Rabu, 30 Agustus 2017

Cara Cerdas Imam Syafi’i Terbebas Eksekusi Fitnah Hoaks

Ujian dan cobaan bisa mimpa siapa saja bahkan ulama hebat sekalipun, bahkan Nabi sudah terbiasa dengan berbagai macam teror, ejekan, dan tuduhan-tuduhan hoaks. Nah, hoaks itu pun pernah dialami oleh ulama kelas top dunia, Imam Syafii rahimahullah. Hal naas tersebut hampir saja menghilangkan nyawa sang cucu Idris.

Imam Syafii atau Abu Abdillah Muhamad bin Idris (150 H / 767 M) merupakan sosok ulama yang baik budi pekertinya. Pun demikian, akhlak yang baik tidak selamannya memperoleh respon yang baik pula. Peristiwa tersebut dialami Imam Syafii saat berada di Yaman. Sudah jadi kebiasaan Imam Syafii, diamanpun selalu berusaha memberikan banyak wawasan keilmuan. Agenda perubahan tersebut terus memperoleh tanggapan positif dari banyak masyarakat dan akademisi, bahkan penguasa Yaman kala itu.

Terang saja, capaian dan prestasi selalu tidak melegakan dan membuat sebagian oknum tidak terima atas penghormatan yang diperoleh guru Imam Ahmad bin Hambal ini. Orang-orang yang tidak suka tersebut mengatur siasat dengan membuat laporan yang tidak benar kepada kholifah Harun ar-Rosyid. Mereka mengadukan, bahwa “murid Imam Malik ini sebagai pendukung Abdullah bin al-Mahdli al Mutsanna bin Husein putra Ali kw dan Fatimah ra, cucu rasulullah SAW (alawiyyin)”.

Cara Cerdas Imam Syafi’i Terbebas Eksekusi Fitnah Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Cerdas Imam Syafi’i Terbebas Eksekusi Fitnah Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Cerdas Imam Syafi’i Terbebas Eksekusi Fitnah Hoaks

Nah, berita hoaks tersebut berhasil mendorong Harun ar-Rosyid mengeluarkan surat perintah pengamanan dari segala sesuatu yang disinyalir sebagai gerakan separatis kepada pemimpin Yaman. Agar wali Yaman menyerahkan dan memboyoh kelopok alawiyin ke Bagdad. Karena di bawah kekuasaan kholifah, para sindikat separatis dan pemberontak tersebut ditangkap serta diborgol dan digiring ke istana Harun ar-Rasyid, termasuk murid dari murid Abu Hanifah ini pula alias Imam Syafii.

Setelah tiba di hadapan sang Kholifah, gerombolan yang yang didakwa pemberontak satu persatu dimasukkan di sebuah ruangan tertutup dan dipenggal kepalanya. Semua yang sudah terdata sebagai kelompok perongrong kekuasaan diekseskusi jagal istana. Melihat itu, Imam Syafii diselimuti rasa cemas dan khawatir atas nasib dirinya. Lantas Imam Syafii berdoa dengan membaca:

? ? ? ? ? ? ? ? “ dan doa ini dibaca berulang-ulang sampai tiba giliran pelopor madzhab Syafiiyah ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dengan keadaan terbelenggu Imam Syafii diminta menghadap ke kholifah, lantas dengan tenang terjadi obrolan:

Imam Syafii: “Assalamu alaika Ya Amirol Mukminin ...wabarokatuh “ (tanpa warahmatullah).

Harun ar-Rasyid: “Wa alaikas salam warohmatullahi wa barokatuh ! kamu memulai sesuatu sunnah yang tidak ada perintahnya, sementara saya menjawab salam sebagaimana seharusnya. Dan heran, beraninya engkau mengatakan sesuatu tanpa perintah dariku?! (sergah Kholifah)”

Imam Syafii: “Sesungguhnya Allah telah berkata dalam kitabnya,?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? “ (An-Nur: 55).

Dan Dialah Dzat saat telah berjanji, pasti menepati, dan Dialah pula yang telah menempatkan (memberikan kedudukan) engkau di buminya, dan telah memberikan keamanan kepadaku saat aku khawatir, pada saat engaku menjawab salam ? dengan “wa alaika wa rohmatullah (dan atasmu keselamatan dan rohmat Allah)”, dan tentu Rahmat Allah telah menanungiku melalui anugerahmu (garansimu) wahai Amirul Mukminin ?”

Harun Ar-Rosyid: “Ok, Lantas apa alasanmu perihal telah nampak bahwa temanmu (Abdullah bin Hasan) telah sewenang-wenang (berontak) begitupun para pengikutnya, sementara engkau jadi pemimpinnya?!”

Imam Syafii: “Oh, begini! kalau maksud engkau hendak menginterogasi (mengkonfrmasi) saya, dan tentu saya akan bersikap adil dan jujur apa adanya,akan tetapi kalau keadaan saya terborgol dan terbelenggu begini, njjih susah untuk berbicara wahai Amirul Mukminin, pripun ? dan sampon khawatir kalau saja akan bersikap tidak fair dengan anda, So, saya akan bersikap tunduk dengan duduk sambil berlutut dihadapanmu!”

Mendengar permintaan tersebut Harun ar-Rasyid menoleh dan meminta putranya untuk melaksanakan permohonan yang diajukan oleh Imam Syafii. Dalam kondis berlutut, Imam Syafii berucap,?

“? ? ? ? ? ? ? “ (Al-Hujurat: 6)

Hanya Allah, bahwa apa yang telah orang tersebut (pendengki) telah memprovokasi anda dengan berita yang anda terima, ketahuliah bahwa kehormatanku ialah kehormatan islam dan keturunan (orang) biasa, cukup itu yang jadi perantara saya selama ini, sementara engkau lebih berhak mengambil adab-adab dalam kitab Allah. Karena anda adalah putra dari paman Rasulullah SAW yang pembela agama dan penjaga ajaran-ajaranya.

Pengakuan Imam Syafii membuat Harun ar-Rasyid bertepuk tangan seraya berkata : “agar supaya deritamu berkurang dan longgar jiwamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang akan merawat kerabatmu dengan hak-haknya begitupun ilmu yang kamu miliki. Sang Kholifah meminta Imam Syafii untuk duduk dengan nyaman. Lantas Harun ar-Rasyid bertanya:

Harun ar-Rasyid: Bagaimana Ilmumu (wawasanmu) wahai Syafii, terhadap Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, keduanya sesuatu hal yang pertama dan utama untuk dimengerti?”

Imam Syafii: “Kitab yang mana yang anda maksudkan wahai amirul mukminin, sementara banyak kitab yang telah diturunan oleh-Nya?” (timpal Syafii pede) (olahan penterjemah)

Harun ar-Rasyid: “Bagus! tentu saja, yang saya maksudkan adalah kitab yang telah diturunan kepada putra pamanku Muhammad SAW, wahai Syafii?” (jelas Harun)

Imam Syafii: “Ohh, begitu ya! Ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an sungguh banyak, apakah anda hendak tahu muhkam, mutasyabih, taqdim, ta’khir atau tentang nasikh, mansukh, dan lain-lain. ? Tanpa banyak basa-basi, Imam Syafii menerangkan dengan seksama wawasan tentang Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya, hingga seluruh yang hadir takjub dan terpesona (heboh).

Kemudian, Harun ar-Rasyid merubah ke pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai disiplin ilmu: falak, kedokteran, dan ilmu psigonomi (firasat) dan semacamnya. Dan pertanyaan apapun yang ditujukan padanya berhasil dijawab dengan baik dan maksimal oleh Imam Syafii hingga membuat Harun ar Rasyid (Kholifah) gembira dan bahagia.

Lantas, kholifah meminta nasehat untuknya. Imam Syafii pun memberikan nasihat kepada Harun ar-Rasyid, hingga membuat hati kholifah gemetar dan menangis tersedu-sedu. Meskipun para sebagian punggawa istana masih kurang terima, namun Imam Syafii tetap melanjtkan permohonan nasehat oleh Kholifah. Dan akhirnya, Imam Syafii terbebas dari segala tuduhan hoax dan fitnah dari orang-orang yang tidak suka kepadanya dan selamatlah dari eksekusi. ( ? ? ? ). Al-fatihah.

Ali Makhrus, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.

Kisah diambil dan diolah dari muqoddimah kitab “al-Umm” Cet. I, tashih oleh Muhammad Zuhri an-Najjar (Ulama Azhar), Kairo: Maktabah Kulliyat al-Azhariyah, 1961 M / 1381 H.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU, Berita, Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kabar Duka: Ketua PP Pergunu Akhsan Ustadzi Wafat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Innalillahiwainnailahirajiun. Kabar duka datang dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah seorang ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) H Akhsan Ustadzi meninggal dunia, Sabtu (11/3), pukul 03.00 WIB.

Kabar Duka: Ketua PP Pergunu Akhsan Ustadzi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka: Ketua PP Pergunu Akhsan Ustadzi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka: Ketua PP Pergunu Akhsan Ustadzi Wafat

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor Ifan Haryanto membenarkan kabar ini. Menurutnya, kabar wafatnya mantan wasekjen PP Pergunu periode lalu itu cukup mendadak.

“Teman-teman (NU Bogor) juga sempat kaget. Beliau kecapekan,” katanya saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu pagi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sekretaris PP Pergunu Suhardi menjelaskan, karena kecapekan almarhum sempat pingsan ketika sampai di rumah, hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Prima Medika.

“Saya Bersaksi selaku Sekretaris Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, beliau orang baik,” tuturnya di akun Facebook.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ucapan duka bertebaran di dunia maya datang dari rekan, mahasiswa, aktivis NU, dan berbagai Pimpinan Cabang Pergunu. Mereka mengungkapkan kenangan manis bersama Akhsan yang dinilai sebagai sosok yang supel, pekerja keras, dan penuh inspirasi. Akhsan Ustadzi juga tercatat sebagai kontributor Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah untuk wilayah Bogor dan sekitarnya sebelama beberapa tahun sebelum aktif di PP Pergunu. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pahlawan, Berita, Olahraga Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 29 Agustus 2017

17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah

Beirut, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebanyak 17 orang asal Indonesia yang bergabung dengan kelompok ISIS di kota Raqqa, Suriah Utara diserahkan ke perwakilan otoritas Indonesia dan telah meninggalkan Suriah.

Informasi tersebut disampaikan seorang juru bicara dan pejabat Kurdi Suriah, Rabu, sebagaimana dilansir AP, Kamis (10/8).

17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Pengikut ISIS asal Indonesia Dipulangkan dari Suriah

Ketujuh belas WNI yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak itu meminta kepada otoritas setempat untuk dipulangkan. Menurut pejabat Kurdi, Omar Alloush, mereka lantas diserahkan pada Selasa kemarin di persimpangan perbatasan Suriah-Irak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kabar tentang penyerahan tersebut juga telah dikonfirmasi oleh juru bicara Unit Perlindungan Wanita Kurdi, Nisreen Abdullah, meski hingga kini identitas belasan orang itu belum terpublikasi.

Terkait hal ini Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengaku telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak berkuasa di sana, termasuk otoritas Kurdi Suriah Utara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia bercerita, dalam diskusi awal pihaknya memperoleh informasi bahwa ke-17 orang itu bukan bagian dari pasukan ISIS. Sebagian menghabiskan waktunya di penjara ISIS atau kondisi terisolasi lainnya, dan telah melarikan diri dari Raqqa dengan bantuan pihak ketiga pada 10 Juni.

(Baca: Kisah Pilu Satu Keluarga asal Indonesia Gabung ISIS di Suriah)



"Komunikasi kita dengan pihak-pihak itu lebih mengarah pada situasi kemanusiaan," kata Iqbal.

Ia mencatat, keluarga tersebut juga mencakup orang usia remaja dan tiga anak kecil. "Kondisi keamanan di daerah ini begitu rumit sehingga proses penanganannya tak mudah," katanya kepada AP.

Mereka adalah satu keluarga yang tiba di wilayah ISIS pada Agustus 2015. Sebelum nekat pergi bersama-sama, mereka yang waktu itu lebih dari 20 orang menjual rumah, mobil, dan perhiasan emas untuk bekal perjalanan ke Turki lalu ke Suriah. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Sholawat, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo

Kendal, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ida Alimatun Hidayat akhirnya terpilih menjadi ketua Fatayat NU ranting Trimulyo, Kec. Sukorejo, Kendal, Jateng setelah dalam rapat anggota yang digelar di gedung TK Muslimat NU setempat  berhasil menperoleh dukungan mayoritas dari sahabat-sahabatnya, belum lama ini.



Ida Alimatun  Pimpin Fatayat NU Trimulyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ida Alimatun Pimpin Fatayat NU Trimulyo

Rapat Anggota yang juga dirangkai dengan Harlah Fatayat NU ke 58 itu  dihadiri oleh ketua Pengurus Ranting (PR) Muslimat NU Trimulyo Suwarti dan ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Sukorejo Fuadah.serta anggota Fatayat NU se-desa Trimulyo.

Dalam sambutannya ketua demisioner PR Fatayat NU, Romdlonah, S.Ag mengaku telah menyiapkan kader-kadernya untuk bisa meneruskan estafet kepemimpinan di tubuh Fatayat Trimulyo. Romdhonah yang juga menjabat wakil sekretaris PAC Fatayat NU Kecamatan Sujorejo  juga berharap siapapun yang mendapat amanat dalam rapat anggaota diharapkan dapat menerimanya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sedangkan Fuadah dalam pengarahannya selaku ketua PAC Fatayat NU kecamatan Sukorejo berharap agar pengurus Fatayat NU bisa pandai membagi waktu antar tugasnya sebagai ibu rumah tangga dengan tugasnya sebagai pengurus Fatayat NU. Keduanya tidak boleh menelantarkan satu sama lainya.

Diakui oleh Fuadah,  usia-usia Fatayat adalah usia yang sangat rawan karena rata-rata anggota Fatayat masih memiliki Balita (bawah lima tahun) yang membutuhkan perhatian ektra. Oleh karenanya ia berharap jika mengikuti kegiatan Fatayat hendaknya semua pekerjaan rumah (PR ) sudah beres, sehingga baik anak maupun suami  akan ikhlas mengikuti kegiatan Fatayat, terang Fuadah yang juga bidan desa itu. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam sambutannya ketua baru Fatayat NU Trimulyo Ida Alimatun Hidayat berjanji akan meneruskan program-program Fatayat terdahulu dan  dan merealisasikan progaram dulu yang  belum sempat terealisasi.

Munculnya sebagai ketua fatayat NU ranting Trimulyo ini merupakan penampilan perdananya setelah sekian lama tidak aktif di organisasi di lingkungan NU karena urusan keluarga. Sebelumnya Ida Alimatun pernah menjabat sebagai ketua PAC IPPNU kecamatan Sukorejo. Kemudian sempat menenggelamkan diri karena untuk urusan pribadinya.(frj)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

GP Ansor Surabaya Adakan PKD di Empat Zona

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya akan mengadakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Zona I yang dilaksanakan Ahad (13/8) pagi di Aula Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Wakil Ketua Bidang Kaderisasi GP Ansor Kota Surabaya Supii mengatakan, pelaksanaan PKD dikemas dengan tema Revitalisasi Gerakan Menuju Optimalisasi Kader Militan. "Artinya ada target gerakan yang perlu di optimalkan kembali oleh Ansor Surabaya sebagai gerakan kaderisasi," katanya.

GP Ansor Surabaya Adakan PKD di Empat Zona (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Surabaya Adakan PKD di Empat Zona (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Surabaya Adakan PKD di Empat Zona

"Kami selaku tim kaderisasi kepada perserta, agar pasca PKD mampu menerapkan nilai-nilai Aswaja baik secara pribadi maupun di masyarakat. Serta alumni PKD mampu mengetahui jati dirinya sebagai bagian dari gerakan penerus para salafus sholeh," tegasnya.?

Adapun PKD kali ini dibagi menjadi empat zona, lanjut kader muda NU ini. "Zona I meliputi Kecamatan Bubutan, Bulak, Kenjeran, Tambak Sari, Semampir, Simokerto, Pabean Cantikan, Krembangan, Tegal Sari,Gubeng Dan Genteng," katanya.?

Sedangkan untuk Zona II meliputi, Kecamatan Wonokromo, Karangpilang, Jambangan, Sambikerep, Lakasantri, Wiyung, Dukuh Pakis, dan Gayungan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk Zona III meliputi, Kecamatan Wonocolo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Gunung Anyar, Sukolilo, dan Mulyorejo. Zona IV meliputi Kecamatan Tandes, Benowo, Pakal, Sukomanunggal, Sawahan, dan Asemrowo.?

"Untuk jadwal sudah disusun. Zona II digelar pada 10 September. Zona III dilaksanakan pada 15 Oktober. Zona IV dilangsungkan pada 12 November. Untuk tema PKD yakni Merevitalisasi Gerakan Menuju Optimalisasi Kader Militan," tegas Supii.?

Sementara itu, menurut Ketua Panitia PKD Zona I Moch Taufik mengatakan, pelatihan akan diikuti sekitar 100 calon kader baru.?

"Antusiasme para calon keder baru begitu tinggi untuk bergabung di GP Ansor Surabaya. Ini terlihat jumlah peserta yang mendaftarkan diri. Kita batasi 100 peserta untuk Zona I, agar pelatihan berjalan kondusif. Sedangkan selebihnya kita ikutkan di zona berikutnya," tandasnya.? (Red: Fathoni)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi

Bojonegoro, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dalam tahun pertama periode kepengurusannya 2014-2017 konsentrasi menangani perihal kemandirian NU. Hal itu diungkapkan Ketua PC ISNU Bojonegoro Yogi Prana Izza pada acara Musyawarah Kerja (Musker) ISNU Bojonegoro di aula MAN 1 Bojonegoro, Ahad (6/4).

"ISNU melihat, NU belum mempunyai kemandirian dalam semua aspek. Makanya dalam tahun pertama ini ISNU akan fokus dalam kemandirian NU, target tahun ini kemandirian ekonomi," ujar dosen STAI Sunan Giri Bojonegoro itu kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah.

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi

Kemandirian tersebut ditunjukkan ISNU dalam semua aspek, karena dalam melaksanakan kegiatan ISNU tidak pernah minta sumbangan kemana-mana. Rencananya, dalam waktu dekat ini PC ISNU Bojonegoro akan mendirikan badan usaha.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Yogi, dalam AD/ART, ISNU berperan membantu dan mendukung penuh NU, termasuk bersinergi dengan NU. ISNU bisa berkiprah dalam hal sumbangsih pemikiran. Pola kritikan ISNU disertai dengan tindakan, tidak hanya berbicara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dosen lulusan Mesir itu menuturkan, sebelum pelaksanaan Musker pihaknya menggelar dialog interaktif bertemakan “Potensi dan Tantangan Bojonegoro Menuju 2014” dengan narasumber tokoh intelektual NU yang juga anggota ISNU Bojonegoro, yakni Imroatul Azizah dan Mudzar Fahman. Serta dipandu moderator Alfi Mufidah.

"Diharapkan sebelum raker (Musker, red) dilaksanakan, para anggota ISNU dengan diadakan dialog interaktif ini mampu membuka wacana penyusunan program kerja masing-masing komisi," terangnya.

Ditambahkan, di ISNU ada lima komisi, yakni komisi yang menangani kesehatan dan sosial; komisi pendidikan, penelitian, organisasi, dan seni; komisi ekonomi, industri, pertanian, perikanan dan kehutanan; komisi organisasi SDM, hukum dan HAM; komisi dakwah, komunikasi, informasi dan pemberdayaan perempuan. (Muhammad Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah RMI NU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 28 Agustus 2017

Kurbanmu, Kurbanku, Kurban Kita

Oleh Fathoni Ahmad

Ada anugerah melimpah ruah ketika bulan Dzulhijjah tiba. Umat muslim di seluruh dunia tidak hanya dihadapkan pada rukun Islam kelima yaitu menunaikan ibadah haji, tetapi juga dapat memetik ibadah penuh hikmah seperti puasa di bulan Dzulhijjah, puasa sunnah tarwiyah dan Arafah, serta memperingati hari besar kedua umat Islam, Idul Adha.?

Kurbanmu, Kurbanku, Kurban Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurbanmu, Kurbanku, Kurban Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurbanmu, Kurbanku, Kurban Kita

Idul Adha juga familiar dengan sebutan Hari Raya Kurban, di mana umat Islam dalam momen tersebut ramai-ramai memberikan hewan kurban seperti kambing, kerbau, maupun sapi sebagaimana syariat Nabi Ibrahim as dan Ismail as. Ibrahim adalah orang yang sangat patuh kepada Allah. Contohnya ketika Allah menyuruh Ibrahim untuk menyembelih anaknya, tanpa ragu-ragu langsung dilaksanakan kemudian dipangggilnya Ismail untuk bermusyawarah.?

Dari musyawarah itu Ismail setuju dirinya dijadikan kurban oleh ayahnya (QS as-Shaffat: 107), ketika Ismail dieksekusi oleh ayahnya, Ismail sabar dan pasrah kepada Allah. Nabi Ibrahim yakin tidak akan ada sebuah perintah dari Allah tanpa jaminan dari Allah. Buktinya benar bahwa sembelihan Ibrahim diganti dengan sembelihan kambing yang sangat besar, inilah cikal bakal adanya syariat kurban. Oleh karena itu marilah kita berkurban semoga Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih besar.

Tuntunan kurban juga terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2 yang menyatakan, Fashalli lirabbika wan har, “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)".

Makna kurban dalam ayat tersebut mempunyai beberapa dimensi karena muaranya adalah taqwa kepada Allah. Untuk mencapai derajat tersebut, manusia tidak mungkin hanya bermodal keshalehan vertikal kepada Tuhannya, melainkan mampu menumbuhkan keshalehan sosial kepada sesama manusia sebagai basis kekhalifahan di muka bumi. Dimensi yang dimkasud yaitu dimensi sosial dan spiritual.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aspek sosial dalam ibadah kurban jelas terlihat ketika seorang hamba berbagi kebahagiaan terutama dengan masyarakat kurang mampu untuk dapat menikmati daging kurban, baik berupa sapi maupun kambing. Dimensi ini akan menyadarkan individu bahwa kepedulian terhadap sesama manusia mempunyai peran yang sangat penting untuk menumbuhkan keshalehan sosial pada diri pribadi maupun orang lain. Jadi dampak ibadah kurban bukan satu arah, melainkan saling timbal balik memunculkan kebaikan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tentu sempit jika kepedulian kepada sesama manusia dimaknai melalui kurban. Ibadah kurban hanya salah satu amal shaleh yang dianjurkan oleh Allah untuk mengambil pelajaran berharga dari historisitas luar biasa Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar. Ketiga orang mulia ini bahkan menjadi penuntun umat muslim dalam menjalankan tahap-tahapan ibadah haji selama ini. Sebagaimana diketahui, rukun haji seperti Sa’i dan lempar jumroh berasal dari riwayat sejarah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Namun, hendaknya dipahami secara substantif meskipun terwujud dalam bentuk simbol-simbol dalam ibadah haji.

Dalam momen Idul Adha ini, Nabi Ibrahim dan keluarganya merupakan teladan penghambaan terbaik manusia kepada Tuhannya. Sebab itu, ibadah haji dan kurban tidak hanya sebatas ritual saja, tetapi bagaimana menjadikan peristiwa Nabi Ibrahim dan hal-hal yang melingkupinya dijadikan instrumen berharga untuk menghamba kepada Allah, bukan justru menghamba pada ritual-ritual tersebut. Sehingga tak jarang ditemui orang yang berkali-kali menunaikan ibadah haji, tetapi justru tetangga sekitarnya mengalami kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidup.?

Begitu juga dengan kurban, ibadah yang seharusnya mampu menjadi sebuah kebaikan alam bawah sadar manusia agar kepedulian terhadap sesama terus dipupuk di hari-hari berikutnya, namun lewat begitu saja sebagai sebuah ritus tahunan. Di titik inilah kurban benar-benar harus dijadikan penghambaan kepada Allah sehingga kurbanmu mampu menjadikan kurbanku dan kurban kita semua sebagai sebuah energi pendorong masyarakat untuk menghamba kepada Tuhan. Artinya, penerima daging kurban juga harus memiliki semangat berkurban di tahun berikutnya agar selamanya tidak menjadi penerima, tetapi pemberi.

Kurban kontraproduktif

Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan beberapa ironi ibadah kurban secara demografi yang selama bertahun-tahun mengalami ketimpangan. Maksud ketimpangan di sini ialah, satu daerah sangat melimpah daging kurban sebagai akibat banyaknya hewan kurban dari orang-orang menengah ke atas yang memang jumlahnya tidak sedikit, misal di DKI Jakarta. Sebaliknya, di suatu desa di satu kabupaten banyak ditemukan masyarakat yang tidak dapat menikmati berkah Idul Adha dengan menerima daging kurban.?

Jika dibandingkan, satu RW di Jakarta dalam sebuah Mushollah dapat terkumpul hewan kurban melimpah ruah berupa belasan sapi dan kambing. Sebaliknya, satu RW di sebuah desa kerap hanya ditemukan satu ekor hewan kurban saja. Kondisi ini miris, karena ketika masyarakat desa juga membutuhkan keberkahan daging kurban, kuantitas daging kurban di kota justru melimpah sehingga yang terjadi banyak distribusi daging kurban yang tidak tepat sasaran.?

Terlihat utopis ketika daging kurban harus didistribusikan ke masyarakat desa dari kota. Namun, para pejabat dan pegawai pemerintah, orang terkenal/artis, serta orang kaya hendaknya dapat memberikan hewan kurbannya ke tempat kelahiran di daerahnya. Selama ini, yang kerap terjadi justru mereka ramai-ramai berkurban di kota bukan di tempat kelahirannya sehingga semangat kurban menjadi kontraproduktif dengan ruh kepedulian sosial sebab tidak menyentuh dan tepat sasaran.

Akhirnya, perlu diperhatikan bahwa ibadah kurban mempunyai beberapa pelajaran utama yang dapat dipetik. Pertama tentang penghambaan total Nabi Ibrahim dan keluarganya ketika harus mengorbankan anak tercintanya atas perintah Allah SWT. Sebab itu, ibadah haji dan kurban jangan hanya dimaknai sebagai ritual belaka, tetapi sebuah totalitas penghambaan kepada Allah.

Kedua, tentang kemuliaan manusia. Dalam kisah pengorbanan Ismail oleh Nabi Ibrahim, di satu sisi manusia diingatkan untuk jangan menganggap mahal sesuatu bila itu untuk mempertahankan nilai-nilai ketuhanan, namun di sisi lain kita juga diimbau untuk tidak meremehkan nyawa dan darah manusia. Penggantian Nabi Ismail dengan domba besar adalah pesan nyata bahwa pengorbanan dalam bentuk tubuh manusia--sebagaimana yang berlangsung dalam tradisi sejumlah kelompok pada zaman dulu--adalah hal yang diharamkan.

Ketiga, pelajaran yang bisa kita ambil adalah tentang hakikat pengorbanan. Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya. Hal ini sama seperti ibadah haji yang harus dimaknai sebagai sebuah totalitas pengahambaan manusia kepada Allah, tidak dijalankan sebagai ritual tanpa makna sehingga predikat haji mabrur dapat diperoleh, yaitu keshalehan sosial seseorang meningkat drastis ketika kembali ke tengah masyarakat. ***

Penulis adalah Dosen STAINU Jakarta.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah