Minggu, 24 Mei 2015

Gus Ipul Ajak Keluarga Besar PKB Renungkan Keputusan Pengadilan

Surabaya, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Saifullah Yusuf, mengajak kepada semua keluarga besar PKB untuk sama-sama merenungkan keputusan pengadilan. Hal itu ia sampaikan menyusul keputusan Mahkamah Agung (MA), Kamis (24/8) lalu, yang menolak kasasi yang diajukan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB hasil Muktamar Surabaya, Choirul Anam. MA menyatakan Muktamar PKB Semarang pimpinan Gus Dur-Muhaimin Iskandar sah sesuai AD/ART PKB.

"Kita sama-sama sudah dewasa, karena itu kami mengharapkan keputusan pengadilan sama-sama direnungkan oleh semua keluarga besar PKB, untuk kemudian ditemukan solusi yang terbaik bagi kebesaran partai," ujar Gus Ipul, begitu panggilan akrabnya, di Surabaya, Minggu (27/8) kemarin, usai gerak jalan HUT GP Ansor ke-72 bersama Ketua Umum DPP PAN, Soetrisno Bachir.

Gus Ipul Ajak Keluarga Besar PKB Renungkan Keputusan Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Ajak Keluarga Besar PKB Renungkan Keputusan Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Ajak Keluarga Besar PKB Renungkan Keputusan Pengadilan

Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini meminta kepada tokoh-tokoh PKB untuk bersama-sama mengendapkan dulu segala persoalan yang terjadi untuk kemudian bisa berfikir secara jernih. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari proses yang harus dilalui oleh PKB.

"Kami harapkan nanti ditemukan solusi-solusi yang terbaik, solusi yang paling tidak mempunyai makna penting dalam perjalanan partai ke depan, artinya dengan dua kali Pemilu PKB sudah memperoleh mandat lebih dari 10 juta dan itu jangan disia-siakan mereka yang diberi amanah sebagai pengurus partai," terang Gus Ipul.

Ditanya tentang aset-aset PKB yang kini diperebutkan dua kubu tersebut, Gus Ipul yakin pada akhirnya nanti akan ada penyelesaian. "Sekarang diendapkan dulu agar berpikir jernih. Saya kira seruan apapun patut dipertimbangkan oleh siapapun, yang penting diendapkan dulu," katanya. (ant/man)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ubudiyah, Kajian Islam, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 10 Mei 2015

Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai

"Ringkasnya, Al-Qur’an tampaknya tidak tertarik pada teori khas tentang negara yang harus diikuti oleh umat Islam. Perhatian utama Al-Qur’an ialah agar masyarakat ditegakkan atas keadilan dan moralitas.” (hal. 24)

Saya kira buku yang ditulis Syafii Ma’arif ini menjadi rujukan penting terkait dengan perdebatan panjang penetapan dasar negara Indonesia. Bukan hanya itu, Buya Syafii juga menarik ke belakang hingga zaman Nabi Muhammad, Khulafaur Rasyidin, dan zaman kekhalifahan Islam. Ia menyoroti satu per satu rangkaian peristiwa politik mulai dari zaman nabi hingga saat ini, khususnya apa yang terjadi di Indonesia.

Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai

Buku ini terbagi menjadi 4 bab. Bab pertama adalah pendahuluan. Pada bab ini, ia menguraikan poin-poin di bab 2, 3, dan 4. Selain itu, alasan melakukan studi tentang Islam dan Pancasila sebagai sebagai dasar negara juga dijelaskan di bab ini, yaitu ia merasa belum adanya studi yang agak lengkap tentang masalah dasar negara Indonesia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Bab kedua adalah tentang Islam dan Cita-cita politik. Di sini, ia dengan tegas mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak memberikan pola pasti dalam mengelola negara yang harus diikuti oleh umat Islam. Umat Islam bebas menentukan model yang mana, asal asas syuro (musyawarah) harus diterapkan di dalamnya. Karena asas syuro ini lah yang menjadi inti dari Al-Qur’an dalam hal mengatur suatu negara.

Praktik syuro (musyawarah) pertama adalah pertemuan di Balai Banu Saidah untuk menentukan pengganti (khalifah) Nabi Muhammad. Pertemuan ini melibatkan semua pihak; perwakilan dari Muhajiri dan Ansar. Setelah perdebatan yang panjang, maka terpilihlah sahabat Abu Bakar sebagai khalifah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Namun sayang, praktik syuro (musyawarah) ini tidak berkembang pada zaman dinasti-dinasti Islam setelahnya. Mereka ‘mengaku’ sebagai kerajaan Islam, tetapi menggunakan sistem monarki dalam pergantian pemimpinnya, bukan pola musyawarah sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Qur’an.

Bab tiga membahas tentang Islam Indonesia pada abad ke-20. Di bab ini, ia mencoba menguraikan peran dan kontribusi organisasi Islam modern yang bercorak sosio-kegamaan seperti Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, organisasi Islam tradisional seperti NU, dan organisasi Islam politik seperti Sarekat Islam pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Perlawanan umat Islam kepada penjajah dijelaskan secara rinci dan detil pada bab ini. Ia juga menyinggung permbentukan Masyumi –sebuah partai yang menjadi payung besar ormas Islam- dan perpecahannya hingga membuat ormas Islam itu berjalan sendiri-sendiri.

Bab terakhir, Islam dan Dasar Negara Indonesia. Penulis buku ini menilai, meskipun para pengusung negara Islam tersebut banyak bicara tentang negara yang berdasakan Islam, namun mereka belum berhasil menyusun karya sistematis dan ilmuah tentang konsep negara Islam yang mereka cita-citakan. Mereka yang ingin menjadikan agama Islam sebagai dasar negara Indonesia memandang bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam dan Islam jauh lebih unggul dijadikan sebagai dasar negara daripada Pancasila ataupun ideologi lainnya. Maka dari itu, mereka menganggap Islam perlu diterapkan sebagai dasar di negara ini. Pada bab ini pula, penulis buku mengupas tuntas tentang konsep negara Islam yang digagas oleh M. Natsir, Zainal Abidin Ahmad, dan Muhammad Asad.

Antara mereka yang menjadi pendukung Pancasila dan yang mendukung Islam sebagai dasar negara saling serang. Bagi mereka yang mendukung Islam sebagai dasar negara menilai bahwa Pancasila itu sekuler karena sila-sila di dalamnya bukan berasal dari Allah, prinsip-prinsip Pancasila tidak memiliki kebulatan dan kesatuan yang logis, dan lainnya. Sementara yang pendukung Pancasila menolak bahwa Pancasila tidak memiliki kesatuan logika. Mereka juga menolak kalau Pancasila itu adalah sekuler karena mereka menganggap sumber pertama Pancasila adalah Islam.

Meski sudah disetujui bersama dalam sidang BPUPKI tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, namun nyatanya kelompok yang ingin menjadikan Islam sebagai dasar negara masih saja terus ada hingga saat ini.

Sebetulnya, buku ini sudah pernah diterbitkan pada tahun 1985 dan tahun 2006. Namun pada tahun 2017 ini, penerbit Mizan kembali menerbitkan buku ini. Saya rasa ini hal yang bagus dan perlu agar bisa menjadi referensi mengingat semakin maraknya kelompok yang ingin merobohkan pondasi Negara Indonesia.? ?

Pada kata pengantar, Buya Syafii menuturkan bahwa perdebatan soal Islam dan Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia adalah perkara yang sudah usang dan kedaluarsa. Lebih baik, energi yang terkurang untuk perdebatan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan segala permasalahan mendasar bangsa ini dan untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.

Saya kira buku ini sangat bagus sekali karena kaya akan referensi. Selamat membaca.

Identitas buku

Judul? ? ? ? ? ? ? ? : Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Penulis? ? ? ? ? ? : Ahmad Syafii Maarif

Penerbit? ? ? ? : Mizan

Cetakan? ? ? ? ? : I, Maret? 2017

Tebal? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : 312 hlm

ISBN? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-441-015-5

Peresensi? ? ? : A Muchlishon Rochmat



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaNu, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 09 Mei 2015

Gema Haul Akbar Nusantara NU Jakbar

Cengkareng, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat menggelar Gema Haul Akbar Nusantara pada hari Ahad (15/12) bada isya. Acara yang diisi mauidho hasanah Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya akan digelar di Masjid Annur Jl Raya Daan Mogot Cengkareng, Jakarta Barat (tepatnya di sekitar lampu merah Cengkareng. 

Ketua Panitia yang sekaligus Ketua Tanfidziyah Rangting NU Kapuk KH Gus Siroj Ronggo Lawe menyampaikan “kami menggelar acara Haul Akbar Nusantara sebagai wujud kecintaan kami terhadap ulama-ulama se-Nusantara,” ujar Gus Siroj.  

Gema Haul Akbar Nusantara NU Jakbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Haul Akbar Nusantara NU Jakbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Haul Akbar Nusantara NU Jakbar

“Acara haul, dimana kita akan mendoakan para ulama se-Nusantara termasuk ulama-ulama Betawi ini sebagai pelestarian tradisi Nahdlatul Ulama (NU) yang harus dipertahankan dan diperkuat,” tambahnya.

Acara tersebut akan dihadiri seluruh Pengurus Wilayah NU se-DKI Jakarta “Kami sampaikan cara ini ke semuanya ke seluruh pengurus PWNU dan PBNU melalui undangan bahkan kami informasikan lewat media,” pungkasnya. (junaidi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Daerah, Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 01 Mei 2015

IPNU Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Pelajar Berwawasan Nusantara

Tasikmalaya,Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meningkatkan wawasan pelajar dengan melakukan seminar keliling bertajuk ‘Peningkatan Wawasan Pelajar Muslim Nusantara’ di tiga zona empat Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Rabu-Sabtu (20-24/1).

IPNU Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Pelajar Berwawasan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Pelajar Berwawasan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Pelajar Berwawasan Nusantara

Seminar ini diikuti oleh pelajar NU yang terdiri dari santri dan anak sekolahan yang ada pada zonanya masing-masing dengan pemateri dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) GP Ansor, dan PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya.

Adapun pembagian zona yaitu zona timur Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan di Kecamatan Salopa di Kantor MWCNU Salopa, Rabu (20/1), Zona Tasik Selatan di Kecamatan Parungponteng di SMK Bina Bangsa, Kamis (21/1), Zona Barat di Kecamatan Singaparna, Jumat (22/1), dan Kecamatan Cigalontang di Pesantren Matlabussaadah, Sabtu (23/1).

Menurut Ketua IPNU Kabupten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menuturkan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan wawasan Pelajar NU dalam berbagai bidang seperti ekonomi, kebangsaan, keagamaan, social, dan sebagainya termasuk mencegah bahaya laten radikalisme di kalangan pelajar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ia menambahkan bahwa seminar ini bukan hanya kali ini saja pihaknya akan meneruskan dan menindak lanjutinya dikemudian hari. Hari ini adalah putaran pertama dan terus akan dilanjutkan diputaran berikutnya demi mewujudnya pelajar muslim yang berwawasan keislaman, keindonesiaan, dan berjiwa kreatif. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 27 April 2015

Kapolri Sebut Siyono Salah Satu Panglima Jamaah Islamiyah

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan terduga teroris Siyono merupakan salah satu panglima Jamaah Islamiyah yang menyimpan informasi tentang senjata-senjata milik jaringan tersebut.

"Siyono ditangkap setelah pengembangan dari penangkapan anggota jaringan sebelumnya oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror," kata Badrodin dalam rapat bersama Komisi III DPR di Jakarta, Rabu.

Kapolri Sebut Siyono Salah Satu Panglima Jamaah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Sebut Siyono Salah Satu Panglima Jamaah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Sebut Siyono Salah Satu Panglima Jamaah Islamiyah

Jamaah Islamiyah, ia menjelaskan, merupakan kelompok yang berbaiat kepada Al Qaida.

Ia menjelaskan bahwa pada Mei 2014 Densus 88 menangkap sembilan tersangka kasus terorisme, yang kemudian dipidana lima hingga 10 tahun penjara.?

"Dari mereka, Densus 88 berhasil mengamankan barang bukti berupa bunker berisi senjata dan bahan peledak, baik pabrikan maupun rakitan, serta mesin pembuat senjata," tuturnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kemudian, Densus 88 menangkap empat orang lagi di Jawa Timur dan berkas perkara mereka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.?

Dari empat orang inilah Densus 88 mendapatkan informasi yang mengarah kepada Siyono.

Badrodin mengatakan kematian Siyono tidak diinginkan karena menyebabkan Densus 88 kehilangan informasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Yang bersangkutan menyimpan banyak informasi, termasuk soal senjata api yang sudah diserahkan ke seseorang. Dari Siyono bisa mengungkap jaringan Jamaah Islamiyah lebih dalam," katanya.

Pelanggaran prosedur

Badrodin Haiti mengakui ada prosedur standar operasional yang dilanggar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dalam penanganan Siyono, terduga teroris yang tewas setelah ditangkap.

"Anggota yang menangani dan komandannya saat ini sedang diperiksa dan menjalani sidang disiplin karena ada kelalaian," kata Badrodin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu.

Badrodin mengatakan prosedur standar operasional yang dilanggar anggota dalam penanganan Siyono adalah hanya dikawal oleh satu orang dan dalam keadaan tidak diborgol.

Menurut Badrodin, sudah ada peraturan Kepala Polri yang mengatur prosedur pengawalan terhadap terduga teroris, yaitu harus dikawal oleh lebih dari satu orang, dan prosedur tentang pemborgolan.

"Saat itu, Siyono tidak diborgol agar bersikap kooperatif saat dibawa untuk mengembangkan informasi. Namun, saat di mobil dalam perjalanan di perbatasan antara Klaten dan Prambanan, Siyono menyerang anggota yang mengawal hanya satu orang bersama seorang pengemudi," tuturnya.

Badrodin mengatakan perkelahian dan pergumulan di dalam kendaraan tidak bisa dihindari. Siyono terus berusaha memukul, menendang dan merebut senjata milik anggota yang mengawal.

Salah satu tendangan Siyono bahkan mengenai kepala pengemudi sehingga kendaraan berjalan oleng dan sempat menabrak pembatas jalan. Akhirnya anggota yang mengawal berhasil melumpuhkan Siyono yang terduduk lemas.

"Siyono kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY yang kemudian dinyatakan sudah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan memar di kepala sisi kanan belakang, pendarahan di bawah selaput otak dan tulang rusuk patah akibat benda tumpul," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hikmah, Nasional Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 24 April 2015

Kenapa Gus Dur Membela Minoritas?

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Persatuan Nasional Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Bondan Gunawan bercerita, dirinya pernah memotong gembok gereja Yasmin di Bogor yang disegel kalangan tertentu.?

Menurut dia, sebagai seorang muslim, apa yang dilakukakannya bukan membela Kristen, tapi menunjukkan bahwa hal itu adalah kewajiban seorang muslim. Seorang muslim yang ingin mewujudkan rahmatan lil alamin, hak umat lain harus dibela. “Itu dilakukan Abdurrahman Wahid,” katanya sembari mengatakan bahwa Gus Dur karena tindakannya tersebut sering disangka membela Kristen (minoritas).?

Kenapa Gus Dur Membela Minoritas? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Gus Dur Membela Minoritas? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Gus Dur Membela Minoritas?

Menurut dia, pada Rambug Budaya yang diselenggarakan Lesbumi PBNU (29/12) di gedung PBNU, Jakarta tersebut, hal itu perwujudan dari keislaman Gus Dur yang rahmatan lil alamin sehingga ia mau membela kalangan minoritas.?

Apa yang dilakukan Gus Dur, lanjut Bondan, juga tidak berpikir kekuasaan. “Banyak orang ngomong Gus Dur itu punya cita-cita jadi presiden. Salah besar! Gus Dur tidak punya cita-cita jadi presiden. Saya ini temannya yang selalu bersama-sama dia, mengapa kita harus ? membuat Forum Demokrasi, kenapa melawan Soeharto,” jelasnya. ?

Jika seseorang memahami Gus Dur dengan salah (mengejar kekuasaan), maka orang tersebut sesungguhnya akan mencontoh Gus Dur dengan salah.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saya mohon kepada generasi muda NU, Anda itu sudah punya panutan paripurna (Gus Dur). Saya tidak ingin apa yang digagas oleh Gus Dur ini ditanggapi keliru oleh pengikut Gus Dur,” lanjutnya.?

Ada sebagian pengikutnya mengatakan, Gus Dur itu seorang plurasis. Bukan! Gus Dur adalah seorang pejuang kebudayaan dunia. “Kalau kita bicara merajut kebudayaan enggak usah jauh-jauh, pelajari karakter Abdurrahman Wahid. Senda guraunya pun bermuatan dengan nilai-nilai kebudayaan yang sangat dalam,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sholawat, Daerah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 21 April 2015

Siapakah yang Disebut Manusia Qurani

Siapakah yang Disebut Manusia Qurani

KH. Muhyiddin Khatib 

Pertanyaan: "Siapakah sebenarnya yang disebut manusia Qurani? Apakah orang yang istiqomah membaca Al-Quran walau tidak mengerti mananya? Bagaimana jika ada orang suka baca Al-Qur’an  akan tetapi dia sering bersikap dan berprilaku yang melangar isi Al-Qur’an ? Sementara ada seseorang tidak begitu sering membaca Al-Qur’an  akan tetapi dia sentiasa mengamalkan isi Al-Qur’an.

Jawab : Terimkasih anda telah bertanya sesuatu yang amat penting semoga kita diberi kemampuan menjadi manusia Qurani lahir batin dan dalam kondisi apapun.

Siapakah yang Disebut Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapakah yang Disebut Manusia Qurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapakah yang Disebut Manusia Qurani

Manusia Qurani adalah seseorang yang membaca Al-Quran, mengerti mananya dan diberi kemampuan mengamalkannya dalam kehidupan sehari harinya..

(? ?)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Allah SWT berfirman : 

? ? ? ? ? ? ?... 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Apabila Al-Qur’an  dibacakan maka dengarkanlah dan diamlah kalian agar kalian dapat rahmat".

Allah menggunakana kata kerja mabni maful (?) menunjukkan bahwa perintah itu tidak hanya ditujukan pada orang yang mendengarakan bacaan Al-Qur’an  dari orang lain juga, seseorang yang membaca Al-Qur’an  dan yang mendengarkannya wajib istima dan inshot (mendengarkan dan diam dalam arti khusyuk). 

Ada terkadang orang yang baca Al-Qur’an  akan tetapi tidak mendengarkan apalagi menyimak isinya, seperti orang yang memaksakan baca Al-Qur’an  akan tetapi hatinya tidak menyatu dengan apa yang dibacanya, membaca Al-Qur’an  sambil lalu melihat dan mendengarkan berita  gosip dan bahkan ikut berghaibah. Sedang Al-Qur’an  dipegang dan dilihatnya, orang yang demikian sama dengan orang yang mencabik-cabik Al-Qur’an  (dhalimun linafsihi), dia baca Al-Qur’an  tapi kerjaannya sering mengadu domba, cerita kejelekan orang lain,  hatinya tidak dikendalikan dari hasad dan dengki, dan beberapa hal lain yang negatif, orang yang sperti ini walau selalu baca Al-Qur’an  akan tetapi hakikatnya menginjak-nginjak Al-Qur’an, naudzu billahi mindzalik.        

                    

Seorang yang mampu mengamalkan isi Al-Qur’an,  walau tidak selalu baca Al-Qur’an  adalah jauh lebih baik dan sempurna daripada membacanya, tapi selalu melanggar isi Al-Qur’an. Bahkan seseorang yang tidak mengerti banyak isi Al-Qur’an  akan tetapi dia mampu mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an,  jauh lebih baik dari orang yang selalu membacanya akan tetapi selalu melanggar apa yang dilarang Al-Qur’an  dan mengabaikan apa yang diperintahkannya.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia Qurani adalah orang yang mengamalkan isi Al-Qur’an,  sekalipun ia tidak selalu membaca Al-Qur’an. 

Dalam sebuah hadits Aisyah Ummil Mukminin suatu ketika ditanya.

? ? ? ? ? ? ? ? ?.. ? ? ?.

" Akhlaq Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an,"

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhori Muslim, dikatakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Barangsiapa yang membawa ( hafal dan membaca) Al-Qur’an, menghalalkan apa yang dijalankannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya maka akan masuk sorga".

Kemudian ada orang yang prilakunya Qurani padahal dia tidak faham Al Quran, dan bahkan mungkin bisa jadi bukan orang Islam. Perilaku yang begini sungguh merupakan sesuatu yang mulia dari Allah SWT. Di zaman Rasulullah SAW ada seorang perempuan dari Bani Thayyik masuk dalam rangkap orang orang yang ditawan, kemudian perempuan itu menyampaikan kepada Rasulullah SAW,  kalau dia adalah anak si fulan ini dan dia masih kafir. 

Orang tuanya sangat baik akhlaknya, dia murah hati, suka memberi, tidak dendam dan suka membantu orang yang tertindas. Atas kebaikan orang tuanya inilah pada akhirnya Rasulullah melepas anak tersebut karena menghormat atas kebaikan orang tuanya.

? ? ?

* Dosen Mahad Aly, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Habib, Nasional, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah