Minggu, 01 Desember 2013

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengajak umat muslim dan generasi bangsa Indonesia untuk meninggalkan budaya peringatakan hari Valentine. Menurutnya, valentine tidak mengajarkan hidup yang produktif bahkan seringkali menimbulkan korban pada remaja.

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Valentine Sering Timbulkan Korban Remaja

Perempuan yang juga Menteri Sosial ini mengatakan hal tersebut saat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di pesantren Al Aziziah Denanyar Jombang, Sabtu (14/2) malam. "Saya menangkap bahwa valentine adalah perayaan yang tidak produktif dan tidak sehat. Karenanya saya mengajak untuk ditinggalkan, karena hal itu tidak layak ditiru, " ujarnya mengatakan.

Khofifah menekankan pentingnya bangsa membangun produktivitas warganya, maka sesuatu yang kontrapoduktif dan tidak sehat harus ditolak. Dikatakannya, ketika kita melihat bahwa Valentine, seringkali di identifikasi sebagai bagian mereka yang boleh merayakan sesuatu yang tidak produktif maka kita ajak untuk menolak.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Karena bangsa ini darurat Narkoba, presiden sudah menyampaikan itu dan juga darurat pornografi. Oleh karena itu, kedaruratan keduanyanya ini semestinya bisa kita jaga dengan sesuatu yang sehat dan produktif," tandasnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kepada santri Khofifah berpesan, bangsa ini masih tertinggal jauh dengan negara tetangga Malaysia dalam bidang kepakaran. Di Malaysia setiap 150-an jumlah penduduk ada seorang doktor sains, teknologi, ekonomi, dan matematika. Sementara di Indonesia perbandingannya adalah 500 penduduk baru ada seorang doktor. "Jadi kita masih kalah 1 banding 5 dengan Malaysia," ujarnya.

Karenanya, santri diharapkan setelah menamatkan pendidikan di pesantren tidak berhenti untuk bersekolah. Harus melanjutkan jejang pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan hingga mencapai gelar doktor. "Terutama di bidang sains, bidang teknologi, ekonomi dan matematika seperti tokoh Aljabar (ulama matematikawan abad pertengahan)," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, Nahdlatul Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo

Wajo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Department of Foreign dan Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Darurat Bencana, Selasa-Jumat (29/11-2/12). Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya, Pelatihan PRB dan PDRA dan Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat bencana, baik siaga maupun tanggap darurat.

Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Relawan, LPBI NU Gelar Pelatihan Penanganan Bencana di Wajo

Beberapa persoalan seringkali terjadi saat penanganan tanggap darurat antara lain bantuan tidak sesuai dengan kebutuhan, keamanan dan perlindungan tidak terjamin, informasi yang simpang siur, keterbatasan waktu, keterbatasan penanganan penderita gawat darurat, dan kendala koordinasi.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Hal ini memerlukan suatu sistem dan cara untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang seringkali muncul dalam melakukan aktivitas tanggap darurat.

Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang erdiri atas BPBD Kabupaten Wajo, karang taruna, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, LSM, dunia usaha, GP Ansor, Fatayat NU, dan LPBI NU Kabupaten Wajo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

BPBD Kabupaten Wajo Andi Ardiansyah menyampaikan bahwa terdapat empat jenis bencana yang sering terjadi di Sulawesi Selatan, banjir, longsor, abrasi pantai, dan angin puting beliung. Hal ini perlu ditangani secara profesional. Adanya LPBI NU Kabupaten Wajo sangat membantu upaya penanggulangan bencana yang efektif.

Andi Ardiansyah berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan untuk masyarakat. “Dalam penanggulangan bencana terdapat tiga pihak yang tidak dapat dilepaskan, yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kerja sama tiga pihak ini sangat diperlukan untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang cepat dan efektif.”

PCNU Wajo Muh Alwi mengharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar di akhir pelatihan memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi situasi siaga bencana maupun tanggap darurat.

Deputi PM SLOGAN-STEADY LPBI NU Rurid Rudianti mengatakan, peserta pelatihan merupakan orang-orang pilihan yang mendapatkan paket pelatihan penanggulangan bencana yang cukup lengkap. “PCNU dan BPBD Kabupaten Wajo diharapkan dapat mengikat peserta menjadi satu tim agar kapasitas yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya khususnya untuk masyarakat di Wajo,” kata Rurid. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Anti Hoax Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 November 2013

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

Demak, NUOnline

Panitia konferensi cabang (konfercab) NU Demak yang sukses mengelar konfercab pada 30 Juli 2017 di Pesantren Fathul Huda, Demak, Jawa Tengah, mengakhiri tugasnya dengan melakukan ziarah ulama Nusantara. Ziarah yang berlangsung Sabtu-Ahad (9-10/9) ini sekaligus sebagai bentuk pembubaran panitIa.

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

Ketua panitia pelaksana KH Sa’dullah Fattah dalam upacara pemberangkatan rombongan mengatakan, ziarah para wali bertujuan merajut tali silaturrahim di antara pengurus cabang NU Demak masa khidmah 2012-2017 dengan pengurus baru masa khidmah 2017-2022.

“Ini dalam rangka membangun soliditas dan hormonisasi panutan NU yang peran dan fungsinya ke depan semakin besar dan berat,” katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beberapa ulama yang dikunjungi antara lain raja Islam pertama, Sultan Fattah Demak, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Maulana Malik Ibrahim,  Sunan Giri,  Sunan Ampel, Syaikhona Kholil (Bangkalan), KH Khamid (Pasuruan),  KH Asad Syamsul Arifin (Situbondo),  KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Jombang).

Ia juga berharap para pengurus NU mampu meneladani langkah dan perjuangan para ulama yang diziarahi dalam membumikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di bumi Nusantara sebagai rahmatan lil alamin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu ketua PCNU Demak terpilih KH Muh Aminuddin yang juga ikut dalam rombongan mengapresiasi panitia konfercab NU Demak yang menutup kegiatan konferensi dengan ziarah ulama Nusatara, termasuk pendiri NU

“Saya sangat senang dengan acarayang luar biasa baiknya,karena bisa menjadi napak tilas ulama Nusantara,” tutur Pak Amin, begitu akrab dipanggil. (A.ShiddiqSugiarto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 26 November 2013

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Karanganyar, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Setelah beberapa waktu lalu, GP Ansor Solo mengadakan aksi longmarch tolak radikalisme, kali ini Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, juga menggelar aksi menolak paham radikalisme, Ahad (5/4).

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karanganyar Gelar Aksi Tolak Radikalisme

Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah ormas lain di seputar area Car Free Day Karanganyar.

Ketua GP Ansor Karanganyar, Jamaluddin mengatakan, pihaknya bersikap tegas terhadap ajaran radikalisme yang dapat merongrong NKRI. “Kami berharap ada tindakan tegas, kalau ada tanda-tanda mengarah ke paham radikalisme itu mohon segera ditindak, demi keutuhan NKRI,” tukas dia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jamaluddin menambahkan, dalam aksi tersebut, mereka juga membagikan sejumlah brosur yang berisikan pernyataan sikap menolak berkembangnya ISIS di Indonesia, khususnya di daerah Karanganyar.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Karanganyar merupakan salah satu kawasan yang disebut-sebut Mendagri dan BNPT, sebagai kawasan yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Dipaparkan lebih lanjut, sebagai tindak lanjut dari aksi tersebut, pihaknya siap bekerjasama untuk mencegah tumbuhnya bibit radikalisme.

“Ada sejumlah titik yang ditengarai menjadi benih penyebaran radikalisme. Untuk itu, kami siap berkoordinasi dengan aparat terkait mencegah paham tersebut tumbuh di Karanganyar,” pungkasnya.

Aksi diwarnai dengan penandatanganan bersama, pernyataan penolakan terhadap gerakan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Doa, Nahdlatul Ulama Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 November 2013

Mobil-mobil Tokoh NU (1)

Siapa saja boleh pasang anggapan bahwa PP GP Ansor dibanjiri oleh barisan pemuda. Pori-pori muka kencang seperti kulit buah apel segar. Pandangan mata tajam. Setidaknya mereka mempunyai kesanggupan melompat dari duduk sunyi saat mendengar teriakan “maling” dalam kejauhan.

Hanya saja anggapan itu tidak secara bulat benar. Generalisasi sebagai metode, kata orang, mengandung cacat bawaan. Artinya, pengecualian hampir selalu ada. Buktinya, di kantor PP GP Ansor yang menjadi kantong para pemuda terdapat minimal seorang orang tua. Warhoni namanya.

Pada pokoknya begini. Siapa saja bisa singgah mengamati sekretariat PP GP Ansor di Jalan Kramat Raya Nomor 65A, Jakarta Pusat. Satu jam pengamatan dalam setiap harinya sudah lebih dari cukup. Kalau mau mengerjakan selama seminggu itu bagus. Tetapi, tiga hari pun memadai.

Mobil-mobil Tokoh NU (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-mobil Tokoh NU (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-mobil Tokoh NU (1)

Dalam amatan siapa saja yang berminat, Warhoni yang berusia lebih 60 tahun akan hadir di tengah mereka. Belum ada penelitian baik ilmiah, setengah ilmiah, maupun tampak ilmiah berani terbuka mengategorikan anak manusia berusia 60 tahun sebagai pemuda.

“Pak Roni,” para pemuda Ansor menyapa Warhoni. Kakeknya asal Brebes Jawa Tengah. Ia sendiri kelahiran DKI Jakarta.

Di malam basah itu, ia yang mengenakan kaos salah satu calon pasangan Pilkada lalu DKI Jakarta menyuguhkan minum hangat di malam hujan. Maklum, dari sekian orang yang berkegiatan di GP Ansor, ia terbilang paling sering keluar dan masuk dapur GP Ansor. Ia selalu membuatkan minuman hangat bagi pengunjung GP Ansor. Selain sudah tidak lagi muda, perannya di GP Ansor tidak menonjol mungkin karena hanya main di dapur dan belakang.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pria yang tinggal di Kramat Sawah, Paseban, Senen memiliki ingatan cukup baik terkait tokoh-tokoh NU. Adalah Roni, pria yang bersisir menyamping sanggup menjelaskan mobil berikut nomor polisi mobil tokoh-tokoh NU di zaman itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Waktu tinggal di Mangunsarkoro, Menteng, Kiai Idham Cholid masih menjabat sebagai wakil perdana menteri. Mobilnya Impala, sebuah merk sedan keluaran Chevrolet yang cukup laris di eranya. Namun setelah 1965, ia kerap diantar oleh Mercedes-Benz dengan nomor polisi ‘B 25’. Kalau bukan Brimob, maka sejumlah prajurit Angkatan Udara (AU) mengawalnya,” ungkapnya kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, di Kantor PP GP Ansor, Rabu (3/4) malam.

Sementara Pak Subhan ZE selalu berkendaraan dengan Pontiac, sebuah sedan panjang dengan plat nomor ‘B 4’. Sedangkan Pak Mahbub dan Pak Zamroni, hanya mengendarai VW Kodok. Alm Kiai Musthofa Bisri, mbah dari Wakil Rais Aam PBNU kini KH Musthofa Bisri, lain lagi. Mobilnya, imbuh Roni, hanya Datsun yang telah keropos.

Roni cukup melek dengan kendaraan. Ini bisa dipahami. Karena, lepas usia sepuluh tahun ia sudah bergelut dengan dunia itu. Ia menjadi tenaga tambahan di sebuah bengkel Vespa di bilangan Senen selama 40 tahun.

Kini ia kerap membersih-bersih di sekretariat PP GP Ansor. Tangannya akan segera bergerak membersihkan tumpukan cangkir bekas pakai dengan sisa ampas kopi berkerak. Di akhir perjumpaan ia selalu menggaungkan kesederhanaan dan keikhlasan dalam keorganisasian.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian, Hikmah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 12 November 2013

GP Ansor Jakbar Ajak Qurban untuk Dhuafa

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Menjelang Idul Adha 1437 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Barat bekerja sama dengan Aqiqahbilikkambing membuat program “Qurban untuk Dhuafa”. Program ini akan menyediakan hewan qurban yang berkualitas untuk para dermawan yang berniat untuk menyumbangkannya kepada kaum dhuafa se-Jabodetabek di panti asuhan, pesantren, yayasan sosial dan lain-lain.

Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Alfanny mengatakan bahwa program “Qurban untuk Dhuafa” ini merupakan bentuk kepedulian Ansor terhadap nasib kaum dhuafa dan juga upaya menyemarakkan syiar hari besar Islam, Idul Adha.

“Konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia hanya 2,2 kg/ tahun. Ini masih sangat rendah dibandingkan konsumsi daging sapi per kapita di Malaysia dan Singapura yang mencapai 15 kg/tahun. Padahal daging sapi merupakan sumber protein hewani yang menyumbang pada kecerdasan otak,” kata Alfanny melalui siran pers yang diterima Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah (30/8).

GP Ansor Jakbar Ajak Qurban untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jakbar Ajak Qurban untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jakbar Ajak Qurban untuk Dhuafa

Rendahnya konsumsi daging tersebut potensial menyebabkan generasi muda Indonesia rendah kecerdasannya dan akan merugikan bangsa dan negara Indonesia. Berpijak dari data seperti itulah, Ansor terpanggil untuk berpartisipasi mengajak para dermawan dan aghniya agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk berqurban bagi kaum dhuafa.

Hewan Qurban yang ditawarkan PC GP Ansor Jakarta Barat dalam program ini dijamin kualitasnya karena Ansor bekerja sama dengan Aqiqahbilikkambing yang sudah belasan tahun menjual kambing dan juga sapi untuk keperluan qurban maupun aqiqah.

Owner Aqiqahbilikkambing Reza Noval menyatakan bahwa hewan qurban yang dijual oleh Aqiqahbilikkambing merupakan hewan qurban yang layak secara syariat dan terjamin kesehatannya.

“Sejak 2005 kami sudah memulai penjualan kambing dan sapi untuk keperluan aqiqah dan qurban. Tahun lalu kami bahkan menjual sekitar 200 kambing. Itu bukti kami dipercaya oleh konsumen”, urai Reza Noval yang juga wakil bendahara PC GP Ansor Jakarta Barat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Qurban untuk Dhuafa

Khusus program “Qurban untuk Dhuafa”, berikut nama-nama marketing yang dapat dihubungi untuk wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya. Tim marketing tersebut akan menjelaskan kepada para calon pekurban tentang spesifikasi hewan qurban yang dijual dan juga bias membawa calon pekurban ke kandang hewan qurban Aqiqahbilikkambing di dekat SMA 63 Pesanggarahan Jakarta Selatan.



Berikut nama tim marketing dan wilayah pemasarannya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

1. Servian (089681916360) atau Johan (089675134335) untuk wilayah Cengkareng, Grogol, Tambora, Tamansari dan sekitarnya

2. Zen (087784077213) atau Saiful (08892684487) untuk wilayah Kalideres, Kota/Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.

3. Eko Harfianto (081510812525) untuk wilayah Palmerah, Kebon Jeruk, Kembangan dan sekitarnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Ahlussunnah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Minggu, 03 November 2013

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara

Jombang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Ketua Rombongan Tim Ekspedisi Islam Nusantara Imam Pituduh mengungkapkan beberapa pemicu Islam Nusantara harus disebarluaskan di belahan dunia. Setidaknya ada tiga darurat kenapa Islam Nusantara harus diketahui sejumlah kalangan, khususnya bangsa Indonesia sendiri.

"Darurat radikalisme, darurat terorisme, dan darurat narkoba. Tiga hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia," katanya saat memberikan sambutan di Pendopo Jombang, Selasa (19/4).

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Darurat Perlunya Penyebaran Islam Nusantara

Ia menjelaskan, tak sedikit masyarakat Indonesia yang turut mengembangkan radikalisme, juga terorisme di negara-negara luar. Bahkan mereka sedang menyeting dan menargetkan tahun 2017, Indonesia harus menjadi negara radikal.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kurang lebih 140 warga Indonesia berlatih tentang gerakan radikal di Suriah, dan kini sudah kembali ke Indonesia. Sekitar 200 warga Indonesia tertangkap di Turki yang sedang berlatih gerakan radikal," ujarnya.

Hal demikian menjadi tantangan serius bagi masyarakat luas tatkala mereka sedang mengembangkan gerakan-gerakannya. "Gerakan mereka harus kita halau dan seting mereka harus dihentikan," katanya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Padahal, Islam yang diajarkan oleh Nabi SAW hingga Wali Songo sampai pendiri NU sama sekali tidak berindikasi pada kekerasan. "Maka dari itu kita keliling sejak bulan lalu ingin meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru terhadap Islam itu sendiri," kata Imam.

Warga nahdliyin dengan menyajikan model Islam Nusantara harus bisa memosisikan di tengah-tengah antara paham radikal dan fundamental.

"Islam Nusantra bukan hal baru. Islam Nusantara sebagai dedikasi umat Islam pada ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran nabi, model Islam yang diterapkan nabi yaitu merangkul sesama, menerapkan sikap toleransi dan menjaga perdamaian," ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, suatu budaya, nilai kesejarahan dan pemahaman atau ajaran yang dilakukan oleh para ulama harus dikumpulkan menjadi satu dokumen agar mudah memahami Islam. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Daerah, IMNU, Habib Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah