Sabtu, 18 November 2017

IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banyak sekali berbagai amalan yang dapat dilakukan saat ibadah puasa. Mulai dari membaca Al-Qur’an, mengaji, berbakti kepada orang tua, atau bahkan membagi-bagikan takjil di pinggir jalan. Seperti agenda kegiatan puasa di hari ketiga yang dilakukan oleh PAC IPNU-IPPNU Rogojampi bersama MWC NU Kecamatan Rogojampi di kawasan Jalan Pangeran Diponegoro, No.211, depan kantor Kecamatan Banyuwangi. (29/05) menjelang waktu buka puasa.

Gelaran bakti sosial ini selain dihadiri pengurus IPNU IPPNU dan MWC NU Kecamatan Rogojampi, nampak hadir pula banom-banom NU.

IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil

Ketua PAC IPNU Rogojampi Khoerul Insani mengatakan, gelaran kegiatan ini penting dilakukan guna memunculkan kepekaan sosial dalam masyarakat.

"Puluhan kader-kader saya libatkan di rentetan aksi bakti sosial ini sebagai upaya pengaktifan nilai-nilai sosial di dalam diri mereka. Meski mereka masih kader-kader baru, antusias mereka dengan kegiatan ini sangat luar biasa," jelas Insani.

Insani menilai kegiatan ini sangat luar bisa menginspirasi sekali bagi teman-teman yang belum tergabung dengan organisasi NU. "Selain bakti sosial ini adalah dakwah, sekaligus memberikan tauladan bahwa masih banyak di negeri ini pemuda-pemuda NU yang memberikan inspirasi perubahan bagi negerinya," tutup Insani.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Sekretaris MWC NU Kecamatan Rogojampi Heri Dwi Setiawan menyampaikan, ini adalah kegiatan bakti sosial yang mengandung arti memberikan nilai-nilai pendidikan kader di organisasi Nahdlatul Ulama untuk para generasinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Saya harap nantinya mereka ketika benar-benar terjun di sosial masyarakat mereka mampu mewarnai kehidupan masyarakat ditengah-tengah ketimpangan sosial," harap Heri.

Acara tersebut juga menampilkan aksi live music yang diisi oleh NSC. Grop music yang mewadahi minat dan bakat kader PAC IPNU Rogojampi. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 17 November 2017

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Warta, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Jember, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Rais Syuriah PCNU Kencong KH Khoiruz Zad Maddah menyerukan agar NU terus meneguhkan komitmennya dalam berkebangsaan dan keragaman sekaligus menjadi contoh dalam bernegara. Sebab, komitmen kebersamaan dalam keragaman, bekangan ini semakin mengkhawatirkan. 

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneh Jika Umat Islam Menolak Keragaman

Penegasan tersebut  diungkapkan kiai yang akrab disapa Gus Ya pada Taushiyah Kebangsaan di aula kantor PCNU Kencong, Selasa (15/8).

Menurutnya, para ulama (NU) cukup memahami arti kebersamaan dalam keragaman. Bagi NU, katanya, keragaman budaya, suku, agama dan sebagainya adalah sunnatullah yang tidak bisa diganggu gugat, sehingga diharapkan keragaman itu tidak memberangus kebersamaan dan kerukunan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Bagi kiai dan ulama (NU), keragaman itu sudah biasa. Tidak ada masalah. Sikap  ini pula yang dipegang warga NU dalam bermazhab kepada beragam imam. Sehingga terasa aneh kalau ada orang Islam mempertanyakan, bahkan tidak setuju terhadap keragaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Lakpesdam NU Kencong, Mohammad Dasuki menyatakan betapa pentingnya bangsa Indonesia menghargai pluralitas. Sebab, tanpa saling menghargai dan menghormati, mustahil Indonesia bisa aman. 

"Kita semua perlu belajar dari  sejarah bahwa betapa keragaman mampu meluluhlantakkan suatu bangsa, jika tidak ada penghargaan terhadap keragaman itu sendiri," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Doa, Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat

Garut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah wafat, Drs.H.Enas Mabarti (72 taun) pada Ahad (13/4). Enas Mabarti adalah Ketua PCNU Kabupaten Garut (1987-1999), Ketua DPC PKB (1999-2004). Juga terkenal sebagai penulis, pelestari lingkungan, pendidik, dan politikus.

Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat

Sebagai penulis (dalam bahasa Sunda), Enas telah menghasilkan beberapa karya yang telah diterbitkan menjadi buku, yaitu “Gunem Rencep Sidem” (Percakapan Sunyi Sepi). Terbit tahun 2004. Buku itu sebuah prosa liris yang mengungkapkan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah Saw.

Nampaknya, Enas ingin melanjutkan tradisi puisi “mahabbah” model Syekh Barjanzi dan Bushiri (penulis “Burdah”). Buku tersebut diberi prolog oleh Hawe Setiawan, dan epilog dari saya. Novelnya berdjudul “Srie Sunarsasi” ditulis tahun 1974, dimuat bersambung di majalah Sunda “Mangle”. Diterbitkan tahun 2013. Mengisahkan percintaan terpendam dua aktivis mahasiswa Islam. Penuh renungan batin, suka duka, dan harapan, di tengah suasana panas menjelang peristiwa “G-30-S/PKI, tahun 1965, di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Enas yang “nyantri” di Krapyak selama kuliah di UII, mengungkap peran santri dan kiai dalam menghadapi intrik-intrik PKI.Termasuk peran spektatuler KH Warson Munawir (waktu itu Ketua GP Ansor Yogya) menyatukan kekuatan mahasiswa Islam dan “menyelamatkan” HMI dari pengganyangan CGMI (organ mahasiswa PKI).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Novel ini kaya unsur sejarah Indonesia kontemporer. Sebuah hal langka dalam dunia sastra Sunda. Karya lain, buku “Elmu Politik keur Warga NU” (Pendidikan Politik Bagi Warga NU), terbit tahun 2003. Berisi pemikiran Enas selama dipercaya menjadi Ketua PCNU Kabupaten Garut. Saya sendiri mendapat kehormatan memberi kata pengantar buku tersebut.

Sebagai pendidik, Enas pernah menjadi guru pada Sekolah Pendidikan Guru (SPG) “Ar Rahim” Garut, yang berada di bawah naungan LP Ma’arif (1976-1987). Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejaahteraan Sosial (STKS), kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP). Bersama Prof.Cecep Syarifuddin (Alm), STISIP menjadi cikal bakal Universitas Garut (UNIGA) sekarang.

Sebagai politikus, tahun 1977-1982, menjadi anggota DPRD Kabupaten Garut dari PPP (unsur NU). Setelah amal istirahat dari politik, Enas fokus mengurus NU. Namun, seiring reformasi yang diikuti kelahiran partai-partai baru, sebagai Ketua PCNU, Enas otomatis menjadi Ketua DPC PKB Garut. Kedudukannya itu,membawa Enas kembali ke DPRD Garut hasil Pemilu 1999. Waktu itu PKB mendapat lima kursi di situ. Hingga tahun 2004, kembali “pensiun” dari dunia politik, dan bersiap-siap menekuni kembali dunia tulis-menulis.

Sebagai pelestari lingkungan, Enas banyak membagikan bibit pohon kayu gratis kepada warga NU di desa-desa. Bahkan, puluhan jenis kayu hutan yang langka, sebagian dikirimkan kepada budayawan terkenal Ajip Rosidi yang bermukim di Pabelan, Magelang. Halaman rumah Ajip Rosidi yang luas,rimbun hijau berkat pohon kayu kiriman Enas.

Selamat jalan,Kang Enas. Semoga iman, Islam dan amal soleh Akang, diterima di sisi Allah SWT. (Usep Romli HM)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 16 November 2017

Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usia harapan hidup bagi mereka yang lanjut usia atau lansia kian meningkat. Dengan memberikan perhatian, diharapkan mereka menjadi lansia yang sehat, tetap aktif dan berdaya guna.

PC Muslimat NU Jombang ikut serta melakukan monitoring terhadap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Santun Lansia dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia yang ada di kota santri tersebut.?

Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Ikut Program Monitoring Puskesmas dan Posyandu Lansia

"Puskesmas santun lansia merupakan bentuk keseriusan pemerinah dalam memberikan peningkatan pelayanan kesehatan pada mereka yang belum berusia lansia maupun para lansia ke atas," kata Titik Ulfah, Selasa (9/8).

Programer lansia Dinas Kesehatan Jombang tersebut menjelaskan bahwa perhatikan harus diberikan kepada mereka yang masuk usia pra lansia yakni 45 tahun hingga 59 tahun, dan lansia yakni berumur 60 tahun ke atas. "Itu agar mereka mendapat pelayanan yang optimal di poli khusus lansia yakni Puskesmas Santun Lansia," terangnya saat berada di Desa Mentaos, Blimbing Gudo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keberadaan Puskesmas Santun Lansia menjadi penting lantaran usia harapan hidup kian meningkat menjadi 72 tahun. "Diharapkan mereka nanti menjadi lansia yang sehat, tetap aktif dan berdaya guna," ungkapnya.

Di samping Puskesmas Santun Lansia, di Jombang juga ada Posyandu lansia. Kegiatan di Pos Pelayanan Terpadu itu adalah senam lansia, rekreasi, karawitan, kerajinan tangan, membuat makanan, minuman, pengajian, ziarah wali, dan kegiatan penyuluhan yaitu nenek asuh.

"Peran Muslimat NU dalam Posyandu lansia dan juga Puskesmas santun lansia adalah ikut menggerakkan masyarakat agar aktif datang ke layanan kesehatan tersebut," kata Ny Hj Aisyah Muhammad. Dengan demikian,?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU ikut memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus turut memantau, serta melakukan monitoring terhadap pelaksanaannya di masyarakat, lanjutnya.

Kini di Kabupaten Jombang baru ada 7 Puskesmas santun lansia. Diharapkan seluruhnya yakni 34 puskesmas yang ada sudah memiliki layanan serupa. "Inilah pentingnya kegiatan monitoring Puskesmas santun lansia dengan lintas sektor dan lintas program, yang salah satunya melibatkan kami," kata Wakil Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.(Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, Syariah, Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hari Ini, LSN Region Jawa Tengah III Dibuka

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Sebanyak 30 tim pesantren bakal bersaing dalam perhelatan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Jawa Tengah Regional III di Tegal.

"Opening Ceremony LSN Region Jateng III akan dimulai Rabu sore (6/9) hari ini di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal," kata Ketua Panitia Pelaksana LSN Regional Jawa Tengah III Mustholah melalui Sekretaris Panpel Mubin saat dihubungi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Selasa (5/9).

Hari Ini, LSN Region Jawa Tengah III Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, LSN Region Jawa Tengah III Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, LSN Region Jawa Tengah III Dibuka

Ia menjelaskan, LSN 2017 Jateng Region 3 berasal dari eks Karesidenan Pekalongan dan Banyumas terdiri atas Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Banyumas, dan Kebumen.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Untuk tahun ini (2017), ada 30 peserta Liga Santri Nusantara," terangnya.

Menurutnya, opening ceremony rencananya akan dihadiri oleh Ketua RMI pusat Gus Rozin Sahal selaku Panitia Nasional LSN, Koordinator Regional Jateng III, Bupati Tegal, Ketua PCNU Tegal, Ketua RMI Tegal dan lain-lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Acara akan dimeriahkan dengan penampilan seni kuntulan, atraksi pencak silat pagar Nusa, dan seni barongsai," imbuhnya.

Sementara itu, pada kick off perdana akan bertanding Bustan FC dari Pesantren Bustanul Ulum Ketanggungan, Brebes melawan Mahadut Tholabah FC dari Pesantren Mahadut Tholabah Lebaksiu Tegal. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air

Pekalongan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ulama asal California, Amerika Serikat Syekh Abdul Aziz turut hadir dalam perhelatan Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara? yang digelar JATMAN di Pekalongan, Jawa Tengah. Syekh Aziz berkisah tentang Nabi Muhammad SAW yang begitu amat mencintai negerinya. Hal ini dia sampaikan saat sesi diskusi, Kamis (28/7) di Hotel Santika Pekalongan.

Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air

"Ada berapa rumah Rasulullah SAW,” tanya Syekh Abdul Aziz kepada hadirin.

Setelah Fathu Makkah, lanjutnya, Rasulullah ditawarkan kembali ke rumah beliau yang dulu di Makkah atau rumah istrinya, Sayyidah Khodijah.?

Apa jawab Rasulullah? "Aku lebih suka kembali ke Madinah, karena dari Madinah awal mula kejayaan dan kemuliaan Islam".

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beliau saat berhijrah juga berdoa: "Ya Allah, engkau mengetahui betapa aku sangat mencintai Makkah sebagai tanah airku, maka berilah aku tanah air yang lebih aku cintai daripada Makkah."

Rasulullah juga berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya Rasul dan kekasih-Mu Ibrahim as. Pernah memohon kepada-Mu untuk kemuliaan Makkah dan Engkau mengabulkannya, maka aku memohon pada-Mu untuk kemuliaan madinah agar Engkau mengabulkannya."?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari riwayat ini, Syekh Abdul Aziz ingin menekankan bahwa sudah semestinya sebuah bangsa mencintai tanah airnya. Kata bangsa dalam hal ini adalah setiap individu, apapun keyakinan, suku, maupun bahasanya sehingga mampu menumbuhkan kesadaran membela dan memperkuat negaranya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah