Minggu, 14 Maret 2010

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu

Banyuwangi, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. "Siapa yang tahu organisasi?" pertanyaan pembuka yang disampaikan oleh wakil ketua bidang Kaderisasi Alkaisu Dana Habibi dihadapan ratusan peserta sosialisasi IPNU-IPPNU. Ahad (27/3) malam di Ponpes Minhajut thulab, Krikilan, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Beberapa menit peserta yang terdiri dari SMPN 3 Glenmore dan SMAN 1 Glenmore tak ada yang berani menjawab. Dana sapaan akrabnya menerangkan, organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu

"Sehingga nantinya, apapun beban masalah yang sedang dan akan kita hadapi terasa ringan karena diputuskan jalan keluar dan diselesaikan bersama," terang Dana, sembari menjelaskan maqolah (ungkapan) suatu kemungkaran yang terorganisasi akan mampu menghancurkan kebaikan tanpa terorganisir.

Pasalnya banyak sekali macam organisasi yang mungkin kalian semua ikuti. Seperti: organisasi pelajar, keagamaan, dan kemasyarakatan dengan berbagai nama dan identitas.

"Di sini saya menegaskan untuk kalian semua memilih organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Selain organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, di sini juga wadah ajaran agama yang penuh toleran, moderat, dan tidak radikal," terang Dana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

.

Disamping itu, para senior banyak yang yang telah membuktikan kenikmatan berorganisasi dan menjadi tokoh-tokoh yang sukses berkat perantara keterlibatan perjuangan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

"Seperti Bapak Zainut Tauhid, Ibu Khofifah Indar Parawansa, Bapak Abdullah Azwar Anas, dan tokoh-tokoh sukses lainnya," jelas Dana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Wakil ketua bidang kaderisasi PC IPNU Banyuwangi ini, juga berharap semoga kelak seluruh ratusan pelajar putra-putri yang hadir menjadi regenerasi NU yang militan.

"Langkah konkrit sedekah banom termuda Nahdlatul Ulama adalah terus melanjutkan roda kaderisasi organisasi ini. Seperti yang saat ini sedang dan akan terus kita lakukan," tegas Dana.?

Gelaran sosialisasi ini juga dihadiri oleh pengurus harian PC IPNU IPPNU Banyuwangi beserta puluhan Majelis Almuni. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Fragmen Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Sabtu, 13 Maret 2010

Dari Situbondo ke Banyuwangi

Situbondo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Situbondo, menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), di aula PCNU Situbondo, Sabtu, (23/2).

Dari Situbondo ke Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Situbondo ke Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Situbondo ke Banyuwangi

Rapimda tersebut dalam rangka konsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan ta’mir masjid dengan tema “Mewujudkann masjid sebagai pusat pemberdayaan umat”. Kegiatan tersebut diikuti 200 orang peserta dari  17 kecamatan.

Dalam sambutannya, KH Fauzan Masruri mengatakan warga NU harus mewaspadai kelompo-kelompok yang terang-terang bergerilya merebut masjid di kantong-kantong NU.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Hal itu dikarenakan mesjid adalah sumber umat,” katanya.

Ia mengimbau kepada peserta untuk mengikuti Rapimda sampai usai supaya tahu bagaimana cara mempertahankan masjid dan pengelolaannya.  

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rapimda tersebut dibuka Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. MAsudi, difasilitasi PP LTM NU bekerjasama dengan PT Sinde Budi Sentosa. Setelah dilaksanakan di Situbondo, besok Ahad (24/2), akan digelar di Kabupaten Banyuwangi.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah AlaSantri, Bahtsul Masail Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Rabu, 10 Maret 2010

PCNU Nias Selatan Khitankan Puluhan Anak Yatim

Nias Selatan, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nias Selatan mengadakan aksi sosial dalam bentuk khitanan massal bagi anak-anak yatim dan fakir miskin di gedung Madrasah Ibtidaiyah Negeri Telukdalam, Nias Selatan, Ahad (25/12). Pihak PCNU Nias Selatan merekrut 40 anak yatim untuk dikhitan.

Aksi sosial ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat badar. Acara ini dilanjutkan dengan penyampaian taushiyah oleh H Dedi Iswandy yang ditutup dengan do’a oleh Rais Syuriyah PCNU Nias Selatan Ahmad Yunan Waruwu.

PCNU Nias Selatan Khitankan Puluhan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Nias Selatan Khitankan Puluhan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Nias Selatan Khitankan Puluhan Anak Yatim

Ketua Panitia Pelaksana Sulaiman Waruwu melaporkan, donasi yang terkumpul dari kegiatan khitanan massal ini sebesar Rp. 11.510.000 yang berasal dari pengurus harian NU Nias Selatan, beberapa instansi, dan para dermawan. Bantuan juga datang dari rumah makan yang menyediakan makanan, para tenaga medis yang mengurangi biaya khitan sehingga harga terjangkau.

“Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu suksesnya acara khitan massal ini. Semoga Allah membalasnya,” kata Sulaiman.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Aksi sosial ini dihadiri oleh pengurus harian PCNU Nias Selatan, unsur parpol, MUI Nias Selatan, perwakilan Muhammadiyah Nias Selatan, Tokoh Masyarakat Telukdalam, dan tokoh-tokoh lain.

Ketua PCNU Nias Selatan Amsir Siregar mengatakan, aksi sosial ini adalah sebagian dari program kerja PCNU Nias Selatan. Sejak Konfercab II PCNU Nias Selatan sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan termasuk khataman Al-Qur’an yang dipusatkan di Masjid Agung Ar-Rahman.

“Pelaksanaan khitanan massal ini salah satu upaya yang direncanakan untuk membantu sebagian para orang tua dan anak-anak yatim-piatu untuk melaksanakan khitanan. Kegiatan ini takkan terselenggara tanpa bantuan pihak lain. Hal ini sesuai prinsip NU at-taawun, yakni tolong-menolong, setia kawan, gotong-royong utamanya dalam kebaikan dan takwa,” kata Amsir.

Usai acara pembukaan jam 10.00 WIB, khitanan massal segera dilangsungkan oleh para tenaga medis di bawah Koordinator Arianti Waruwu. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Aswaja, Meme Islam Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Kamis, 04 Maret 2010

Kemenag Resmi Keluarkan SK Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pesantren

Ponorogo, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Kementerian Agama menyerahkan 18 Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Penetapan Status Kesetaraan Satuan Pendidikan Muadalah kepada sejumlah pondok pesantren setingkat Madrasah Tsanawiyah/sederajat dan Madrasah Aliyah/sederajat.?

Kemenag Resmi Keluarkan SK Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Resmi Keluarkan SK Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Resmi Keluarkan SK Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pesantren

Penyerahan SK Ponpes Muadalah (Penyetaraan) kepada 18 ponpes dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersamaan dengan momentum pertemuan alumni Gontor dalam rangka Peringatan 90 Tahun Pondok Gontor ke-90, Jumat (2/9).

SK tentang penetapan status keseteraan satuan pendidikan muadalah tersebut merupakan penjabaran dari Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA nomor 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren.

Dijelaskan Menag Lukman bahwa, kedua PMA tersebut, setidaknya terdapat dua nomenklatur satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, yakni pendidikan Diniyah formal dan satuan pendidikan Muadalah.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kedua nomenklatur itu merupakan ikhtiar Kementerian Agama dan masyarakat pesantren untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi mutafaqqih fiddin (ahli ilmu agama Islam), guna menjawab atas langkanya kader mutafaqqih fiddin dan memberikan civil effect bagi dunia pesantren, disamping sebagai bagian ikhtiar konservasi dan pengembangan disiplin ilmu-ilmu keagamaan Islam," ujar Menag.

"Baik pendidikan Diniyah formal maupun satuan pendidikan Muadalah, wajib diselenggarakan oleh pesantren,” tambahnya.

Khusus untuk satuan pendidikan Muadalah, Menag menyampaikan bahwa terdapat karakteristik yang tidak berbeda dengan pendidikan diniyah formal. Karakteristik itu meliputi kurikulum pendidikan keagamaan, tidak adanya ujian yang diselenggarakan secara nasional dalam bentuk Ujian Nasional (UN), dan kualifikasi pendidik yang tidak mengharuskan sarjana.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

"Kurikulum pendidikan keagamaan sepenuhnya menjadi otoritas satuan pendidikan Muadalah yang bersangkutan, baik yang satuan pendidikan muadalah jenis salafiyah (berbasis kitab kuning) maupun muallimin (berbasis dirasah Islamiyah dengan pola muallimin), sementara Kementerian Agama memfasilitasi pada standar minimal kurikulum keagamaan untuk keduanya," papar Menag.

Selanjutnya, Menag memaparkan penjelasan lebih dalam, bahwa, terkait penilaian dalam konteks ujian, hanya diselenggarakan melalui pendidik dan lembaga pendidik semata. Bahkan, untuk ketenagaan, guru atau ustadz yang mengajar pada satuan pendidikan muadalah ini tidak diarahkan pada kualifikasi, baik yang telah sarjana maupun yang belum, akan tetapi lebih didekatkan pada standar kompetensi. Namun, lanjutnya, bagi pendidik yang memenuhi kualifikasi dan persyaratan guru profesional lainnya maka hak-hak yang melekat sebagai guru profesional juga berlaku bagi seorang pendidik.

"Karakteristik tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari rekognisi pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan formal ala pesantren," kata Menag.

Dari segi keunikan, Menag menjelaskan bahwa pesantren memiliki sisi-sisi keunggulannya yangharus diakui sehingga diberikan ruang dalam konteks sistem pendidikan nasional secara terintegrasi. "Keunikan degan terus memelihara jatidiri dan ke-ikhlasan pesantren merupakan karakteristik dasar bagi pesantren,” kata Menag. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pertandingan Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 09 Februari 2010

Muhammad Busro Pemimpin Baru GP Ansor Kota Semarang

Semarang, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah. Gerakan Pemuda (GP)Ansor Kota Semarang telah melaksanakan pemilihan ketua GP Ansor baru. Konferensi berlangsung di di Pondok Pesantren Al-Itqon Pedurungan, Ahad (7/12) kemarin. Ada dua calon yang dinilai layak memimpin Ansor Semarang yakni Muhammad Sodri dan Muhammad Busro.

Dari perwakilan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang Se-Kota Semarang yang lulus verifikasi untuk memilih Ketua Ansor Kota Semarang ini berjumlah 39 suara. Konferensi Ansor Kota Semarang ini langsung terfokus pada pemilihan ketua baru, sebab pembahasan tata tertib maupun laporan pertanggung jawaban pengurus Ansor Kota Semarang telah dibahas seminggu yang lalu di Gedung PWNU Kota Semarang.

Muhammad Busro Pemimpin Baru GP Ansor Kota Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammad Busro Pemimpin Baru GP Ansor Kota Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammad Busro Pemimpin Baru GP Ansor Kota Semarang

Hasil pemungutan suara pun diumumkan dengan kemenangan untuk Muhammad Busro yang akan menjadi nahkoda Ketua GP Ansor Kota Semarang. Setelah Busro mendapatkan 22 suara dan sodri hanya mendapatkan 17 suara, dari total 39 suara.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Dalam orasinya Muhammas Busro mengatakan, ada dua hal yang harus dilakukan yakni pertama perkaderan, sebab perkaderan menjadi tombak regenerasi kader. Kedua, pendayagunaan yakni tahapan yang dilakukan setelah pengaderan kader agar siap terjun ke dunia kemasyarakatan.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Saatnya Ansor di wilayah Kota Semarang siap untuk melakukaan pemberdayaan, mewujudkan tujuan berorganisasi untuk membangun GP Ansor tetap solid dan bisa berperan aktif untuk masyarakat,” lanjutnya. (Lukni Maulana/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Kiai, Hadits, Quote Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Senin, 08 Februari 2010

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel

Banjarmasin, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah 

Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan orientasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk pondok pesantren dan majelis taklim Muslimat NU di Hotel Amaris, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (17/11).

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel





Pembukaan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kalimantan Selatan H. Gusti Burhanuddin. 



Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah



Hadir pula dari Pendamping Promkes Kementrian Kesehatan RI Ismoyowati. Ia menyampaikan 5 Nawacita program Indonesia Sehat Germas.





Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

“Standar SPM sehat diharapkan dari pemerintah kabupaten kota untuk preventif dan sistematis dalam pelaksanaan Germas,” katanya. 





Ia menambahkan, kesehatan tidak bisa dilakukan aendiri- sendiri, tetapi harus bersama-sama seluruh komponen bangsa, harus sadar dan mampu hidup sehat sehingga sejajar dengan bangsa-bangsa lain.





“Maka lini pondok pesantren dan majelis taklim akan mengadakan RTL (Rencana Tindak Lanjut, red.) program yang tidak membumbung tinggi, tapi yang realistis bisa dilaksanakan di pondok pesantren dan majelis taklim,” jelasnya. 





Ketua Tim Germas PP Muslimat NU Hj. Erna Soefihara menyatakan, bidikan peserta orientasi adalah pimpinan pondok pesantren dan pimpinan majelis taklim sangat tepat sekali.





Karena, kata dia, anggota Muslimat NU bisa dipastikan memiliki dan akrab dengan majelis taklim. Selain itu, anggota Muslimat di masyarakat kebanyakan adalah ibu-ibu Muslimat. 





Acara itu diwarnai simulasi senam sehat Germas hingga doorprize. (A-Moez/Abdullah Alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Pesantren, AlaNu Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selasa, 19 Januari 2010

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon

Cirebon, Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 diadakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon di halaman Masjid Al-Jabbar Plumbon Kabupaten Cirebon. dipadati sekitar 10 ribu warga dari berbagai pelosok.

Acara diawali dengan gemerlap pawai obor para santri dan berbagai partisipan seperti drumband, hadrah, angklung, dan lainnya dengan start dari samping jalan layang tol Plumbon menuju lokasi acara. Sesampainya di lokasi warga Nahdliyin disambut oleh rampak hadrah yang berjumlah 99 pemain mengumandangkan lagu Ya Lal Wathan yang berisi kecintaan kepada tanah air sebagai bagian dari keimanan.

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon

Massa pawai pun bergabung dengan ribuan warga lainnya yang sudah ada di lokasi. Mereka pun khidmat mengikuti acara demi acara dalam kegiatan yang bertajuk Sholawat dan Silaturahmi Kebangsaan Hari Santri Nasional 2017.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Selesai rampak hadrah, masyarakat disuguhkan dengan pementasan seni teater para santri Buntet Pesantren yang mengambil cerita tentang latar sejarah terbitnya Resolusi Jihad Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, sebagai seruan jihad melawan penjajah pada perang besar 10 November 1945 di Surabaya. Meski berdurasi 30 menit, namun hadirin dapat dengan mudah mencernah penggalan-penggalan cerita yang ditampilkan.

Berikutnya masuk pada acara inti yang dipandu presenter keislaman Radar Cirebon Televisi (RCTV) Rieda Fairouz dan master ceremony (MC) kondang H Solehuddin Husni. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, pembacaan ayat-ayat Al-Quran, tawasul, pembacaan Shalawat Nariyah, istighotsah, dan ditutup tausiyah oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani Amin.

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, para ulama seperti KH Hasanudin Kriyani, KH Bahrudin Yusuf, KH Affandi Mukhtar, KH Imron Rosyadi, dan lainnya. Dari unsur birokrasi hadir Sekda Provinsi Jawa Barat H Iwa Karniwa, Bupati Cirebon H Sunjaya Purwadisastra, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih, Kepala Kemenag H Imron Rosyadi, serta perwakilan Polres dan Kodim.

Sejumlah politisi yang bakal maju dalam pemilihan bupati (pilbup) juga hadir. Mereka antara lain H Satori, H Tarmadi, H Mohamad Luthfi, dan H Mohamad Yatsawi.

Ketua Panitia HSN 2017, H Solihin Busyaeri mengatakan, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Diadakan sehari sebelumnya, sebab di tanggal itu diperingati di semua pesantren, sekolah, masjid-masjid, dan lainnya.

“Ada banyak kegiatan rangkaian baik diadakan oleh lembaga-lembaga NU, banom, maupun MWCNU. Malam ini puncaknya untuk agenda PCNU Kabupaten Cirebon,” kata pengusaha asal Bode Lor, Plumbon ini.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih tidak terhingga atas kekompakan warga NU dalam peringatan HSN 2017, terutama kaum santri. HSN yang diperingati sejak 2015 harus menjadi motivasi bagi para santri untuk terus memberikan yang terbaik bagi agama dan bangsa.

“Kata KH Mustofa Bisri (Gus Mus), santri itu bukan yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlak seperti santri. Artinya Hari Santri adalah milik seluruh umat Islam,” ujar Kang Aziz.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin dalam tausiyahnya menyampaikan perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan yang dipelopori kaum santri, terutama kemenangan melawan penjajah dalam peperangan 10 November 1945. Pemantiknya adalah terbitnya seruan berjihad melalui Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Karena itu setiap tanggal 22 Oktober kita peringati sebagai Hari Santri Nasional dan telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Presiden Joko Widodo. Selamat Hari Santri, teruslah berkiprah untuk masyarakat dan bangsa,” tutur Kang Wawan. (Kalil Sadewo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah Halaqoh Ahmad Syafii Maarif - PP Muhammadiyah