Rabu, 13 September 2017

Membumikan Teologi Tambang

Oleh Wasid Mansyur

Kasus pengeroyokan yang menimpa Salim “Kancil” dan Tosan baru-baru ini semakin menunjukkan potret buram pengelolaan tambang di negeri kaya alam ini. Keduanya, sebagaimana diketahui, adalah salah satu dari sekian aktivis yang menolak pertambangan pasir ilegal di Lumajang, meskipun akhirnya Salim harus kehilangan nyawa, sementara Tosan sampai hari ini masih dalam proses perawatan di rumah sakit.

Membumikan Teologi Tambang (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Teologi Tambang (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Teologi Tambang

Kejadian ini sangat memilukan, apalagi penghasilan tambang pasir cukup besar dan menggiurkan sehingga dalam kenyataannya hanya dinikmati oleh beberapa gelintir orang. Bahkan, kepala desa Awar-Awar sebagai salah satu tersangka dalam kasus ini dipandang cukup besar perolehan upetinya dibandingkan dengan upeti untuk pemkab Lumajang. (Jawa Pos, 05/10). Di sisi yang berbeda, masyarakat terdekat, khususnya di Desa Selok Awar-Awar tidak menikmati apa-apa dari hasil tambang ini, kecuali kerusakan lingkungan akibat eksploitasi tambang pasir yang dikelola dengan cara rakus dan mengenyampingkan akal sehat.

Oleh karenanya, dapat dimaknai bahwa pemanfaatan tambang selama ini, menurut penulis, tidak berbanding lurus dengan keyakinan kita dalam beragama. Agama yang dipahami masih banyak berkutat pada persoalan ritual, belum banyak menyentuh apalagi menjadi kekuatan etik bagi pengelo lahan tambang. Padahal, limpahan hasil alam dan tambang di negeri ini adalah karunia yang cukup besar dari Allah SWT agar dimanfaatkan dengan baik, bukan malah dirusak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jihad Pertambangan

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya tidak berarti apa-apa, kecuali bila pelakunya mampu membumikan keimanan itu menjadi tindakan nyata. Mengutip Imam al-Ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulum al-Din, proses pembumian keimanan itu bisa dilakukan dengan meneladani sifat-sifat luhur Allah dan Rasulnya. Ucapan tentang keimanan, tanpa tindakan akan kurang memberikan efek manfaat secara nyata bagi masyarakat luas.

Oleh karenanya, bila dikait dengan tambang, keharusan mengelolahnya dengan baik dan menghindari eksplotasi yang berujung pada perusakan ekosistem lingkungan adalah kewajiban orang yang beriman (Mukmin). Komitmen ini didasari bukan karena akal sehat menolak kerusakan, tapi sekaligus implementasi keimanan kepada sang Pencipta, Allah. Pasalnya, Surat al-A’raf; 56 telah menegaskan agar kita tidak sekali-kali melakukan kerusakan di muka bumi setelah terjadi perbaikan, Wala tufsidu fi al-ardhi ba’da ishlahiha.

Jika merasa Mukmin, tapi di lain tempat melakukan perusakan terhadap alam, maka keberimanannya dipandang dusta. Dikatakan dusta sebab ia telah menjadikan keberimanannya hanya sebatas formalitas belaka, padahal menjaga keindahan alam sejatinya adalah bagian dari menjaga keindahan kreasi-Nya, yang termasuk bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan. Bagaimana bisa dikatakan Mukmin sejati, bila akhirnya dalam setiap saat melakukan pengerusakan atau pembunuhan terhadap ciptaan-Nya.

Tapi, memang harus diakui kerakusan atau keserakahan acap kali menjadi penyebab seseorang lupa terhadap jati dirinya sebagai Mukmin. Akibatnya, pengelolaan tambang bukan dalam rangka memanfaatkan alam, tapi lebih pada tindakan eksploitasi sehingga tidak mengindahkan pada kesimbangan ekosistem lingkungan. Lagi-lagi demi meraup keutungan sebanyak-banyaknya, padahal akibat dari kerusakan alam hari ini pastinya akan “dinikmati” bencananya oleh anak cucu kita di masa yang akan datang.

Apa yang dilakukan Salim dan Tosan merupakan langkah jihad, setidaknya jihad melawan nafsu rakus dan serakah.? Perlawanan keras dari kedua aktivis ini cukup wajar sebab mereka berhadapan langsung dengan kondisi di lapangan, yakni bagaimana pertambangan pasir itu terjadi sudah melampaui batas-batas kemanusiaan akibat tidak mengindahkan sisi kerusakan lingkungan.

Dalam konteks yang lebih luas, serta belajar dari kasus Salimdan Tosan, semua elemen masyarakat harus bersatu dalam rangka melawan segala bentuk apapun kaitannya dengan pengelolaan tambang yang merusak ekosistem lingkungan. Kesatuan masyarakat sipil diharapkan mampu mendorong kekuatan lain, baik dari pemegang kebijakan yang atau pemegang modal, untuk tidak semena-mena mengeksporasi alam hanya untuk kepentingan ekonomi.

Pada akhirnya, upaya ini kembali pada kita semua sebagai insan yang beriman. Pastinya, pengerusakan terhadap alam adalah bagian dari pengingkaran terhadap nilai-nilai keimanan. Karenanya, memerangi perusak alam? atau penambang liar berbanding lurus dengan memerangi korupsi dan radikalisme sebab sama-sama bertentangan dengan prinsip kesalehan sejati sebagai buah dari keimanan, yakni kesalehan pada Allah dan Makhluk-Nya.

*) Wasid Mansyur, Aktif di Lembaga Majelis Dzikirdan Sholawat Rijalul Ansor, Gerakan Pemuda Ansor Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk memperingati hari lahir ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) menggelar bakti sosial, Ahad (28/2) di Gedung PBNU 2, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Bakti sosial diwujudkan dalam bentuk pembagian sembako murah dan tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), yaitu tes untuk mengetahui kemungkinan seorang perempuan mengidap kanker serviks.

Ketua PP LKKNU, Hj Ida Fauziah menyampaikan, sebagai bagian dari lembaga yang dimiliki PBNU, LKKNU ingin berkontribusi membangun keluarga maslahat. Keluarga maslahat adalah keluarga yang sehat jasmani dan rohaninya. Kesehatan itu harus dimiliki oleh anak, bapak, dan ibu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

LKKNU mengaku prihatin dengan angka kematian perempuan akibat mengidap kanker, dan yang sangat banyak adalah kanker serviks. “Kalau dalam keluarga di Indonesa yang pada umumnya menganut patriarki, kalau ibu sakit itu keluarga sakit. Kita ingin ibu sehat, dengan cara mengantisipasi adanya kanker serviks melalui tes IVA,” tutur Ida.

Ida berharap perempuan di Indonesia pada umumnya setia dengan pasangannya, tidak berganti-ganti pasangan, tak menikahkan anak di usia dini, dan sebaliknya bila sudah usia menikah segera menikahkannya karena salah satu penyebab kanker serviks adalah terlambat menikah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Turut berbicara dalam sesi penyuluhan kesehatan Dr. Wanda Wimalasari yang mengupas tentang bahaya, penyebab dan pencegahan kanker serviks.

Acara bertemakan “Selamatkan Perempuan Indonesia dari Bahaya Kanker’ ini terselenggara atas kerja sama Pengurus Pusat LKKNU dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hadir dari pihak Perum Bulog adalah Sekretaris Perusahaan Djoni Nur Ashari yang mengungkapkan bahwa Bulog siap untuk membantu kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti yang dilakukan LKKNU. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya bermanfaat namun juga tanggung jawab perusahaan dalam rangka memberdayakan masyarakat.

Pembagian sembako murah yang melengkapi acara tersebut berlangsung meriah, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang datang mengikuti kegiatan, walaupun berada dalam suasana gerimis. Hj.Mimin (60 tahun), salah satu warga sasaran bakti sosial mengatakan sangat senang karena dapat sembako dengan harga murah.

Adapun Suhartini (40 tahun) warga lainnya, mengatakan tertarik dengan acara tersebut karena ingin tahu kesehatannya dan itu semua dilakukan dengan gratis.

Sementara Sutarni (40 tahun) yang mengikuti tes IVA mengaku tertarik mengikuti bakti sosial LKKNU karena ingin memiliki anak. Wanita yang sudah empat tahun menikah ini berharap, setelah diperiksa akan diketahui penyebab mengapa belum punya anak dan dapat diatasi solusinya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Amalan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 11 September 2017

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ?

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 09 September 2017

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa

Pati, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ujian Madrasah (UM) untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselenggarakan 6-11 April 2015. Di Jawa Tengah, UM diikuti oleh ratusan madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Ketua Panitia Ujian Madrasah Pimpinan W LP Ma’arif NU Jateng Muh Junaidi mengatakan, peserta UM tingkat MTs/SMP tahun ini mencapai 57.500 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 597 MTs dan 79 SMP yang tersebar  di seluruh cabang LP Ma’arif NU Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah.

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa

Lebih lanjut Junaidi mengungkapkan bahwa untuk melihat langsung pelaksanaan UM di daerah-daerah, PW LP Ma’arif NU Jateng melaksanakan pengawasan ke beberapa madrasah/sekolah. Beberapa daerah  yang dijadikan sampel pengawasan, antara lain Kabupaten Pati, Kabupaten Magelang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tujuan monitoring ini untuk mengetahui apakah pelaksanaan UM ini sudah sesuai ketentuan atau belum. Merespon aspirasi cabang terkait pelaksanaan ujian. Memonitor  kendala-kendala yang muncul seperti validitas soal, kualitas cetak naskah, dan lain sebagainya,” kata Junaidi yang juga menjadi Kepala MTsN 1 Semarang ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamal, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Perguruan Islam Munomen (PIM) Gembong Pati saat menerima kunjungan PW LP Ma’arif NU Jateng mengatakan, secara garis besar soal-soal UM dari wilayah cukup baik. “Sudah sesuai Standar Kelulusan (SKL), bahasa yang digunakan juga bagus. Hanya memang masih ada beberapa kesalahan teknis. Tetapi bisa kami atasi,” jelasnya.  (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Nasional, Meme Islam, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes

Brebes, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah turut mendoakan keamanan dan keselamatan masyarakat melalui dzikir Asmaul Husna di Pondok Pesantren Assalafiyah II Saditan Brebes, Sabtu malam (30/4).?

Meski memilih netral dalam Pilkada Brebes mendatang, namun mereka berharap pesta demokrasi itu berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa? kebaikan bagi masyarakat.

Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, IKA-PMII Doakan Keselamatan Brebes

Dzikir Mujahadah ini dipimpin langsung kreator Nadhaman Asmaul Husna, KH Amjad Al-Hafidz dari Semarang. Sebelumnya, Amjad mengupas kemuliaan nama dan sifat Tuhan dalam Asmaul Husna itu. Di dalamnya juga mengandung banyak fadilah dan khasiat sebagai bentuk hadiah dari Allah SWT. Di antaranya, keselamatan, pembangunan, hingga kenikmatan surga.

Ketua IKA-PMII Kabupaten Brebes, Nasirul Umam ST mengatakan, disamping untuk menjalin silaturrahim khususnya para alumni PMII di Kabupaten Brebes, kegiatan tersebut sebagai ikhtiar untuk melesatarikan tradisi dzikir kepada masyarakat. Dzikir akan tetap relevan untuk menyeimbangkan agar tidak terjadi disharmonisasi kemanusiaan kita.?

"Silaturrahmi dengan sahabat-sahabat alumni meski tidak semuanya bisa hadir karena berbagai keperluan yang ada, hasil pendataan kami sudah lakukan di seluruh kecamatan jumlah IKA PMII Kabupaten Brebes lebih dari seribuan orang, " ucap Wakil Ketua DPRD Brebes ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Terkait dengan Pilkada Brebes 2017, pihaknya menyatakan secara lembaga, IKA-PMII netral untuk berpolitik praktis, dan tidak memihak atau mendukung kepada siapapun. Namun, pihaknya juga berharap agar pesta demokrasi itu tetap mampu menghasilkan apa yang diharapkan masyarakat.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Mujahadah Asmaul Husna ini merupakan salah satu ikhtiar kami agar bisa bermanfaat besar, termasuk Pilkada bisa berjalan baik, damai dan menghasilkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Kami netral namun siap berkontribusi demi konsep kerakyatan dan? kesejahteraan masyarakat. (wasdiun/abdullah alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi

Tegal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua terpilih Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Aenul Huroh mengungkapkan arti pentingnya kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Kerja kolektif, menjadi modal utama besarkan sebuah organisasi, termasuk Fatayat NU.

Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Seluruh Anggota Modal Besarkan Organisasi

“Apalah artinya seorang ketua tanpa didukung oleh anggota. Kerja organisasi adalah kerja kolektif yang dibuktikan dengan dukungan seluruh jajaran kepengurusan dan anggota dalam memajukan organisasi,” ungkap Aenul usai terpilih sebagai Ketua Ranting Fatayat NU Danawari, Balapulang, Kabupaten Tegal pada Rapat Anggota di MDA Tarbiyatul Mubtadiin Danawarih, Jumat (31/03). ?

Persatuan dan kesatuan serta silaturahmi, lanjutnya, akan mengokohkan tubuh organisasi. Dan bila ada satu yang rusak bisa digantikan dengan yang lain. “Jangan merasa menjadi yang terbesar, kalau diri sendiri belum bisa memberi yang terbaik untuk organisasi,” tandasnya.

Pada sesi pemilihan ketua, Rapat Anggota yang dipimpin Ketua PAC Fatayat NU Balapulang Peni Arsiyani, berhasil memilih Aenul untuk masa bakti 2017-2020. Dalam sidang pleno tersebut, Aenul Huroh mendapat 52 suara dari 118 suara yang diperebutkan menggantikan Lutfiyah. Calon lain, Mutamimah SD meraih 24 suara, Sunarti (18), Hj Lutfiyah (14), Lismiati (8), Masrokha (1) dan blangko 1 suara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Agenda tiga tahunan itu, dihadiri Ketua Tanfidziyah NU Danawarih Muhdi beserta perwakilan Badan Otonom NU Ranting seperti PR Muslimat NU Danawarih, PR IPNU-IPPNU dan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Balapulang.

Dalam Rapat Anggota disampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Fatayat NU Danawarih masa bakti 2013-2017 oleh Ketua Ranting. LPJ diterima oleh semua anggota yang hadir sejumlah 118 peserta dari utusan 6 anak ranting.

Ketua PAC Fatayat NU Balapulang Peni Arsiyani berharap, ketua terpilih dapat menjalankan kepemimpinan tiga tahun kedepan lebih baik lagi dan dapat melaksanakan amanat yang diemban. “Semoga ketua terpilih dapat mengemban amanah 3 tahun kedepan dengan sepenuh hati,” harapnya. (Hasan/Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sejumlah program nyata Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) harus seiring dengan penguatan ideologi. Untuk itu, Ketua Umum Pimpinan Pusa Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh kader untuk melakukan kajian secara mendalam tentang tema Pancasila, Agama dan Negara.

Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Dorong Penguatan Paham Pancasila, Agama dan Negara

Rancangan program strategis tersebut disampaikan Khofifah, Jumat (24/3) di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat saat memberi pengarahan pada malam ta’aruf sebelum pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU.

Di hadapan para pengurus wilayah dan cabang seluruh Indonesia itu, Menteri Sosial RI ini menekankan langkah-langkah konkret dalam penguatan ketiga aspek penting tersebut.?

Pihaknya akan mengawali langkah ini dengan mengadakan diskusi kebangsaan tentang peran Pancasila, Agama dan Negara dalam perspektif Muslimat NU dengan menghadirkan sejumlah narasumber.

“Diskusi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Rapimnas sebelum menggelar Harlah dan Pelantikan pengurus di Masjid Istiqlal. Narasumber yang akan dihadirkan antara lain KH Salahuddin Wahid, Yudi Latif, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan,” ujar Khofifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, diskusi tersebut merupakan lengkah awal bagi para kader di wilayah maupun cabang untuk mengadakan diskusi serupa dengan patokan tema yang sama.?

“Para kader bisa memperbaharui tema seperti Pancasila dan NU, Pancasila dan Negara, Pancasila dan Agama, Pancasila dan Aswaja, serta tema-tema sejenis asal masih dalam koridor ketiga aspek yang dimaksud,” ujar perempuan kelahiran Surabaya itu.

Khofifah menegaskan, perspektif Muslimat NU penting dalam memandang Pancasila, Agama, dan Negara. Para pengurus di daerah dapat membuat rancangan kajian rutin terkait tema-tema tersebut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tokoh-tokoh lokal bisa dihadirkan untuk menyumbangkan padangan dan pemikirannya. Hal ini bisa memberikan perspektif pandangan yang lebih konkret,” tuturnya.

Menurutnya, jika hal ini bisa didorong dan dilakukan secara maksimal di kalangan seluruh kader Muslimat, ia meyakini Muslimat dapat memberikan pandangan untuk penguatan ideologi secara menyuluruh.

“Dalam forum-forum selanjutnya, perspektif Muslimat atas tema-tema tersebut dari berbagai daerah bisa dirancang menjadi satu sehingga utuh,” tandas Khofifah.

Dalam Rapimnas yang akan dibuka oleh salah seorang Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani pada Sabtu (25/3) itu, peserta berasal dari 34 Pimpinan Wilayah dan sekitar 180 Pimpinan Cabang berprestasi.?

Kegiatan Rapimnas ini berlangsung hingga Ahad (26/3) mendatang yang akan dilanjut dengan diskusi kebangsaan dan kegiatan puncak Harlah ke-71 Muslimat NU dibarengi dengan pelantikan pengurus baru PP Muslimat NU. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Makam, Sejarah, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah