Senin, 04 Desember 2017

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi

Kencong, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus GP Ansor Kencong di akhir periode kepemimpinannya mengembangkan potensi ekonomi. Mereka meresmikan usaha rintisan budidaya ternak kelinci, budidaya jamur tiram, dan jasa pencucian motor sebagai upaya pemberdayaan ekonomi organisasi.

Sekretaris GP Ansor Kencong M Yasin Yusuf mengatakan, biaya pengembangbiakan kelinci tidak membutuhkan modal besar. Pengembangbiakannya bisa mengambil model kemitraan dan kelompok. Namun keuntungan lumayan bisa didapat.

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kencong Buka Tiga Unit Usaha Pemberdayaan Ekonomi

“Dalam hitungan bulan modal sudah bisa kembali, bahkan bisa memberikan keuntungan. Pasalnya kelinci tidak mengenal masa haidh, pagi melahirkan, sorenya bisa dikawinkan. Dalam sebulan, kelinci sudah bisa disapih sekaligus melahirkan kelinci baru,” kata M Yasin yang dipercaya sebagai koordinator budidaya kelinci.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat ini, kata Yasin, beberapa kelompok peternak kelinci di bawah binaan GP Ansor Kencong sudah berjalan. Kelompok ini bisa didapati paling banyak di kecamatan Umbulsari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara usaha budidaya jamur tiram masih dalam masa perintisan. Menurut kordinator budidaya jamur tiram Asnawan, GP Ansor Kencong memusatkan rintisan budidaya ini di kecamatan Jombang.

“Kita baru bisa membeli bibit jamur tiram siap tanam. Kita belum siap melakukan pembibitan sendiri. Semoga ke depan kita bisa memulai dari awal dengan memanfaatkan limbah gergajian,” ujar Asnawan di sela-sela perawatan jamur tiram yang siap dipanen.

Sedangkan untuk usaha cuci motor, GP Ansor Kencong saat ini sudah mengoperasikan dua tempat jasa pencucian motor. “Insya Allah sebentar lagi kita akan membangun tempat cuci motor baru yang dilengkapi dengan tempat tambal ban,” kata Ketua GP Ansor Kencong Abdur Rohim, Ahad (3/8).

Kita ini cabang kecil. Kemampuannya juga masih terbatas. Targetnya jasa pencucian motor akan beroperasi di enam PAC GP Ansor yang ada di Kencong, tandas Rohim di tempat jasa pencucian motor yang terletak di depan Kantor GP Ansor Kencong. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nusantara, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 03 Desember 2017

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 30 santri perwakilan 30 pesantren di Jawa Timur mengikuti pendidikan Hak Asasi Manusia dan Perdamaian serta Respon atas Fenomena Terorisme di Hotel Novotel Surabaya, Senin-Jumat (5-8/1). Mereka berasal dari pesantren di Surabaya, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki. Peserta umumnya berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi.

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Pesantren di Jatim Ikuti Pendidikan Hak Asasi dan Perdamaian

Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif Islam dan HAM. Pendidikan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan dan dialog perwakilan 2 pengungsi konflik Syiah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang praktik terbaik bina damai dan penanganan konflik dengan harapan dapat membekali mereka dalam upaya pembangunan perdamaian dan penanganan konflik di Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Koordinator Program Pesantren for Peace (PfP) Idris Hemay menegaskan, program ini dilatarbelakangi oleh aksi kekerasan dan teror atas nama agama yang terus marak terjadi. Belum lama ini misalnya masyarakat dunia dikejutkan dengan aksi kekerasan yang terjadi di Paris yang mengakibatkan setidaknya 120 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

"Salah satu tersangka pelaku terorisme di Paris adalah Frederick C Jean Salvi alias Ali, yang menurut berbagai sumber diketahui kerap mendatangi berbagai pesantren di Bandung Jawa Barat. Salah satunya pesantren di Cileunyi Bandung," terangnya.

Dalam rangka berkontribusi aktif dalam upaya mengurangi dan mencegah aksi kekerasan dan terorisme, pihaknya dari Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa mengembangkan dan menjalankan sebuah program penting bertajuk "Pesantren for Peace (PfP)".

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Program ini dijalankan dengan melibatkan banyak pondok pesantren di 5 wilayah di Jawa, salah satunya di Jawa Timur. Program ini diadakan untuk mendorong dan mendukung peran pesantren sebagai lokomotif moderasi Islam di Indonesia dalam rangka menegakkan dan memajukan HAM, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Menurut Idris, hasil penelitian yang dilakukan PfP beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pesantren di Jawa Timur masih belum memaksimalkan perannya dalam membangun perdamaian dan mencegah aksi kekerasan. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa akar penyebab konflik dan kekerasan yang terjadi di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

"Hal ini dipicu oleh hadirnya kebijakan yang tidak adil, sikap diskriminatif dan intoleran, rendahnya rasa kebersamaan, menguatnya identitas keagamaan, dan kentalnya prasangka (prejudice) di antara kelompok masyarakat baik di kalangan antaragama maupun intra agama itu sendiri," ujar pria kelahiran Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Quote, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 15 satuan koordinasi rayon (satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Wonosobo, Rabu (4/9), mengikuti seleksi sebagai pasukan pengamanan Rapat Pleno PBNU di Wonosobo, Jawa Tengah.

Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi

Proses seleksi yang diadakan di kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) Wonosobo ini melibatkan sejumlah kriteria yang ditentukan satuan koordinasi cabang (satkorcab) Banser setempat, antara lain terkait postur tubuh, wawasan, dan dedikasi. 

Dari ratusan peserta seleksi, 75 anggota terpilih diharuskan siap berambut cepak dan sanggup bertugas siang-malam selama Rapat Pleno berlangsung, 6-8 September 2013, di Universitas Sains Ilmu al-Qur’an (Unsiq) Kalibeber, Wonosobo, atau berdekatan dengan PPTQ Al-Asyariyyah, Wonosobo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Memang seharusnya anggota yang diterjunkan untuk pengamanan diacara tersebut jangan yang ‘galau’, sehingga bisa mengemban tugas yang diberikan dengan cermat dan cerdas," ungkap Ketua PCNU Wonosobo Arifin Siddiq.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, upaya ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada para tamunya agar tetap dalam suasana aman dan nyaman di lokasi acara.

"Tetapi dalam melaksanakan tugas (Banser) tidak boleh meninggalkan akhlaqul karimah, ikhlas, jujur dan bisa mengambil keputusan yang benar dan tepat,” imbuhnya. (Herry BH/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU H. Robikin Emhas menegaskan, Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman kepada umat Islam yang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Aluma dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalam atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.  

NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tragis di Mesir ini adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” pungkas Robikin Emhas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Golongan Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja) merupakan representasi dari Islam moderat zaman dahulu dan sekarang. Hal itu dikatakan Dr Mahir Hasan Al Munajjid, Cendekiawan Muslim Syiria saat menyampaikan Halaqah Quraniyyah di Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).?

Dalam halaqah bertajuk Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Al-Quran itu Dr Mahir menyatakan lantaran golongan Aswaja ada di tengah-tengah sehingga tidak eksklusif dan kaku dalam menyikapi khilafiyah.

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta itu, Dr Mahir yang juga dosen di Jamiah Imam Syafii Cianjur tersebut berbicara menggunakan bahasa Arab. Gus Nasih sebagai penerjemah sesi pertama sedangkan Dr. Faiz penerjemah sesi kedua.

Dosen kelahiran Syiria tahun 1971 itu membeberkan, kelompok Khawarij terdiri dari orang yang keras hatinya karena hidup di padang pasir. Alih-alih ketika salah satu kelompok ini mendatangi Rasul.?

Etika yang tidak digunakannya tidak sopan, sampai-sampai memegang kerah baju Nabi. Sehingga kelompok ini disebut qaswatul qalbi, keras hatinya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih menurut Mahir, sumber perpecahan ialah ketika sahabat Umar wafat. Ketika pintu fitnah terbuka mereka saling mengkafirkan dan menyesatkan.?

Doktor jebolan jamiah Umu Darman tahun 2011 itu menegaskan, jika ingin selamat tetaplah berpegang teguh kepada jamaah. Karena kebenaran itu menyertai jamaah (mayoritas).?

Dikatakannya di dalam al-Quran sudah dijelaskan agar mengikuti jamaatil muslimin. Begitu juga di hadits agar berpegang teguh kepada jamaah. “Jamaah adalah representasi kebenaran,” imbuh Dr Mahir.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Orang-orang yang ada di luar lingkaran Aswaja tidak boleh asal dikafirkan. Karena sebagaimana yang diajarkan Nabi, sitirnya tidak boleh dikafirkan. Karena mereka juga sesama muslim.?

Sebagai kelompok mayoritas, pengikut Aswaja juga perlu waspada utamanya kelompok minoritas. “Mereka bekerja sama dengan dengan Negara luar untuk memberangus Aswaja dari muka bumi ini,” kata Mahir. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah