Sabtu, 25 November 2017

Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir

Kudus, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menegaskan, perjuangan Nahdlatul? Ulama sangat besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tahun 1945, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad fi sabilillah guna melawan penjajah.

Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad untuk Melawan Penjajah, Bukan Orang Kafir

“Resolusi? jihad itu untuk melawan penjajah bukan melawan orang kafir. Semangat jihad sangat luar biasa untuk meraih kemerdekaan bangsa ini," ujarnya saat memberikan tausiyah tasyakuran harlah ke-91 NU di aula MANU Banat Kudus, Kamis (15/5).

Pada waktu jihad, kata Mbah Sya’roni, tidak hanya kiai NU saja melainkan ada pejuang dari kelompok lain seperti Muhammadiyah, Katolik, Kristen, dan lainnya . “Makanya bukan Negara Islam Indonesia (NII) tetapi NKRI. Ini sudah betul. Kalau pakai NII berarti Indonesia hanya milik orang Islam saja , ini salah,” tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam acara yang diselenggarakan PCNU Kudus itu, KH Sya’roni lebih banyak mengisahkan perjuangan kiai-kiai NU pada zaman penjajah. Dalam berjuang, tuturnya,? para kiai NU mendirikan organisasi Sabilillah yang dipimpin K. Masykur dan Laskar Hizbullah di bawah komando KH Zaenal Arifin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pada masa itu, banyak para kiai NU yang harus rela dipenjara seperti yang pernah dialami KH Hasyim Asy’ari,” ujar ulama kharismatik ini.

Mbah Sya’roni juga menuturkan tokoh dan kiai NU Kudus juga banyak ikut berjuang dengan bergabung menjadi Laskar Hizbullah dan Sabilillah. Di antara kiai Kudus itu adalah H. Ahmad Thoha, dan Hizbullah seperti KHR Asnawi, KH Arwani dan KH Turaikhan serta KH Sya’roni sendiri . Mereka ini juga pernah merasakan tahanan pada zaman penjajah.

“Kalau ada yang bilang kiai-kiai NU Kudus tidak pernah berjuang itu tidak benar, berarti ia belum lahir,” kata Mbah Sya’roni berseloroh.

Tasyakuran harlah ke-91 NU ini dihadiri seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus. Acaranya dikemas secara sederhana,? yakni pembacaan tahlil untuk para pendiri NU dan pembacaan manaqib Syech Abdul Qodir Jaelani, serta mauidlah KH Sya’roni.

Jumat malam (16/5), peringatan harlah dilanjutkan dengan haflah dzikir dan maulidur rasul yang dikemas dengan peringatan haul KH Hasyim Asy’ari dan 100 hari wafatnya KH Sahal Mahal Mahfudz. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Kudus yang dimulai pada pukul 19.00 WIB. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Masyarakat Indonesia sudah bersiap-siap menanti hadirnya momen spesial pada Rabu Pon, 9 Maret 2016, yaitu gerhana matahari total. Tentunya sebagai umat Islam, hadirnya gerhana itu menjadi tanda kebesaran Allah dan bagi kalangan ahli falak dan astronomi, ini menjadi titik riset yang sangat menarik.

Salah satu hal penting di luar hingar-bingar menanti hadirnya gerhana matahari total ini adalah kembali menilik karya ulama Nusantara asal Jepara dan besar di Semarang dalam menyambut gerhana.

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Ialah KH Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal dengan KH Sholeh Darat) yang turut memberikan penjelasan amalan shalat gerhana. Bab khusus mengenai shalat gerhana ditulis dalam Kitab Majmuatu al Syariah al Kafiyati lil Awam halaman 84-85 Fashlun fi al Kusufaini.

KH Sholeh Darat menegaskan bahwa shalat dua gerhana (bulan dan matahari) hukumnya sunnah muakkad.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Adapun yang diperintahkan untuk mengikuti shalat gerhana adalah laki-laki dan wanita, boleh munfarid (sendiri) atau berjamaah. Dan KH Sholeh Darat menyampaikan bahwa shalat gerhana lebih utama dilakukan dengan berjamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bacaan dalam shalat gerhana bulan dilakukan dengan jahr (keras) dan jika gerhana matahari dengan pelan-pelan. Jumlah rakaat shalat gerhana paling sedikit dua rakaat salam sebagaimana shalat rawatib.

Adapun tata cara shalat gerhana berbeda dengan shalat pada umumnya. Pada rakaat pertama dibuka dengan niat, doa iftitah, al Fatihah, surat, ruku, berdiri itidal, tidak langsung sujud tapi membaca al-Fatihah, surat, ruku, itidal dan dilanjutkan sujud dua kali.

Pada rakaat kedua juga sama dengan rakaat pertama dengan dua kali al Fatihah, surat, ruku dan itidal disambung sujud dua kali serta tahiyyat akhir dengan ditutup salam.

Dan untuk kesempurnaan shalat gerhana, maka bacaan surat, menurut KH Sholeh Darat memakai yang panjang. Setelah itu juga rukunya dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 200 ayat.

Bacaan berdiri itidal dijelaskan oleh KH? Sholeh Darat dengan mengucapkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Perbedaan waktu ruku pada rakaat pertama dan rakaat kedua oleh KH Sholeh Darat dibuat berbeda. Pada rakaat pertama dua kali ruku diharapkan sama dengan membaca 200 ayat (pertama) dan 150 ayat (kedua).

Adapun ruku yang rakaat kedua bacaan ruku dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 100 ayat (pertama) dan 50 ayat (kedua).

Dalam menjalankan sujud selama shalat gerhana juga diharapkan dengan sujud yang panjang/lama.

Ketika shalat dilaksanakan secara berjamaah, maka dilaksanakan khutbah dua kali setelah shalat gerhana. Adapun materi khutbah yang disarankan KH Sholeh Darat kepada khatib adalah dengan menyampaikan taubat dan shadaqah.

Demikian sepintas mengenai isi kitab karya KH? Sholeh Darat yang membahas mengenai shalat gerhana. Wallahu alam.



(M Rikza Chamami,? dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pernah aktif di organisasi pelajar NU sampi ke tingkat pusat, yaitu menjadi Pjs Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Sholawat, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuwangi menggelar diskusi kajian tentang fiqih perempuan bersama puluhan kader pelajar NU di Aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (30/05) malam.

Gelaran diskusi kajian fiqih perempuan ini dihadiri langsung oleh wakil ketua 3 PAC IPNU Banyuwangi bidang Departemen Dakwah Ahmad Surur dan sekaligus pemantik diskusi kajian ini.

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Diawal Surur mengatakan, mempelajari fiqih dan dalil-dalil hukum di dalam agama Islam merupakan perkara yang penting baik untuk kalangan Muslim laki-laki dan perempuan.

"Kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, kita membutuhkan fiqih dalam melaksanakan aktifitas ibadah. Misal, shalat, ? puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya," ungkap ? Surur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tak hanya itu lebih spesifik, Surur menilai pentingnya belajar fiqih masalah haid, nifas, wiladah, dan istihadlah mutlak diperlukan, baik di kalangan perempuan maupun laki-laki.

"Karena posisi laki-laki suatu saat akan menjadi kepala keluarga dan secara otomatis memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang darah wanita kepada istri dan keturunannya kelak," jelas Surur.

Selain itu, pasalnya kalangan wanita sendiri mengenai darah haidl dengan istihadlah ? masih bingung membedakannya. Mana itu darah haid atau sebaliknya, terang Surur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Terkadang seorang wanita telah mengeluarkan darah haidl lebih dari 15 hari masih dianggapnya haidl, padahal itu tidak. Kadang pula masih belum dapat membedakan antara kriteria darah qowi (kuat) dan tidak," tutur Surur.

Apa lagi, kebanyakan dari mereka ? wanita yang masih awam dan baru merasakan haid.

"Makanya kita bidik para kader-kader NU khususnya kaum hawa untuk mengikuti kajian ini. Karena sadar, ini adalah syariat utama untuk menjalankan segala ibadah. Bukankah kebersihan sebagian dari iman," tutup Surur. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi

Banyumas, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Bupati Banyumas Ahmad Husain menghadiri acara pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor ? Kabupaten Banyumas di Pondok Pesantren Darussalam Dukuwaluh Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Periode 2016-2020 pada Rabu malam (7/3).?

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi warga NU di Kabupaten Banyumas. "Di Banyumas ada banyak ormas, tapi yang sanggup membuat situasi tentram dan kondusif hanya NU," katanya.?

Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Banyumas: Hanya NU Sanggup Tentramkan Situasi

Ia berharap semoga NU di Banyumas terus berkembang menjadi organisasi yang besar. "NU Banyumas semoga semakin tumbuh besar karena semakim besar NU di Banyumas, semakin tentram pula Banyumas," lanjutnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara kepda pemuda Ansor, ia menekankan supaya di Kabupaten Banyumas untuk tetap menjaga integritas, baik integritas pribadi, organisasi dan integritas Banyumas. "Ansor harus berilmu, Ansor harus kuat dan Ansor harus tertata dengan baik," pintanya.?

Ribuan anggota dan pengurus GP Ansor ? dan Banser se-eks Kerisidenan Banyumas memadati halaman Pondok Pesantren Darussalam. Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU Banyumas KH Khariri Shofa sekaligus sebagi pengasuh pondok pesantren Dasrusalam, ? Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Ahmad Hasan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua terpilih GP Ansor Kabupaten Banyumas Khasis Munandar meminta semua pihak untuk ikut mendukung program kerja Ansor guna mewujudkan cita-cita organisasi. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah

Blitar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Keberhasilan Pengurus Cabang NU Kabupaten Blitar terpilih sebegai juara NU AWARD PWNU Jawa Timur? (Jatim) 2016 menjadikan pemicu dan semangat para pengurus NU di Bumi Bung Karno itu berbenah di berbagai bidang. Mereka berbenah mulai dari pendidikan, kesehatan, dakwah, kesenian, kepemudaan dan lainnya.

“Keberhasilan ini memicu dan semangat kami para pengurus dalam berkhidmah di NU,’’ ujar KH Imam Sugrowardi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Rabu malam (13/7).

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah

Semua lini, khususnya lembaga dan dan badan otonomi NU, lanjut Kiai Imam harus berbenah. Semua hal yang dirasa kurang harus ditingkatkan. Mulai dari pendidikan, pesantren, kesehatan, dakwah, kesenian semua harus ditingkatkan guna melayani keperluan umat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

”Keberhasilan ini menjadi cambuk untuk bekerja lebih keras lagi dalam melayani umat di berbagai bidang. Justru jangan ogah-ogahan.Kalau sampai begitu malu kita nanti, baik kepada Allah SWT maupun kepada umat,’’ kata Gus Imam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika ditanya mengapa malu, ia menjawab karena biasanya kalau sudah dianggap juara, NU blitar akan jadi rujukan pertanyaan.”Kalau ternyata kita memble setelah juara, kan malu kita karena tidak bertahan dalam berjuang berkhidmah di NU,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan, adanya penghargaan NU Award PWNU ini akan ditindaklanjuti dengan mengadakan kegiatan yang sama sampai ke pengurus Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU. ”Kegiatan ini tahun ini akan kami laksanakan sampai ke tingkat MWC dan ranting-ranting NU. Kami sudah membentuk tim pelaksana,’’ kata Gus Dain, panggilan akrabnya.

Diharapkan dengan kegiatan serupa, semua lini bangkit di semua bidang. Sehingga kepentingan umat bisa tercover dengan baik seperti yang diharapkan oleh para muasis NU. “Dengan pola ini diharapkan semua lini NU akan bangkit dan bergerak sehingga kepentingan umat terpenuhi dengan baik,’’ tambah anggota FKUB Kabupaten Blitar ini.

Seperti diketahui, PCNU Blitar berhasil meraih juara setelah dalam final yang berlangsung di Aula Kertoraharjo PWNU Jatim pada 28 Juni lalu mampu meyakinkan belasan juri.

Dalam sesi final NU Blitar berhasil mengungguli tiga nominator lain, PCNU Magetan, PCNU Banyuwangi, dan PCNU Lumajang.Atas keberhasilannya tersebut, masing-masing pemenang mendapatkan tropi, sertifikat, buku/kitab, serta uang pembinaan dari Gubernur Jatim.

Penyerahan tropi juara disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim? H Soekarwo (Pakde Karwo) didampingi Wakilnya H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua PWNU Jatim KH Moh. Mutawakil Alallah. (Imam Kusnin Ahmad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid

Pacitan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Luqman Harits Dimyathi berpesan, dalam membaca shalawat nabi jangan sampai meninggalkan kaidah-kaidah ilmu tajwid. Saat ini, menurutnya, banyak masyarakat yang masih belum benar dalam membaca shalawat.

”Dalam membaca syair, bait itu juga harus menggunkan tajwid dan panjang pendeknya harus diikuti. Karena dalam ilmul arudl tidak boleh lepas dari makhorijul huruf, mad dan sebagainya,” paparnya saat mengisi ceramah dalam rangka kegiatan rutin pembacaan rotib dan shalawat Rijalul Ansor yang digelar oleh GP Ansor Pacitan di Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Jumat malam (22/5).

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembacaan Shalawat Nabi Harus Ikuti Kaidah Tajwid

Kiai Luqman mencontohkan kalimat salam alaika, banyak masyarakat masih membaca kalimat saaalam alaika dengan memanjangkan huruf tsa’ nya. Seharusnya salam alaika huruf lam-nya yang dibaca panjang. Menjadi salaaam alaika sesui ilmul arud.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banyak shalawat dan syair didalam kitab Al Barzanji yang oleh banyak masyarakakat bahkan para santri masih dibaca dengan ala kadarnya tidak memperhatikan tata cara membaca seperti yang telah diwariskan oleh para sesepuh terdahulu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ulama dan para sesepuh terdahulu sangat memperhatikan kaidah dan keindahan dalam membaca shalawat sehingga shalawat yang dibaca dengan kaidah ilmul arud akan mudah merasuk di dalam hati.

“Melalui Kegiatan Rijalul Ansor ini, NU hadir untuk merawat peninggalan para masyayikh dan Walisongo,” tambah Kiai Luqman yang merupakan Pengasuh Pondok Tremas Pacitan.

Selain menjelaskan tentang tata cara membaca shalawat yang benar, ia juga menyinggung bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan langgam Jawa yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat.

Lebih lanjut, NU telah mendiskusikan kontraversi tersebut. membaca Al-Qur’an dengan langgam Jawa diperbolehkan asal tidak merubah sisi tajwid, makharij huruf, dan terpeliharanya orisinalitas makna al-Quran itu sendiri.

Kegiatan rutin pembacaan rotib dan shalawat Rijalul Ansor diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Abdullah Sadjad. (zaenal faizin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asep Irfan Mujahid menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, (2/2). Ia berharap ke depan pendidikan di Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik.di hari pendidikan ini Pimpinan Pusat IPNU mengeluarkan empat maklumat.

"Pertama, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang selama ini konsisten mengawal tahapan proses pendidikan tanpa pamrih dan penuh keikhlasan," katanya.

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Maklumat IPNU di Hari Pendidikan Nasional

Kedua, Hardiknas diharapkan bukan hanya sekedar peringatan seremoni di lingkungan pemerintahan, tapi harus sepenuhnya dijadikan momentum untuk merefleksi keberhasilan target capaian pendidikan itu sendiri yang hakikatnya adalah untuk memanusiakan manusia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Ketiga, pemerintah diharapkan segera menerapkan konsep pendidikan muaadalah yang mengakui eksistensi pesantren sebagai bagian subkultur kependidikan yang selama ini berkontribusi besar dalam pembangunan manusia Indonesia dan menjadikannya sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang terakhir, imbuh Asep, PP IPNU meminta pemerintah untuk memberikan ruang yang lebih luas terhadap eksistensi organisasi ekstra sekolah yang berbasis pelajar di sekolah-sekolah tingkat menengah, serta mengeluarkan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Pramuka dari instrumen penilaian akreditasi atau perangkat aturan lain yang selama ini diterapkan sehingga organisasi kepelajaran dan kepanduan pelajar di sekolah tidak hanya dimonopoli oleh kedua organisasi tersebut.

Hari Pendidikan Nasional diperingati dan ditetapkan sesuai dengan Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 316 tahun 1959. Adapun tanggal peringatan tersebut disematkan pada hari lahir salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang gigih dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara atau Raden Mas Suwardi Suryaningrat. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nasional, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah