Rabu, 08 November 2017

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda berpendapat bahwa perda ketertiban umum yang melarang memberi pada pengemis, menjadi pengamen, pedagang asongan atau pengelap mobil dilematis.

“Persoalannya memang dilematis, disatu sisi kalau kita memberi uang pada pengemis, mereka kadang tak mau berusaha, disisi lain, kalau tidak kita beri, mereka kelaparan,” katanya di PBNU, Jum’at (14/9).

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Dalam aturan ketertiban umum yang merupakan revisi dari Perda 11/1988, mereka yang melanggar bisa dikenai pidana kurungan 20 hari sampai 90 hari atau denda Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 30 juta.

Kiai Nuril lebih setuju jika dana yang diinfakkan diserahkan kepada lembaga amal, rumah yatim piatu, rumah jompo yang selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut buat yang berhak.

“Kita shodaqohkan atau infakkan harta kita kepada yayasan yatim piatu atau lembaga lainnya, biar mereka yang mengelola anak yatim, pengemis dan lainnya,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

 

Tumbuhnya para pengemis, pedagang asongan dan lainnya di Jakarta diakibatkan oleh magnet yang menjadi daya tarik masyarakat dari daerah untuk datang ke ibukota dengan modal nekat. Karena tidak memiliki keahlian, akhirnya mereka berusaha bertahan hidup dengan segala cara.

“Idealnya, fakir miskin dan anak yatim memang dipelihara oleh negara seusai amanat UUD 1945. Namun departemen sosial yang bertugas mengelolanya memang belum maksimal karena yang miskin memang banyak sekali,” katanya.

Dijelaskannya bahwa sudah sunnatullah di sebuah negara ada orang kaya dan orang miskin. Disinilah peran zakat, infak dan shodaqah bisa membantu mereka yang kekurangan. “Shodaqoh terbaik adalah kepada para saudara yang masih memiliki hubungan darah yang masih kekurangan, ini akan sangat membantu mereka,” paparnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Doa, Pahlawan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Lajnah Falakiyah NU KH Ghozalie Masroeri berpendapat bahwa intervensi pemerintah sah dalam beberapa masalah keagamaan, termasuk dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri demi kemaslahatan ummat.

Demikian diungkapkannya dalam pembukaan Silaturrahmi Nasional Ahli Hisab dan Ahli Rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di Ponpes Al Hikmah 2 Benda Bumiayu Brebes, Kamis malam (6/9).

Kiai Ghozalie memberi contoh adanya tiga metode dalam melakukan ibadah haji. Namun demikian, pemerintah memutuskan menggunakan metode haji tamattuk bagi jamaah haji dari Indonesia.

KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ghozalie Masroeri: Intervensi Pemerintah Sah untuk Kemaslahatan

Dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri 1428 H. pemerintah akan melakukan rukyah online pada 11 dan 12 September mendatang yang ditampilkan di TV dari lima lokasi yang mencakup Aceh, Semarang, Bandung, Makassar dan Gresik agar masyarakat bisa melihat secara langsung munculnya awal bulan.

Kiai Ghozalie menjelaskan bahwa pertemuan nasional ahli hisab dan rukyah ini dilakukan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas dilingkungan NU. Terdapat sekitar 100 ahli perwakilan LFNU dan pesantren yang datang dari seluruh Indonesia.

Untuk Ramadhan dan Lebaran mendatang, LFNU siap melakukan rukyah di 31 titik strategis diseluruh Indonesia. Mereka yang melakukan rukyah adalah para ahli rukyah yang sudah bersertifikat agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan rukyah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hasil rukyah ini nantinya menjadi masukan dalam sidang istath di departemen agama dan menjadi keputusan PBNU yang diikhbarkan ke seluruh masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelumnya PBNU telah mengadakan pelatihan bagi ahli hisab dan rukyah di Semarang Jawa Tengah. Kegiatan ini diinspirasi oleh perbedaan Idul Fitri antara PBNU dan PWNU Jawa Timur. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Sejarah, Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah

Jember,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Manusia wajib menjalankan fungsinya yang mulia, yaitu sebagai abdullah dan khalifatullah. Sebagai abdullah, manusia dituntut beribadah kepada Allah. Sebagai khlaifatullah, manusia dituntut  untuk memperlakukan bumi dan sisinya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban Islam.

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, KH. Misbahussalam saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus MWCNU Bangsalsari, Selasa (9/9).

Menurut H. Misbah, sapaan akrabnya, peran manusia sebagai abdulah dan khlafifatullah harus seimbang dan selaras.  "Itulah yang dimaksud dengan tawazun dalam prinsisp-prinsip NU. Dan itulah tujuan kita bergabung dengan NU; menjalankan fungsi kita sebagai abdullah dan khalifatullah," ucapnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan tujuan yang kedua, tambahnya, adalah menjalani hidup sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sehingga selamat di dunia dan akhirat, berkumpul dengan para ulama di surga-Nya kelak. H. Misbah mengakui, point yang kedua ini terdengar klasik, tapi justru itulah yang sejatinya menjadi tujuan semua  manusia. "Kita  semua ingin sukses di dunia dan selamat di  akhirat," ucapnya.

H. Misbah menambahkan, warga nadhliyyin juga dituntut untuk membela dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dikatakannya, tegaknya NKRI tidak lepas dari usaha dan perjuagan para ulama NU. "Sehingga kita selaku warga NU, wajib menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara pelantikan itu sendiri digelar di lapangan Curahcabe, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, persis di depan Gedung MWCNU Bangsalsari yang baru selesai dibangun.

Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin, anggota Muslimat NU, Fatayat, GP. Anshor dan para pengasuh Pondok Pesantren se-Kecamatan Bangsalsari. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin oleh H. Misbah. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh, Bahtsul Masail, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 07 November 2017

Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi”

Tasikmalaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Penyair Gusjur Mahessa tampil di acara Ngalogat Sastra Lesbumi NU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat di Halaman Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47, Ahad (29/5) malam. Melalui puisi-puisi yang bertemakan "Mending Gelo daripada Korupsi", Gusjur berhasil membawa imajinasi yang hadir untuk kembali mengingat bahwa banyak yang berteriak anti korupai, tapi nyatanya korupsi juga.

Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi” (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyair Ini Angkat Tema “Mending Gelo daripada Korupsi”

"Maka, daripada korupsi mending gelo (gila)," kata Ketua Lesbumi, Aan Farhan yang hadir dalam pertunjukkan tersebut.

Penampilan penyair kelahiran 1 Agustus 1966 di suatu Kabupaten di Jawa Timur ini menyajikan puisi-puisi hasil refleksi pengalaman sendiri. Bertema dari pertanyaan tentang diri seperti yang berjudul "Aku Bukan Anak Kecil", Agama sampai ke Demokrasi menggunakan bahasa sangat jujur.

"Gus, kenapa kau selalu menyuruhku. Aku bukan anak kecil. Gus aku bukan anak kecil. Umurku udah 40 tahun lebih. Maaf aku. Gusti Yang Agung..mmuaaach," kata Gusjur sambil mengecup telapak tangannya saat membacakan syair.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam puisi berjudul Mending Gelo daripada Korupsi, Gusjur begitu eksentrik. Dengan memakai seragam Banser, Gusjur ekspresif sekali ketika bilang, "Hai kamu. Katanya kampanye anti korupsi. Ternyata kok malah dipenjara karena korupsi. Gubrak," kata Gusjur sambil menjatuhkan diri.

Penonton pun langsung tertawa karena ekspresi penyair yang kerap dipanggil Agus Jurig itu begitu mengena dan ekspresif dengan setiap kata yang dilantunkannya. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Doa Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Masyarakat Baduy yang tinggal di kecamatan Kanekes kabupaten Lebak Provinsi Banten, sejak lama dikenal sebagai masyarakat adat yang tertutup dari jangkauan peradaban luar. Namun seiring bergulirnya waktu beberapa entitas dan komunitas masyarakat Baduy mulai berusaha membuka diri terhadap peradaban dan pengetahuan yang lebih luas.

Salah komunitas yang berusaha membuka diri terhadap pengetahuan yang lebih luas adalah Komunitas Saung Belajar yang terletak di Luwung Titipan, sekitaran kawasan pemukiman Baduy. Komunitas Saung Belajar ini mengajarkan anak-anak Baduy Dalam untuk belajar membaca dan menulis.

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Demikian dinyatakan oleh Mang Pulung saat berkunjung ke Kantor Redaksi Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Ahad (14/6). Menurut Mang Pulung, memang ada beberapa kendala terkait proses belajar di Saung yang dibangunnya ini antara lain letaknya yang di luar perkampungan dan adat yang mengikat masyarakat Baduy.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dulu pernah ada seorang pengajar yang ditugaskan oleh pemerintah bernama Guru Asid dari Karang Balang, tetapi karena ia sudah pindah ke Gunung Talaga, maka kegiatan belajar jadi terhenti untuk sementara. Anak-anak tidak mau belajarnya pinda karena lokasinya yang jauh dari pemukiman Baduy," tutur Mang Pulung.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Mang Pulung menjelaskan, kendala-kendala dalam proses belajar di saungnya antara lain adalah keterbatasan sarana belajar dan teguran dari kokolot (sesepuh) adat. Termasuk adanya aturan tidak boleh berseragam dan tidak boleh membawa perlengkapan belajar pulang ke rumah.

Lelaki berumur 45 tahun ini bahkan mengaku sempat putus asa dalam mengupayakan Komunitas Saung Belajarnya. "Tapi Alhamdulillah, ada banyak kawan dari luar yang turut membantu menyiapkan perlengkapan dan sara belajar di Saung ini," tandas ayah dari seorang putri berusia 12 tahun ini.

Masyarakat Baduy tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka.

Bahkan hingga hari ini, walaupun sejak era Suharto pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka, orang Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut.

Akibatnya, mayoritas populasi yang berjumlah sekitar 5.000 hingga 8.000 orang ini tetap tidak dapat membaca atau menulis hingga sekarang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Internasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gus Dar Buka Wawasan Siswa Lewat Pendidikan Kepemimpinan

Pamekasan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengasuh Pesantren Nurul Falah, Batu Bintang, Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan KH Mudarris (Gus Dar) menyampaikan wawasan keilmuan para siswa melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Jumat (27/1). Kegiatan yang diikuti OSIS MTs dan SMA Nurul Falah ini akan berlangsung hingga Ahad (29/1) mendatang.

"LDKS diketengahkan atas kesadaran bahwa siswa merupakan bagian atau komponen yang penting diperhatikan sebagai generasi masa depan. Dari itu, siswa menjadi bidikan utama dalam LDKS untuk menjadi lebih baik dan terampil," ujar Gus Dar.

Gus Dar Buka Wawasan Siswa Lewat Pendidikan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dar Buka Wawasan Siswa Lewat Pendidikan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dar Buka Wawasan Siswa Lewat Pendidikan Kepemimpinan

Menurutnya, perjuangan dalam mencerdaskan generasi bangsa tidak akan pernah selesai. Selama hayat masih dikandung badan, pengabdian adalah pilihan paling aman untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

"Aman dari hiruk-pikuk dan carut marut keadaan yang sudah mulai kacau. Ingar bingar kehidupan saat ini sangat mengontaminasi pola pikir banyak orang, dan siapa saja termasuk siswa," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jika siswa hari ini tidak diperhatikan secara sungguh dengan berbagai macam persoalan yang menimpanya, terutama integritas siswa, sikap dan perilaku yang mulai menyimpang, kata Gus Dar, maka keberlangsungan hidup negeri ini akan terancam punah.

LDKS adalah bagian dari sekian banyak kegiatan yang diharapkan mampu memberikan wawasan dan perubahan terhadap pola pikir siswa. Sejak dini, siswa harus diperkenalkan dengan berbagai hal, termasuk bagaimana menjadi pemimpin dan mengelola sebuah organisasi. Dari sinilah, kemampuan siswa akan terbentuk.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Meski tempat kami hidup–sebagian orang mengatakan–terpencil, tepatnya di Batu Bintang, kecamatan Batu Marmar, tapi kami tidak putus asa untuk memberikan yang terbaik, menciptakan siswa kreatif, inovatif, dan produktif.”

Menurutny, hal ini sudah sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan ini, yaitu akselerasi pembangunan mental, menuju siswa kreatif, inovatif, dan produktif berlandaskan Imtaq dan Iptek.

Sebagai inisiator, Gus Dar mendoakan agar kegiatan yang diselenggarakan dalam kurun waktu tiga hari ke depan ini tidak mendapatkan suatu halangan yang berarti; mendapat ridha Allah SWT dan bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bupati Pringsewu Ajak Alumni Santri Tunjukkan Jati Diri di Segala Profesi

Pringsewu, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober harus menjadi momen kebangkitan santri dalam ikut berperan serta membangun Indonesia. Dalam lingkup kabupaten, santri di Pringsewu juga harus ikut memberikan warna dalam perjalanan pembangunan menuju arah Pringsewu yang lebih baik.

Hal ini disampaikan Bupati Pringsewu H Sujadi saat hadir dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan oleh GP Ansor NU Kabupaten Pringsewu di Aula Gedung NU, Jumat (21/10) malam.

Bupati Pringsewu Ajak Alumni Santri Tunjukkan Jati Diri di Segala Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Pringsewu Ajak Alumni Santri Tunjukkan Jati Diri di Segala Profesi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Pringsewu Ajak Alumni Santri Tunjukkan Jati Diri di Segala Profesi

Santri alumnus Pesantren Kalibeber Temanggung ini juga mengatakan, dalam berpartisipasi dalam pembangunan, seorang santri harus teguh memegang prinsip dan jati dirinya agar apa yang dilakukannya sesuai dengan kesantriannya yang berpegang teguh pada agama.

"Di manapun kita, apapun kita, siapapun kita, sebagai santri kita harus memiliki sifat kesantrian yang teguh dan memberikan nuansa kesantrian pada aktivitas kita," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mustasyar PCNU Pringsewu ini menyatakan, santri harus memiliki kebanggan terhadap jati dirinya. Kebanggaan itu bukan ditujukan untuk takabur atau sombong, namun untuk memberikan nuansa spiritual kepada lingkungan sekitar.

Sejarah mencatat bahwa banyak para pahlawan yang terinspirasi oleh para santri sekaligus tersulut semangatnya dalam berjuang memerdekakan Indonesia. Ia mencontohkan seperti Bung Tomo yang memekikkan perjuangan untuk bebas dari penjajah dan RA Kartini dengan konsep "Habis Gelap Terbitlah Terang" yang semua itu terdorong karena kesemangatan santri.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam kegiatan yang dihadiri segenap pengurus dan anggota GP Ansor Pringsewu ini juga dilakukan Pembacaan Dua Paket Shalawat Nariyah yang merupakan salah satu instruksi PBNU melalui kegiatan Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah.

Pembacaan yang ditujukan untuk keselamatan bangsa ini dipimpin oleh Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim dan dilanjutkan dengan pembacaan Simtudduror. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh, Sejarah, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah