Selasa, 05 Desember 2017

Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Program Islam itu indah di Trans TV yang dibawakan oleh pemuda Syamsuddin Nur, Sabtu (15/7) dinilai masyarakat justru tidak mencerminkan indahnya Islam karena menerangkan ayat Al-Qur’an secara tekstual, tidak kontekstual. Dalam penjelasannya, ia menyebut ada pesta seks di surga.

Tak ayal kata yang terdengar negatif dan tabu di telinga umat Islam tersebut menuai banyak kecaman masyarakat, tak terkecuali Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen.

Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesta Seks di Surga? Nadirsyah Hosen: Pahami Konteks Ayat

Dosen senior di Monash Law School Australia yang menggeluti bidang Hukum Islam (Syariah) dan Hukum Umum ini menuliskan tanggapan panjang lewat tweet di akun twitter pribadinya, @na_dirs, Selasa (18/7).

Menurutnya, Al-Qur’an tidak boleh dipahami secara tekstual dan harfiah, melainkan harus dipahami konteks sosial ketika ayat tersebut diturunkan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Memahami ayat hanya dari terjemahan harfiah akan membawa kita pada pemahaman zahir akan kenikmatan surga yang dikisahkan dalam Nash,” ujar Nadirsyah Hosen dalam salah satu cuitannya.

Berikut 22 cuitan lengkap Nadirsyah Hosen yang berhasil dihimpun Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah:

Surga yang diributkan. Gara2 ceramah @itss_syam (Syamsuddin Nur) yg mengatakan kenikmatan terbesar di surga nanti adalah pesta seks, banyak yg heboh.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah





Mungkin @itss_syam lupa bhw kenikmatan terbesar di surga kelak adalah saat kita memandang wajahNya. Bukan soal bidadari dan seks.





Tapi beliau @itss_syam sudah minta maaf. Ya mari kita maafkan. Selalu ada pelajaran dibalik peristiwa. Smg kedepannya lebih hati2 lagi.





Tapi bukankah di ayat dan hadits itu ada soal seks dan bidadari di surga? Bgm memahaminya? Di sinilah perlunya memahami konteks sosial.





Memahami ayat hanya dari terjemahan harfiah akan membawa kita pada pemahaman zahir akan kenikmatan surga yg dikisahkan dalam Nash.





Saya ingin beri contoh 3 kenikmatan surga: bidadari, sungai dan kebun, serta khamr. Ketiganya jangan dipahami secara zahir semata.





Iming2 kenikmatan ketiganya adalah strategi dakwah Islam sesuai konteks sosio-historis masyarakat Arab jahiliyah saat itu.





Sebelum Islam datang, orang Arab istrinya gak terbatas. Islam dtg bawa aturan maksimal 4. Rugi dong kalau masuk Islam? Begitu tanya mrk.





Maka Islam tawarkan kalau kalian buat baik di dunia akan ada bidadari cantik menunggu di surga. Ini kompensasi sesuai konteks saat itu.





Bidadarinya jumlahnya berapa? Banyak, kata Islam. Cantik gak? Cantik, santun, montok, bergelang emas, selalu perawan, jawab Quran.





Jadi ini jawaban Quran pada konteks masyarakat yang masih jahiliyah, gila wanita dan merasa rugi kalau masuk Islam. Ini konteksnya.





Gak cuma itu, Quran kasih iming2 lain soal surga. Dulu itu org kaya adalah mrk yg punya kebun kurma banyak. Di surga gimana nanti? Ada!





Akan ada kebun yg indah, dimana akan mengalir air di bawahnya. Jgn lupa arab itu tandus dan gersang, maka surga yg diprojeksikan spt itu.





Kalau utk masyarakat Jawa yg subur, banyak kebun dan sungai tentu projeksi surga spt itu gak akan menarik lha wong udah ada hehehe.





Itu sebabnya memahami penggambaran surga jgn zahir saja. Rugi nanti kalau surga isinya cuma kebun doang. Pahami ayat secara sosiologis.





Orang arab tukang minum khamr. Eh diharamkan. Rugi dong masuk Islam. Maka Islam harus memberi jawaban kompensasi kelak di surga.





Maka dalam sebuah riwayat dikatakan di surga nanti ada sungai isinya khamr. Kamu minum sambil menyelam gak bakal mabuk. Puas deh.





Begitulah cara Islam berdakwah dg memprojeksikan ukuran kesenangan dan kebahagiaan masyarakat Arab pada saat itu.





Anak sekarang nanyanya: ? di surga ada wifi gak? Boleh jadi kalau Quran masih turun skr jawabannya: "ada wifi dg kecepatan tak terbatas".





Padahal sejatinya surga itu adalah yg tak terbayangkan oleh kata dan mata serta rasa. Beyond our imagination.





Pelajaran yg kita ambil dari kasus "surga yg diributkan" ini adalah: pahami ayat sesuai konteksnya dan pahami manhaj dakwah Quran.





Demikian penjelasan singkat saya. Waallahu alam bisshawab.





Seperti diberitakan, video Syamsuddin Nur beredar luas di media sosial soal kata-kata pesta seks di surga. Dalam video berdurasi 56 detik itu, kata-kata tersebut membuat masyarakat geram.

"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks. Minta maaf karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks. Kenapa ini? Karena ini yang disuruh tahan di dunia oleh laki-laki," ungkap Syamsuddin Nur dalam cuplikan video yang beredar. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa

Setiap kita tidak mengerti kualitas puasa orang lain. Bahkan kita sendiri tidak tahu kalau ada orang lain mengaku berpuasa padahal hanya pengakuan dusta. Karena, ibadah puasa lebih dimengerti oleh pihak yang bersangkutan. Namun demikian, agama menganjurkan mereka yang sedang berpuasa untuk berbagi makanan atau minuman kepada sesamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan sebagai berikut.

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah SAW.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beliau bersabda, “Siapa yang membatalkan puasa orang lain, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang bersangkutan.”

Kalau selagi berpuasa tadi orang yang ditraktir melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya, maka semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang mentraktirnya.

Keterangan di atas menunjukkan kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Dan anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sedikitnya 50 orang pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan singkat tentang usaha alternatif aplikasi pembuatan antaran pernikahan, Ahad (5/3). Pelatihan ini digelar oleh Muslimat NU Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.

Dalam pelatihan ini, para pengurus mendapatkan teknik-teknik dasar pembuatan hantaran pernikahan.

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Keterampilan, Aktivis Muslimat NU Kemas Antaran Pernikahan

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Santiyono, Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurayati dan segenap pengurus Muslimat NU Probolinggo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Santiyono mengatakan, pelatihan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan keterampilan para pengurus PAC Muslimat NU se-Kabupaten Probolinggo. Dengan begitu mereka bisa memiliki bekal keterampilan yang bisa dikembangkan sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Melalui kegiatan ini kami berharap para pengurus Muslimat NU mampu membuat aplikasi hantaran pernikahan dan memanfaatkannya sebagai salah satu alternatif usaha sehingga mampu memberikan dampak peningkatan ekonomi keluarga,” katanya.

Sementara Hj Nurayati berharap agar ke depan ada kegiatan tindak lanjut dari pelatihan singkat ini, baik berupa kegiatan usaha mandiri bagi pengurus Muslimat maupun berupa pelatihan di tingkat ranting dan majelis taklim.

“Harapannya tentu kegiatan ini nantinya benar-benar bisa memberikan dampak langsung pada peningkatan kemampuan ibu-ibu Muslimat dalam menopang ekonomi keluarga,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Kyai, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Wonosobo,, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, Ahad (27/3) menggelar acara pentas seni Hadrah di halaman Masjid Pondok Pesantren Al-Mansur Kauman Wonosobo, Jawa Tengah. Pagelaran yang kali ini bertajuk "Menggapai Syafaat dengan Shalawat" tersebut diikuti lebih dari 17 peserta grup rebana dari pelbagai delegasi. Di antara Mereka merupakan perwakilan dari pesantren, desa, juga sekolahan.

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhimpunan Grup Hadrah Se-Wonosobo Tetap Eksis di Usia Ke-16

Menurut Arif Budiyanto, ketua Jamiyyah Hadrah Hubbun Nabi Wonosobo, perkumpulan yang menghimpun berbagai grup rebana se-Kabupaten Wonosobo ini sampai sekarang tetap dapat eksis dan kini sudah memasuki usia yang ke-16 tahun. Masyarakat Wonosobo umumnya sangat antusis dan mengapresiasi adanya jamiyyah rebana ini.

Hal itu, menurutnya, terbukti dengan selalu bertambahnya jumlah peserta yang ikut tampil pada tiap acara ini dihelat secara bergilir. Para peserta itu tak cuma grup lama tapi juga sering bermunculan peserta baru.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kegiatan yang rutin digelar ini bertujuan untuk dapat menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar grup-grup rebana se-Wonosobo," ujar Arif Budiyanto.

"Selain juga untuk lebih menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw,? acara semacam ini dimaksudkan pula untuk mengimbangi atau memainkan peran di bidang kesenian, agar semuanya tidak hanya bergerak dalam ranah akademik. Memang perlu ada yang mengisi bidang akademik, penting juga ada yang berperan di sisi kesenian", imbuhnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah ditemui di sela-sela acara, Ahad (27/3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berdasarkan pengamatan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, meski pentas seni hadrah siang itu bukan suatu perlombaan yang memperebutkan juara, tapi masing-masing grup menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hal itu terlihat dari seringnya mereka unjuk kebolehan dan berimprovisasi baik pada alunan vokal lagu maupun dinamisasi tabuhan terbang yang tidak monoton terikat pada model nomer lagu yang dicontohnya. Tidak jarang pula terdengar penonton memberi tepuk tangan misalnya saat peserta grup di tengah pentasnya membuat variasi lagu baru yang mengejutkan. (M Haromain/Mahbib)? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Fragmen, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 04 Desember 2017

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai mengadakan kegiatan rutin olahraga pagi setiap Minggu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, mendapat kunjungan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (Stikes Icsada) Bojonegoro, Ahad (27/9).

Mereka menggelar diskusi tentang pemanasan global (global warming) di Balai Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, yang dihadiri sekitar 65 lebih anggota Fatayat NU, perwakilan masing-masing ranting se-Kanor.

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global

"Kegiatan seperti ini baru, sebab biasanya hanya senam Minggu pagi saja," kata Ketua Ranting Fatayat NU Desa Sarangan, Masfiah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Masfiah, setiap kegiatan senam pagi ada sekitar 50 sampai 100 anggota yang ikut. Namun sekarang ini ada 65 lebih yang turut serta. Kegiatan bertambah menarik dan bermanfaat, karena ada tambahan diskusi dari Kampus Ungu, sebutan Stikes Icsada Bojonegoro.

Tamu yanga hadir saat itu adalah perwakilan dari Prodi D III Kebidanan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Kampus Ungu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Salah satu pemateri dari Prodi D III Kebidanan Kampus Ungu, Istitoah menjelaskan, semakin sedikitnya tanaman dan penghijauan di desa turut serta mempercepat pemanasan global. Olah karena itu, dibutuhkan tanaman baru, termasuk yang terkecil seperti bunga maupun sayuran.

"Pola hidup harus juga diubah, seperti membuang sampah sembarang, menggunakan makanan organik dan lain sebagainya," terang Isti, panggilan akrab Istitoah.

Menurutnya, membuang sampah secara sembarangan cukup berbahaya bagi lingkungan. Padahal, seharusnya bisa dipisah dan dimanfaatkan ulang. Untuk yang basah dipakai pupuk organik atau kompos, sedangkan yang kering juga diolah untuk kegiatan kreatif.

"Bisa menambah pemasukan untuk belanja juga saat kreatif, seperi membuat bros, bunga, tas, dan lain-lain dari daur ulang sampah. LP2M Kampus Ungu juga tengah berkampanye daur ulang sampah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus

Tapanuli Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penggalian dan penelitian tentang khazanah Islam Nusantara masih perlu ditingkatkan. Penggalian dan penelitian ini meliputi penelusuran terhadap jejak-jejak Islam serta artefak kebudayaan yang ada di bumi Nusantara.

Pentingnya penggalian dan penelitian khazanah Islam Nusantara itu disampaikan Wakil Rais ‘Aam PBNU, KH Miftakhul Akhyar saat memimpin rombongan ekspedisi Islam Nusantara ke Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dalam perjalanan ekspedisi tersebut Kiai Miftah beserta rombongan berziarah ke makam Syaikh Mahmud Papan Tinggi.

 

Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Mahmud dan Kemasyhuran Kapur Barus

Dari berbagai literatur ditemukan bahwa Syaikh Mahmud adalah orang pertama kali yang membawa ajaran Islam ke daerah Barus.

Menurut penuturan penduduk setempat ditemukan dua kemungkinan. Pertama, Syeikh Mahmud adalah orang Yaman yang hendak melakukan pelayaran ke Samudera Pasai (Aceh), namun di tengah pelayaran, kapal yang ia tumpangi salah arah dan terdampar di Barus. Sampai di Barus Syaikh Mahmud tidak hanya berdakwah tetapi juga menjadi pedagang dan berbisnis komoditas kapur yang sangat terkenal sejak puluhan abad lalu, bahkan ada yang mengatakan jika kapur Barus ini sudah dikenal pada masa Firaun.

Sementara itu, kemungkinan kedua meyebutkan bahwa Syeikh Mahmud merupakan orang asli Nusantara yang belajar ke sahabat Rasulullah Saw. Setelah ia menimba ilmu di Arab Saudi ia kembali ke Nusantara, lebih tepatnya ke Barus, dan menyebarkan ajaran Islam di sana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Syaikh Mahmud ini kemungkinan besar merupakan orang Barus yang belajar Islam semasa para sahabat. Kemudian ia kembali lagi ke Nusantara,” ungkap Rais Syuriyah PCNU Tapanuli Selatan, Muhammad Batubara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih jauh saat dikonfirmasi soal sejarah Syaikh Mahmud ini, Bupati Tapanuli Selatan, Syukron Jazilan mengatakan bahwa sekitar enam bulan yang lalu pihaknya kedatangan 26 duta besar negara sahabat, termasuk diantaranya Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim Almubarok. Dalam kunjungan tersebut para Dubes menyempatkan diri berziarah ke makam Syaikh Mahmud yang letaknya di atas bukit, dan harus dicapai dengan menapaki 765 anak tangga.

 

Musthafa yang kala itu didampingi beberapa Dubes menyempatkan membaca enkripsi yang ada di nisan Syaikh Mahmud. Dari nisan tersebut, kata Musathafa, terpahat jelas bahwa nisan itu dibuat pada abad ke-7 Masehi. Artinya Islam masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi.

Setelah berziarah ke Syaikh Mahmud Papan Tinggi, rombongan ekspedisi Islam Nusantara wilayah Barus singgah dan berziarah ke makam Syaikh Rukunuddin yang terletak cukup jauh dari makam Syaikh Mahmud Papan Tinggi.

Ekspedisi ke wilayah Barus Tapanuli Selatan ini merupakan bagian rangkaian dari ekspedisi Islam Nusantara PBNU yang serentak digelar mulai tanggal 31 Maret sampai 9 Juni 2016. Ekepedisi ini dijadwalkan akan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia guna menggali khazanah Islam Nusantara. (Fariz Alniezar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax, Ahlussunnah, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan

Sidoarjo Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Puluhan mahasiswa dan penggiat antikorupsi Sidoarjo menggelar aksi solidaritas mendukung penuntasan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Aksi solidaritas ini digelar di depan monumen patung Jayandaru alun-alun Sidoarjo, Rabu (12/4) malam.

Selain berorasi dalam aksinya, puluhan penggiat antikorupsi juga melakukan aksi teatrikal penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Dengan menyalakan lilin dan membentangkan poster save KPK, mereka berorasi menuntut agar pemerintah harus menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang melibatkan berbagai pihak, dan mengusut tuntas penyiraman air keras oleh orang tak dikenal kepada Novel Baswedan.

Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Rakyat Sidoarjo Anti Korupsi Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan

Menurut koordinator aksi, Zein Haq, lilin ini sebagai simbol keprihatinan dan bentuk ungkapan masyarakat yang berkabung, atas kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Ini momen berduka bagi kami, bahwa aksi keprihatinan terkait penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Mungkin itu, kami asumsikan ada intimidasi dari oknum-oknum tertentu yang terganggu terkait apa yang dilakukan oleh penyidik KPK tersebut," kata Zein.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aksi ini tidak hanya bersifat nasional, tetapi menentang berbagai praktik korupsi yang terjadi di berbagai daerah. Tidak hanya orasi, aksi juga diwarnai dengan aksi teatrikal yang menggambarkan masifnya praktik-praktik korupsi di tubuh institusi negara dan DPR yang sedang ditangani penyidik-penyidik KPK.

Para penggiat anti korupsi Sidoarjo berencana akan melakukan dorongan dan membuat petisi kepada pemerintah, agar proses-proses penyelesaian kasus korupsi tidak ditutupi dan dihilangkan. Dengan harapan bangsa Indonesia bisa bebas dari persoalan korupsi.

Perlu diketahui bahwa, aksi solidaritas ini diikuti oleh berbagai elemen yang tergabung dalam aliansi rakyat Sidoarjo antikorupsi di antaranya perwakilan Gusdurian Sidoarjo, PC PMII Sidoarjo, Lakpesdam NU Sidoarjo, Lesbumi NU Sidoarjo, IKA PMII Sidoarjo serta beberapa elemen lainnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII IAI Al-Khoziny, periode 2015-2016, Haris Aliq mengatakan, kasus yang menimpa Novel Baswedan ini bukan kali pertamanya. Novel Baswedan juga bukan orang pertama yang diciderai, dikriminalisasikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika hal ini dibiarkan, akan menambah kekuatan korupsi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kami berharap, agar kasus ini segera dituntaskan dan pelakunya segera diusut. Pasalnya, kasus seperti ini tidak yang pertama kalinya," harap Haris. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah