Jumat, 22 Desember 2017

Takmir Masjid dan Mushalla Diminta Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Tarawih

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta para takmir masjid dan mushalla di Kabupaten Probolinggo agar senantiasa meningkatkan kualitas ibadah shalat tarawih dalam bulan suci Ramadhan.

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin ketika menghadiri haul akbar para masayikh Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Desa Sentong Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Sabtu (13/5).

Takmir Masjid dan Mushalla Diminta Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)
Takmir Masjid dan Mushalla Diminta Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Tarawih (Sumber Gambar : Nu Online)

Takmir Masjid dan Mushalla Diminta Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Tarawih

“Shalat Tarawih adalah media kita untuk berkomunikasi dan bermesraan dengan Allah, seharusnya kita semua harus lebih khusyuk saat menjalankanya. Jangan terburu-buru dan jangan dipercepat. Lakukan dengan santai dan tertib, insya Allah akan lebih khusyuk dan membawa manfaat,” katanya.

Demi menghormati bulan suci Ramadhan, Hasan pun juga menyerukan para pengusaha warung makan agar mengubah pola waktu usahanya dari yang sebelumnya pagi sampai sore menjadi sore hari menjelang berbuka puasa sampai malam. “Bukalah menjelang waktu berbuka puasa hingga sahur,” jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait peringatan haul, Hasan menegaskan bahwa hal itu merupakan salah satu kekayaan budaya warga NU sebagai upaya memelihara kelestarian budaya. “Haul ini merupakan salah satu media untuk mempererat tali silatarurrahim warga NU,” tegasnya.

Peringatan haul para masayikh juga bermanfaat untuk mencari keteladanan amal saleh dan keilmuan agamanya sehingga akan membawa dampak yang baik dan dapat meningkatkan amal saleh dengan jalan meneladani amaliyah dan kebaikan-kebaikannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Haul akbar untuk mendoakan para sesepuh pondok pesantren yang telah wafat ini dihadiri juga oleh segenap pejabat Forkopimka Krejengan dan diikuti oleh ribuan warga NU dari dalam maupun luar Kecamatan Krejengan. Turut hadir pula KH Moh Hasan Abdil Bar Genggong serta Habib Jawat bin Abdullah Assegaf dari Banyuwangi untuk memberikan taushiyah agama. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang memfasilitasi kegiatan bedah fatwa MUI Tangerang perihal ideologi yang dapat merusak integritas kebangsaan Republik Indonesia. Di Villa Binual Cilember, Bogor, Selasa-Rabu (25-26/11), mereka mencoba melihat posisi gerakan ideologi keislaman di tengah konsep negara Indonesia.

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Pesantren Tangerang Raya Tolak Ideologi Islam Radikal

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya para kiai di kampus STISNU. Ketua FSPP KH A Baijuri Khotib berkata, “Pertemuan ini bertujuan membangun persepsi dari seluruh ormas Islam di Tangerang yang cinta NKRI terkait integritas kebangsaan.”

Sementara Ketua PCNU Kota Tangerang H A Bunyamin memandang, pilar-pilar kebangsaan secara subtansi tidak bertentangan dengan ajaran luhur keislaman. Sebab itu, merawat keutuhan NKRI dengan antara lain memerangi ideologi transnasional harus digalakkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita harus menyiapkan generasi kita di masa depan agar negara ini tetap ada sampai hari Kiamat,” kata H Bunyamin.

Pertemuan ini dihadiri oleh FSPP kabupaten Tangerang KH Hasbiyallah, FSPP Tangerang Selatan KH Muslihuddin, FSPP Kota Tangerang KH M Tabar, PCNU Tangsel KH Abbas Hurobby, Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Mamun, dan STISNU Nusantara Tangerang HM Qustulani. (Alhafiz K)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Acara Musabaqah Kitab Kuing (MKK)? ini mendapatkan momentumnya di tengah kegairahan keagamaan yang tinggi sekaligus di tengah kebutuhan untuk meningkatkan kualitas kedalaman ilmu agama di masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP-PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat membuka MKK The Finals 2017 tingkat ula dan ulya di Graha Gus Dur DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (21/7).

Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Hubungan Musabaqah Kitab Kuning dan Kondisi Keberagamaan Indonesia

Menurut Cak Imin, hari-hari ini umat Islam Indonesa selain gairah yang tinggi diuji kedewasaaan di dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Diuji kematangan di dalam memahami ilmu-ilmu agama sehingga bisa beradaptasi dan mengisi dakwah kita dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Acara MKK ini juga mendapatkan momentum untuk menggairahkan para santri-santri kita di tanah air dan siap menjadi garda terdepan bagi kemajuan Islam di Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Apalagi sebagai santri, kita ini dengan Musabaqah Kitab Kuning akhirnya mulai percaya diri, bukan hanya Anda, kami, kita semua yang di Jakarta akhirnya berbangga, bersyukur. Insya Allah regenerasi ulama Ahlussunah wal Jamaah, regenerasi ilmu-ilmu agama, regenerasi pejuang-pejuang Nahdlatul Ulama tidak akan putus dan akan abadi selamanya,” terangnya dengan bangga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap, keilmuan dan tradisi-tradisi pesantren yang terbangun dengan sangat sistematis dan sangat mengakar ini menjadi modal yang besar buat Islam Indonesia untuk tumbuh menjadi kekuatan keagamaan bukan saja untuk bangsa Indonesia tapi juga untuk dunia.

Acara MKK the finals sendiri diselenggarakan pada Jumat-Sabtu (21-22/7/). Kitab yang diperlombakan ialah Fathul Qarib, dan Nadham Imrithi untuk tingkat ula, dan Kitab Ihya Ulumiddin dan Nadham Alfiyah Ibnu Malik untuk tingkat ulya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 21 Desember 2017

Mengoperasionalkan “Politik Tingkat Tinggi NU”

Seperti biasa menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden, NU mau tidak mau pasti akan masuk ke dalam pusaran politik. Dalam sistem permusyawaratan apalagi mengandalkan suara terbanyak seperti sekarang ini, NU sebagai organisasi muslim terbesar di Indonesia pasti menjadi daya tarik.

Apalagi para bakal calon presiden atau wakil presiden atau para tim pendukungnya itu tidak hanya sowan ke kantor PBNU di Jakarta, tetapi juga sudah datang menemui para tokoh, sesepuh NU dan kiai-kiai di berbagai pesantren.

Kehadiran para calon dan para pendukungnya itu tidak hanya dimaknai secara pragmatis, bahwa mereka sedang meminta dukungan agar terpilih sebagai pemimpin negeri ini. Itu sangat mungkin. Namun kehadiran mereka juga perlu dimaknai secara positif, bahwa mereka sedang ingin meminta nasihat tentang bagaimana seharusnya mengelola negeri ini. Para kiai juga pasti lebih dekat dengan apa yang mereka sebut sebagai “rakyat” itu sehingga lebih tahu tentang apa keinginan dan kebutuhan mereka.

Mengoperasionalkan “Politik Tingkat Tinggi NU” (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengoperasionalkan “Politik Tingkat Tinggi NU” (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengoperasionalkan “Politik Tingkat Tinggi NU”

Almaghfurlah KH M.A. Sahal Mahfudh dalam Munas-Konbes NU 2012 di Kempek Cirebon telah mengingatkan bahwa semenjak kembali ke Khittah 1926, -meski tidak berubah pola tetap sebagai organisasi massa- NU tidak lagi bergiat dalam politik kekuasaan yang lazim disebut politik tingkat rendah atau siyasah safilah. Peran ini dijalankan oleh partai politik dan warga negara, termasuk warga NU secara perseorangan. Setelah Kembali ke Khittah pada 1984, NU menjalankan peran politik tingkat tinggi atau siyasah ‘aliyah.

Mbah Sahal menerangkan bahwa politik tingkat tinggi ini terkait tiga hal besar yakni politik kebangsaan, kerakyatan dan etika berpolitik. Politik kebangsaan berarti NU akan selalu istiqomah dan proaktif dalam mempertahankan NKRI sebagai wujud final negara bagi bangsa Indonesia. Politik kerakyatan antara lain bermakna NU harus aktif memberikan penyadaran tentang hak-hak dan kewajiban rakyat, melindungi dan membela mereka dari perlakuan sewenang-wenang dari pihak manapun.

Adapun etika berpolitik itu menyangkut niai-niai yang harus selalu ditanamkan oleh NU kepada kader dan warganya pada khususnya, dan masyarakat serta bangsa pada umumnya, agar berlangsung kehidupan politik yang santun dan bermoral yang tidak menghalalkan segala cara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Demikianlah tiga hal yang disebut politik tingkat tinggi NU. Namun tiga hal itu masih terlalu besar dan bersifat umum sehingga masih sangat perlu disyarahi lebih detil lagi. Politik tingkat tinggi NU masih harus dijelaskan secara lebih operasional agar bisa diterapkan oleh NU secara institusional, dan menjadi bekal sekaligus arahan bagi mereka yang sedang menjalankan peran politik kekuasaan, termasuk warga NU.

PBNU telah menyelenggarakan banyak pertemuan pra Munas-Konbes NU 2014 dan melibatkan banyak ahli di bidang masing-masing. Beberapa di antaranya mengangkat tema khusus mengenai “Konsep Ekonomi Nasional". Dalam satu pertemuan misalnya terungkap kalau utang negara Indonesia selama hampir 10 tahun pemerintahan presiden SBY telah bertambah sebesar US$ 104 miliar menjadi US$ 180 miliar. Padahal 32 tahun pemerintahan presiden Soeharto hanya membebani utang negara sebesar US$ 51,5 miliar.

Jadi Indonesia sekarang sudah masuk pada kondisi harus menambah utang baru untuk melunasi hutang lama dengan risiko menambah utang lebih banyak lagi. Nah dalam konteks politik tingkat tinggi, terutama terkait politik kerakyatan, NU juga akan berurusan dengan ideologi ekonomi yang sedang diterapkan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Lebih operasional lagi, misalnya, politik kerakyatan NU juga akan berurusan dengan kebijakan negara mengenai anggaran.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Maka mengoperasionalkan peran politik tingkat tinggi mutlak dilakukan, agar NU tidak hanya dimanfaatkan sebagai penggait massa lima tahun sekali. (A. Khoirul Anam)

 

Gambar: Bakal calon presiden Joko Widodo saat bersilaturrahim ke kantor PBNU bebrapa waktu lalu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Gusdurian Lampung? dan GP Ansor Pakuan Ratu serta Negara Batin Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan bakti sosial pengobatan alternatif dan pengolahan sampah plastik? untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2016.

"Lingkungan hidup adalah masa depan bersama. Banyak yang masih tidak peduli dengan hal tersebut. Itu yang menjadi dasar kami memperingati Hari Pahlawan dengan harakah (gerakan) tersebut," ujar Ketua GP Ansor Pakuan Ratu Bakti Ghozali di Blambangan Umpu, Rabu (9/11).

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan

Didampingi Ketua GP Ansor Negara Batin Hozin Munir, Bakti menjelaskan, pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di Pesantren Al-Falakhussdah asuhan Kiai Zainal Maarif di Kampung Tanjung Kecamatan Pakuan Ratu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tema kegiatan ini ialah "Berdamai Dengan Lingkungan Hidup. Berdamai Dengan Masa Depan yang Hidup". Para santri akan diajak untuk mengolah sampah plastik menjadi bantal, boneka, dan ecobricks sebagai bentuk pengamalan Surah Ar-Rum [30]: 41.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mengurangi pencemaran tanah hingga polusi udara dihasilkan dari pembakaran plastik yang memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi (ozon) serta dapat memicu sel kanker.

"Serta menuju masyarakat sehat tanpa polusi udara dari pembakaran sampah plastik yang dapat melepaskan zat berbahaya di udara seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatil maupun partikel berbahaya lainnya yang berefek buruk bagi kesehatan," kata Bakti.

Adapun bakti sosial digelar ialah berupa penyembuhan alternatif nonmedis untuk lemah syahwat, migrain, darah tinggi, asma, jantung dan lain-lain.

"Medianya dengan tangan dan air. Masyarakat yang mengikuti penyembuhan tersebut berinfaq sukarela. Hasilnya akan didonasikan untuk sedekah oksigen," kata dia lagi.

Selain itu, juga penyembuhan bekam untuk masyarakat setempat juga akan dilakukan sehubungan adanya program Halal atau Hijamah Sambil Beramal untuk kemandirian organisasi Ansor.

"Ansor dan Gusdurian berharap bisa terlibat aktif mengajak masyarakat mengurangi penistaan agama dan Al-Quran melalui perilaku yang selama ini acap luput, dibiarkan dari pengamatan, yakni membuang atau membakar sampah plastik sembarangan," kata Bakti lagi.

Selain itu, juga mengajak santri dan masyarakat menjadi pahlawan melalui bidang lingkungan hidup, salah satu mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam sedekah oksigen yang bertumbuh alias sedekah pohon. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Budaya, Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah penjual atribut ke-NUan berjajar menghadapi meja di area Munas-Konbes NU 2014 di halaman Gedung PBNU, Sabtu (1/11) siang. Sejumlah produk tertata rapi di atas meja yang antara lain menampung kaos bergambar wajah kiai NU, batik, poster, stiker, buku, hingga gantungan kunci yang menunjukkan arah kiblat sembahyang. Di jajaran trotoar Gedung PBNU, penjual batu akik hadir di salah satu barisan pedagang.

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Batu Akik Buka Lapak di Area Munas-Konbes NU 2014

Andri, pria berkaos hitam itu mencoba peruntungan penjualannya di tengah hilir-mudik peserta Munas-Konbes NU dan warga yang ingin melihat jalannya sidang. 

“Saya berkeliling dari kota ke kota untuk menjual akik. Kemarin dari Bengkulu. Sebelumnya dari Medan,” kata Andri menghadapi bentangan papan yang bertaburan batu-batu indah di atasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pria asal Padang ini menggelar lapaknya persis mulut gerbang PBNU. Andri berdua dengan sahabatnya mencoba mengadu nasib lewat berjualan akik yang kini digandrungi banyak warga mulai dari remaja hingga setengah tua.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia mengaku baru setahun berjualan akik melihat belakangan ini tingginya permintaan warga Indonesia terhadap akik. Selain kaos, batik, dan gantungan kunci, cincin akik merupakan salah satu ciri khas kiai NU dan Nahdliyin. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Kajian Islam, Pondok Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah