Minggu, 07 November 2010

Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean

Rembang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?

Maulana Makdum Ibrahim, seorang penyebar agama Islam di pulau Jawa di pesisir timur pantai utara yang biasa dikenal dengan nama Sunan Bonang. Disalah satu perbukitan di di tepi laut jalan pantura Rembang-Jawa Timur pernah menjadi sejarah pernah singgahnya seorang salah satu tokoh Walisongo atau sekarang dikenal dengan Desa Bonang Kecamatan Lasem Rembang Jawa Tengah.

Menurut sejarah, Sunan Bonang dianggap mempunyai beberapa pusara atau makam, yaitu di Desa Bonang Rembang, Sunan Bonang di Tuban atau Pulau Bawean. Semua tempat yang menjadi pusara dan pernah disinggahi Sunan Bonang semua membawa berkah bagi masyarakat sekitar karena sering diziarahi dan menjadi wisata religi.

Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarik Ulur Makam Sunan Bonang, Antara Rembang, Tuban, dan Bawean

Di Desa Bonang sendiri menjadi pusat ziarah, dan juga mempunyai hari-hari penting tertentu yang menjadi hari besar untuk memperingati wafatnya Suanan Bonang, seperti pusara Sunan Bonang yang ada di Tuban dan Pulau Bawean.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berbagai macam peninggalan dan tempat petilasan Sunan pun masih dapat dilihat dan dijumpai di Desa Bonang ini, seperti Omah Gede (Rumah Besar) yang sekarang digunakan sebagai masjid karena sering digunakan untuk menjalankan shalat. Selain itu, ada bende becak atau disebut juga dengan bende Bonang yaitu sebuah gamelan milik Sunan Bonang yang digunakan sebagai media dakwah dalam menyebarkan agama Islam. Karena masih dijaga kelestariaannya.

Selain itu ada juga sebuah tempat yang menjadi petilasan yang biasa masyarakat sekitar menyebutnya dengan pasujudan. Konon menurut riwayat, tempat yang terletak di atas bukit di tepi jalan pantura itu menjadi tempat Sunan Bonang dalam bermunajat kepada Allah SWT, dalam menyebarkan agama Islam.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Di pasujudan inilah banyak orang dari berbagai derah meniru jejak Sunan Bonang untuk bermunajat kepada sang pencipta agar dimudahkan dari berbagai masalah dan juga masih banyak yang lainnya.

Desa Bonang sering disinggahi para peziarah yang ingin bertafakur di petilasan Sunan Bonang karena mereka yakin pusara Sunan Bonang berada di Desa Bonang Rembang. Selain untuk tirakat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak dzikir, membaca Al-Quran dan shalat tahajud. Banyak diantara mereka yang ingin beraktifitas hanya sekedar membersihkan area makam Sunan Bonang ? dalam beberapa hari, entah mereka ngalap berkah, atau membawa motif yang lain.

Ahmad Luthfi Haqim, selaku wakil juru kunci pesarean Sunan Bonang menjelaskan semua tamu yang ingin bertafakur mayoritas berasal dari luar daerah, bahkan terkadang dari luar Jawa. Ia juga menjelaskan bukan hanya masyarakat Bonang saja yang meyakini bahwa pusara makam Sunan Bonang terletak di desa Bonang, meski tidak terdapat nisan sebagai bukti sejarah.?

Di sebidang tanah rata, di atasnya banyak tanaman kembang melati ini diyakini sebagai makam Sunan Bonang. Terlepas dari tarik ulur antara makam Sunan Bonang di Tuban atau Pulau Bawean, tiap kali berada di pesarean Bonang, hatinya sangat tenang. Hawanya juga sarat dengan nuansa kedamaian.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi bagi para peziarah yang ingin menginap bertafakkur di Makam Sunan Bonang, menyerahkan identitas KTP kepada pengurus yayasan Sunan Bonang, mereka juga harus menghindari kemusyrikan. Apalagi Sunan Bonang sama sekali tidak pernah mengajarkan, serta melarang hal itu. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Humor Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 02 November 2010

Berkah Pedagang di Acara-acara NU

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Musabaqoh Antar-Pondok Pesantren se-Banyuwangi XV yang berlangsung selama tiga hari menjadi berkah tersendiri bagi pedagang keliling. Dihelat sejak Kamis (30/3), para pedagang membuka lapak mereka di pinggir jalan menuju area lomba, hingga Sabtu (1/4).

Berkah Pedagang di Acara-acara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Pedagang di Acara-acara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Pedagang di Acara-acara NU

Bersama dengan pedagang lain, dan juga stand bazar dari kalangan santri, Abu Kosim juga menggelar dagangannya sendiri. Mulai dari kitab salaf, buku islami, surban, minyak wangi, tasbih, kopyah dan siwak, dia jajakan dengan rapi.

Berlamatkan RT 01 RW 04 Blokagung, Banyuwangi, Pak Kosim, sapaannya, berangkat dari rumah menuju ke lokasi dengan membawa mobil pribadi. Tidak hanya berjualan di kegiatan ini, ia sering berjualan di acara-acara keagamaan ala Nahdlatul Ulama seperti Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP), Istighosah Dzikrussyafaah, Istighosah Ihsanniyah, Mantab.

Untuk menghidupi keluarganya, Pak Kosim juga membuka jasa cuci pakaian (laundry) di rumahnya, yang dia geluti bareng istrinya. Sembari menawarkan dangannya, bapak dua anak itu mau untuk berbagi pengalaman kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, yang sedang melihat-lihat kitabnya.

“Saya sudah mempunyai dua orang anak. Nomor satu, mondok di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, Kediri dan nomor dua masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak,” kata Pak Kosim, “untuk itu, saya berusaha kerja keras, guna membiayai keluarga saya,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perkerjaan yang dijalani sekarang ini, lanjutnya, diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. “Dan, semoga mendapat berkah,” pungkas bapak yang hobi olahraga badminton itu sambil mengatakan, pemasukan rata-rata sebesar 3 sampai 4 jutaan. (Moh. Awang Nuryaddin/Cholid Mawardi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 November 2010

Sikap Perempuan Saat Dilamar

Perempuan tentu peka terhadap keadaan di sekitarnya termasuk ketika ada seseorang lelaki yang melamarnya. Amatannya detail. Pancaindranya bekerja secara normal. Dari situ perempuan akan menanggapi gejala-gejala yang berkaitan dengan lamaran.

Tanggapan dan sikap perempuan harus dinilai wajar. Karena tentu saja perempuan tidak akan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot seperti masyarakat feodal. Perempuan hanya mengamati perihal agama dan perilaku pelamarnya. Ini penting agar ia tidak menyesal di dunia maupun akhirat.

Sikap Perempuan Saat Dilamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Perempuan Saat Dilamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Perempuan Saat Dilamar

Islam memberikan catatan terkait sikap perempuan saat dilamar. Dalam kitab Adab fid Din, Imam Ghazali menyebutkan sebagai berikut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Adab perempuan bila dilamar seorang lelaki ialah meminta salah seorang keluarganya yang bisa dipercaya untuk pertama, menanyakan mazhab pria pelamar, agama, aqidah, nama baik, dan ketepatan janjinya. Kedua, perempuan itu juga perlu memerhatikan kerabat dan orang-orang rumahnya. Ketiga, ia juga penting untuk mengamati ketekunan sembahyang lima waktu dan perihal sembahyang jamaah si pelamar. Keempat, ia mesti keapikan usaha dan sumber penghasilan pelamar."

Selain itu, Imam Ghazali dalam kitab yang sama menambahkan, perempuan perlu mengutamakan perhatiannya pada perihal agama ketimbang hartanya, dan perjalanan hidup ketimbang sebutan orang mengenai diri pelamar.

Qanaah, kata Imam Ghazali, juga perlu dimiliki agar kemesraan dan rasa cinta keduanya semakin hangat. Qanaah juga penting untuk mengusir rasa takut lelaki yang ingin melamar perempuan. Wallahu Alam

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Oktober 2010

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (6/12) bertempat di Gedung PBNU Jakarta Pusat, digelar pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kiai Said juga menyampaikan NU membutuhkan tangan-tangan terampil untuk mengembangnkan potensi yang dimiliki NU. Potensi tersebut diharapkan akan menjadi prestasi yang akan berguna bagi masyakarat banyak.

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Selain itu, Kiai Said juga mengingatkan bahwa pelantikan dan kepengurusan ARSINU adalah sebagai langkah pertama dari perjalanan ARSINU khususnya dan NU umumnya yang masih panjang.

“Jangan sombong, jangan putus asa. Generasi yang akan datang yang akan menikmati,” kata Kiai Said.

Sementara itu, Ketua ARSINU, HM. Zulfikar As`ad, mengatakan ARSINU dibentuk dengan tujuan utama agar rumah sakit-rumah sakit yang dimiliki NU dan atau orang-orang NU, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sehingga tugas utama ARSINU adalah bagaimana meningkatkan kualitas RS milik NU. Selain itu, melalui ARSINU juga dapat dijalin kerja sama antara rumah sakit anggota ARSINU dengan berbagai pihak dalam pelayanan kesehatan ? kepada ? masyarakat,” tegas pria yang lebih sering dipanggil Gus Ufik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berikut susunan pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016 - 2021?

Dewan Penasehat

Ketua: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

Anggota:?

Khofifah Indar Parawansa

DR. Ing. Bina Suhendra

Dr. dr. Syahrizal Syarif, MPh

Drs. Hisyam Said MSc ? ?

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Prof. dr. Ali Gufron Mukty, PhD ? ?

Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, MARS, DTMH ? ? ?

Dr. Misbahul Munir ? ?

Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH ? ? ?

dr. Masyhudi AM., MKes

Pengurus Harian:?

Ketua Umum ? : Dr. dr. H. M. Zulfikar As`ad, MMR?

Ketua ? : dr. Amir Fauzi, MARS?

Ketua ? : dr. SibrohMalisi, MARS, ?

Ketua ? : dr. H Abdul Aziz, M.H.Kes

Sekretaris Umum : dr. Fery Rahman, MKM?

Wakil Sekretaris : drg. Fauziah M. Asim, MKM ?

Wakil Sekretaris : dr. M. BimaArrynugrah

Bendahara Umum : dr. Hidayatullah, SpS

Wakil Bendahara : drg. Ulfah Mashfufah, MKes

Wakil Bendahara : Hj. Sabrina D. Prihartini, AmdKeb. SKM., MKes

Bidang Hukum dan Advokasi: ? ?

Dr. Eko Pujianto, SH MH?

M. Zahrul Jihad As., SH. MHum

Bidang Sistem Informasi:?

dr. Barir Cahyanto, ST?

dr. Didik Suharsono, M.Kes

Bidang Pengembangan Organisasi: ?

dr. Muhammad Makky Zamzami

dr. Samsul Arifin, MARS?

Minan Rahman, MPdI

Bidang Pendidikan dan Pelatihan:

dr. H. Hardadi Airlangga, SpPD

dr. H. Ahmad Fariz Zein, SpPD.?

M. Syukron Skep. Ns?

Akhmad Safi’i, S.Far, Apt?

Bidang Manajemen Mutu: ?

dr. Tri Wahyu Sarwiyata, MKes

dr. Mafrurrochim Hasyim, MARS?

dr. Wiwik Winarningsih, MARS ?

Bidang Farmasidan Alkes:?

Agus Pramono, S.Farm, Apt, MM?

Redho Meisudi, S,Farm Apt?

Moh Thoyib, SKep. Ners

Umayah, SKep. Ners

(Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Habib, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 Oktober 2010

Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seperti warga NU pada umumnya, Muslimat NU juga ikut berduka atas wafatnya Waketum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf, Kamis (3/12) di Asrama Haji Jakarta, tempat kegiatan berlangsung. Kiai Slamet merupakan suami dari Hj Siti Aniroh, Sekretaris Umum PP Muslimat NU.

“Sebelum kegiatan pembukaan Rakernas dilaksanakan, mari kita bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk KH Slamet Effendy Yusuf,” ujar Hj Muzayannah memimpin para pengurus Muslimat NU dari berbagai wilayah yang juga diikuti oleh grup Marawis.

Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy

Kiai Slamet meninggal dunia di usia 67 tahun pada Rabu, 2 Desember 2015 di Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 23.00 WIB saat mengikuti rangkaian kegiatan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Hotel Ibis Styles, Jl Braga Bandung. KH Slamet Effendy Yusuf adalah putera pertama dari 4 bersaudara dari pasangan KH Azhari Yusuf dan Hj Umi Kulsum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menrut penuturan salah satu peserta Rakernas, sebelum Kiai Slamet menghembuskan napas terakhirnya, Siti Aniroh juga sedang aktif memandu materi di depan para peserta Rakernas di Cisarua, Bogor, Jawa Barat saat hari pertama Rakernas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah mengetahui kabar tentang suaminya, Aniroh ditemani beberapa ibu Muslimat langsung menuju rumah kediamannya di Perumahan Citra Gran Castle Garden Blok H-5, No 18 Cibubur, Jakarta.

Adapun dalam Rakernas bertajuk ‘Penguatan Organisasi menuju Kemandirian Muslimat NU’ ini, Muslimat berupaya terus berbenah diri secara organisasi agar lebih baik lagi dalam rangka mewujudkan kemaslahatan umat. Rakernas ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Oktober 2010

Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP MuhammadiyahIkatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah.

“Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, Ahad (15/5), dalam siaran pers.

Al-Syami mengkritik sejumlah kelompok yang melihat konflik tersebut dengan dikotomi peperangan antara Sunni dan Syiah. Bahkan, menurut Najih, sejumlah jabatan strategis di rezim Assad yang menganut Syiah diisi oleh orang-orang Sunni.

Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

Namun demikian, pihaknya tetap mengutuk tindakan represif Assad yang berlebihan terhadap para penentangnya. “Al-Syami sejak awal mengecam segala bentuk tindakan yg mencederai nilai kemanusiaan, termasuk langkah al-Asad yg memperlakukan demonstran secara represif dan tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

Al-Syami berkomitmen akan bergerak dan menyuarakan pendapat dalam kerangka maslahat dan perdamaian rakyat Suriah. Al-Syami tidak pernah bermaksud membela salah satu pihak, baik rezim Assad maupun oposisi.

“Jika ada fakta yg dipaparkan oleh al-Syami dan dianggap menguntungkan salah satu pihak, maka itu adalah semata-mata merupakan aspek subyektif pembaca,” tuturnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Halaqoh, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Oktober 2010

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para sesepuh  dan  tokoh kesenian reog Ponorogo, Jawa Timur, kecewa dan akan berjuang mempertahankan kesenian reog Ponorogo yang kini juga diklaim sebagai kesenian asli oleh Malaysia.

Salah seorang tokoh kesenian Reog Ponorogo, Ahmad Tobroni,  Kamis (22/11), di Ponorogo, mengaku sangat kecewa saat mendengar kabar dari situs internet milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia yang mengklaim bahwa tarian Barongan yang mirip dengan kesenian Reog Ponorogo tersebut adalah milik Pemertintah Malaysia.

"Sebagai warga dan pecinta seni reog, saya meresa kecewa dengan sikap Malaysia dengan seenaknya mengklaim seni reog adalah miliknya. Untuk itu kami akan berjuang mempertahankan warisan budaya yang kami miliki," katanya.

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Dalam situs internet tersebut menyebutkan tari Barongan yang terdiri dari beberapa penari seperti dadak merak atau barong jathil, seorang raja dan bujangganong mirip dengan tarian kesenian reog Ponorogo.

Selain itu di dalam portal tersebut dinyatakan tarian barongan ini adalah warisan melayu yang dilestarikan dan bisa dilihat di batu pahat Johor dan Selangor Malaysia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beredarnya kabar tarian Barongan tersebut membuat warga Ponorogo dan instansi pemerintahan setempat sempat kaget. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Ponorogo sendiri telah mendaftarkan tarian reog Ponorogo sebagai hak cipta milik kabupaten Ponorogo tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh menteri hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia.

Selain itu, kata Tobrani, sangat tidak relevan jika Malaysia mengklaim kesenian reog adalah miliknya karena selama ini untuk memiliki peralatan tersebut saja mereka membeli dari ponorogo.

"Jadi tidak mungkin bila sebuah Negara memiliki kesenian kebudayaan dan tidak mampu membuat peralatannya sendiri," katanya.

Untuk membuktikan hal itu, Tobroni juga sempat melakukan pengecekan ke beberapa perajin reog di Ponorogo dan hasilnya para perajin mengaku dalam tahun ini banyak mendapatkan order dari para pelangannya di Malaysia. "Itu adalah bukti bahwa Malaysia melakukan penjiplakan," katanya. (ant/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah