Selasa, 02 November 2010

Berkah Pedagang di Acara-acara NU

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah?



Musabaqoh Antar-Pondok Pesantren se-Banyuwangi XV yang berlangsung selama tiga hari menjadi berkah tersendiri bagi pedagang keliling. Dihelat sejak Kamis (30/3), para pedagang membuka lapak mereka di pinggir jalan menuju area lomba, hingga Sabtu (1/4).

Berkah Pedagang di Acara-acara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkah Pedagang di Acara-acara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkah Pedagang di Acara-acara NU

Bersama dengan pedagang lain, dan juga stand bazar dari kalangan santri, Abu Kosim juga menggelar dagangannya sendiri. Mulai dari kitab salaf, buku islami, surban, minyak wangi, tasbih, kopyah dan siwak, dia jajakan dengan rapi.

Berlamatkan RT 01 RW 04 Blokagung, Banyuwangi, Pak Kosim, sapaannya, berangkat dari rumah menuju ke lokasi dengan membawa mobil pribadi. Tidak hanya berjualan di kegiatan ini, ia sering berjualan di acara-acara keagamaan ala Nahdlatul Ulama seperti Majelis Musyawarah Pondok Pesantren (MMPP), Istighosah Dzikrussyafaah, Istighosah Ihsanniyah, Mantab.

Untuk menghidupi keluarganya, Pak Kosim juga membuka jasa cuci pakaian (laundry) di rumahnya, yang dia geluti bareng istrinya. Sembari menawarkan dangannya, bapak dua anak itu mau untuk berbagi pengalaman kepada Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah, yang sedang melihat-lihat kitabnya.

“Saya sudah mempunyai dua orang anak. Nomor satu, mondok di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, Kediri dan nomor dua masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak,” kata Pak Kosim, “untuk itu, saya berusaha kerja keras, guna membiayai keluarga saya,” tambahnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Perkerjaan yang dijalani sekarang ini, lanjutnya, diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. “Dan, semoga mendapat berkah,” pungkas bapak yang hobi olahraga badminton itu sambil mengatakan, pemasukan rata-rata sebesar 3 sampai 4 jutaan. (Moh. Awang Nuryaddin/Cholid Mawardi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Khutbah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 01 November 2010

Sikap Perempuan Saat Dilamar

Perempuan tentu peka terhadap keadaan di sekitarnya termasuk ketika ada seseorang lelaki yang melamarnya. Amatannya detail. Pancaindranya bekerja secara normal. Dari situ perempuan akan menanggapi gejala-gejala yang berkaitan dengan lamaran.

Tanggapan dan sikap perempuan harus dinilai wajar. Karena tentu saja perempuan tidak akan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot seperti masyarakat feodal. Perempuan hanya mengamati perihal agama dan perilaku pelamarnya. Ini penting agar ia tidak menyesal di dunia maupun akhirat.

Sikap Perempuan Saat Dilamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Perempuan Saat Dilamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Perempuan Saat Dilamar

Islam memberikan catatan terkait sikap perempuan saat dilamar. Dalam kitab Adab fid Din, Imam Ghazali menyebutkan sebagai berikut.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Adab perempuan bila dilamar seorang lelaki ialah meminta salah seorang keluarganya yang bisa dipercaya untuk pertama, menanyakan mazhab pria pelamar, agama, aqidah, nama baik, dan ketepatan janjinya. Kedua, perempuan itu juga perlu memerhatikan kerabat dan orang-orang rumahnya. Ketiga, ia juga penting untuk mengamati ketekunan sembahyang lima waktu dan perihal sembahyang jamaah si pelamar. Keempat, ia mesti keapikan usaha dan sumber penghasilan pelamar."

Selain itu, Imam Ghazali dalam kitab yang sama menambahkan, perempuan perlu mengutamakan perhatiannya pada perihal agama ketimbang hartanya, dan perjalanan hidup ketimbang sebutan orang mengenai diri pelamar.

Qanaah, kata Imam Ghazali, juga perlu dimiliki agar kemesraan dan rasa cinta keduanya semakin hangat. Qanaah juga penting untuk mengusir rasa takut lelaki yang ingin melamar perempuan. Wallahu Alam

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kajian Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Jumat, 29 Oktober 2010

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Selasa (6/12) bertempat di Gedung PBNU Jakarta Pusat, digelar pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kiai Said juga menyampaikan NU membutuhkan tangan-tangan terampil untuk mengembangnkan potensi yang dimiliki NU. Potensi tersebut diharapkan akan menjadi prestasi yang akan berguna bagi masyakarat banyak.

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Pusat ARSINU 2016-2021 Dikukuhkan

Selain itu, Kiai Said juga mengingatkan bahwa pelantikan dan kepengurusan ARSINU adalah sebagai langkah pertama dari perjalanan ARSINU khususnya dan NU umumnya yang masih panjang.

“Jangan sombong, jangan putus asa. Generasi yang akan datang yang akan menikmati,” kata Kiai Said.

Sementara itu, Ketua ARSINU, HM. Zulfikar As`ad, mengatakan ARSINU dibentuk dengan tujuan utama agar rumah sakit-rumah sakit yang dimiliki NU dan atau orang-orang NU, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Sehingga tugas utama ARSINU adalah bagaimana meningkatkan kualitas RS milik NU. Selain itu, melalui ARSINU juga dapat dijalin kerja sama antara rumah sakit anggota ARSINU dengan berbagai pihak dalam pelayanan kesehatan ? kepada ? masyarakat,” tegas pria yang lebih sering dipanggil Gus Ufik.?

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Berikut susunan pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016 - 2021?

Dewan Penasehat

Ketua: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

Anggota:?

Khofifah Indar Parawansa

DR. Ing. Bina Suhendra

Dr. dr. Syahrizal Syarif, MPh

Drs. Hisyam Said MSc ? ?

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes

Prof. dr. Ali Gufron Mukty, PhD ? ?

Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, MARS, DTMH ? ? ?

Dr. Misbahul Munir ? ?

Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH ? ? ?

dr. Masyhudi AM., MKes

Pengurus Harian:?

Ketua Umum ? : Dr. dr. H. M. Zulfikar As`ad, MMR?

Ketua ? : dr. Amir Fauzi, MARS?

Ketua ? : dr. SibrohMalisi, MARS, ?

Ketua ? : dr. H Abdul Aziz, M.H.Kes

Sekretaris Umum : dr. Fery Rahman, MKM?

Wakil Sekretaris : drg. Fauziah M. Asim, MKM ?

Wakil Sekretaris : dr. M. BimaArrynugrah

Bendahara Umum : dr. Hidayatullah, SpS

Wakil Bendahara : drg. Ulfah Mashfufah, MKes

Wakil Bendahara : Hj. Sabrina D. Prihartini, AmdKeb. SKM., MKes

Bidang Hukum dan Advokasi: ? ?

Dr. Eko Pujianto, SH MH?

M. Zahrul Jihad As., SH. MHum

Bidang Sistem Informasi:?

dr. Barir Cahyanto, ST?

dr. Didik Suharsono, M.Kes

Bidang Pengembangan Organisasi: ?

dr. Muhammad Makky Zamzami

dr. Samsul Arifin, MARS?

Minan Rahman, MPdI

Bidang Pendidikan dan Pelatihan:

dr. H. Hardadi Airlangga, SpPD

dr. H. Ahmad Fariz Zein, SpPD.?

M. Syukron Skep. Ns?

Akhmad Safi’i, S.Far, Apt?

Bidang Manajemen Mutu: ?

dr. Tri Wahyu Sarwiyata, MKes

dr. Mafrurrochim Hasyim, MARS?

dr. Wiwik Winarningsih, MARS ?

Bidang Farmasidan Alkes:?

Agus Pramono, S.Farm, Apt, MM?

Redho Meisudi, S,Farm Apt?

Moh Thoyib, SKep. Ners

Umayah, SKep. Ners

(Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Cerita, Habib, Santri Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 27 Oktober 2010

Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Seperti warga NU pada umumnya, Muslimat NU juga ikut berduka atas wafatnya Waketum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf, Kamis (3/12) di Asrama Haji Jakarta, tempat kegiatan berlangsung. Kiai Slamet merupakan suami dari Hj Siti Aniroh, Sekretaris Umum PP Muslimat NU.

“Sebelum kegiatan pembukaan Rakernas dilaksanakan, mari kita bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk KH Slamet Effendy Yusuf,” ujar Hj Muzayannah memimpin para pengurus Muslimat NU dari berbagai wilayah yang juga diikuti oleh grup Marawis.

Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

Awali Rakernas, Muslimat NU Gelar Tahlil untuk Slamet Effendy

Kiai Slamet meninggal dunia di usia 67 tahun pada Rabu, 2 Desember 2015 di Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 23.00 WIB saat mengikuti rangkaian kegiatan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Hotel Ibis Styles, Jl Braga Bandung. KH Slamet Effendy Yusuf adalah putera pertama dari 4 bersaudara dari pasangan KH Azhari Yusuf dan Hj Umi Kulsum.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Menrut penuturan salah satu peserta Rakernas, sebelum Kiai Slamet menghembuskan napas terakhirnya, Siti Aniroh juga sedang aktif memandu materi di depan para peserta Rakernas di Cisarua, Bogor, Jawa Barat saat hari pertama Rakernas.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Setelah mengetahui kabar tentang suaminya, Aniroh ditemani beberapa ibu Muslimat langsung menuju rumah kediamannya di Perumahan Citra Gran Castle Garden Blok H-5, No 18 Cibubur, Jakarta.

Adapun dalam Rakernas bertajuk ‘Penguatan Organisasi menuju Kemandirian Muslimat NU’ ini, Muslimat berupaya terus berbenah diri secara organisasi agar lebih baik lagi dalam rangka mewujudkan kemaslahatan umat. Rakernas ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Olahraga, Cerita Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 23 Oktober 2010

Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP MuhammadiyahIkatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah.

“Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, Ahad (15/5), dalam siaran pers.

Al-Syami mengkritik sejumlah kelompok yang melihat konflik tersebut dengan dikotomi peperangan antara Sunni dan Syiah. Bahkan, menurut Najih, sejumlah jabatan strategis di rezim Assad yang menganut Syiah diisi oleh orang-orang Sunni.

Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

Namun demikian, pihaknya tetap mengutuk tindakan represif Assad yang berlebihan terhadap para penentangnya. “Al-Syami sejak awal mengecam segala bentuk tindakan yg mencederai nilai kemanusiaan, termasuk langkah al-Asad yg memperlakukan demonstran secara represif dan tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

Al-Syami berkomitmen akan bergerak dan menyuarakan pendapat dalam kerangka maslahat dan perdamaian rakyat Suriah. Al-Syami tidak pernah bermaksud membela salah satu pihak, baik rezim Assad maupun oposisi.

“Jika ada fakta yg dipaparkan oleh al-Syami dan dianggap menguntungkan salah satu pihak, maka itu adalah semata-mata merupakan aspek subyektif pembaca,” tuturnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan, Halaqoh, Sholawat Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 13 Oktober 2010

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Para sesepuh  dan  tokoh kesenian reog Ponorogo, Jawa Timur, kecewa dan akan berjuang mempertahankan kesenian reog Ponorogo yang kini juga diklaim sebagai kesenian asli oleh Malaysia.

Salah seorang tokoh kesenian Reog Ponorogo, Ahmad Tobroni,  Kamis (22/11), di Ponorogo, mengaku sangat kecewa saat mendengar kabar dari situs internet milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia yang mengklaim bahwa tarian Barongan yang mirip dengan kesenian Reog Ponorogo tersebut adalah milik Pemertintah Malaysia.

"Sebagai warga dan pecinta seni reog, saya meresa kecewa dengan sikap Malaysia dengan seenaknya mengklaim seni reog adalah miliknya. Untuk itu kami akan berjuang mempertahankan warisan budaya yang kami miliki," katanya.

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Dalam situs internet tersebut menyebutkan tari Barongan yang terdiri dari beberapa penari seperti dadak merak atau barong jathil, seorang raja dan bujangganong mirip dengan tarian kesenian reog Ponorogo.

Selain itu di dalam portal tersebut dinyatakan tarian barongan ini adalah warisan melayu yang dilestarikan dan bisa dilihat di batu pahat Johor dan Selangor Malaysia.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Beredarnya kabar tarian Barongan tersebut membuat warga Ponorogo dan instansi pemerintahan setempat sempat kaget. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Ponorogo sendiri telah mendaftarkan tarian reog Ponorogo sebagai hak cipta milik kabupaten Ponorogo tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh menteri hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia.

Selain itu, kata Tobrani, sangat tidak relevan jika Malaysia mengklaim kesenian reog adalah miliknya karena selama ini untuk memiliki peralatan tersebut saja mereka membeli dari ponorogo.

"Jadi tidak mungkin bila sebuah Negara memiliki kesenian kebudayaan dan tidak mampu membuat peralatannya sendiri," katanya.

Untuk membuktikan hal itu, Tobroni juga sempat melakukan pengecekan ke beberapa perajin reog di Ponorogo dan hasilnya para perajin mengaku dalam tahun ini banyak mendapatkan order dari para pelangannya di Malaysia. "Itu adalah bukti bahwa Malaysia melakukan penjiplakan," katanya. (ant/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Santri, Kiai Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 04 Oktober 2010

Kang Said: Parpol Gagal Beri Pendidikan Politik

Jakarta, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. “Partai politik selama ini telah gagal memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Partai politik jalan di tempat dalam hal ini,” kata KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU dalam jumpa pers terkait refleksi akhir tahun 2012, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (9/1) sore.

Kang Said: Parpol Gagal Beri Pendidikan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Parpol Gagal Beri Pendidikan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Parpol Gagal Beri Pendidikan Politik

Partai politik semestinya memberikan contoh kepada masyarakat sebagai wadah organisasi yang demokratis dan dewasa. Sementara kebanyakan partai politik di Indonesia, memperlihatkan diri akan kurangnya kesiapan mereka dalam memainkan peran politik yang ideal bagi masyarakat, kata Kang Said.

Menurut Kang Said, masyarakat menilai partai politik hanya sibuk sendiri memikirkan golongan partainya sendiri. Bahkan sejumlah kader partai politik, menggunakan partai politik untuk kepentingan pribadinya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kegagalan partai politik dalam pendidikan politik, dapat dilihat bagamana kaderisasi yang mereka lakukan. Kaderisasi yang dilakukan partai politik, mencetak kader-kader partai yang tidak memiliki visi dan idealisme politik yang jelas, imbuhnya.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kata Kang Said, kader-kader keluaran partai politik itu belum berkontribusi dalam menciptakan iklim politik nasional dan mekanisme pemerintahan yang bersih dari korupsi. Mereka belum bisa diharapkan sebagai pelaku politik yang membawa kemaslahatan umum.

Kalau partai politik tidak segera membenahi diri, masyarakat tidak mustahil akan kehilangan kepercayaan pada mereka. Selain itu, masyarakat umum kembali dirugikan oleh perilaku-perilaku kader politik yang belum dewasa; yang justru diharapkan dapat meningkatkan perbaikan nasional yang mengacu pada UUD 1945.

Dalam jumpa pers, Kang Said didampingi oleh sejumlah jajaran pengurus PBNU dan pengurus lembaga. Mereka yang hadir antara lain adalah Kiai Arwani Faishal, Kiai Ahmad Ishomudin, Kiai Zaki Mubarok, dan H Nurul Yakin.

 Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Sejarah Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah