Rabu, 22 November 2017

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Demak, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak warga NU untuk menengok dan mengingat kembali sejarah awal dibentuknya NU sesuai yang tertera dalam Anggaran Dasar Aggaran Rumah Tangga AD/ART NU.

Menurutnya, NU satu kesatun dengan bangsa Indonesia, dan tak terpisahkan. “NU didirikan itu salah satu tujuannya menciptakan tatanan masyarakat Indonesia yang rahmatan lil alamin demi terwujudnya bangsa Indonesia. Mari kita lihat AD/RT NU, maka dari itu, NU tidak bisa pisah dari bangsa Indonesia,” katanya di hadapan ribuan Muslimat NU di alun-alun Masjid Agung Demak pada Ahad (2 /4) pada puncak Harlah NU ke 91, Harlah Muslimat NU ke 71 dan Hari Jadi Demak ke 514.

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib ‘Aam: NU Tidak Bisa Pisah dari Indonesia

Gus Yahya begitu dia akrab dipanggil, menegaskan, selaku salah satu elemen pendiri bangsa Indonesia, NU secara otomatis ? mempunyai ? kewajiban menjaga bangsanya dari orang maupun kelompok pengacau, pengganggu, merongrong kewibawaan bangsa serta mengganggu keutuhan Negara Kesatua Republilk Indonesia.

“Setiap pengacau yang mengganggu Indonesia, maka akan berhadapan dengan NU. Bagi NU, NKRI harga mati yang tak hisadi tawar lagi,” tegasnya.

Ketua Muslimat NU Demak Hj Utami Musadad mengatakan,kegiatan tersebut dimuli dengan bacaan Al-Qur’an bil ghoib (hafalan) sebanyak 500 kali, membaca Al-Qur’an bi nadhor sbanyak 500 kali, manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani 400 kali, istighotsah, maulidurrasul serta pengajian,

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan khidmat, khataman Al-Qur’an baik bil ghoib maupun bi nadhor, manaqib semua khatam,” tutur Hj Utami Sadad.

Puncak acara harlah, selain dihadiri warga Muslimat, juga dihadiri Bupati Demak H M Natsir, Waub Joko Sutanto, ketua DPRD H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri Demak Wakil ketua PW Muslimat Jateng yang ? juga anggota FKB DPRD Jateng Hj Ida Nurs Sa’adah, Katib ‘Aam Jatman KH Zaini Mawardi, pengurus NU dari Cabang sampai Ranting. (A.Shiddiq Sugirto/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Amalan, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Lahir (Harlah) Ke-62 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ke-61 Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), diperingati Pelajar NU di Klaten Jawa Tengah dengan mengadakan kegiatan pengajian dzikir dan shalawat, Sabtu (27/2) lalu.

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Grup Rebana Ramaikan Peringatan Harlah IPNU di Klaten

Acara yang dilaksanakan di Masjid Joglo Baitul Makmur, Kunden, Karanganom, Klaten tersebut dihadiri sekitar 900 pengunjung dan 17 grup rebana dari berbagai daerah se-Kabupaten Klaten.

Menurut Ketua PC IPNU Klaten, Aan Prihartanto mengatakan, peringatan Harlah IPNU-IPPNU bertema ‘Pelajar Bersholawat’ ini dihelat bersamaan dengan acara peresmian Masjid Joglo.

Dalam sambutannya, Aan menegaskan, pelajar NU mesti siap menjawab tantangan zaman. “Kita sebagai pelajar harus mampu menjawab tantangan dan perkembangan zaman, sekaligus tidak boleh melupakan tradisi yang diusung oleh para ulama an-Nahdliyah yang salah satunya adalah dzikir dan shalawat,” tukasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, H Qomarudin perwakilan dari PCNU Klaten menyatakan dukungannya dan senantiasa mendorong setiap langkah pelajar dan pemuda untuk kebangkitan dan kemajuan NU di masa yang akan datang.

“Sebagai orang tua, kita wajib dan harus mendukung para pelajar dan pemuda kita untuk belajar dan bergerak lebih maju, karena merekalah yang akan mengnggantikan kita semua nanti di masa yang akan datang,” kata dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara diakhiri dengan penyampaian ceramah yang disampaikan oleh KH Nur Kholis dari Ampel, Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelajar sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat setrategis dalam meneguhkan Islam Nusantara yang merupakan perjuangan para Ajengan/kiai yang berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat, agama dan bangsa tercinta ini.

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Miliki Peran Strategis Teguhkan Islam Nusantara

Hal itu disampaikan Fikri Nursamsi, Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya Jl Raya timur No 505 Badakpaeh Cipakat Singaparna, Sabtu (20/6).

“Pelajar yang saya maksud adalah Santri, pelajar dan mahasiswa. Ini seringkali menjadi incaran kelompok yang tidak suka dengan Islam Nusantara, karena pentingnya peran pelajar dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan,” terang Fikri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pemuda hari ini, lanjutnya, adalah pemimpin dimasa yang akan dating. Di tangan pemudalah suatu umat dan di kaki merekalah kehidupan umat. Dengan ini jelas bahwa pelajar sangat diharapkan kontribusinya di masa yang akan datang yang dalam hal ini salah satunya adalah meneguhkan Islam Nusantara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ini juga merupakan PR bagi kami atas nama PC IPNU untuk bisa mengawal dan meyakinkan rekan-rekan pelajar untuk teguh memperjuangkan dan memahami tentang Islam secara mendalam, supaya tidak salah dalam memaknainya,” jelasnya. 

Dan pesantren, imbuhnya, merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam meneguhkan Islam Nusantara. Sebab itu, dirinya sangat setuju dan mendukung dengan gerakan nasional ayo mondok yang sekarang sedang digalakan.

“Belajar, berjuang dan bertaqwa itulah peran kita sekarang sebagai pelajar untuk menyongsong masa depan, dengan ini kita bisa meneguhkan Islam Nusantara dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi agama, bangsa dan Negara,” tandasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 November 2017

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat

Sidoarjo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengikuti jalan sehat yang digelar oleh pihak sekolah di halaman sekolah, Sabtu (6/8). Dengan antusias, para Nahdliyin ini berkeliling melewati rute yang telah ditentukan oleh panitia acara untuk merebutkan hadiah dengan total hadiah Rp10 juta.

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturrahim, Ribuan Alumni MI Maarif Kedensari Ikuti Jalan Sehat

Diiringi musik patrol "Bongso Awas Lupa Urusan Sholat" atau yang biasa dikenal dengan "Bongso Alus", sekitar 2 ribu orang mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua penuh semangat mengikuti kegiatan ini.

Panitia acara jalan sehat, Faris Yunanto mengatakan, selain untuk memperingati Harlah ke-50 MI Maarif Kedensari tahun dan reuni akbar, jalan sehat ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar alumnus mulai tahun 1973 hingga 2010 yang telah lama putus. Diharapkan, setelah mengikuti acara tersebut, persaudaraan alumni MI Maarif Kedensari tetap terjalin.

"Selain diikuti alumni, jalan sehat ini juga diikuti adik-adik yang masih belajar di sekolah ini. Jalan sehat merupakan rasa syukur dari yayasan atas berdirinya MI yang sudah mencapai usia 50 tahun sekaligus temu kangen. Kami berharap dengan adanya acara ini, ukhuwah Islamiyah dan jalinan persahabatan bisa tersambung kembali," harap Faris.

Ia menambahkan, selain acara jalan sehat, panitia juga mengadakan pengajian umum yang akan disampaikan oleh Kapten CPM, KH Ali Imron dari Mojokerto, Jawa Timur pada Sabtu (6/8) malam. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. H. Helmy Faisal Zaini menyatakan mundur dari Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa setelah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBNU. Hal itu dinyatakannya pada konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu sore (22/8).

Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini Mundur dari PKB

“Yang pertama, mulai hari, saya mengundurkan diri dari fraksi. Total jadi petugas ulama,” katanya saat mendampingi Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Efffendi Yusuf mengumumkan susunan pengurus PBNU 2015-2020.

Sementara sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari PKB, lanjut dia, akan tetap diteruskan. Hal itu karena, menurut dia, akan menjadi nilai plus untuk bersinergi dengan wakil-wakil NU di parlemen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Jelas, mulai hari ini berakhirnya di partai. Mulai membangun loyalitas NU,” tegasnya. ?

Menurutnya, ia memilih mundur karena karena tidak mungkin bisa membagi kesibukan antara menjadi Ketua Fraksi dan Sekjen NU. Pilihannya ini akan diserahkan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Saya akan lebih banyak waktu di NU. Saya akan menyatakan nonaktif di PKB.”

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj menjelaskan, tidak ada larangan seorang politisi menjadi pengurus PBNU. Beberapa pengurus PBNU sebelumnya juga mengakomodir politisi. Tapi karena politisi NU beragam partai, maka yang diakomodir pun beberapa partai.

“Pak Slamet (Wakil Ketua Umum PBNU) juga bukan PKB, Pak Nusron Wahid (Kepala BNP2TKI) juga bukan PKB. Jadi, apa yang telah dihasilkan formatur, sudah melalui kajian renungan yang benar dan tepat,” jelasnya.? ?

Awak media kemudian menanyakan bagaimana menjaga jarak antara kepentingan seorang pengurus NU yang menjadi politis. Kiai Said yakin, jajarannya akan bisa menjaga jarak karena NU bukan politik praktis, melainkan menjalankan asiyasatul ulya, politik kebangsaan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Meme Islam, Pesantren Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Dalam acara silaturrahim dan buka puasa bersama PCNU, Lembaga, Lajnah dan badan otonom di gedung lantai dua kantor setempat, Ahad (12/7) lalu. Pengurus NU Cabang Bojonegoro memberikan sosialisasi Ziaroh Islam Nusantara (ZIN).

Sebelumnya Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro, Maimun Syafii memberikan ceramah dan mengingatkan pengurus yang hadir, tentang ibadah serta berkhitmat pada NU. Selain itu, menjalin ukhuwah Islamiyah itu sangat penting.

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Sosialisasi Ziarah Islam Nusantara

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed sedikit memberikan pengetahuan tentang kegiatan Muktamar NU di Jombang mendatang. Namun ia menerangkan bahwa  kegiatan yang pertama dan bermanfaat bagi NU, yakni sosialisasi ZIN.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"ZIN ini baru dibuka kegiatan ziarah. PCNU, MWC NU dan Ranting hendaknya memberikan informasi saja. Yang mau ziarah, PCNU menyiapkan bus," ujarnya.

Mantan ketua ISNU Bojonegoro itu juga memastikan, fasilitas ziarah harganya dibawa rata-rata. Bagi MWCNU yang mau menyosialisasikan ZIN ke para jamaah akan mendapat imbalan Rp 600 ribu setiap bus.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tetapi jika tidak merespon, maka tim PCNU akan terjun langsung sendiri ke ranting-ranting. "Jangan sampai NU yang mengadakan kegiatan, tapi pihak lain yang untung. Sehingga dengan adanya ini, semua pengurus NU dapat memperoleh berkahnya," imbuhnya.

Selain itu rencananya setelah ramadan nanti, PCNU Bojonegoro juga akan meluncurkan Baitul Mal Watanmil (BMT). Ia berharap kedepannya setiap MWCNU akan mempunyai BMT.

Dalam acara tersebut juga diberikan pengetahuan, sikap NU terkait penentuan idul fitri. Tetapi intinya NU akan menunggu hasil rukyat Lajnah Falakiyah PBNU dan Pemenrintah meskipun Muhammadiyah sudah memastikan hari Raya Idul Fitri 17 Juli. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Ubudiyah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter

Oleh A Muchlishon Rochmat

Sudah sepekan lebih kita malaksanakan ibadah puasa Ramadhan tahun 1438 H. Kedatangan bulan Ramadhan disambut gegap-gempita oleh kaum Muslimin di seluruh dunia, bahkan yang non-Muslim ikut merasakan berkahnya Ramadhan. Di bulan suci Ramadhan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah tahunan (annual worship) yaitu puasa (shiyam) Ramadhan selama satu bulan penuh.

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Laboratorium Pendidikan Karakter

Secara harfiah puasa atau shiyam memiliki makna menahan diri dari segala hal meskipun sebelumnya dihalalkan. Puasa bukan hanya melulu urusan makan, minum, dan berhubungan badan, tetapi kita bisa menarik makna puasa kepada dimensi yang lebih luas seperti menahan diri dari kerakusan harta benda, menahan diri dari yang bukan hak kita dan menahan diri dari sikap mementingkan diri sendiri.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat unik. Bagaimana tidak? Hanya dalam satu bulan, kemapanan tatanan sosial yang berjalan selama sebelas bulan sebelumnya bisa berubah total. Di bulan-bulan lainnya kita bisa makan sesuka kita, minum sesuka kita dan berhubungan–tentunya dengan istri yang sah–sesuka kita, kapanpun. Tetapi dengan kedatangan Ramadhan, semua itu berubah. Setiap Muslim berlomba-lomba untuk lebih giat beribadah kepada-Nya. Ibarat sebuah penjualan, bulan Ramadhan menawarkan bonus dan door prize yang begitu besarnya sehingga kaum Muslimin tak ingin melewatkan itu semua dengan sia-sia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ramadhan merupakan mashdar (infinitive) yang berasal dari kata ramidha-yarmadhu yang secara literal bermakna membakar, menyengat karena terik dan panas sekali. Memang pada saat bulan Ramadhan, cuaca di wilayah Arab begitu panasnya sehingga mampu membakar sesuatu yang kering. Dengan diwajibkannya puasa Ramadhan sejak tahun Ke-2 Hijriyah, Ramadhan ditetapkan sebagai bulan pembakar dosa, pembakar syahwat dan pembakar sifat-sifat buruk. Ramadhan ibarat kawah candradimuka atau laboratorium pendidikan karakter setiap kaum Muslimin di seluruh dunia.

Selama bulan Ramadhan ini, kaum Mukminin digembleng baik fisik dan mentalnya untuk menjadi pribadi lebih baik dan bertakwa, sebagaimana firman Allah dalam Ssurat Al-Baqarah ayat 183. Ibadah puasa sangat berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, karena ibadah puasa adalah ibadah hamba langsung kepada Rabb-nya. Hanya dia dan Allah yang mengetahui. Maka dari itu, sangat wajar kalau bulan Ramadhan menjadi laboratorium pendidikan mental karena puasa mengajarkan orang berpuasa untuk jujur, kuat, dan memiliki integritas tinggi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ada beberapa nilai yang bisa digali dalam pelaksanaan ibadah puasa. Pertama, puasa senantiasa mengajari kita untuk menahan dan mengendalikan diri. Dengan berpuasa kita dilarang untuk makan meskipun terasa lapar, kita dilarang minum meskipun terasa haus dan dilarang berhubungan berhungunan badan suami-istri meski terasa ada hasrat. Selain mengendalikan diri dari hal-hal yang bersifat fisik, puasa juga mengajari kita untuk mengendalikan emosi dan psikis kita seperti mengendalikan diri dari korupsi, berbohong, dan dari sifat-sifat buruk. Kalau seandainya puasa para pejabat kita berkualitas dan sesuai dengan ajaran agama, maka tidak akan ada lagi korupsi, gratifikasi, dan suap-menyuap.

Kedua, puasa mengajari kita untuk peduli akan sesama (sense of responsibility). Ibadah puasa merupakan ibadah yang memiliki nilai sosial paling tinggi. Di dalam praktiknya, kita diminta untuk berlapar-laparan dan berhaus-hausan agar kita merasakan langsung penderitaan saudara-saudara Muslim kita yang kurang mampu. Hanya dengan mengalami dan merasakan langsung jiwa sosial dan kepekaan kita terhadap sesama akan muncul dan terasah. Puasa mengajari kita untuk saling berbagi dan memberi kepada saudara yang kekurangan. Tidak ada ibadah yang memiliki nilai sosial melebihi ibadah puasa. Maka patut dipertanyakan kalau seandainya ada orang yang berpuasa sebulan penuh dan ia masih saja acuh terhadap keadaan sekitarnya yang memprihatinkan.

Ketiga, puasa melatih kita untuk mempererat dan memperkokoh senasib, mencintai, dan menyayangi sesama Muslim lainnya. Saat puasa Ramadhan tiba, banyak kelompok, komunitas, organisasi dan LSM yang menggelar sahur on the road dan buka puasa bersama di masjid-masjid, rumah-rumah dan kantor-kantor. Padahal peserta yang hadir sahur dan buka tersebut tidaklah saling kenal, tetapi karena adanya ibadah puasa mereka disatukan dan dipererat dalam sebuah jalinan tersebut.

Sekali lagi bahwa puasa Ramadhan itu unik, ia mampu memutar 360% kemapanan sosial yang sudah berlangsung selama sebelas bulan sebelumnya. Sudah seyogianya kita mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan memberi manfaat kepada yang lainnya, karena tidak ada laboratorium pendidikan karakter sebaik dan secanggih bulan Ramadhan ini.

*) Penulis adalah Jurnalis Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Wasekjen MPII PusatDari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah