, dan tujuan sebuah organisasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Selain itu, mereka juga perlu melakukan semacam perencanaan strategis dan evaluasi terhadap proses atau manajemen yang ada dalam sebuah organisasi,” terang Riyadi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam seminar yang terselenggara atas Kerjasama PBNU, British Council Indonesia, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kedungpring, dan Yayasan Nurul Huda Majenang itu, Riyadi juga mengingatkan pentingnya seorang pemimpin atau manajer untuk memiliki kecakapan tinggi dalam menetapkan tujuan, menentukan visi, dan mampu memotovasi.

Sementara, Ketua Panitia yang juga pembicara dalam seminar tersebut, Sudarto Murtaufiq, menekankan, sebuah organisasi pendidikan perlu memiliki kemandirian dalam mengambil sikap terutama bagaimana menentukan arah dan tujuan guna mencapai mutu pendidikan yang ideal.

“Antara lembaga pendidikan yang satu dengan yang lain memiliki “bahasa” yang berbeda dalam menerjemahkan kualitas (mutu) pendidikan itu sendiri. Karena itu wajar jika banyak kalangan/praktisi pendidikan yang hingga kini masih memahami secara berbeda—dan agaknya memang harus berbeda—mengenai prinsip-prinsip jaminan mutu pendidikan,” terang Murtaufiq.

Seminar yang mengundang para pimpinan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di wilayah Kecamatan Kedungpring itu selain dihadiri jajaran pengurus MWC NU Kedungpring, seperti Drs. Khamim Baidlowie, H. Sisyanto, Drs. Mubarok, Drs. Imam Sujono, seminar itu juga dihadiri sejumlah pengurus Yayasan Nurul Huda Majenang. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah