Jumat, 07 April 2017

Cara Memulihkan Gairah Seksual

Di Hari Raya Idul Adha ini daging kambing menjadi perhatian masyarakat. Selain membatasi porsi konsumsi karena takut darah tinggi, sebagian dari masyarakat juga kerap menjadikan daging kambing sebagai penambah gairah seksual dalam guyonan mereka.

Sebagaimana diketahui, banyak obat dan tips yang ditawarkan untuk meningkatkan gairah seksual. Sebagian obat dan tips itu cocok untuk sebagian orang. Tetapi sebagian lagi tidak cocok.

Cara Memulihkan Gairah Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Memulihkan Gairah Seksual (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Memulihkan Gairah Seksual

Mereka sering menyebutnya sebagai “obat kuat”. Ada obat kuat dikonsumsi, tetapi ada juga yang dioles. Hanya saja pada beberapa kasus obat kuat itu membahayakan terutama tanpa arahan dokter.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lazimnya orang yang sudah memenuhi hajat seksual tidak lagi berhajat dalam tempo singkat. Hal ini biasanya terjadi pada perkawinan suami-istri lebih dari 20 tahun atau mereka yang lanjut usia. Mereka membutuhkan stimulus. Lain soal pengantin baru apalagi pengantin muda yang tengah bersemangat karena merasa mempunyai “mainan” baru. Pengantin baru ini biasanya tidak perlu stimulus untuk melakukan hubungan seksual bahkan untuk kedua kalinya dalam jeda yang singkat.

Untuk pasangan suami-istri yang perlu memulihkan gairah seksual setelah berhubungan badan dan belum sempat mandi atau pasangan muda sekalipun yang tidak perlu rangsangan, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menganjurkan mereka untuk berwudhu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa saja yang ingin berhubungan seksual untuk kedua kalinya dengan istri, hendaknya ia membasuh kemaluannya, kemudian ia berwudhu. Pasalnya, wudhu dapat menambah semangat dan kesucian,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3 halaman 556).

Kesegaran badan itu sendiri menambah gairah atau meningkatkan mood. Wudhu diharapkan dapat membantu menghadirkan itu di samping wudhu itu sendiri merupakan ibadah penyucian. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Aswaja, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 06 April 2017

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) meminta pemerintah menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. ? Menurutnya, percuma membuat dua harga, yaitu harga subsidi dan harga komersial jika daya beli tidak meningkat.

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Harga BBM/BBG Harus Sesuai Daya Beli Masyarakat

Pernyataan ini disampaikan dalam Diskusi Panel Ahli PP ISNU bertema LPG Naik, Salah Siapa? Di gedung PBNU, Selasa (14/1) yang juga dihadiri oleh Ali Mundakir (VP Corporate Communication Pertamina), Said Didu (mantan Sekretaris Menteri BUMN), dan Darmawan Prajodjo (pengamat energi).

Sebelumnya, Pertamina menaikkan harga jual LPG non subsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen atau 3.959 per kg, yang kemudian di protes masyarakat sehingga diturunkan lagi kenaikannya hanya 1.000 per kg.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menjelaskan, rakyat tetap akan kembali ke harga yang lebih murah sesuai dengan kemampuan daya beli. Dengan kata lain, potensi migrasi ke tabung elpiji 3 kg sangat besar jika harga jual non-subsidi sepenuhnya dilepaskan ke mekanisme pasar. Ujungnya subsidi meningkat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia meminta agar UU Migas yang menjadi tonggak liberalisasi industri migas nasional dirombak. Dalam UU tersebut, fungsi Pertamina tidak lagi mengemban tanggung jawab pelayanan publik. Pertamina juga tidak boleh sepenuhnya komersial sesuai dengan UU tersebut karena BUMN ini istimewa dibandingkan dengan BUMN lain, yaitu menangani barang publik yang strategis karena migas bukan hanya penting bagi negara, tetapi juga menguasai hajat hidup orang banyak.

“Terlalu berisiko melepaskan ke mekanisme pasar dengan ? kalkulasi bisnis komersial biasa bagi BUMN yang menangani komoditas yang strategis. Menggunakan kalkulasi bisnis biasa terbukti tidak efektif, karena toh Pertamina tetap harus menjual barang non subsidi (LPG 12 kg) di bawah harga keekonomian mengingat daya beli masyarakat.”

Kerancuan konsep saat ini, menurut Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini membuat semua pihak melanggar UU. Pemerintah melanggar UU Migas karena menganut rezim liberalisasi harga BBM/BBG yang terlarang menurut keputusan MK. Pemerintah juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena mematok rugi harga jual barang komersial Pertamina tanpa menetapkan selisihnya sebagai subsidi. Disisi lain, Pertamina juga melanggar UU BUMN dan UU Perseroan Terbatas karena menjual komoditas komerasial di bawah biaya produksi yang merugikan perusahaan bertahun-tahun, padahal sebagai perseroan, Pertamina harus untung. Dan jika rugi, kerugiannya tidak bisa langsung dipotong dengan pengurangan dividen ke pemerintah karena akan mengacaukan sistem akuntansi keuangan negara.

Menurut Ali Masykur, sialng sengkarut soal penetapan harga elpiji non-subsidi ini merefleksikan kekacauan tat kelola migas nasional yang harus dirombak total, dengan konsep yang lebih sejalan dan seiring dengan konstitusi. (mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Ubudiyah, Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 04 April 2017

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas menjelaskan, salah satu usaha yang dikembangkan dalam upaya kemandirian anggota dan organisasi adalah gencar melakukan penguatan di bidang ekonomi.

“Kita ingin menumbuhkan jiwa enterpreneursip untuk kader-kader kita, supaya tidak ada lagi yang namanya kader Ansor itu nganggur,” papar (Gus Tutut), saat perbincangan dengan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (19/4).

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Pria yang akrab disapa Gus Tutut memaparkan saat ini GP ansor sudah mencoba melakukan beberapa terobosan. Antara lain pendirian salon mobil online di beberapa tempat di Jabodetabek.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Tahap pertama kita memasukkan 200 kader Banser di bisnis tadi, meskipun baru sebatas tenaga kerja. Tapi menurut kami itu jauh lebih daripada tidak kerja sama sekali,” kata Gus Tutut.

Selain itu, usaha perekonomian juga dilakukan dengan pendirian industri komunitas. Di Jawa Tengah? pilot projek pendirian industri komunitas dilakukan di Batang dan Rembang, yang pada waktu mendatang sangat mungkin untuk dikembangkan ke daerah lain.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut, Gus Tutut mengatakan masih ada banyak usaha perekonomian yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. Dapat dikatakan, saat ini yang paling sibuk di GP Ansor adalah di bidang ekonomi karena banyak terobosan yang sedang dirancang. Ditargetkan dalam 2-3 tahun ke depan sudah mulai kelihatan.

Anggota GP Ansor, kata dia, berada pada usia yang produktif. Salah satu tanggung jawab yang perlu dilakukan pada usia tersebut? adalah tanggung jawab ekonomi baik kepada diri dan keluarga.

“Ini yang kita coba tekankan ke sahabat-sahabat kita (anggota GP Ansor), meskipun kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab ideologis. Kita tentu tetap akan menjadi benteng pertahanan pertama bagi berdirinya NKRI, dan kejayaan Pancasila, dan tentu bagi marwah jamiyah NU,” kata Gus Tutut yakin.

Dengan upaya ekonomi, diharapkan jika GP Ansor akan mengadakan kegiatan sudah bisa membiayai sendiri, dan inilah yang disebut kemandirian organisasi. Gus Tutut menilai kemandirian ekonomi tersebut, sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin, mengingat jumlah anggota yang sangat besar yakni sebanyak 1,7 juta kader. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, PonPes Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 03 April 2017

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ta’mir Masjid As-Sa’adah Keputih, Sukolilo, Surabaya menggelar Festival Hadrah Al-Banjari se-Jawa Timur yang melibatkan sebanyak 40 tim, Senin (8/2). Kegiatan yang diinisiasi oleh remaja Masjid As-Sa’adah, Ta’mir Masjid dan berbagai elemen NU seperti IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat NU hingga Pengurus Ranting NU Keputih, memberikan kesempatan bagi kontestan untuk memperebutkan total hadiah sebesar 7,5 juta rupiah.

Mereka datang dari sejumlah kota di Jatim seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Jombang, serta Lamongan.

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah

Antusiasme remaja masjid terhadap shalawat yang sangat besar menjadi dasar pelaksanaan festival ini. Meski jumlah peserta dibatasi, ternyata jumlah pendaftar melebihi kouta yang tersedia. Alhasil banyak yang belum bisa berpartisipasi di pagelaran tahun ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Insya Allah akan terus diadakan tiap tahunnya. Melihat antusiasme pendaftar saat ini, besar kemungkinan pada pelaksanaan selanjutnya kouta peserta akan bertambah,” Wakil Ketua Panitia Abdul Adhim.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di akhir acara, pemenang lomba ini diumumkan. Juara pertama diraih oleh As-Syafa’ah. Kemudian ada juga Zerofaza dan Ar-Roudloh untuk peraih juara kedua dan ketiga. Selain itu masih ada juga An-Nuha, Nida’un Ilaih, dan Man Jadda Wajada untuk juara harapan satu hingga tiga.

“Juara pertama akan tampil di acara pengajian bersama KH. Marzuki Mustamar besok harinya,” pungkasnya.

Festival Hadrah Al-Banjari yang diadakan ini merupakan penyelenggaraan untuk pertama kalinya. Hal itu sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Wakil Ketua Pelaksana Abdul Adhim. “Festival ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh ta’mir masjid As-Sa’adah Keputih,” ujarnya.

Festival rebana ini merupakan salah satu dari sekian rangkaian penyambutan maulid 1437 H. Ada tiga kegiatan yang diadakan oleh pihak ta’mir. Pengurus masjid sebelumnya mengadakan khitanan massal. Acara lainnya adalah pengajian bersama KH Marzuki Mustamar. (Hanan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Banjir di akhir tahun yang kerap melanda Kalimantan mendorong PKC PMII Kalimantan Barat dan DPD PPMI (Purna Karya Muda Indonesia) menggalang dana bagi korban. Korban banjir di sejumlah daerah di Kalbar masih membutuhkan uluran tangan semua pihak.

“Tahun ini terutama kabupaten Pontianak dan kabupaten Landak digenangi air. Karena, curah hujan yang tinggi belakangan ini,” ujar Ketua PKC PMII Kalbar Ali Fauzi dalam pers rilisnya, Kamis (12/12).

PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

PKC PMII Kalbar Galang Dana bagi Korban Banjir

Ali Fauzi mengatakan, selain curah hujan tinggi banjir yang melanda juga disebabkan perusakan lingkungan yang selama ini berlangsung. Akibat kejahatan oknum itu, warga Kalbar terutama di dua kabupaten itu menanggung imbasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banjir bahkan menelan korban jiwa di Landak karena korban kedinginan setelah mengevakuasi keluarganya,” tambah Ketua DPD PPMI Kalbar Umar faruq.

DPD PPMI Kalbar telah menghimbau kepada pengurus cabang-cabang PPMI sekalimantan untuk ikut menggalang dana di daerahnya masing-masing.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dana yang terkumpul akan disalurkan ke DPD untuk kemudian disalurkan ke korban bencana, tandas Umar Faruq. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Anti Hoax, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 02 April 2017

Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Akhirussanah

Pringsewu-Lampung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ribuan Jamaah memadati Halaman Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran Kabupaten Pringsewu Lampung, dalam rangka  menghadiri akhirussanah para santri Pondok Pesantren tersebut, Ahad (5/5).

Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Akhirussanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Akhirussanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Madinatul Ilmi Gelar Akhirussanah

Kegiatan yang merupakan kegiatan tahunan ini diawali dengan penampilan dari para santri melantunkan syair syair kitab kuning disetiap kelasnya.  

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ilmi KH. Muhammad Nur Aziz mengucapkan terima kasih kepada segala pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.

KH Muhammad Nur Aziz juga mengharapkan kepada alumni untuk dapat meneruskan dalam menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi orang di sekitarnya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pondok Pesantren Madinatul Ilmi merupakan Pondok Pesantren yang dirintis oleh KH. Muhammad Nur Aziz yang merupakan kyai muda alumni Pondok Pesantren Jawa Timur. Disamping mengelola pendidikan diniyah salafiyah, Pesantren ini juga mengelola lembaga pendidikan formal yaitu SMK YAPEMI. Para santri datang dari segenap penjuru Provinsi Lampung 

Dalam taushiyahnya, KH. Syamsuddin Thohir, mantan Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung, menyampaikan beberapa hal mengenai keberadaan pesantren yang mulai dan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Banyak pesantren sekarang yang membuka pendidikan formal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurutnya, pondok pesantren sudah ada sejak Nabi Ibrahim ketika Nabi Ibrahim meminta keturunan yang sholeh. "Pesantren itu tempat untuk menyiapkan anak yang sholeh untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan yang sudah tua ini," tambah beliau.   

Nampak hadir dalam acara tersebut Bupati Pringsewu KH. Sujadi Saddad yang juga mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu. Dalam sambutannya abah, panggilan akrab KH. Sujadi Saddad, menyatakan apresiasi kepada pesantren yang di usia yang masih sangat dini dapat dengan istiqomah membina para santrinya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah menganggarkan APBD yang akan diberikan kepada Pesantren yang ada di Kabupaten Pringsewu.  

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Lomba Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 01 April 2017

Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketika Bung Karno pada tahun 1945 meneken naskah proklamasi bersama Bung Hatta, mereka mengatasnamakan bangsa "Indonesia". Saat itu, tidak banyak yang mengerti apa atau siapa itu bangsa Indonesia. Mereka hanya tahu bahwa dengan adanya proklamasi tersebut berarti bangsa ini telah merdeka dari penjajahan.

Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi

Demikian dijelaskan sejarawan NU Agus Sunyoto ketika mengampu Mata Kuliah Arkeologi Islam Indonesia di Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Sabtu (27/9) di Jakarta.

“Jadi nama Indonesia awalnya hanyalah asumsi Bung Karno yang kemudian disepakati oleh seluruh orang Nusantara saat itu,” terang Penulis Buku Atlas Wali Songo ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Apa artinya semua ini, lanjut Agus, pengetahuan dibangun berdasarkan asumsi yang disepakati. Kita lihat daerah Jakarta, lanjutnya, kita hanya akan menemukan gedung-gedung bertingkat, jalan-jalan besar, kemacetan, dan lain sebagainya, jika orang-orang ditanya mana Jakarta. Kita hanya akan menemukan semua hal tersebut.

“Artinya, pengetahuan tempat mengenai Jakarta hanyalah asumsi yang disepakati, Jakarta sendiri, tidak ada,” tegas Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi NU ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lanjut Agus Sunyoto yang juga Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang ini, asumsi yang dibangun manusia, membentuk struktur ideologis maupun sosial-material dalam kehidupan manusia selanjutnya.

“Oleh sebab itu, Nabi Muhammad sendiri bersabda bahwa agama Islam akan terbagi menjadi 73 golongan, karena pikiran-pikiran manusia itu penuh dengan asumsi,” paparnya. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai, Anti Hoax, Tokoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah