Selasa, 15 Desember 2015

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

Makkah, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Usai melaksanakan umrah dari tempat miqat berbeda, para jamaah calon haji biasanya mengisi waktu dengan berziarah. Sembari menunggu puncak pelaksanaan haji yakni wukuf di Arafah, sejumlah tempat penting dikunjungi. Salah satunya yang cukup ramai adalah Jabal Rahmah.

Tempat ini tidak pernah sepi dari kunjungan para jamaah. Ya, Jabal Rahmah adalah gunung yang disebut-sebut punya kisah pertemuan Nabi Adam dengan istrinya, Hawa. Bahkan terdapat monumen yang menandakan pertemuan keduanya.

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji, Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

"Seperti diketahui dalam catatan sejarah, usai terusir dari surga lantaran melanggar ketentuan Allah, Adam dan Hawa diturunkan ke dunia," kata Ustadzah Ana Farhasy yang berada di Makkah, Arab Saudi, Jumat (18/9) waktu setempat. Dan keduanya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah atau yang juga disebut dengan gunung kasih sayang, lanjutnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Gunung kasih sayang ini berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf nantinya.

Dalam pantauan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. "Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut," kata desainer baju muslim ini.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Jabal Rahmah itu lebih tepatnya adalah bukit," katanya. Tingginya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah dengan melewati anak tangga. "Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja," ungkapnya.

Di dekat monumennya, banyak jamaah haji yang berdoa. Ada pula yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dilihat jelas dari atas Jabal Rahmah. "Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi," terangnya.

"Bukan itu saja momen yang dapat dikenang dari Jabal Rahmah," kata pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini.  Di tempat ini juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. "Di sinilah Nabi Muhammad menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam," kata alumnus pesantren di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini.

Banyak yang percaya, jika berdoa untuk mendapatkan jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Ini juga juga berlaku bagi suami istri agar dijadikan pasangan setia. "Saya yang melaksanakan haji bersama suami, juga menyempatkan berkunjung dan bermunajat di gunung ini," kata Ustadzah Ana. Keduanya berharap agar bisa meneladani Nabi Adam dan Hawa.

Kendati menjadi jujugan para jamaah, namun ada yang kurang layak dilakukan. "Yakni, kegemaran jamaah yang mengabadikan nama di batu yang ada di bukit," tuturnya. Baginya, itu tindakan kurang patut dan mengotori kesakralan Jabal Rahmah.

Bahkan menurut keterangan para mukimin, yakni WNI yang lama di Makkah, tidak sedikit yang justru menawarkan spidol untuk tindakan kurang pantas ini.  "Banyak jamaah yang menuliskan nama di tugu Adam dan Hawa ini, sehingga merusak keindahan," katanya menyayangkan.

Padahal dengan berfoto, itu sudah bisa menjadi kenang-kenangan tidak terlupakan. "Jadi, jangan kotori tempat bersejarah ini dengan coretan," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Padang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pelaksanaan nikah mut’ah pada prinsipnya sudah diharamkan oleh empat mazhab yang diakui oleh warga Nahdliyin. Namun di beberapa tempat masih ditemukan praktek nikah mut’ah tersebut dan bahkan menjadi modus prostitusi baru. Bagaimanakah NU menyikapi hal ini?

Demikian dalam forum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Jumat (25/1) di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Hadir Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Dr Asassriwarni, Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Ir Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Prof Dr Makmur Syarif, MH, sejumlah pengurus NU Sumbar, lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sumbar.

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Wakil Ketua PWNU Sumbar Ahmad Wira Datuak Diko, PhD yang menyampaikan tema nikah mut’ah menyebutkan, tema ini semakin penting dibicarakan karena semakin maraknya prostitusi, perselingkuhan, dipersulitnya poligami dan kemampuan ekonomi yang semakin meningkat dan memicu meningkatnya hubungan seksual di luar nikah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Banyak orang dengan dalih tersebut mencoba membenarkan pelaksanaan nikah mut’ah. Padahal para ulama sepakat bahwa nikah mut’ah tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata: “aku mengkawini kamu untuk masa 1 bulan, satu tahun dan semisalnya. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus oleh ijma’ para ulama masa lalu dan sekarang,” kata Ahmad Wira.

Dikatakan Ahmad Wira, kecuali perkawinan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya dalam berhubungan suami-isteri menggunakan kontrasepsi, tidak memiliki anak, sejauh memenuhi syarat dan rukun nikah dibolehkan. ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Nikah mut’ah merupakan akad perkawinan yang dilangsung dengan saksi, mahar, tapi dengan jangka waktu tertentu. Bagi kelompok Syi’ah, nikah mut’ah adalah sah, tambah Dr Syafruddin PR I IAIN Imam Bonjol Padang.

“Dalil haram nikah mut’ah yang didasarkan sejumlah hadis semula dibolehkan. Namun kemudian diharamkan hingga kini. Keharaman nikah mut’ah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan kepastian hukum. NU dan sunni tetap memandang haram nikah mut’ah,” kata Sekretaris LBMNU Dr Firdaus yang sekaligus moderator.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Syariah, Tokoh, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 13 Desember 2015

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2017-2019, dan Seleksi Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) ? bertempat di Ruang Serbaguna Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat, Ahad (16/4).

Acara yang diawali dengan Pelantikan PC IPNU Kota Adm. Jakarta Barat oleh Ketua PW IPNU DKI Jakarta Muhamad Muhadzab. Selanjutnya pelantikan PC IPPNU Jakarta Barat oleh Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Jakarta Barat Langsung Kerja

"Pelantikan dan Seleksi BPUN ini bertemakan Mengawal ? Peran Pelajar yang damai dan Toleran di Jakarta Barat, yang berarti pelajar NU akan selalu ada untuk mengimplementasikan Islam Rahmatan lil Alamin, yakni Pelajar yang damai serta toleran terhadap umat beragama terkhusus di Jakarta Barat," kata Ahmad Syarkowi Ketua Pelaksana.

Seleksi BPUN, diikuti oleh 170 Pelajar se-Jakarta Barat. BPUN ini adalah program kerja dari Lembaga Learning Center (LLC) IPNU Jakarta Barat bekerja sama dengan Mata Air, membantu para Pelajar kelas 3 SMA/sederajat untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia.

Menurut Ketua PC IPNU Jakarta Barat Imam Rifai, IPNU-IPPNU sebagai Badan Otonom (banom) Nahdlatul Ulama, berperan penuh NU diranah pelajar untuk selalu menjalankan roda organisasi sehingga mampu merealisasikan peran pelajar dalam berkontribusi di lembaga pendidikan.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kita bisa menjadi jembatan untuk para pelajar yang telah lulus di bangku SMA dan sederajat untuk masuk kelembaga pendidikan selanjutnya yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia di bungkus dengan rapi dalam Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Acara ini dihadiri oleh PCNU Jakarta Barat, Kepala Bagian Kesra Jakarta Barat, Sudin Pendidikan, PW IPNU DKI Jakarta, GP Ansor Jakarta Barat, PMII Cabang JakBar, HMI Cabang Jakbar, PC IPNU se-DKI Jakarta, PAC IPNU se-Jakarta Barat, dan Pelajar-pelajar se-Jakarta barat. (Hasbi Asydqye/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan

Tarim, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Para pelajar Indonesia asal Jawa Timur yang berdomisili di Yaman mengadakan silaturahim, kongkow dan doa bersama merayakan Hari Pahlawan Nasional. Acara ini diselenggarakan di ruang pertemuan Beit As-Segaff Aidid, Tarim, Yaman.

Pada mulanya acara ini direncanakan akan digelar tepat pada tanggal 10 November lalu, namun ada beberapa anggota lembaga mengikuti ujian. Akhirnya jadwal diundur seminggu setelahnya, yaitu Kamis malam (17/11).

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keramat Jatim di Yaman Peringati Hari Pahlawan

Meski begitu, arek-arek Jatim tetap antusias hadir merayakan Hari Pahlawan yang kebtulan berbarengan dengan hari lahirnya organisasi pelajar Jawa Timur di Yaman bernama Keramat Jatim ini.

Acara dihadiri lebih dari 120 pelajar Jatim dari berbagai lembaga pendidikan. Mulai dari Universitas Al-Ahgaff, Darul Musthafa, Darul Aydrus, Darul Madinah, Madrasah Al-Aydrus, Ribat Al-Muhajir dan lainnya.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hadir juga di tengah acara Ketua PCINU Yaman H. Imam Rahmatullah dan para tamu undangan yang mewakili organisasi-organisasi daerah di Yaman.

Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan Salawat Nabi, kongkow dan doa bersama. Kongkow termasuk acara inti itu diramaikan dengan doorprize santai dan humor khas Jawa Timuran yang membuat suasana acara menjadi hidup dan penuh gelak tawa.?

Usai sesi doa teruntuk pahlawan yang dipimpin Habib Abdul Qadir Al-Haddar, dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter sejarah berdirinya organisasi Keramat Jatim dan cuplikan sambutan para mantan ketua dari periode-periode sebelumnya.

"Meskipun kita belajar di institusi yang berbeda, bukan berarti kita berbeda. Kita ini satu kesatuan. Kita harus jaga silaturahim sesama arek Jawa Timur yang studi di Yaman sampai pulang ke tanah air dan sampai kapan pun," ujar Zah Faid, mahasiswa Al-Ahgaff asal Gresik yang menjabat sebagai ketua organisasi Keramat Jatim periode 2016--2017.

Acara berjalan dengan lancar diakhiri dengan salaman seluruh hadirin. Lalu dilanjutkan sesi ramah tamah dengan menu hidangan opor ayam khas nusantara sebagai obat kerinduan para santri garuda pada tanah air tercinta. Dan sesi terakhir ditutup dengan foto bersama di penghujung acara. (Azro/Abdullah Alawi)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, AlaNu, Syariah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

"NU didirikan untuk mewujudkan ukuwah islamiyah dan membangun solidaritas, serta tidak  memandang golongan," katanya dalam kunjungan kerja atau turba PBNU dan PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5). 

Menurutnya, NU adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk untuk memajukan kekuatan budaya, pendidikan dan menjaga tali persaudaraan antar manusia. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Sebagai Organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah jama’ahny sekitar 70 juta umat, NU harus menjadi contoh dan terdepan dalam menyerukan perdamaian," jelas Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Terkait kekerasan yang mengatas namakan SARA, ia menegaskan bahwa secara tegas NU menolak segala bentuk kekerasan apalagi perang yang digelorakan oleh kelompok garis keras. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Dalam perang tidak ada namanya perang suci, tapi yang ada pembantaian dan menghilangkan nyawa manusia," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 08 Desember 2015

Membangun Generasi Entrepreneurship

Salah satu teori pedagogik (ilmu mendidik) menerangkan bahwa keberhasilan pembelajaran di kelas tergantung kualitas guru, kualitas guru ada pada hebatnya kepala sekolah, hebatnya kepala sekolah terletak pada kompetensi mumpuni dari para pengawas pendidikan, dan seterusnya hingga vertikal ke atas, Kepala Dinas Pendidikan, serta Menteri Pendidikan itu sendiri.

Mengapa demikian? Argumentasi logis bisa diarahkan pada peran sentral para stakeholder (pihak-pihak terkait) tersebut. Siswa merupakan individu yang memerlukan pengarahan dan bimbingan guru dari setiap materi dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan. Begitu juga dengan posisi kepala sekolah dan pengawas pendidikan yang mempunyai tanggung jawab penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan.

Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kemajuan zaman, stakeholder pendidikan tersebut harus mempunyai kreativitas untuk mengolah pembelajaran. Karena pembelajaran yang kreatif akan memunculkan generasi yang kreatif pula, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus menerus berbuah kemajuan.

Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Generasi Entrepreneurship

Pada titik inilah berpikir kreatif perlu ditumbuhkembangkan pada diri siswa oleh guru sehingga menciptakan generasi dengan kreativitas tinggi di berbagai bidang kehidupan. Namun demikian, pada tataran peserta didik, mengembangkan kreativitas dalam ranah kecakapan hidup lebih krusial sehingga mereka lebih siap ketika menghadapi jenjang yang lebih fokus dalam menempuh pendidikan berikutnya.

Buku yang ditulis oleh Prof Dr HAR Tilaar, MSc.Ed, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berupaya mengulas secara detail dan mendalam tentang cara berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kompleks. Selain menjelaskan tataran praktis, suami dari Martha Tilaar ini juga menjelaskan secara filosofis bagaimana cara berpikir secara metodik sehingga memunculkan manusia-manusia kreatif.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menurut HAR Tilaar, berpikir kreatif sangat perlu dikembangkan pada kemampuan siswa agar tumbuh generasi yang memiliki jiwa entrepreneurship tinggi. Jadi para entrepreneurship tidak hadir dari ruang kosong, tetapi ditumbuhkan melalui pembiasaan berpikir kritis, kreatif, juga berpikir kompleks (halaman 59). Bagaimana caranya? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini juga memerlukan para pendidik kreatif yang mampu mengolah materi ajar menjadi energi pendorong kreativitas berpikir siswa melalui berbagai metode pembelajaran.

Misal, seperti apa yang dijelaskan HAR Tilaar di halaman 91. Dia menjelaskan bahwa embrio berpikir kreatif hadir ketika keingintahuan secara epistemologis selalu bersemayam dalam diri pendidik atau guru. Tahap berpikir ini merupakan dasar berpikir kritis dari seorang guru. Guru yang berpikir kritis tidak dapat menerima sebagaimana adanya yang telah diteliti maupun yang disampaikan oleh para pakar.?

Dari proses tersebut, bisa dipahami bahwa seorang pendidik yang kritis akan mempertanyakan ketentuan-ketentuan yang telah dianggap baku dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Sikap baku ini tidak akan menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Di titik inilah kreativitas lahir dari tahap berpikir kritis atas segala sesuatu yang dianggap baku.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Yang menarik dalam buku ini, yaitu kreativitas yang menjadi embrio manusia-manusia entrepreneurship menurut HAR Tilaar tidak di-hegemoni dalam satu bidang tertentu, misal bisnis dan perdagangan. Dewasa ini, orang-orang mengidentikkan entrepreneurship hanya kepada kelompok yang mampu dan berhasil dari aspek bisnis dan dagang. Padahal jika menilik tahap-tahap di atas secara epistemologis, wilayah entrepreneurship ada pada tataran, di mana manusia selalu berpikir kritis dan kretaif sehingga menciptakan hal-hal yang berguna bagi masyarakatnya.

Jika ada seorang penulis yang begitu produktif, baik menulis buku, artikel di berbagai media cetak, online, dan lain-lain, mereka juga manusia-manusia entrepreneurship. Jika diukur secara material, tentu mereka menghasilkan pundi-pundi dari usaha menulisnya itu. Lebih jauh lagi, mereka berhasil memahamkan suatu ilmu lewat tulisan-tulisannya. Demikian juga dengan bidang-bidang lain, yang itu mewujudkan manfaat secara luas bagi kehidupan masyarakat.

Peresensi berusaha secara gamblang memahami bahwa entrepreneurship terletak pada jiwa dan cara berpikir. Adapun kesuksesan dari hasil berpikir dan semangatnya itu merupakan hasil yang didorong oleh sebuah tindakan. Jadi, jika manusia masih mempunyai jiwa dan cara berpikir kritis dan kreatif yang berorientasi untuk kebaikan manusia, pada titik itulah manusia bisa dikatakan adalah seorang entrepreneurship. Demikian juga bagi seorang guru dan seluruh stakeholder pendidikan, baik dalam bidang penyusunan materi ajar, metode pembelajaran, kurikulum, instrumen, dan lain-lain.

HAR Tilaar tidak memungkiri bahwa manusia abad ke-21 adalah manusia yang terbuka (inklusif), tidak terikat oleh ketentuan-ketentuan sebelumnya yang serba baku. Dia harus memiliki epistemologi baru yang tidak menerima begitu saja secara positivistik hal-hal yang dihadapinya. Di sini terlihat manusia berpikir secara positivistik yang melawan arus. Sikap kritis inilah yang menjadikan manusia mampu berpikir kreatif sehingga proses ini bisa dikatakan menjadi landasan kreativitas dan entrepreneurship.

Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship harus menjadi tujuan pendidikan bagi seorang guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan seluruh masyarakat. Utamanya dalam proses pembelajaran di sekolah, materi ajar dan kurikulum harus diarahkan kepada tumbuh kembang kreativitas siswa. Proses manisfestasi kreativitas memang tidak mudah bahkan proses internalisasinya bisa lama jika tidak mampu mempratikkannya secara makna (meaning).

Karena meaning ini menjadi kriteria utama dalam mengembangkan kreativitas. Sejatinya guru membiarkan siswa mengeksplorasi kompetensinya. Tetapi secara makna, guru membiarkan kincir-kincir kreativitas tumbuh berkembang dengan baik. Jadi, bisa dikatakan bahwa berpikir kreatif yang akan menghasilkan manusia-manusia entrepreneurship yaitu proses berpikir pada hal-hal substantif. Muara dari semua tahapan berpikir yang telah dijelaskan di atas yaitu makhluk bernama INOVASI. Wallahu a’lam bisshowab.

Identitas buku:

Judul : Pengembangan Kreativitas dan Entrepreneurship dalam Pendidikan Nasional

Penulis : Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc.Ed.

Penerbit ? ? ? ? ? ? ? ? : Buku Kompas

Tebal : xviii + 237 halaman

Cetakan : I, Juni 2012

Peresensi : Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 01 Desember 2015

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Tokoh, Kajian Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah