Jumat, 25 November 2016

Tiga Hari Jelang Ditutup, Kuota Haji Masih Tersisa 1.950

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) jamaah haji reguler tahap II akan berakhir Jumat (2/6) mendatang. Sampai dengan penutupan pelunasan hari ini, Senin (29/5), pada pukul 15.00 WIB, sebanyak 12.176 jemaah telah melakukan pelunasan.

Tiga Hari Jelang Ditutup, Kuota Haji Masih Tersisa 1.950 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hari Jelang Ditutup, Kuota Haji Masih Tersisa 1.950 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hari Jelang Ditutup, Kuota Haji Masih Tersisa 1.950

"Sampai tiga hari menjelang ditutupnya masa pelunasan BPIH reguler tahap kedua, masih ada 1.950 atau 13,80% kuota haji yang belum terlunasi. Angka ini diharapkan akan berkurang dengan pelunasan oleh jemaah yang telah diusulkan mengisi tahap 2 sampai dengan tahap akhir pelunasan Jumat mendatang," ujar Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Aliya Fitra (Nafit) sebagaimana dilansir Kemenag.go.id di Jakarta, Senin (29/5).

Pelunasan BPIH reguler Tahap I yang berlangsung dari 10 April 5 Mei 2017 menyisakan 14.129 jemaah haji yang belum melunasi BPIH reguler. Untuk itu, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) membuka pelunasan tahap II dari 22 Mei 2 Juni 2017.

"Sampai hari ini, sudah 202.050 jemaah haji reguler yang sudah melunasi BPIH," ujarNafit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jika sampai dengan tahap II berakhir, masih ada sisa kuota, akan diisi oleh jemaah cadangan yang sudah melunasi di tahap I," sambungnya.

Keputusan Menteri Agama (KMA) No 75 Tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1438H/2017M mengatur bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 yang terdiri dari kuota haji reguler (204.000) dan kuota haji khusus (17.000). Kuota haji reguler terbagi menjadi dua, yaitu: 202.518 untuk jemaah haji dan 1.482 untuk petugas haji daerah.

Ditjen PHU juga membuka pelunasan buat calon jemaah haji dengan status cadangan sebanyak 10% dari kuota jemaah atau 10.193 orang. Sampai dengan ditutupnya pelunasan tahap I, sebanyak 4.349 jemaah cadangan telah melakukan pelunasan.

"Jemaah cadangan diberi kesempatan melunasi tahap 1, untuk mengisi jika ada sisa kuota setelah tahap 2 selesai," tutur Nafit.

Pelunasan BPIH Reguler dilakukan pada setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 - 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 - 16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 - 17.00 WIT. (Red: Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 16 November 2016

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Aswaja, Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 November 2016

Ansor Way Kanan Buka Sayembara Resensi Tiga Novel

Way Kanan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebagai upaya memperluas wawasan dan minat baca, Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bekerja sama dengan Penerbit Exchange Jakarta menggelar "Sayembara Penulisan Resensi 3 Novel" dengan total hadiah Rp3 juta.

Ansor Way Kanan Buka Sayembara Resensi Tiga Novel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Buka Sayembara Resensi Tiga Novel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Buka Sayembara Resensi Tiga Novel

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, Selasa (8/4), menjelaskan, peserta bisa memilih 3 judul novel yang hendak diresensi, yakni "4 Musim Cinta" karya empat penulis, Komang Ayu Komaradewi atau Mandewi, lalu Abd Gafur, lantas Puguh Hermawan dan Pringadi Abdi Surya; "ToBa Dreams" karya? Letjen TNI (Purn) TB Silalahi, dan "A Girl Who Loves A Ghost" karya Alexia Chen.

Ketentuan dan persyaratan lain sayembara tersebut antara lain resensi diunggah di blog atau website pribadi peserta atau di akun media sosial peserta seperti FB, Goodreads, Kompasiana, dan lain-lain dengan menampilkan sampul buku yang diresensi. Peserta juga boleh membuat lebih dari satu resensi. Panitia tidak memberi ketentuan tentang batasan panjang resensi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Enam dewan juri berkompeten akan menilai kualitas konten resensi. Batas akhir pengunggahan resensi di blog atau website pada 25 Mei 2015.? Email berisi link resensi berikut biodata penulis bisa dikirim ke: ptkaurama@gmail.com, cc: bunda_laksmi@yahoo.com dan fiksiexchange@gmail.com, paling lambat 25 Mei 2015 dengan mencantumkan tulisan Sayembara Resensi 3 Novel di judul email.

"Membaca karya sastra berarti memperluas cakrawala mengingat sastra ialah medium perenungan, suatu karya yang lahir dari pergulatan-pergulatan gagasan. Bahkan salah satu penyair terbaik bahasa Latin, Horatius mengatakan, selain menghibur, membaca karya sastra dapat memperkaya jiwa atau emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya. Kami mengundang masyarakat Indonesia meraih dan melakukan hal tersebut dengan mengikuti sayembara ini," kata Gatot di Blambangan Umpu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aktivis Gusdurian itu menambahkan, pemenang akan disiarkan di situs Penerbit Exchange (www.kaurama.com) dan via email peserta pada 5 Juni 2015 serta media online. "Juara pertama berhak mendapatkan Rp 1,5 juta, juara ke dua mendapatkan Rp 1 juta, lalu juara ke tiga mendapatkan Rp500 ribu. Untuk pemenang ke empat dan ke lima akan mendapatkan paket buku dari Penerbit Exchange.? Info lebih lanjut bisa menghubungi: ptkaurama@gmail.com atau telpepon di nomor 0812-8765-4445," ujarnya. (Red:Mhbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Bahtsul Masail, Budaya Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 03 November 2016

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Malang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Beberapa pengurus NU bereaksi terkait diadukannya Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri oleh pimpinan organisasi garis keras yang menamakan diri MTA.

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mujib: MTA Mengingkari Kebenaran

Gus Mujib Sadzili, salah satu jajaran Ketua PCNU Kabupaten Malang berharap pengaduan itu dihentikan. Jika diteruskan, ditengarai akan berakibat konflik sosial.?

“Memang benar bahwa Beliau (Kiai Marzuki, red) telah diajukan oleh mereka. Tapi kami yakin perkara tersebut pasti akan dihentikan oleh kepolisian. Karena hal ini akan menyebabkan kekacauan negara atau chaos,” kata Gus Mujib itu kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah di Malang, Rabu (29/5).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut Gus Mujib cukup akrab dengan Kiai Marzuki, dengan mengadukan ke kepolisian, berarti pihak MTA telah melakukan sesuatu perbuatan mengingkari kebenaran. Karena, setelah mereka diberitahu sebuah kebenaran justru mereka ingin mencelakai NU. Dan adalah sebuah keanehan jika pemerintah berniat meneruskan perkara ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Cuma, anehnya mereka itu, mengapa setelah kita beritahu sebuah kebenaran kok justru akan mengadukan kami ke penjara? dan adalah hal yang aneh jika perkara dilanjutkan, NU adalah pemilik rumah Indonesia dan berperan serta membangun negara. Lalu sekarang ada pendatang baru yang ingin memenjarakan pemilik rumah itu?” kata Gus Mujib.

Sedangkan saat ditanya, tentang tanggapan Kiai Marzuki sendiri, ia mengatakan, pihak Kiai Marzuki tidak hendak memperpanjang masalah ini. Kiai Marzuki memang mengaku mendengar sendiri MTA menyampaikan dakwah yang negatif untuk NU dan merusak ukhuwah islamiyah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ulama, News Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 02 November 2016

Tradisi Kapal Hias Pengantin Haji

Probolinggo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Salah satu momentum yang patut ditunggu di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo adalah saat musim haji. Pasalnya, jamaah haji dari pulau tersebut diantar menuju lokasi pemberangkatan dengan menggunakan kapal hias.

Tradisi Kapal Hias Pengantin Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Kapal Hias Pengantin Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Kapal Hias Pengantin Haji

Dari 9 jamah dari pulau di utara Probolinggo itu masing-masing diantar 3 hingga 4 kapal. Sebanyak 21 kapal melaju dengan kecepatan lambat dari arah Pulau Gili menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Dari kejauhan, kapal-kapal yang biasanya mengangkut penumpang itu terlihat semarak dan diliputi berbagai macam warna.

Benar saja, begitu bersandar di pelabuhan, hiasan berupa kertas kaligrafi warna-warni terlihat mencolok. Lantunan shalawat sahut menyahut mengiringi turunnya jamaah haji dari perahu. Masing-masing jamaah haji diantarkan hingga ratusan pendamping. Mereka sengaja datang untuk mengantar sanak dan saudara yang hendak menunaikan ibadah haji demi mendapat barokah. Dan berharap tertular untuk bisa naik haji di tahun-tahun berikutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono, kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menuturkan, kegiatan tersebut sudah biasa terjadi. Sehingga sudah dipersiapkan seminggu sebelum berangkat. “Yang ikut dicatat dan masing-masing keluarga memberikan uang saku kepada jamaah,” jelasnya.

Mereka ikut untuk berdoa bersama dengan penuh kegembiraan sambil berharap semoga dapat barokah. Dari mengantar itu pula mereka berharap agar bisa juga sampai ke tanah suci. Sengaja kapal dihiasi sebagai ungkapan syukur atas berangkatnya jamaah haji.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tidak hanya itu, bahkan pada hari itu, seluruh kapal yang ada di Pulau Gili juga tidak melaut. Hal itu dilakukan untuk menghormati dan menghargai mereka yang sedang menjalankan ibadah haji ke tanah suci.

Nah, yang menarik lagi, kapal yang digunakan untuk mengantarkan jamaah haji dipinjamkan secara gratis. Hiasan kapal itu pun dibuat secara gotong royong oleh masyarakat sekitar. “Intinya jamaah haji itu seperti kemanten. Mereka siap untuk berangkat dan semua persiapannya dilakukan kerabat dan tetangganya,” terangnya.

Direncanakan penyambutan itu tidak hanya pada pemberangkatan saja. Melainkan akan dilakukan kegiatan serupa saat jamah haji kembali ke Indonesia. Bahkan, akan lebih meriah. Biasanya pihak keluarga akan mempersiapkan kedatangan mereka dengan membuat acara beragam.

Mereka akan dibuatkan panggung untuk bercerita mengenai pengalaman mereka menunaikan ibadah haji selama di tanah suci. Selain itu mereka kemudian mendoakan kepada jamaah yang datang agar mereka juga bisa sampai ke tanah suci.

Selama ada di tanah suci, seluruh keluarga akan mendoakan dengan cara mengaji usai shalat Maghrib. Hal itu dilakukan selama empat puluh hari ke depan. “Akan dilakukan mulai nanti malam, sampai mereka sampai lagi ke tanah suci,” terangnya.

Meski jumlah jamaah haji tahun 2013 tidak sebanyak tahun lalu yang mencapai 22 orang. Namun, 9 calhaj asal desa itu masih terbanyak jika dibandingkan dengan desa lain se-Kabupaten Probolinggo.

“Dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih tercatat terbanyak dengan peserta 9 jamaah. Semoga semuanya menjadi haji  yang mabrur,” jelasnya.

Bagi penduduk Desa Gili Ketapang, menjadi haji sudah menjadi cita-cita sejak kecil. “Semoga cita-cita itu muncul dari hati yang paling dalam, bukan untuk pamer,” ungkap lelaki yang naik haji pada tahun 2004 lalu.          

Taqwan (49 tahun) salah satu jamaah haji mengatakan, ia membawa 40 orang yang terdiri dari keluarga dan tetangga. Ia membatasi jumlah tetangga yang mau ikut mengantar. Tapi karena jumlah jamaah haji “hanya” sembilan orang. Sehingga yang mau ikut jauh lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 31 Oktober 2016

PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pascakeputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang mengenai status Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai banom (badan otonom), PMII Sepuluh Nopember ITS segera melakukan berbagai kegiatan guna menindaklanjuti keputusan tersebut.

PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh Nopember Ikuti Halal Bihalal sebagai Banom NU

Sabtu malam (15/8) kemarin, PMII ITS atau bisa juga disebut dengan PMII 1011 itu diundang oleh pengurus MWCNU Sukolilo untuk mengikuti kegiatan halal bihalal antara MWCNU dengan berbagai banom yang ada di lingkungan NU. Untuk menyukseskan acara ini, PMII 1011 mengerahkan anggotanya yang dipimpin oleh Sahabat Imam Rahmat, ketua komisariat PMII Sepuluh Nopember, untuk turut serta andil dalam kegiatan ini.

Menurut mahasiswa asal Gresik ini, selain untuk memenuhi undangan dari pengurus MWCNU Sukolilo untuk menghadiri kegiatan halal bihalal ini adalah sebagai sarana silaturrahim antar banom. “Tujuan utamanya jelas silaturrahim dengan banom lain selain PMII,” ungkap mahasiswa T. Elektro itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan di gedung MWCNU Sukolilo ini, para hadirin juga mendapatkan siraman qolbu dari KH. Abdullah Rifai. “Inti dari dilaksanakan halal bi halal adalah saling memaafkan, jadi percuma diadakan jikalau tidak saling memaafkan,” jelas Kiai asal Sidoarjo ini kepada para hadirin. (Ahmad Hanan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Berita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 28 Oktober 2016

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kelompok seniman yang menginginkan atau sekedar mendukung pembubaran Lembaga Sensor Film (LSF) secara tidak langsung telah memuluskan agenda penjajahan kultural di Indonesia, mengganti kultur masyarakat Indonesia dengan kultur asing.

"Target pembubaran LSF adalah asingisasi. Mereka mengadopsi liberalisme dan tidak mau mengakui akar kultur masyarakat Indonesia," kata Wowok Hesti Prabowo, anggota Pengurus Pusat Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi), di Jakarta, Selasa (26/2), menyikapi proses judicial review UU Film Nomor 8 tahun 1992 tentang keberadaan LSF.

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF

Pembubaran LSF, menurut Wowok, memang sangat tidak populis dan pemerintah tidak ada mengabulkannya. Tuntutan itu hanya terkait penarikan simpati masyarakat, yakni dengan memerankan diri sebagai kelompok yang berjuang demi kebebasan. Target pendeknya adalah membuka kran kebebasan berkesenian sedikit demi sedikit.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Namun target panjangnya adalah meniadakan LSF sama sekali. Mereka yang mengadopsi liberalisme itu menginginkan adanya kebebasan tanpa batas. Padahal jargon pembebasan masyarakat yang selama ini mereka dengungkan cuma retorika. Kita tahu betul bahwa pada saat masarakat keberatan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak, kelompok seniman yang menginginkan pembubaran LSF ini justru menerbitkan iklan besar-besaran mendukung kenaikan BBM," kata Wowok.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selama ini, lanjutnya, masyarakat hanya bisa menggerutu. Kalangan seniman dan pebisnis hiburan yang menginginkan liberalisme sebenarnya hanya segelintir orang namun mereka disuport oleh jaringan dana yang kuat dan media massa. "Jadi ada semacam diktator minoritas," kata Wowok yang juga ketua yayasan Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Ditambahkannya kreasi seni untuk menyampaikan gagasan serta mengekspos nilai-nilai penting tidak harus dilakukan dengan aksi yang vulgar. Seni yang tinggi justru diperankan dengan bahasa simbol dan imajinasi. "Kebebasan yang diinginkan mereka itu justru kemunduran. Jadi perlu dibedakan antara kreasi seni dan sampah," katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menandatangani MoU dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), di Jakarta, Selasa (26/2) mengeluhkan, saat ini muncul kecenderungan bahwa tayangan televisi atau film dengan penonton paling banyak, justru tidak memiliki unsur pendidikan dan pencerdasan kepada masyarakat.

Melalui kerja sama itu, NU dan KPI akan melakukan gerakan penyadaran kepada masyarakat tentang baik-buruknya dampak tayangan televisi. Saat ini sedang dilakukan inventarisasi terhadap seluruh tayangan televisi yang dinilai baik untuk masyarakat atau sebaliknya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah