Jumat, 28 April 2017

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru

Tangerang Selatan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) dilantik di gedung serbaguna Universitas Terbuka Jl Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (24/5). Pelantikan bertema “Memperkokoh Aswaja dan membumikan Islam Nusantara.”

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan PBNU yang dibacakan Katib Syuriah Banten KH Zainuddin Abdullah yang juga pengasuh Pesantren Jamiyyah al-Islamiyah. Usai dilantik, para pengurus baru dibaiat Wakil Rais Syuriah PWNU Banten KH Maimun Ali.

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Selatan Lantik Pengurus Baru

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Tangsel HM Thohir menyampaikan, pelantikan ini dilaksanakan bersamaan santunan yatim piatu, musyawarah kerja, dan orasi budaya oleh KH Maimun Ali.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Thohir, NU struktural yang biasanya dikenal dengan istilah Jam’iyyah seperti wujudnya hierarki kepengurusan mulai tingkat pusat hingga kepengurusan cabang di kabupaten/kota, majelis wakil cabang di kecamatan dan ranting di desa/kelurahan. Bahkan, pengurus yang sehari-hari bersentuhan dengan jama’ah yang berada di lapisan paling bawah yaitu anak ranting NU.

“Sementara, NU Kultural yang biasa kita sebut NU Jama’ah sebagaimana yang kita lihat, rasakan dan alami di perkampungan, di mushalla-mushalla juga rumah-rumah yang secara tradisional membiasakan amaliah berupa yasinan, tahlilan, selametan tiga hari, tujuh hari, semuanya adalah NU kultural,” ujar Thohir.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Baik NU struktural maupun kultural, lanjut Thohir, sama-sama penting. Sebab, NU struktural tanpa NU kultural terasa kering lantaran minim sentuhan nuansa kebudayaan religiusitas. Demikian juga, NU kultural dengan segala jenis dan model amaliah tradisional tanpa NU struktural sungguh rawan.

“Sebab, berbagai serangan dari pihak luar dengan mudahnya menilai sesat amaliah yang lakukan oleh kelompok kultural ini. Oleh karena itu, terintegrasinya NU struktural dan kultural harus terus dipertahankan dan dijaga kesinambungannya,” tegas Thohir.

Jadi Pionir

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya mengharapkan NU Tangsel menjadi pionir dalam mempersempit gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang tidak sesuai dengan iklim dan budaya Islam Indonesia.Kepada pengurus NU demisioner, Airin menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya selama ini. Sementara kepada pengurus baru ia memberi selamat atas pelantikan tersebut.

“Secara khusus, kami juga mengucapkan selamat kepada Bapak KH Munhadi Mushlih selaku Rais Syuriyah dan Bapak HM Thohir sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan. Semoga sukses membawa PCNU menjadi lebih maju lima tahun mendatang,” ujar Airin disambut tepuk tangan hadirin.

Selain Walikota Tangsel beserta jajarannya, hadir pula dalam acara tersebut para alim ulama dan pengasuh pesantren se-Tangsel, Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel H Salman Alfarisi, Anggota DPRD Prov Banten Suryadi Hendarman, mantan Walikota yang juga mustasyar PCNU Tangsel HM Shaleh MT, Anggota FPKB DPR RI Siti Masrifah, dan para pengurus Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU Tangsel serta tokoh masyarakat lainnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Fragmen, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang

Pemalang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ika Purwanti terpilih menjadi Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kab. Pemalang menggantikan Amizah Masis untuk periode 2009-2011. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU di Pondok Pesantren Salafiyah Kelurahan Kebondalem, Kec/Kab Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (29/12) sore ini.

?

Dalam Sidang Pleno yang dipimpin Laeli Kodariah dari PW IPPNU Jateng itu, mengantarkan Ika menang telak dengan 38 suara dari 66 suara yang diperebutkan.

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ika Purwanti Pimpin IPPNU Pemalang

Sementara rivalnya Sitatun 13 suara, Eli Istiana (8), Lia Anggraeni (4) dan Khurotul Fauziyah (3).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Panitia Konfercab IPNU-IPPNU Kabupaten Pemalang, Akhmad Syarifudun mengatakan, kegiatan ikuti 373 pelajar yang berasal dari 9 Pengurus Anak Cabang (PAC) dan 60 Ranting (PR) serta Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU se Kabupaten Pemalang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

?

Pembukaan acara tersebut dilakukan pada Senin (28/12) kemarin oleh Ketua Tanfidziyah PC NU Pemalang? Mudasir. Dia berpesan kepada pelajar Pemalang agar citra diri remaja dipertahankan. Pasalnya, pelajar sekarang identik dengan berbagai kenakalannya. Namun Pelajar NU harus mampu menjaga citra dirinya dengan mengindahkan nilai-nilai Ahlus Sunah Wal jamaah.

?

”Sebelum acara pembukaan sudah diadakan perlombaan, yakni lomba membuat artikel, kaligrafi, festival rebana, MSQ dan pidato serta seminar pendidikan,” katanya.

?

Menurut dia, festival rebana yang menghadirkan seni musik simtutduror itu, diikuti 10 regu. Mereka menampilkan lagu wajib berupa sholawat badar dan satu lagu bebas.

Sementara, lomba MSQ yang menampilkan seni qiroah, saritilawah dan ceramah diikuti 15 peserta. Sedangkan, perlombaan lainnya diiukti sekitar 10-15 peserta.

?

”Selain itu, kami juga menyelenggarakan pawai ta’aruf, parade drumband dan panggung islam,” terangnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 27 April 2017

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Hari ini adalah terakhir penyelengaraan Perwimanas. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, peserta berpamitan dengan menggelar karnaval.

“Ini adalah diantara bentuk rasa terimakasih kami kepada masyarakat sekitar yang telah turut membantu mensukseskan acara kemah pertama tingkat nasional di lingkungan NU ini,” kata Ali Mustofa kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (29/6).

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Ketua Panitia tingkat wilayah Jawa Timur ini menandaskan bahwa ada sekitar 40 kontingan yang turut dalam kegiatan ini. “Mereka berjalan mengelilingi kampung Kalibening sejauh empat kilo meter,” kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sejak jam 14.00 WIB, seluruh peserta karnaval berangkat dari bumi perkemahan PP Babussalam dengan pakaian dan penampilan khas mereka.?

“Ini sekaligus acara pamitan kami kepada masyarakat,” kata Ali Mustofa.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ali Mustofa menandaskan bahwa peran masyarakat dusun Kalibening sangat fital dalam kegiatan ini. “Banyak peserta yang harus memanfaatkan rumah penduduk untuk sejumlah kebutuhan,” katanya.

Demikian juga tidak jarang, peserta juga meminta bantuan penduduk seperti kebutuhan lauk pauk dan sejenisnya. “Yang jelas kami sangat terbantu dengan penduduk di sini,” sergahnya.

Belum lagi kondusifnya keamanan selama Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) berlangsung yakni dari tanggal 24-29/6. Terbukti tidak adanya kejadian kehilangan, kekerasan atau tindakan kriminalitas lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan karnaval sebagai bentuk rasa terimakasih kepada sejumlah penduduk Kalibening yang dengan sangat terbuka turut mensukseskan kegiatan Perwimanas.?

"Tanpa peran penduduk, mustahil acara akan berjalan lancar," pungkasnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pendidikan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengesahkan 23 butir dalam Deklarasi Jakarta sebagai langkah konkret dari Resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) OKI ke-5 tentang Palestina dan Al Quds Al Sharif.

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret (Sumber Gambar : Nu Online)
OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret (Sumber Gambar : Nu Online)

OKI Sahkan 23 Butir Deklarasi Jakarta Sebagai Langkah Konkret

Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani menyampaikan kepuasannnya terhadap hasil yang dicapai dalam KTT-LB OKI di Jakarta Convention Center (JCC), Senin.

"OKI gembira bahwa Indonesia telah bersedia menjadi tuan rumah pertemuan yang menghasilkan langkah konkret bagi masalah Al Quds dan Palestina," kata Madani dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ruang Cenderawasih, JCC.

Pada bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah, Hikmah, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 25 April 2017

Anjuran Menikah di Bulan Syawal

Bila ada sebagian orang yang menghindari bulan-bulan tertentu untuk menikah karena menilainya sebagai bulan sial, maka sejatinya fenomena yang sama juga pernah terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah meyakini bahwa bulan Syawal adalah pantangan untuk menikah.

Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam menampik keyakinan tersebut. Sebagai bentuk penolakan beliau justru menikahi Sayyidah ‘Aisyah pada bulan Syawal.

Anjuran Menikah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Menikah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Menikah di Bulan Syawal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sayyidah ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih bentuntung ketimbang diriku di sisi beliau?” (HR Muslim)

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau lebih dikenal Imam Nawawi dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menjelaskan, Sayyidah Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri di bulan Syawal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Imam Nawawi pula:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hadits tersebut mengandung anjuran untuk menikahkah, menikahi, dan berhubungan suami-istri pada bulan Syawal. Para ulama syafi’iyah menjadikan hadits ini sebagai dalil terkait anjuran tersebut.”

Penjelasan ini setidaknya memuat dua pesan. Pertama, anggapan bulan Syawal atau bulan lainnya sebagai bulan sial tidak mendapat legitimasi dari ajaran Islam. Kedua, para ulama, khususnya dari kalangan madzhab Syafi’i, menganggap sunnah menikah, menikahkan, atau berhubungan intim yang halal pada bulan Syawal. Wallâhu a‘lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Gorontalo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Ratusan masyarakat desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Provinsi Gorontalo berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turut serta di tengah-tengah masyararkat Pone pada demonstrasi Rabu (29/3) itu.?

Masyarakat desa Pone menuntut agar kepala desa mereka, Halid Kau, segera dicopot dari jabatannya. Masyarakat menilai bahwa kepemimpinan Halid Kau tidak sesuai dengan peraturan Undang-Undang, serta terindikasi melakukan korupsi atas pembebasan lahan untuk pembangunan Bio Gas di dusun Lantungo.

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Gorontalo Kawal Warga Pone Tuntut Copot Kades

Koordinator lapangan, Melky Bangga, mengatakan, untuk terciptanya kembali masyarakat Pone yang tentram dan dapat memperlancar pembangunan di desa, masyarakat berharap DPRD kabupaten Gorontalo mengakomodir dan memproses pengaduan itu.

“Apabila tuntutan masyarakat desa Pone tidak direspon oleh pemerintahan terkait maka situasi yang kondusif di desa Pone tidak dapat dijamin," tegas kader PMII Kota Gorontalo itu.

Dalam aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Samid Hemu belum mengambil keputusan. Namun, ia akan mengundang perwakilan masyarakat Pone pada 30 maret 2017 untuk melakukan rapat khusus sebagai upaya pengawalan bersama terkait kasus itu. (Reza Fauzi/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 24 April 2017

PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU

Kairo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir sukses menggelar Pelatihan Kader Pemimpin Nahdhatul Ulama (PKPNU) edisi perdana. Acara yang digelar sejak 12 hingga 20 Agustus 2016 ini berlangsung di sekretariat PCINU setempat, Kairo, Mesir.

PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir Kukuhkan Kader Pemimpin NU

Acara pelatihan ini dirasa mendesak dilaksanakan di PCINU Mesir melihat kondisi secara umum. “Belakangan ini, beberapa organisasi mahasiswa di Mesir, kekeluargaan atau lembaga afiliatif seperti NU terlihat kekurangan kader militan yang benar-benar loyal serta mumpuni. Maka dari itu PCINU Mesir menggelar acara PKPNU yang ide besarnya dari Dewan Syuriyah,” kata Ahmad Muhakam Zein, Ketua PCINU Mesir.

Ia berharap akan lahir para kader yang memiliki karakter kepemimpinan sejati, tahu cara berorganisasi, dan mengerti soal manajemen kepemimpinan. Termasuk kuat secara wawasan seputar amaliah Nahdlatul Ulama.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara yang? setiap harinya diselenggarakan dari pukul 10 pagi hingga pukul 7 petang waktu setempat ini dipandu oleh para instruktur dan narasumber yang terdiri dari para tokoh PCINU Mesir.

Di antara materi dalam PKPNU kali ini antara lain soal kepemimpinan, manajemen, organisasi, administrasi, materi-materi ke-NU-an, mulai dari aswaja, tantangan NU (ke depan) dalam bidang ekonomi-politik, metode dakwah di era modern, hingga demonstrasi teknik menangkis berbagai tudingan kelompok lain terhadap amaliah NU yang dianggap bidah, syirik atau menyimpang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Pelatihan ini kita buat berbeda dengan? kebanyakan pelatihan yang diselenggarakan di Kairo, bahkan Indonesia. Perbandingan ceramah dan praktiknya 50:50. Dengan begitu, setiap peserta sangat aktif dan tidak kenal lelah,” jelas Murtadlo Bisyri, Katib Syuriah PCINU Mesir yang turut hadir pada acara malam pengukuhan.

“Tugas kader NU di luar negeri adalah menuntut ilmu sedalam-dalamnya, agar dengan ilmu tersebut mereka bisa mengabdi di masyarakat, mengajarkan ilmu yang mereka tekuni di luar negeri. Namun demikian, bukan berarti mereka harus mengisolir dari kegiatan sosial, karena perkembangan kehidupan masyarakat di Indonesia saat ini sangat pesat, pola pikir dan tingkah laku bermasyarakat juga ikut berubah,” papar Rais Syuriyah PCINU Mesir KH Muhlashon Jalaluddin saat penutupan dan pengukuhan alumni PKPNU di Sekretariat PCINU Mesir, Sabtu (20/8).

Untuk itu, katanya, kader NU harus mengikuti perkembangan, dan menyiapkan diri meramu dan menerjemahkan ilmu yang digeluti di luar negeri dalam setting keindonesiaan. Jika tidak, lanjut Muhlashon, maka bukan tidak mungkin mereka akan gagap menghadapi kondisi masyarakat yang sudah lama mereka tinggalkan.

Acara pengukuhan PKPNU PCINU Mesir ke-1 dihadiri oleh jajaran pengurus syuriah, tanfidziah, koordinator lembaga, juga ketua badan otonom di lingkungan PCINU Mesir. Selepas pengukuhan, acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama. (Kian Santang/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah