Minggu, 03 Desember 2017

Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi

Wonosobo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 15 satuan koordinasi rayon (satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Wonosobo, Rabu (4/9), mengikuti seleksi sebagai pasukan pengamanan Rapat Pleno PBNU di Wonosobo, Jawa Tengah.

Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Rapat Pleno PBNU, Ratusan Banser Diseleksi

Proses seleksi yang diadakan di kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) Wonosobo ini melibatkan sejumlah kriteria yang ditentukan satuan koordinasi cabang (satkorcab) Banser setempat, antara lain terkait postur tubuh, wawasan, dan dedikasi. 

Dari ratusan peserta seleksi, 75 anggota terpilih diharuskan siap berambut cepak dan sanggup bertugas siang-malam selama Rapat Pleno berlangsung, 6-8 September 2013, di Universitas Sains Ilmu al-Qur’an (Unsiq) Kalibeber, Wonosobo, atau berdekatan dengan PPTQ Al-Asyariyyah, Wonosobo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Memang seharusnya anggota yang diterjunkan untuk pengamanan diacara tersebut jangan yang ‘galau’, sehingga bisa mengemban tugas yang diberikan dengan cermat dan cerdas," ungkap Ketua PCNU Wonosobo Arifin Siddiq.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut dia, upaya ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada para tamunya agar tetap dalam suasana aman dan nyaman di lokasi acara.

"Tetapi dalam melaksanakan tugas (Banser) tidak boleh meninggalkan akhlaqul karimah, ikhlas, jujur dan bisa mengambil keputusan yang benar dan tepat,” imbuhnya. (Herry BH/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

Mataram, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU H. Robikin Emhas menegaskan, Nahdlatul Ulama mengutuk keras pengeboman kepada umat Islam yang melakukan Shalat Jumat di Masjid Al-Rawdah, Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Tindakan yang menewaskan 300 orang lebih dan meluluhlantakkan rasa kemanusiaan itu, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dengan alasan dan dalih apapun.

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kutuk Teror Bom di Masjid Al-Rawdah Mesir

“Siapa pun yang melakukakannya, apa pun latar belakangnya, atas nama apa pun motifnya, itu adalah tindakan terkutuk. Tidak bisa dibenarkan! Biadab!” tegas Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Aluma dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad (26/11).

Menurut alumnus Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang ini, seluruh warga Nahdlatul Ulama mengungkapkan duka sedalam-dalam atas korban yang meninggal dan terluka dalam peristiwa itu.

“NU berduka, karena itu, PBNU mengimbau warga dan pengurus NU agar membacakan Al-Fatihah dan melakukan Shalat Ghaib untuk korban teror bom Mesir,” lanjut Advokat Konstitusi ini. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan, NU meminta kepada Presiden Mesir untuk menangkap pelaku teror bom itu dan menghukum mereka seberat-beratnya. Juga memberantas kelompoknya hingga ke akar-akarnya.  

NU juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, jika diperlukan, harus segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Mesir.

“Makanya, jika diperlukan pemerintahan Jokowi perlu pro aktif memberi bantuan kemanusiaan,” harap Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peristiwa tragis di Mesir ini adalah bukti nyata perlunya Islam Nusantara diarus-utamakan di seluruh penjuru dunia. Islam yang tidak memperhadapkan agama dengan negara. Islam yang menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. Islam yang ramah, moderat dan menghormati keragaman. Islam wasathiyyah.

“Mari jadikan Islam Nusantara sebagai solusi perdamaian dunia,” pungkas Robikin Emhas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Golongan Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja) merupakan representasi dari Islam moderat zaman dahulu dan sekarang. Hal itu dikatakan Dr Mahir Hasan Al Munajjid, Cendekiawan Muslim Syiria saat menyampaikan Halaqah Quraniyyah di Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1).?

Dalam halaqah bertajuk Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Al-Quran itu Dr Mahir menyatakan lantaran golongan Aswaja ada di tengah-tengah sehingga tidak eksklusif dan kaku dalam menyikapi khilafiyah.

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cendekiawan Muslim Suriah: Aswaja Representasi Islam Moderat

Dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta itu, Dr Mahir yang juga dosen di Jamiah Imam Syafii Cianjur tersebut berbicara menggunakan bahasa Arab. Gus Nasih sebagai penerjemah sesi pertama sedangkan Dr. Faiz penerjemah sesi kedua.

Dosen kelahiran Syiria tahun 1971 itu membeberkan, kelompok Khawarij terdiri dari orang yang keras hatinya karena hidup di padang pasir. Alih-alih ketika salah satu kelompok ini mendatangi Rasul.?

Etika yang tidak digunakannya tidak sopan, sampai-sampai memegang kerah baju Nabi. Sehingga kelompok ini disebut qaswatul qalbi, keras hatinya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masih menurut Mahir, sumber perpecahan ialah ketika sahabat Umar wafat. Ketika pintu fitnah terbuka mereka saling mengkafirkan dan menyesatkan.?

Doktor jebolan jamiah Umu Darman tahun 2011 itu menegaskan, jika ingin selamat tetaplah berpegang teguh kepada jamaah. Karena kebenaran itu menyertai jamaah (mayoritas).?

Dikatakannya di dalam al-Quran sudah dijelaskan agar mengikuti jamaatil muslimin. Begitu juga di hadits agar berpegang teguh kepada jamaah. “Jamaah adalah representasi kebenaran,” imbuh Dr Mahir.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Orang-orang yang ada di luar lingkaran Aswaja tidak boleh asal dikafirkan. Karena sebagaimana yang diajarkan Nabi, sitirnya tidak boleh dikafirkan. Karena mereka juga sesama muslim.?

Sebagai kelompok mayoritas, pengikut Aswaja juga perlu waspada utamanya kelompok minoritas. “Mereka bekerja sama dengan dengan Negara luar untuk memberangus Aswaja dari muka bumi ini,” kata Mahir. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Desember 2017

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Subang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah resmi dilantik akhir Januari lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang Jawa Barat siap bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Konsep pengabdian itu akan dirumuskan dalam agenda Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Subang pada Senin (31/3).

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah di sela rapat koordinasi panitia muskercab di Kantor PCNU Subang, Rabu (26/3).

"Nanti akan dibagi tiga komisi, komisi A Program kerja, Komisi B keorganisasian, , terakhir Komisi C Rekomendasi," ungkap Kiai Musyfiq. Sebelum sidang komisi, lanjut pengasuh pesantren At-Tawazun ini, kita menggelar seminar yang menghadirkan Bupati Subang dan Wasekjen PBNU sebagai narasumber.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Nanti Bupati akan orasi tentang konstruksi Gapura (Gerakan Pembangunan untuk Rakyat) dalam bingkai aswaja ala NU agar program pemkab beririsan dengan program PCNU. Sementara Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ akan menyampaikan Konsepsi NU terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat kini," tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejumlah kekurangan-kekurangan terkait program periode lalu, kata Kiai Musyfiq, akan disempurnakan pada muskercab kali ini. Pada muskercab ini, program kerja bidikan PCNU Subang menyangkut sembilan bidang.

Bidang-bidang itu meliputi Bidang Pendidikan dan Pesantren, Pengayoman dan Pemberdayaan MWCNU, Pemberdayaan Lembaga dan Lajnah, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kesejahteraan dan Kesehatan, SDM dan Kaderisasi, Pemberdayaan Dai dan Masjid, Hukum dan Humas, juga Pertanian dan Penanganan Bencana.

"Undangan sekitar 300 peserta, kita prediksi akan hadir dalam muskercab nanti setengahnya," tukasnya.

Muskercab I PCNU Subang ini berlokasi di pesantren At-Tawazun Kalijati, Subang (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Pahlawan, Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pada laga semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) regional I Jawa Timur, Senin (29/8/2016) Tarbiyatul Nasyihin dipaksa menyerah oleh tim tuan rumah, Darul Huda dengan skor tipis 2-1.

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Impresif Darul Huda Ponorogo dan Al-Hidayah Ngawi Berbuah Final

Tampil dihadapan ratusan suporter fanatiknya yang memenuhi stadion Batoro Katong, menjadi motivasi tersendiri bagi tim tuan rumah Darul Huda. Sejak kick off babak pertama, tim asuhan Aslih Maulana ini terus menyerang. Hingga pada menit ke-5 berhasil membuahkan gol melalui sepak keras nomor punggung 8, Abdurrahman dari luar kotak penalti.

Kebobolan satu gol tak membuat Tarbiyatun Nasyihin patah semangat. Pada menit ke 14, Deden Eka berhasil merubah kedudukan menjadi 1-1. Skor ini menutup pertandingan babak pertama.?

Di babak kedua, Tarbiyatul Nasyihin terus menekan dan mencoba memanfaatkan kelemahan lini belakang Darul Huda. Deden Eka, stiker andalan mereka, beberapa kali melakukan tendangan keras ke gawang Darul Huda. Namun sayang, tak ada satu pun tendakan kerasnya yang membuahkan gol.

Di menit ke-28, M Wahyu cukup cermat memanfaatkan umpan lambung sepak pojok dan berhasil membuahkan gol. Darul Huda unggul 2-1.? Sementara itu, Wisna Wisnu juga harus menerima nasib yang sama dengan Tarbiyatul Nasyihin. Tim asuhan Gus Irul ini kalah tipis dari Al-Hidayah dengan skor 2-1.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Koordinator Regional Jatim I Habib Mustofa laga final LSN Regional Jatim I akan digelar hari ini Selasa (30/8/2016) di Stadion Batara Katong. "Pertandingan final digelar pada pukul 4 sore waktu setempat," katanya.? Pertandingan Final LSN Regional Jatim I diawali dengan tahlil akbar 5000 santri plus undangan masyarakat umum di Ponorogo.?

"Insya Allah akan dihadiri Khatib Suriah PBNU KH Luqman Haris Dimyati Atarmasi, PW RMI Jatim Gus Reza Ahmad Zahid, Gus Firdausi, bupati dan wakil bupati Ponorogo beserta jajaran forkompinda Ponorogo," tandasnya. (Red: Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler

Tangsel, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pendidikan agama tidak dipungkiri menjadi salah satu benteng penting dan ? bisa diandalkan dalam menyambut modernitas global. Karenanya, diperlukan langkah nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan agama, salah satunya dengan ? meningkatkan standar kompetensi ? lulusan peserta didik.?

Pesan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin kepada ? para Kepala Seksi Kurikulum (Kasi) ? Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan para guru madrasah. Menurutnya, jajaran Ditjen Pendidikan Islam dari pusat sampai daerah harus benar-benar serius dalam memperhatikan peningkatan kualitas pendidikan agama sehingga ? di masa mendatang ? Indonesia tidak terjebak menjadi negara sekuler. Demikian dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler (Sumber Gambar : Nu Online)
Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler (Sumber Gambar : Nu Online)

Peningkatan Kualitas Madrasah Cegah Indonesia Jadi Negara Sekuler

“Karena ini akan sangat menentukan dan tercetaknya generasi Indonesia ke depan,” katanya di Hotel Grand Zuri BSD City, Rabu (07/10).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jadi Indonesia hari ini, lanjut Dirjen, sesungguhnya menaruh harapan besar dari madrasah. Sebab, jika Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) tidak mencetak pendidikan keagamaan Islam yang bermutu, maka Indonesia bisa menjadi negara sukuler.

Kamaruddin memandang madrasah ? sebagai salah satu ? benteng pertahanan pendidikan agama ? yang bisa diandalkan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita tidak bisa berharap dari sekolah, hanya belajar agama selama dua jam satu minggu. Sementara 66 juta anak-anak itu disekolahkan di sana, mereka akan mampunyai pengalaman pendidikan agama yang sangat standar,” paparnya

Menurutnya, suka tidak suka, tren globalisasi akan terus menancapkan pengaruhnya dan bersamaan dengan itu, madrasah dan pesantren menjadi salah satu harapan.?

“Jika dua lembaga ini berhasil memberikan pendidakan bermutu dan berkualitas maka generasi Indonesia bisa bertahan,” terangnya.?

Di hadapan para Kasi dan guru yang hadir, Dirjen mengimbau agar mereka dapat melakukan evaluasi pelajaran agama yang salama ini dihadirkan kepada anak-anak madrasah. Ia berharap, jangan sampai apa yang selama ini diberikan hanya sekadar pemahaman yang bersifat koginitif saja.

“Tapi juga bagaimana (pelajaran) agama mampu membentuk karakter, sebagai instrumen transformatif, bisa merubah dan membentuk perilaku anak-anak kita. Memperkuat kesalehan di sisi lain, dan ? bisa menjadi instrumen perekat sosial, dalam artian bahwa ajaran tentang kerukunan toleransi dan menghargai perbedaaan itu juga harus diajarkan,” pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ

Salatiga, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Untuk mengenalkan NU sejak dini, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Salatiga, Jawa tengah, mengadakan kegiatan Alim (Ajang Kreasi Anak Muslim), di MTS NU Salatiga, Ahad (24/11).

Ketua IPPNU Salatiga Lia Agustin menjelaskan acara ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. “Alim II ini merupakan rangkaian acara Pra-Konfercab. Sekaligus, ajang untuk mengenalkan sekolah yang dimiliki LP Ma’arif NU,” terangnya, Senin (25/11).

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPNU Salatiga Kenalkan NU ke Santri TPQ

Dalam acara tersebut, sekitar 200 peserta dari berbagai TPQ se-Salatiga dan Kabupaten Semarang, mengikuti perlombaan yang ada. “Lomba meliputi mewarnai, dai cilik, dan qiro’ah,” imbuh gadis yang akrab disapa Lia ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayangnya, peserta pada tahun ini agak menurun dibandingkan tahun kemarin. “Tahun lalu peserta 300 anak. Yang kedua ini menurun karena jenis lombanya dikurangi,” ungkapnya.

Namun, ia berharap dari penyelenggaraan Alim II kali ini, para pelajar NU dapat lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema acara, "Membangun Generasi Aswaja Aktif, Kreatif & Religius”. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, News, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah