Selasa, 25 Juli 2017

GP Ansor Jatim Bentuk Tim Tangkal Penebar Kebencian di Medsos

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur membentuk Tim Reaksi Cepat "Benteng NU". Tim ini akan menemui pelaku penghinaan terhadap ulama atau kiai NU yang marak muncul di media sosial atau Medsos.

Ketua GP Ansor Jatim Rudi Tri Wachid menjelaskan, komposisi Tim Reaksi Cepat "Benteng NU" terdiri atas aktivis Ansor dan Barisan Serba Guna (Banser) yang memang memiliki keahlian di bidangnya. "Pertama, ada tim yang ahli di bidang IT atau cyber," kata Ketua PW GP Ansor Jatim tersebut, Selasa (28/11).

GP Ansor Jatim Bentuk Tim Tangkal Penebar Kebencian di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Bentuk Tim Tangkal Penebar Kebencian di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Bentuk Tim Tangkal Penebar Kebencian di Medsos

Dalam praktiknya, tim ini melakukan pelacakan terhadap pemilik akun medsos yang mengunggah pesan dengan konten hinaan kepada kiai. "Dipelajari dulu konten yang diunggah, dilacak pemilik akunnya, siapa dan di mana alamat yang bersangkutan," ujarnya.

Usai pemilik akun terlacak, tim yang bergerak adalah ahli negosiasi. Tim ini akan mendatangi alamat dan menemui pemilik akun dengan melakukan klarifikasi pesan yang diunggah berikut tujuannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Setelah klarifikasi atau tabayun, kalau terbukti menghina, maka tim akan menyarankan untuk meminta maaf kepada kiai yang dihina. Kalau perlu diajak untuk sowan ke kiai yang bersangkutan," tegas Rudi.

Jika tabayun dan negosiasi gagal, maka Ansor akan menggandeng Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU untuk melaporkan pemilik akun ke aparat berwenang. "Karena tradisi di NU adalah memaafkan, sedangkan langkah hukum adalah opsi terakhir," jelasnya.

Rudi menjelaskan bahwa tim tersebut dibentuk untuk melestarikan budaya sopan anak muda kepada orang tua. "Makanya, nanti tim bergerak melakukan langkah untuk mengajari bagaimana akhlak anak muda kepada orang tua," ujarnya.

Melihat massifnya gerakan kebencian saat ini, memang tengah ada rekayasa pihak luar yang ingin Indonesia bertengkar dan hancur lebur. Dimulai dari politisasi ayat, hadits dipotong seenaknya untuk mengobarkan permusuhan, sampai pelecehan kepada para kiai sepuh. "Semua ini harus dihentikan," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Kyai, Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pesantren Walisongo, Masyhur dengan Dakwah Lewat Seni Rebana

Pondok Pesantren Walisongo Sragen, Jawa Tengah merupakan salah satu pesantren termasyhur dengan dakwah melalui seni rebana oleh para ulama dan kiainya. Perkembangan pesantren yang berdiri tahun 1994 ini cukup pesat, yaitu dengan berdirinya Madin (Madrasaha Diniyah) pada tahun 1999, serta lembaga pendidikan lain di berbagai jenjang dalam rentang pembangunan antara tahun 2006 hingga 2008.

Namun dibalik perkembangan pendidikan yang pesat serta di tunjang dengan fasilitas yang belajar yang lengkap tersebut, pesantren Walisongo ternyata memiliki ciri khas kesenian rebana yang mana dari awal berdirinya pesantren sampai saat ini. Grup rebana tersebut selalu memiliki jadwal dakwah yang padat, artinya seni rebana pesantren Walisongo selalu dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi dengan senantiasa berpegang pada ajaran agama, sehingga masyarakat selalu merindukan kehadiran nasihat bijak melalui syair shalawat yang dibawakan rebana walisongo.

Pesantren Walisongo, Masyhur dengan Dakwah Lewat Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Walisongo, Masyhur dengan Dakwah Lewat Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Walisongo, Masyhur dengan Dakwah Lewat Seni Rebana

Secara individu KH Ma’ruf Islamuddin yang merupakan pengasuh pesantren sekaligus penggagas seni rebana Walisongo, memang senang dengan seni, terutama seni tarik suara. Kiai Ma’ruf memiliki moto ‘Dengan ilmu hidup lebih mudah, dengan seni hidup lebih indah, dan dengan agama hidup jadi terarah’, dan moto tersebut juga tertuliskan di studio rekaman Al Muntaha Record milik pesantren Walisongo.

Merujuk dari ciri khas para ulama yang menggunakan seni sebagai media dakwah, Kiai Ma’ruf Islamuddin pun juga menggunakan pedekatan seni. Seni dalam berdakwah merupakan sarana menyebarkan agama Islam yang telah dijelaskan di atas merupakan warisan dari para wali yang telah terbukti telah mengislamkan hampir semua wilayah di Jawa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Latar belakang dakwah dengan seni rebana

Sementara hal yang melatar belakangi dipilihnya rebana sebagai sarana dalam berdakwah, karena jamaah yang dihadapi sangat heterogen dilihat dari segi keimanan, maka Kiai Ma’ruf menggagas bagaimana caranya dakwah itu disampaikan melalui seni dan bisa dikemas sedemikian rupa sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga munculah ide itu berupa dakwah dengan kesenian musik rebana.

Seiring kemajuan teknologi dan pemenuhan kebutuhan dakwah di masyarakat, maka pesantren Walisongo melakukan upaya dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi kesenian rebana ini dengan beberapa cara. Diantaranya yaitu menjaring minat dan bakat santri serta siswa melalui kegiatan ektrakurikuler rabana, reorganisasi pemain rebana, mendirikan studio rekaman agar musik rebana bisa dinikmati orang setiap saat dengan kasetnya, dan mendirikan studio radio Walisongo Sragen agar masyarakat bisa mendengarkan ceramah Kiai Ma’ruf dan rebana tanpa melihat langsung.

Ternyata upaya mempertahankan eksistensi rebana tersebut secara tidak langsung juga bepengaruh terhadap meningkatnya jumlah santri. Hal tersebut dikarenakan dalam setiap dakwahnya, baik secara langsung maupun dalam kaset VCD yang diperjual belikan, keberadaan pesantren Walisongo turut serta dipromosikan. Dalam setiap penerimaan santri baru, banyak yang mengaku mengetahui pesantren Walisongo dari kaset maupun dari nada dan dakwah yang ditampilkan rebana Walisongo.

Tidak hanya grup seni rebana yang beranggotakan santri dewasa yang disibukan dengan padatnya jadwal, namun grup seni rebana Madrasah Integral Walisongo pun tahun ini meraih juara tingkat kabupaten dan prestasi itu diraih selama empat kali berturut-turut. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Bahtsul masail atau pengkajian masalah-masalah Islam terus digiatkan PWNU Lampung. Hal ini dilakukan untuk mendinamisir pemikiran ulama dan intelektualisme warga NU. Demikian diungkapkan Ketua PWNU Lampung, KH.Khairudin Tahmid kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Kamis (21/7) menanggapi peran ulama dan pesantren di tengah-tengah perkembangan zaman.

"Bahtsul masail baik yang dilakukan di pesantren maupun di lingkungan NU sangat penting dilakukan, untuk mendinamisir pemikiran ulama, karena dari situlah intelektualisme atau keulamaan NU berkembang," ungkapnya.

Dijelaskan Khairudin, antara NU dan tradisi pesantren dipertemukan dalam aktivitas Bahsul masail. Makanya, lanjut lulusan pesantren di Jombang ini, tidak aneh kalau dalam momentum perhelatan muktamar yang menjadi fokus perhatian adalah keputusan bahtsul masail NU. "Hingga kini tradisi itu tetap dipertahankan dalam setiap acara ke-NU-an, mulai dari lavel tertinggi yakni muktamar sampai istighasah di ranting-ranting NU, bahtsul masail selalu mendapat tempat," paparnya.

karena itulah, PWNU Lampung pasca muktamar ke-31 di Boyolali, terus menerus menggiatkan forum bahtsul masail sampai ke tingkat ranting NU. "Sekarang ini setiap minggu anak cabang dan ranting  menyelengarakan acara tersebut, yang kemudian diangkat ke bahtsul masail level wilayah yang diselenggarakaan tiga bulan sekali. Ini berarti ranting, anak cabang dan cabang juga menyelenggarakan hal serupa. Belum lagi kalangan pesantren sendiri secara rutin juga menyelenggarakan kegiatan ilmiah tersebut," kata lulusan IAIN Raden Intan Lampung ini.

Mengenai tema, dia mengatakan PWNU tidak menentukan tema, karena mencoba mengangkat persoalan yang terjadi di masyarakat paling bawah, yaitu ranting, sehingga yang diangkat adalah aspirasi mereka. "Walaupun kebanyakan dirumuskan oleh ulama dan pengurus tingkat desa, tetapi persoalan yang diangkat juga tidak kalah mendasar. Misalnya soal hukum mendapatkan hadiah Kuis SMS, perawatan jenazah dengan penguburan massal, soal tradisi kirim doa, termasuk isu kontemporer tentang munculnya kegiatan sembahyang jumat dengan imam wanita," paparnya menyudahi pembicaraan.(cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Hikmah, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Senin, 24 Juli 2017

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut

Manado, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Yusra Alhabsyi bakal memimpin Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara masa khidmah 2015-2019 setelah terpilih secara aklamasi dalam Sidang Pleno IV Konferensi Wilayah XI GP Ansor Sulut, Jumat (25/12), di Bunaken Room Aryaduta Hotel Manado, pukul 02.25 WITA.

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut

Yusra Alhabsyi mengantongi 6 suara dari 9 suara sah yang diusulkan oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Sulut.

Saat diminta untuk memberikan sambutan, Yusra berjanji akan memperkuat GP Ansor sampai ke tingkat kabupaten/kota yang belum memiliki struktur kepengurusan Ansor. "Sahabat-sahabat di luar PKB, tak akan dimarjinalkan. Akan saling memberikan tempat dan ruang, untuk kader-kadernya berprestasi di bidang politik," tambah Yusra.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Untuk susunan kabinet PW GP Ansor Sulut, Yusra mengatakan akan berusaha merekrut pengurus baru secara proporsional. Setiap cabang minimal terwakili hingga 75 persen, dengan 50 persennya berasal dari Manado. Ia juga berharap ketua demisioner, Benny Rhamdani, tidak meninggalkan GP Ansor Sulut dan tetap memberikan bimbingan dan serta nasihat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sebelum menutup secara resmi Konferwil XI GP Ansor Sulut, M.Aqil Irham meninggalkan pesan kepada ketua terpilih, agar tetap selalu menanamkan niat aktif di GP Ansor demi menolong agama Allah.

Penyusunan Kabinet PW GP Ansor Sulut sulut dipercayakan kepada 5 anggota tim Formatur yang terdiri dari ketua terpilih Yusra Alhabsyi, ketua demosioner Benny Rhamdani, serta perwakilan Bolmong Raya Candra Modeong, perwakilan Minahasa Raya Ivan Tutupo, dan perakilan Sangihe H. Ali Tungian. (Udi? Masloman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan

Bogor, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah
Ketua PBNU Drs Masdar F Mas’udi, MA menegaskan, perspektif agama menyikapi problema-problema seperti impor paha ayam yang mengancam para peternak di Indonesia, sebenarnya yang lebih inti dari sekedar kehalalan adalah soal pemihakan.

"Berbicara pemihakan itu adalah soal sistem secara lebih makro dan apa yang kita diskusikan ini sebenarnya adalah soal pemihakan," katanya di Bogor, Kamis petang, di sela-sela diskusi terbuka nasional bertema "Flu Burung di Indonesia dan Ancaman Impor Paha Ayam" yang diadakan "Petani Center" Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB).

Diskusi nasional itu menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya mantan Cawapres pasangan Capres M Amien Rais, yakni Siswono Yudhohusudon, mantan Menteri Pertanian, Bungaran Saragih dan wakil-wakil petani-peternak dengan moderator Dirut Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Parni Hadi.

Ia mengemukakan, dalam konteks itu, sebenarnya pemerintah, utamanya bertindak untuk siapa. "Kalau problem pemihakan, sesungguhnya pilihan ideologis yang paling absah dari sudut konstitusi dan ajaran-ajaran agama apapun, sebenarnya pemihakan mesti kepada masyarakat banyak dan terutama bagi yang lemah dan itu yang sebenarnya tidak tampak di dalam kebijakan pemerintah yang kita lihat sekarang ini," katanya.

Misalnya, kata dia, dalam soal problem krisis anggaran, sebenarnya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) memang salah satu opsi.

"Tapi, sebenarnya soal krisis anggaran kan menjadi lebih substansial kalau bisa dikatrol dari pemburuan uang-uang yang dikorup, yang kemudian ditaruh di luar negeri. Itu kan jauh lebih besar jumlahnya dan akan sangat signifikan," katanya.

Akan tetapi, menurut dia, terkait dengan kebijakan pemerintah, di satu pihak pemihakannya kurang, yang kedua ada langkah-langkah yang tampaknya lebih mempertimbangkan mana yang lebih gampang dilaksanakan.

"Jadi, cari gampangnya aja. Menaikkan harga kan sesuatu yang sangat gampang, bisa dalam waktu satu jam dan itulah yang terjadi," katanya.

Karena itu, kata dia, pertama krisis soal pemihakan kepada rakyat banyak, dan kedua tekad pemerintah untuk bekerja keras melakukan hal-hal yang memang tidak gampang. "Tapi itu memang sangat mendasar (untuk dilakukan) dan bukan hanya mencari gampangnya saja," tambahnya.

Menjawab pertanyaan apakah soal pemihakan, berarti tidak perlu impor komoditi semacam paha ayam, Masdar F Mas’udi mengatakan bahwa pertama tentu pemihakan  pemerintah harus kepada rakyatnya sendiri.

"Kalau kita punya jajaran petani dan peternak ayam atau peternak lain, sejauh kita bisa mencukupi kebutuhan sendiri, dan kita memang harus dipacu untuk memenuhi kebutuhan sendiri kenapa mesti impor?," katanya.

Ia menegaskan, kalau pilihannya impor, maka sebenarnya yang diuntungkan hanya segelintir orang saja. "Oleh sebab itu, yang paling penting dalam aspek pemihakan ini adalah bagaimana pemerintah sekuat mungkin mendorong kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya bisa dipenuhi oleh budidaya rakyatnya sendiri," katanya.

Menurut dia, upaya itu harus didorong dengan sepenuh kekuatan. "Harus ’all out’ di situ, jangan cari gampangnya lagi, kalau kita kurang ayam ya... tinggal impor," katanya.      "Kalau kurang impor, bagaimana kalau (peternak kita) lebih suplainya, pemerintah tidak mau menjawab, itu kan lagi-lagi menunjukkan bahwa pemerintah cari enaknya, ini persoalan pemihakan dan kerja keras, dan dua-duanya itu memang mengalami krisis yang serius," katanya.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Olahraga, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Problem Mendasar Impor Paha Ayam Adalah Soal Pemihakan

Minggu, 23 Juli 2017

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri

Tapanuli Tengah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

PCNU Tapanuli Tengah menggelar agenda tahunan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang diikuti seluruh pengurus MWCNU. Kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Tapteng H. Sarmadan Nur menghasilkan beberapa program kerja PCNU.

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Program PCNU Tapanuli Tengah untuk Mandiri

Lima program kerja yang dihasilkan dalam Muskercab tersebut adalah, Pengurus NU harus berbenah menuju tahun 2017. Kedua, mendirikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ketiga, mengaktifkan Madrasah Diniyah Awaliyah milik NU. Keempat, melaksanakan pengkaderan NU. Serta kelima, menambah aset NU.?

"Muskercab ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja dan mengkaji pekembangan organisasi serta peranan NU di tengah masyarakat dan juga melaksanakan hasil dari konferensi kemarin," ucap ketua panitia pelaksana Samrul Bahri Hutabarat pada Muskercab yang berlangsung di kantor PCNU Tapanuli Tengah ? Jalan Junjungan Lubis Pandan, Sabtu (3/12).

Muskercab tersebut, menurut Samrul, bukan hanya sebagai seremonial, melainkan sebuah rancangan kerja untuk membentuk jama’ah lebih mandiri.

“Harapannya, bukan hanya sekadar rukun wajib organisasi. Tetapi benar-benar bisa menjadi sebuah rencana kerja untuk penguatan kemandirian,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara Ketua PCNU Tapteng H. Misran Tanjung menyampaikan, pemantapan sangatlah perlu untuk pengurus dalam mengemban fungsi edukatif yang senantiasa berupaya agar hak dan kewajibanya terhadap bangsa, negara dan sesama umat manusia guna menuju kekuatan jamiyah (organisasi). ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia berharap kepada kader-kader ataupun pengurus-pengurus cabang agar tetap menjaga keamanan dalam menjelang Pilkada bulan Februari 2017.?

Muskercab dihadiri Kapolres Tapanuli Tengah ? AKBP Hari Setyo Budi, Rais Syuriyah PCNU Tapteng H. Kifli Mujahid Batubara, Sekretaris PCNU H. Alfan Surya Hutagalung dan beberapa ulama serta pengurus lembaga dan banom NU. (Bung Sb/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba, Aswaja, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir.

Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan.

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan.

Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo’a, “Allâhumma hawâlainâ wa lâ ’alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),” HR Bukhari.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadis riwayat lain al-Bukhari menyebutkan bahwa:

? ? - ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat hujan berdo’a: Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Hadits ini menunjukan bahwa ketika hujan turun, Nabi SAW senantiasa meminta agar hujan yang diturunkan Allah SWT menjadi hujan rahmat, hujan yang membawa berkah,? bukan hujan musibah. Do’a ini dibaca Nabi kisaran dua atau tiga kali berdasarkan riwayat yang disampaikan Ibnu Majah.

Di saat musim hujan seperti sekarang ini, do’a di atas penting untuk kita baca. Semoga hujan musim hujan kali ini membawa kemaslahatan bagi kita bersama. Wallâhu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah