Kamis, 24 Januari 2013

Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat

Klaten, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Sebanyak 7 gunungan yang berisikan ratusan ketupat diarak untuk memeriahkan tradisi rayahan kupat di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Ratusan kupat atau ketupat, yang dalam ungkapan bahasa Jawa berarti ngaku lepat (mengakui kesalahan), diarak kurang lebih setengah kilometer oleh warga menuju ke Bukit Sidoguro, Ahad (3/8).

Sesampainya di Bukit Sidoguro, gunungan kemudian didoakan oleh pemuka agama setempat. Setelah itu, dimulailah acara rayahan kupat (rebutan ketupat). Ribuan pengunjung yang hadir, ikut berebut ketupat yang terdapat pada gunungan. Selain ketupat, juga terdapat aneka sayuran seperti kacang panjang, tomat dan cabai yang ikut diperebutkan.

Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat

Para pengunjung yang mengikuti acara ini, sebagian mengaku ada yang ingin sekedar untuk ngalap berkah, namun ada pula yang hanya sekedar untuk mencari kegembiraan semata.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dani, salah satu satunya, wanita berusia 40 tahun itu datang bersama suami dan anaknya. Bahkan, secara tak sengaja dia mendapatkan kupon berhadiah yang ikut dibagikan bersama ribuan ketupat. “Tadi, tidak sengaja menemukan. Lumayan, dapat Rp.50.000,” ungkap kata sembari tersenyum.

Panitia acara menerangkan rayahan kupat ini merupakan acara rutin yang sudah ada sejak dulu. Acara ini juga menjadi ajang silaturahim masyarakat setempat, khususnya pada momentum Lebaran. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, IMNU Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 17 Januari 2013

Ini Rangkaian Kegiatan PCNU Berau-Kaltim di Bulan Muharram

Berau, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, melaksanakan rangkaian kegiatan di bulan Muharram 1439 H ini. Kegiatan dipusatkan di masjid yang diberi nama Masjid Aswaja Darussalam. Selain itu PCNU juga rutin menggelar gerakan shalat shubuh berjamaah keliling ke beberapa kecamatan.

Ini Rangkaian Kegiatan PCNU Berau-Kaltim di Bulan Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rangkaian Kegiatan PCNU Berau-Kaltim di Bulan Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rangkaian Kegiatan PCNU Berau-Kaltim di Bulan Muharram

Ahad (1/10) kemarin PCNU menyelenggarakan kegiatan santunan untuk 40 anak yatim, pengobatan gratis dan khitanan massal di Masjid Aswaja Darussalam yang berlokasi di Jalan Pulau Semama, Tanjung Redep.

Ketua PCNU Kabupaten Berau H Asrul Sani kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, Senin (2/10) mengangatakan, kegiatan di Masjid Darussalam Ahad pagi itu dimulai setelah shalat shubuh berjamaah keliling yang tiba gilirannya di masjid itu.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Majelis Taklim Aswaja Darussalam, LAZISNU, Tirta Medical Center dan SMK Al-Falah Queen Berau.

“Untuk santunan, anak-anak yatim mendapatkan dua amplop. Satu dari majelis taklim, satu lagi dari LAZISNU yang sudah kita persiapkan sebelumnya. Warga sangat antusias, bahkan setelah acara selesai, masih ada yang ingin memberikan santunan,” kata H Asrul Sani.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu kegiatan khitanan massal merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan sebelumnya yang pesertanya cukup banyak sehingga tidak bisa tertampung semuanya. 

Untuk khitanan massal ini, PCNU mendapatkan bantuan dari Tirta Medical Center dokter umum, dokter intensif dan tim paramedis dan kebutuhan medis lainnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis thibbun nabawi dilaksanakan oleh tim ahli yang berasal dari PCNU sendiri.

Kegiatan lain dari PCNU Berau adalah kunjungan ke rumah-rumah warga sekitar yang sakit. “Bukan berapa nilainya barang yang kita bawa. Ini ajaran Nabi. Kita berdoa bersama di sana (di rumah warga yang sakit),” kata H Asrul Sani.

Kegiatan NU di daerah yang berbatasan dengan Negara Filipina ini cukup aktif dan intensif. Muslimat NU Berau saja mempunyai 23 Taman Kanak-kanak (TK) di pulau-pulau kecil. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Hadits, Ubudiyah, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 16 Januari 2013

Jokowi: Presiden Afghanistan Kaget Keragaman di Indonesia

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Pada kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (10/6, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisahkan pertemuannya dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani.?

Jokowi: Presiden Afghanistan Kaget Keragaman di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Presiden Afghanistan Kaget Keragaman di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Presiden Afghanistan Kaget Keragaman di Indonesia

Menurut Jokowi, Ashraf Ghani terkaget-kaget tentang segala keragaman yang ada di Indonesia seperti pulau, bahasa, daerah, suku bangsa, serta kabupaten dan kota.?

“Kita memiliki 17 ribu pulau, beliau (Ashraf Ghani) kaget. Kita memiliki 714 suku, beliau kaget. Indonesia memiliki 516 kota dan kabupaten, beliau kaget. Kita memiliki bahasa lokal bahasa daerah itu 1100, beliau lebih kaget lagi,” kisahnya.?

Dengan segala potensi keragaman yang ada di ? Indonesia, Ashraf Ghani mengingatkan Jokowi supaya menjaga Indonesia dari perpecahan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Presiden Jokowi hati-hati, negara dengan keragaman seperti Indonesia itu harus dijaga betul,” ujar Jokowi menirukan Ashraf Ghani. “Sudah sangat sulit sekali kalau sudah terjadi perpecahan,” tambahnya.

Terkait konflik yang terjadi di Afganistan, Jokowi menjelaskan tentang sumber pertikaian antara dua kelompok. Kelompok yang satu membawa negara lain masuk, yang satu lagi juga membawa negara lainnya masuk. Sekarang setelah perang, katanya, sudah ada 40 kelompok. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 25 Desember 2012

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. KH Said Aqil Siroj menerima titipan kurban sebanyak 9 ekor sapi dari masyarakat yang dikirimkan ke rumahnya di jl Sadar Raya Ciganjur Jakarta Selatan. Empat ekor sapi telah didistribusikan ke masjid disekitar kediamannya, salah satunya Masjid Al Munawwarah yang berada di kompleks kediaman Gus Dur.

Kang Dayat, staff rumah tangga keluarga Kang Said mengaku tidak tahu siapa saja masyarakat yang menyerahkan hewan kurban tersebut karena langsung berkomunikasi dengan keluarga. Ia juga tidak tahu apa lima sapi yang tersisa akan dipotong di rumah atau dikirimkan ke masjid yang lain.

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Terima Titipan Kurban 9 Sapi

“Pagi ini belum ada yang dipotong karena masih menunggu kedatangan pak Kiai yang menyampaikan khotbah Idul Adha di Kalbar. Mungkin bisa dipotong malam nanti atau besok pagi,” katanya. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Meskipun demikian, sudah terdapat 800 kupon yang disebarkan, sebagian diberikan kepada PP Muslimat NU. 

Tahun lalu, Kang Said malah menerima 11 sapi kurban, tetapi hanya satu ekor yang dipotong di rumahnya dan dibagikan kepada masyarakat dan jamaah pengajian. 

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam lingkungan NU, sudah menjadi tradisi masyarakat menyerahkan hewan kurbannya kepada kiai yang dipercayainya untuk menyembelih dan membagi daging kurban tersebut. Ketika jumlahnya banyak, kemudian kurban tersebut didistribusikan kembali ke masyarakat untuk dipotong sendiri.

Untuk kurban Kang Said secara pribadi, salah satunya berupa seekor sapi diserahkan kepada PP Lazis NU, tetapi tidak dipotong di PBNU. Di gedung PBNU, hanya dipotong dua ekor sapi untuk masyarakat sekitar gedung NU berdiri.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Budaya, AlaNu, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 05 Desember 2012

Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad

Solo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Alkisah, Nisa, seorang santri putri di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, Solo, Jawa Tengah, sering mengunjungi tempat-tempat yang menarik di daerahnya.

Suatu saat, dia menemukan dua tempat ibadah dari agama berbeda berdiri bersebelahan. Dengan kata lain, Masjid Al-Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan itu memiliki alamat sama. Nisa kagum, karena meskipun berbeda, kedua umat tetap hidup rukun, damai, dan harmonis.

Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Damai dalam Film Pendek Karya Santri Al-Muayyad

Cerita di atas, tergambar dalam sebuah video berjudul ‘Satu Alamat’. Film pendek berdurasi 00.05.46 tersebut merupakan karya jurnalistik dari para santriwati Al-Muayyad Solo.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Saat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah menyambangi Pesantren Al-Muayyad, Ahad (9/3), salah seorang santri yang ikut dalam pembuatan film, Ashfiya Nur Atqiya, menjelaskan perihal film ‘Satu Alamat’ itu.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Film ini dulu pernah masuk 10 besar dalam Festival Film Santri, setahun lalu,” ungkap cucu pengasuh Al-Muayyad, KH Abdul Rozaq Shofawi.

Waktu itu, Pesantren Al-Muayyad bersama 9 pesantren lain, mendapatkan kesempatan untuk membuat sebuah film bertemakan toleransi dan perdamaian. “Peserta yang ikut ada 20 tim, yakni 10 tim santri putra dan 10 tim santri putri,” terangnya.

Setelah hampir sebulan lebih proses pembuatan film, akhirnya dua tim dari Al-Muayyad mampu menghasilkan dua film pendek.

“Santri putra menyoroti masalah terorisme, sedangkan kami (santri putri) merekam suasana damai yang ada di Joyodiningratan,” imbuh gadis berkacamata itu.

Ashfiya dan kawan-kawanya, berharap dari video tersebut, dapat memberikan inspirasi kepada orang lain, tentang sebuah nilai perdamaian. “Kita juga ingin menunjukkan, bahwa santri dapat membawa misi perdamaian,” jelas Ashfiya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kyai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 20 November 2012

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3

Bandung, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Universitas Islam Nusantara (Uninus) menyelenggarakan seleksi tertulis untuk program Beasiswa S2/S3 bekerja sama dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat. Seleksi akan diselenggarakan pada Rabu (1/2) besok di Aula Pascarjana Uninus Bandung Jalan Soekarno-Hatta No 530 Kota Bandung, Jawa Barat.

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3

Para peserta berjumlah 133 guru yang merupakan utusan dari 19 Pimpinan Cabang Pergunu di Jawa Barat. Seleksi tertulis ini meliputi tes potensi akademik, bahasa Arab, bahasa Inggris dan psikotes.

Menurut Rektor Uninus Suhendra Yusuf, program beasiswa yang ditawarkan menyediakan tiga? pilihan program studi, yaitu Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (S2) dengan akriditasi B, Magister Manajemen Pendidikan (S2)dengan akriditasi A,? dan Prodi Doktoral Ilmu Pendidikan (S3) dengan akriditasi B.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sementara itu, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh berharap semua peserta calon penerima beasiswa S2 dan S3 kerja sama Uninus dengan Pergunu Jawa Barat bisa mengikuti seleksi tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Hakikatnya seleksi tersebut merupakan alat ukur kemampuan awal dari semua calon penerima beasiswa S2 dan S3," tutur Saepuloh

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Lebih lanjut Saepuloh mengatakan utuk para peserta yang lulus seleksi beasiswa S2 dan S3, akan memulai kegiatan perkuluah matrikulasi pada minggu kedua bulan Februari. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Warta, Daerah, Jadwal Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 16 November 2012

LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan

Pasuruan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pimpinan Lembaga Dakwah NU (LDNU) Jawa Timur segera menerbitkan buletin tentang Islam yang rahmatan lil alamin. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membendung faham garis keras yang saat ini sedang mewarnai wajah Islam Nusantara ini sehingga mengesankan bahwa Islam itu, radikal dan suka berdarah-darah.

Rencana diatas merupakan hasil rekomendasi dari Simposium selama dua hari yang berlangsung di Hotel Tanjung, Jl. Wilis Tretes, Pasuruan, 2-5 Januari 2013 lalu.

LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Gelar Simposium Formulasi Dakwah dan Kebangsaan

Selain penerbitan buletin, acara yang bertemakan, Formulasi Dakwah Aswaja dan Simposium Kebangsaan, itu juga sepakat akan membuat website Aswaja Annahdliyah dan buku khutbah, yang berisi tentang hakekat jihad dan Islam yang rahmatan lil alamin.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Ada tiga rekomendasi mendesak yang harus segera kita lakukan. Pertama pembuatan buletin Aswaja Annahdliyah. Web Aswaja dan Buku Khutbah tentang Islam rahmatan lilalamin,” ujar Ketua LDNU Jatim KH Ilhamulloh Sumarhan, tadi siang.

Agar kegiatan ini segera sampai ke tingkat akar rumput dan umat, lanjut Kiai Ilhamulloh, hendaknya kegiatan serupa juga dilaksanakan di tingkat cabang di Jawa Timur.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Kegiatan serupa juga akan digelar di masing-masing cabang, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini,” tandasnya.

Ikut memberikan pengarahan dalam acara itu, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, KH Ali Maschan Musa atas nama Komisi ? VIII DPR RI dan Prof Dr KH Abdul A’la, rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Kiai Hasyim, saat itu banyak mengupas masalah perkembangan teroris internasional. Menurutnya, munculnya teroris–teroris baru lantaran adanya ketidakadilan global. Sehingga muncul gerakan radikal.

Sementara itu, Kiai Ali Maschan, pada kesempatan banyak mengupas masalah kebijakan pemerintah, terkait dengan masalah teroris dan gerakan radikal. Sedangkan, Profesor Abdul A’la, menyampaikan masalah tafsir jihad ditinjau dari aspek hukum Islam.

Simposiaum ? ini diikuti ? 120 orang peserta. Mereka datang dari perwakilan Cabang LDNU se Jatim dan da’i penyuluh.Turut hadir pada acara itu, Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftachul Ahyar, Wakil Ketua PWNU yang membidangi da’wah Drs H Abdul Wachid Asa.?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah